MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

HIBURAN

Minggu, 08 Oktober 2017 07:49
Denting Lonceng Kematian

Pengabdi Setan (2017)

LEBIH MANDIRI: Joko Anwar lebih memilih berdiri sendiri untuk cerita sinema Pengabdi Setan yang anyar. Dia yakin jalinan kisah yang dibangunnya bisa membawa suasana baru. (IST)

PROKAL.CO, KETIKA lonceng berdenting, si sulung Rini (Tara Basro) dan adiknya Toni (Endy Arfian) bergegas ke kamar, Mawarni Suwono (Ayu Laksmi). Sang ibu hanya bisa terbaring di kamar lantai atas. Sudah beberapa tahun ibunya digerogoti penyakit misterius. Wajahnya pucat pasi, kadang megap-megap kemudian membuka lebar-lebar mulutnya seperti kehabisan napas. Satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya ialah melalui lonceng yang dibunyikan olehnya.

Meski sang ayah (Bront Palarae) mengusahakan pengobatan sang ibu, takdir berkata lain. Sang ibu meninggal dunia dan dimakamkan di kuburan dekat rumah.

Terbelit kebutuhan ekonomi, sang ayah lantas meninggalkan rumah, pergi ke luar kota dan menitipkan keluarganya di tangan dua anak tertuanya. Jadilah Rini dan Toni harus mengurus rumah dan dua adik mereka, Bondi (Nasar Anuz) dan adik terkecil mereka, Ian (M Adhiyat).

Meskipun Bondi dan Ian sama-sama penakut, namun Bondilah yang paling tampak. Sebelum ibu mereka mangkat, dia bahkan takut jika harus ke kamar atas jika mendengar lonceng berdenting, belum lagi jendela kamarnya yang langsung menghadap areal permakaman. Bocah SD itu kerap membayangkan bakal ada mayat hidup yang bangkit dari salah satu makam di sana.

Rupanya ketakutan Bondi menjadi nyata, tak lama setelah ayah mereka ke luar kota, kejadian aneh mulai dialami keluarga ini. Bahkan kejadian nahas menimpa sang nenek (Elly D Luthan), yang sudah merasa bahwa suatu kekuatan jahat tengah melingkupi keluarga mereka. Rini akhirnya tergerak untuk menyelidiki hal ini. Bagaimana nasib keluarga kecil tersebut, akankah mereka selamat dari petaka yang mengacam?

COPOT JANTUNG?

Film Pengabdi Setan yang digarap Joko Anwar tersebut adalah sebuah daur ulang dari versi yang digarap Sisworo Gautama Putra pada 1980 silam. Topik kesuburan yang Joko garap sebenarnya merupakan isu lokal yang dekat dengan masyarakat. Plot nenek versus ibu dapat ditemui di lingkungan keluarga manapun. Tapi, bukannya menggalinya hingga penonton peduli, Joko lebih sibuk menyesakkan teori konspirasi tentang kultus tersembunyi. Ide tersebut meski menyenangkan diulik tapi tidak diasah dengan mendalam, hanya jadi tempelan untuk permainan teka-teki.

Penyebabnya adalah fokus pada karakter yang membingungkan. Meski pengenalan karakternya menjanjikan, banyak yang tersia-siakan. Pada akhirnya, semua karakter yang dibangun harus menyerah pada kepentingan plot. Bagi penggemar film-film Joko lainnya, tikungan menuju akhir sudah tidak lagi mengejutkan. Dia akan selalu melakukannya.

Masalah lainnya adalah ketidakturutan logika menjelang akhir. Setelah berbagai teror datang ke keluarga, tak ada tanda-tanda bahwa keluarga merespons kejadian dengan masuk akal. Maka, adegan final jadi hambar dan susunan yang dipersiapkan dari awal jadi sia-sia. Segala homage yang datang setelahnya terasa tidak memuaskan. Sebuah kesempatan yang terlewatkan.

Keputusan Joko untuk memberikan kesimpulan sinis kepada ustaz juga terasa seperti mengkhianati konsep orisinalnya. Lengkaplah sudah praduga sejak awal kalau dia ingin membentuk pemikiran sendiri dan memilih lepas dari karya aslinya.

Namun, sinema Pengabdi Setan versi terbaru bisa dibilang sebagai film adaptasi yang berhasil. Film itu cukup kuat untuk muncul sebagai sebuah film baru yang berdiri sendiri, tapi tetap tak kehilangan “rasa” dari film aslinya. Menit-menit awal Pengabdi Setan juga sudah menunjukkan bahwa film ini dibuat dengan serius. Berlatar tahun 1980-an, production design dalam film yang digarap Rapi Films bekerja sama dengan CJ Entertainment dan iFlix itu terlihat begitu detail. Penasaran, langsung saja sapa bioskop kesayangan Anda? (net/ypl2/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 13:17

Maia Akhirnya Nikah, Ini Suaminya

Kabar pernikahan Maia Estianty dengan Irwan Mussry, semakin santer dibicarakan. Sebelumnya, Maia Estianty…

Minggu, 17 Juni 2018 00:09

Tersentuh Cahaya dalam Sunyi

JAKARTA - Lebaran tahun ini Quran Indonesia (ID) Project memproduksi lagu dan dua klip video bertajuk…

Minggu, 17 Juni 2018 00:08

Jaga Ambisi Jadi Menteri

Tasya Kamila telah merampungkan pendidikan S-2-nya di School of International and Public Affairs (SIPA)…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:12
Insya Allah 2

Siap Menyapa dengan Komedi Religi

JAKARTA-Film Insya Allah Sah sukses menghibur masyarakat pada libur Lebaran 2017 lalu. Menjelang libur…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:11
Cerita Tasya Kamila setelah Tuntaskan S-2 di AS

Jaga Ambisi Jadi Menteri

Tasya Kamila telah merampungkan pendidikan S-2-nya di School of International and Public Affairs (SIPA)…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:24
Artis Pilih Lebaran di Luar Negeri

Dari Kota Singa ke Makkah

LEBARAN jadi ajang silaturahmi bersama keluarga. Momen spesial tentu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:10

Tiket Konser BTS Termahal di AS

LOS ANGELES - Karier Bangtan Sonyeondan atau BTS di Amerika Serikat (AS) benar-benar meroket. Boy band…

Kamis, 14 Juni 2018 19:54
Elvira Devinamira

Makan sampai Puas

Lebaran ini, Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira pulang ke kampung halamannya, Surabaya. Hari ini…

Rabu, 13 Juni 2018 12:24
Ayu Ting Ting Debut Main Film

Adegan Menangis Paling Sulit

JAKARTA – Pedangdut Ayu Ting Ting, 25, merambah dunia baru: film. Dia bermain dalam Dimsum Martabak…

Rabu, 13 Juni 2018 12:19

Pacaran Tiga Pekan, Tunangan

MOVE on ala Ariana Grande ini sungguh tak tanggung-tanggung. Tak lama setelah putus dari rapper Mac…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .