MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 10 Oktober 2017 08:16
Pesona Itu Bernama Lettu Burai Enggang
PAKAIAN ADAT TERBAIK: Busana khas Dayak motif Lettu Burai Enggang yang dikenakan Giovani Astar dan Andi Desi Nilasari, ini jadi yang terbaik dalam Lomba Parade Busana Daerah di TMII Jakarta, April lalu.(gusti ambri/kp)

PROKAL.CO, Dalam HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2017, busana khas Dayak menyihir pengunjung.

BUSANA yang dikenakan Andi Desi Nilasari dan Giovani Astar ini bernama Lettu Burai Enggang. Busana khas masyarakat Dayak Kenyah. Beratnya mencapai 5 kilogram. Kerap digunakan para penari perempuan dalam menyambut para tamu.

Pakaian ini dikerjakan selama tiga bulan, Januari-Maret 2017. Sementara Lomba Parade Busana Daerah digelar pada 22 April lalu di anjungan TMII Jakarta. Keduanya mengikuti dua lomba sekaligus. Yakni kategori busana tradisi dan daur ulang. Busana tradisi dirancang Muhammad Yatimi, dari Jali-Jali Enterprise. Bekerja sama dengan Owner Batik V Ida Roy Nirwan.

Adapun busana daur ulang dirancang Wiwin Lidwina Lauda. Sebelumnya, pada lomba yang sama pada 2014, Balikpapan juga pernah mendapatkan juara tata rias terbaik. Sementara pada 2015, meraih juara peraga busana dan tata rias. Lomba Parade Busana Daerah nasional diikuti seluruh provinsi se-Indonesia. Kaltim diwakili Balikpapan. Menyabet juara umum, Balikpapan memenangkan kategori terbanyak. Sebanyak sembilan kategori diboyong.

Di antaranya juara unggulan busana tradisi, juara unggulan peraga putri busana tradisi, dan juara penyaji busana tradisi. ”Ini merupakan lomba rutin yang memasuki tahun ke-9. Balikpapan aktif hingga empat tahun belakang. Juga telah mendapatkan beberapa gelar. Diharapkan bisa dipertahankan dan kembali mendulang juara yang sama pada 2018 nanti. Yang bakal memotivasi kami agar lebih baik lagi,” tutur Kepala Disporapar Balikpapan Oemy Facessly, kemarin. 

Busana ini dibuat lebih kreatif. Tanpa meninggalkan kearifan lokal. Sehingga mempunyai nilai ekonomis. Terutama untuk perajin lokal. Bahan busana mengangkat kekhasan Kaltim. Seperti ulap doyo, anyaman manik manik, kulit kayu dengan ornamen dari berbagai suku Dayak. Turut melibatkan para perajin lokal dari masyarakat Dayak Kenyah, Bahau, dan Tunjung Benuaq.

Sementara itu, Yatimi menuturkan, sebagai pelatih tari dan perias, dia memang dipercaya beberapa kali sebagai desainer dalam lomba serupa. Konsisten dengan busana daerah. Pertama kali ikut, dia mengusung baju adat pesisir Balikpapan. Di tahun kedua, menampilkan busana adat Kutai yang dimodifikasi dengan sentuhan batik khas Balikpapan.

Adapun tahun lalu, dirinya menyokong kain tenun serat pandan hutan. ”Busana ini memiliki arti putri burung enggang. Keunikan busana dan cerita dari busana ini pulalah yang membuatnya semakin menarik buat diangkat. Membutuhkan perhatian khusus. Terlebih dibuat secara manual, satu per satu manik-manik dimasukkan dan dirajut dengan perlahan,” jelas Yatim, sapaannya.

Pria kelahiran 20 Mei 1967 ini menuturkan, Kaltim sangat kaya akan adat istiadat dan budaya. Memperkenalkannya ke dunia luar, baik melalui tarian atau busana akan sangat menguntungkan Balikpapan. ”Ke depan, apabila dipercaya lagi saya akan mengangkat kain tenun badung tancap dengan sulam tumparnya,” ucapnya. (*/lil/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 10:19

JOSSS..!! Agnes Jadi Cover Majalah Rogue

Kerja keras Agnez Mo untuk go international semakin membuahkan hasil nyata. Setelah majalah fesyen dunia,…

Minggu, 17 Juni 2018 00:49

Lolos 6 Besar, Belajar Tampil Live di TV

Lima remaja ini sudah eksis dengan kelompok nasyid sekolah selama dua tahun terakhir. Siapa sangka,…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:18

Tak Lagi di Rumah Dinas, Serasa Lebaran Bersama Keluarga

Ada yang berbeda open house yang dilakukan Rizal Effendi kali ini. Masa cutinya kali ini membuat perayaan…

Kamis, 14 Juni 2018 19:59
Mengunjungi Lorong Buangkok, Kampung Terakhir di Singapura

Kalau Ada Apa-Apa, Kentongan Ditabuh, Warga Pasti ke Sini

Kontras dengan Singapura yang gemerlap, di Lorong Buangkok, jalanan masih berupa tanah, ayam berkeliaran,…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:00
Bernostalgia di Sisa-Sisa Kejayaan si Doel Anak Sekolahan

Kamar Mandi dan Sumur Tak Diubah buat Kenang-kenangan

Warung dan opelet memang tak ada lagi. Tapi, di bagian belakang rumah Babeh Sabeni di Jakarta masih…

Sabtu, 02 Juni 2018 01:56

Warga Amankan Diri karena Letusan Diikuti Getaran

                                                      …

Sabtu, 26 Mei 2018 02:26

“Darah Madura Saya Tidak Memungkinkan untuk Menjadi Takut”

Setelah pensiun, Artidjo Alkostar berencana menghabiskan waktu di tiga kota: Jogjakarta, Situbondo,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .