MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 10 Oktober 2017 08:16
Pesona Itu Bernama Lettu Burai Enggang
PAKAIAN ADAT TERBAIK: Busana khas Dayak motif Lettu Burai Enggang yang dikenakan Giovani Astar dan Andi Desi Nilasari, ini jadi yang terbaik dalam Lomba Parade Busana Daerah di TMII Jakarta, April lalu.(gusti ambri/kp)

PROKAL.CO, Dalam HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2017, busana khas Dayak menyihir pengunjung.

BUSANA yang dikenakan Andi Desi Nilasari dan Giovani Astar ini bernama Lettu Burai Enggang. Busana khas masyarakat Dayak Kenyah. Beratnya mencapai 5 kilogram. Kerap digunakan para penari perempuan dalam menyambut para tamu.

Pakaian ini dikerjakan selama tiga bulan, Januari-Maret 2017. Sementara Lomba Parade Busana Daerah digelar pada 22 April lalu di anjungan TMII Jakarta. Keduanya mengikuti dua lomba sekaligus. Yakni kategori busana tradisi dan daur ulang. Busana tradisi dirancang Muhammad Yatimi, dari Jali-Jali Enterprise. Bekerja sama dengan Owner Batik V Ida Roy Nirwan.

Adapun busana daur ulang dirancang Wiwin Lidwina Lauda. Sebelumnya, pada lomba yang sama pada 2014, Balikpapan juga pernah mendapatkan juara tata rias terbaik. Sementara pada 2015, meraih juara peraga busana dan tata rias. Lomba Parade Busana Daerah nasional diikuti seluruh provinsi se-Indonesia. Kaltim diwakili Balikpapan. Menyabet juara umum, Balikpapan memenangkan kategori terbanyak. Sebanyak sembilan kategori diboyong.

Di antaranya juara unggulan busana tradisi, juara unggulan peraga putri busana tradisi, dan juara penyaji busana tradisi. ”Ini merupakan lomba rutin yang memasuki tahun ke-9. Balikpapan aktif hingga empat tahun belakang. Juga telah mendapatkan beberapa gelar. Diharapkan bisa dipertahankan dan kembali mendulang juara yang sama pada 2018 nanti. Yang bakal memotivasi kami agar lebih baik lagi,” tutur Kepala Disporapar Balikpapan Oemy Facessly, kemarin. 

Busana ini dibuat lebih kreatif. Tanpa meninggalkan kearifan lokal. Sehingga mempunyai nilai ekonomis. Terutama untuk perajin lokal. Bahan busana mengangkat kekhasan Kaltim. Seperti ulap doyo, anyaman manik manik, kulit kayu dengan ornamen dari berbagai suku Dayak. Turut melibatkan para perajin lokal dari masyarakat Dayak Kenyah, Bahau, dan Tunjung Benuaq.

Sementara itu, Yatimi menuturkan, sebagai pelatih tari dan perias, dia memang dipercaya beberapa kali sebagai desainer dalam lomba serupa. Konsisten dengan busana daerah. Pertama kali ikut, dia mengusung baju adat pesisir Balikpapan. Di tahun kedua, menampilkan busana adat Kutai yang dimodifikasi dengan sentuhan batik khas Balikpapan.

Adapun tahun lalu, dirinya menyokong kain tenun serat pandan hutan. ”Busana ini memiliki arti putri burung enggang. Keunikan busana dan cerita dari busana ini pulalah yang membuatnya semakin menarik buat diangkat. Membutuhkan perhatian khusus. Terlebih dibuat secara manual, satu per satu manik-manik dimasukkan dan dirajut dengan perlahan,” jelas Yatim, sapaannya.

Pria kelahiran 20 Mei 1967 ini menuturkan, Kaltim sangat kaya akan adat istiadat dan budaya. Memperkenalkannya ke dunia luar, baik melalui tarian atau busana akan sangat menguntungkan Balikpapan. ”Ke depan, apabila dipercaya lagi saya akan mengangkat kain tenun badung tancap dengan sulam tumparnya,” ucapnya. (*/lil/riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 08:16

Hanya Tangan Ketiga, Hukuman Rendah karena Anak Kecil

Narkotika tak pernah sepi peminat meski ares membuntuti. Semua bermuara dari dadah yang menjadi opsi…

Rabu, 13 Desember 2017 07:52

Bangun Dua Pembangkit, Satu Gardu Induk dan Tiga SUTT

Infrastruktur ketenagalistrikan di Kaltara terus digenjot. Melalui sistem kelistrikan yang andal, PLN…

Senin, 11 Desember 2017 09:13

Berawal dari Pelatihan Gratis, Karya Anak Bangsa Tak Kalah Bagus

Belum cukup puas dengan karya dua dimensi. Menjajal lebih tinggi dengan membuat film animasi. Mengembangkan…

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Rabu, 06 Desember 2017 08:39

Ahli dan Polisi Absen, Pembuktian Psikologi Hukum Disoal

Nota pembelaan setebal 43 lembar dibeberkan Abun dan kuasa hukumnya, Selasa (5/12). Mereka menyoal ancaman…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Senin, 04 Desember 2017 11:04

Ngaku Suka Pakaian Dalam Wanita, Ranjang Gerak Sendiri

Kamar hotel kelas melati di Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang,…

Senin, 04 Desember 2017 08:32

Sering Diberi Makan, Muncul saat Air Pasang

Hidup berdampingan bersama buaya sudah dilalui warga bantaran Sungai Guntung, Bontang, sejak lama. Belakangan…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:46

Berusia Lebih 70 Tahun, Lahirkan Pesepak Bola Besar

Lapangan Kinibalu bukanlah lapangan biasa bagi Kota Tepian. Sederet nama besar pesepakbola lahir dari…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:27

Tinggal Bersama Keluarga Ateis, Aktivitas Agama Justru Didukung

An-Nahl Aulia Hakim merupakan satu dari empat siswa SMA 1 Balikpapan yang diterbangkan ke luar negeri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .