MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

HIBURAN

Minggu, 08 Oktober 2017 07:49
Denting Lonceng Kematian

Pengabdi Setan (2017)

LEBIH MANDIRI: Joko Anwar lebih memilih berdiri sendiri untuk cerita sinema Pengabdi Setan yang anyar. Dia yakin jalinan kisah yang dibangunnya bisa membawa suasana baru. (IST)

PROKAL.CO, KETIKA lonceng berdenting, si sulung Rini (Tara Basro) dan adiknya Toni (Endy Arfian) bergegas ke kamar, Mawarni Suwono (Ayu Laksmi). Sang ibu hanya bisa terbaring di kamar lantai atas. Sudah beberapa tahun ibunya digerogoti penyakit misterius. Wajahnya pucat pasi, kadang megap-megap kemudian membuka lebar-lebar mulutnya seperti kehabisan napas. Satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya ialah melalui lonceng yang dibunyikan olehnya.

Meski sang ayah (Bront Palarae) mengusahakan pengobatan sang ibu, takdir berkata lain. Sang ibu meninggal dunia dan dimakamkan di kuburan dekat rumah.

Terbelit kebutuhan ekonomi, sang ayah lantas meninggalkan rumah, pergi ke luar kota dan menitipkan keluarganya di tangan dua anak tertuanya. Jadilah Rini dan Toni harus mengurus rumah dan dua adik mereka, Bondi (Nasar Anuz) dan adik terkecil mereka, Ian (M Adhiyat).

Meskipun Bondi dan Ian sama-sama penakut, namun Bondilah yang paling tampak. Sebelum ibu mereka mangkat, dia bahkan takut jika harus ke kamar atas jika mendengar lonceng berdenting, belum lagi jendela kamarnya yang langsung menghadap areal permakaman. Bocah SD itu kerap membayangkan bakal ada mayat hidup yang bangkit dari salah satu makam di sana.

Rupanya ketakutan Bondi menjadi nyata, tak lama setelah ayah mereka ke luar kota, kejadian aneh mulai dialami keluarga ini. Bahkan kejadian nahas menimpa sang nenek (Elly D Luthan), yang sudah merasa bahwa suatu kekuatan jahat tengah melingkupi keluarga mereka. Rini akhirnya tergerak untuk menyelidiki hal ini. Bagaimana nasib keluarga kecil tersebut, akankah mereka selamat dari petaka yang mengacam?

COPOT JANTUNG?

Film Pengabdi Setan yang digarap Joko Anwar tersebut adalah sebuah daur ulang dari versi yang digarap Sisworo Gautama Putra pada 1980 silam. Topik kesuburan yang Joko garap sebenarnya merupakan isu lokal yang dekat dengan masyarakat. Plot nenek versus ibu dapat ditemui di lingkungan keluarga manapun. Tapi, bukannya menggalinya hingga penonton peduli, Joko lebih sibuk menyesakkan teori konspirasi tentang kultus tersembunyi. Ide tersebut meski menyenangkan diulik tapi tidak diasah dengan mendalam, hanya jadi tempelan untuk permainan teka-teki.

Penyebabnya adalah fokus pada karakter yang membingungkan. Meski pengenalan karakternya menjanjikan, banyak yang tersia-siakan. Pada akhirnya, semua karakter yang dibangun harus menyerah pada kepentingan plot. Bagi penggemar film-film Joko lainnya, tikungan menuju akhir sudah tidak lagi mengejutkan. Dia akan selalu melakukannya.

Masalah lainnya adalah ketidakturutan logika menjelang akhir. Setelah berbagai teror datang ke keluarga, tak ada tanda-tanda bahwa keluarga merespons kejadian dengan masuk akal. Maka, adegan final jadi hambar dan susunan yang dipersiapkan dari awal jadi sia-sia. Segala homage yang datang setelahnya terasa tidak memuaskan. Sebuah kesempatan yang terlewatkan.

Keputusan Joko untuk memberikan kesimpulan sinis kepada ustaz juga terasa seperti mengkhianati konsep orisinalnya. Lengkaplah sudah praduga sejak awal kalau dia ingin membentuk pemikiran sendiri dan memilih lepas dari karya aslinya.

Namun, sinema Pengabdi Setan versi terbaru bisa dibilang sebagai film adaptasi yang berhasil. Film itu cukup kuat untuk muncul sebagai sebuah film baru yang berdiri sendiri, tapi tetap tak kehilangan “rasa” dari film aslinya. Menit-menit awal Pengabdi Setan juga sudah menunjukkan bahwa film ini dibuat dengan serius. Berlatar tahun 1980-an, production design dalam film yang digarap Rapi Films bekerja sama dengan CJ Entertainment dan iFlix itu terlihat begitu detail. Penasaran, langsung saja sapa bioskop kesayangan Anda? (net/ypl2/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 11:21
Jose dan Angel Karamoy

Tak Malu-Malu Lagi

Pasangan kekasih Jose Purnomo dan Angel Karamoy sudah mulai go publik. Keduanya sudah tak canggung lagi…

Minggu, 23 September 2018 10:50

Doyan Cowok Romantis

Aktris sekaligus penyanyi Aura Kasih mengaku pasrah dengan masalah percintaannya. Dia juga tak lagi…

Minggu, 23 September 2018 10:48

Gugat Cerai setelah Bangun Bisnis Bareng

Vicky Prasetyo dan Angel Lelga baru saja membangun bisnis bersama. Belum lama ini, keduanya bahkan membuat…

Minggu, 23 September 2018 10:47

Syuting Dilan Tunggu Rambut Vanesha Panjang

Pemeran Milea dalam film Dilan 1990, Vanesha Prescilla, belum lama ini memotong rambut panjangnya. Atas…

Minggu, 23 September 2018 10:45

Cinta Segi Empat yang Kompleks

Dari temen jadi demen. Siapa saja bisa mengalami ini. Atau mungkin sedang mengalaminya? Mempertimbangkan…

Sabtu, 22 September 2018 10:20

Melajang karena Adik

PENYANYI Syahrini masih betah melajang meski usianya kini sudah menapaki 36 tahun. Padahal, sebagai…

Sabtu, 22 September 2018 10:19

Dapat Ujian Bertubi-tubi

DENADA layak disebut perempuan tangguh. Dia tegar mendampingi putri mungilnya, Shakira, yang sedang…

Sabtu, 22 September 2018 10:15

Potong Konten Dilan

SERIAL novel Dilan, Dilan 1990, 1991, dan Milea menjadi konsumsi yang tak pernah basi di pasaran. Sukses…

Sabtu, 22 September 2018 10:14

Berani Deteksi Dini

MEDICALcheck up (MCU) merupakan pemeriksaan kesehatan menyeluruh guna mengetahui adanya penyakit sedini…

Jumat, 21 September 2018 10:40

Kesulitan Bikin Nasi Goreng

Berperan sebagai chef dalam film Aruna dan Lidahnya, ternyata gampang-gampang susah buat aktor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .