MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 29 September 2017 08:20
Pembunuh yang Tak Pandang Bulu

Lawan Serangan Jantung, Hentikan Merokok, Hindari Obesitas, Kontrol Lemak

PROKAL.CO, Pada 2012, pelatih Persiba Balikpapan, Junaidi (47) meninggal dunia usai bermain bola pada laga eksibisi Balikpapan All Stars melawan Samarinda All Stars di Stadion Sempaja, Samarinda.

HERMINA

SEBELUMNYA, pelatih yang akrab disapa Bang Jun itu sempat bermain bola selama 15 menit pada laga persahabatan tersebut. Dia mengeluh nyeri dada, bajunya terasa sesak dan sejurus kemudian terjatuh. Pingsan. Sempat mendapat pertolongan pertama, tapi meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Samarinda. Mantan pelatih Persis Solo tersebut tutup usia diakibatkan serangan jantung.

Serupa, sebut juga aktor Adjie Massaid yang meninggal 5 Februari 2011. Adjie sebagai anggota DPR juga menjabat manajer Timnas U-23 pada waktu itu, mengalami serangan jantung usai main sepak bola. Kemudian, juga dialami presenter sekaligus musisi Ricky Jo saat usia 45 tahun. Tak gemuk, rajin olahraga, kok serangan jantung? Time is muscle merupakan semboyan yang begitu dikenal para ahli jantung.

Sakit jantung, dalam hal ini serangan jantung tak bisa disebut serta-merta terjadi. Ada akumulasi lemak bertumpuk dalam tubuh. ”Penyakit jantung koroner itu bukan terjadi dalam hitungan hari. Tapi, merupakan penyakit kronik progresif tahunan akibat penumpukan plaque yang akhirnya mengakibatkan penyempitan atau buntunya koroner,” ujar dr Ivan Joalsen Mangaratua Sihaloho SpBTKV, diwawancarai Kamis (28/9).

Jadi, serangan jantung bukanlah terjadi mendadak saat olahraga. Melainkan sudah tersumbatnya terlebih dulu di bagian jantung. Ketika kondisi aliran darah dan detak jantung melebihi kemampuan tubuh, terjadilah serangan jantung. Menurut dokter muda spesialis bedah toraks kardiovaskular ini, saat sudah terjadi penyempitan pembuntuan maka jantung mengalami ketidakseimbangan antara supply dan demand oksigen ke otot jantung.

“Ketika tubuh olahraga, demand oksigen untuk otot jantung meningkat. Tapi, supply kurang. Sementara ada pembuntuan di jantung, jadi deh serangan jantung,” ucapnya. Makanan serba digoreng, fast food, dan keacuhan nilai gizi makanan dalam sepiring menu merupakan ancaman terbesar untuk jantung. Sebab, penyakit jantung masih didominasi pola makan tak sehat. Penumpukan plaque, sebut Ivan, merupakan manifestasi tubuh yang penuh lemak.

Berdasarkan data Survei Konsumsi Makanan Indonesia (SKMI) 2014, proporsi penduduk Indonesia yang mengonsumsi lemak lebih dari 67 gram per hari sebesar 26,5 persen. Konsumsi natrium lebih dari 2.000 miligram (mg) sebesar 52,7 persen dan 4,8 persen penduduk mengonsumsi gula lebih dari 50 gram. Sayangnya, tak ada satu pun cara yang bisa membersihkan lemak yang ‘berkarat’ di dinding otot jantung. Penyempitan pembuluh darah sangatlah berbahaya.

Saat diajak beraktivitas, jantung dipaksa untuk memompa lebih dari kemampuannya. Ini cikal bakal yang menyebabkan nyeri dada. ”Pembengkakan jantung bisa jadi sama penyebabnya, akibat makanan berlemak,” terangnya. Pemasangan ring untuk jantung merupakan salah satu solusi. Meski begitu, kata Ivan, tetap harus menjaga pola makan untuk menghindari penyempitan di daerah lain. Sebab, pencegahan penyakit kardiovaskuler hanya dengan dengan healthy lifestyle, yaitu mengurangi merokok, diet sehat, aktivitas fisik, dan tidak minum alkohol dan memerhatikan pola makan.

Diuraikan pula oleh dr Rininta Nurrahma Dwiputri dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Menurut laporan World Health Organization (WHO) pada 2011, diperkirakan sekitar 35 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari batas normal. Delapan dari sepuluh orang yang meninggal akibat penyakit jantung disebabkan oleh serangan jantung.

“Kolesterol dari kebiasaan konsumsi tinggi lemak dari produk susu, jeroan, kuning telur, dan sebagainya. Konsumsi disertai perilaku merokok, minuman alkohol, kurangnya olahraga akan meningkatkan kecenderungan kolesterol tinggi,” terangnya. Memang, lemak kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membantu membangun sel baru agar tetap berfungsi dengan baik. Juga membantu tubuh memproduksi vitamin dan asam empedu untuk mencerna lemak.

Tapi, kelebihan kolesterol yang tidak digunakan tubuh akan menyebabkan gumpalan dalam pembuluh darah. Ini dapat mengganggu fungsi jantung dan otak sehingga dapat menyebabkan stroke ataupun serangan jantung. Selain tingginya kadar lemak, riwayat darah tinggi dan kencing manis yang tidak terkontrol, dan merokok juga jadi faktor utama gangguan aliran darah ke jantung. “Hipertensi membuat otot jantung terbiasa bekerja keras melebihi kapasitasnya,” terangnya.

Saat kerja keras dari jantung ini sudah berlangsung lama, akan membuat otot jantung menebal dan mengeras sehingga kerja jantung tidak berfungsi dengan baik. Ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung juga stroke. Sementara diabetes yang tidak terkontrol membuat kadar gula tinggi yang mempermudah penimbunan plak di aliran darah.

Begitu pula kebiasaan merokok yang membuat tekanan darah lebih tinggi. Ini membatasi kapasitas seseorang beraktivitas. “Membuat darah di dalam tubuh mudah menggumpal. Merokok juga dapat menyebabkan kerusakan lapisan serta penebalan dari dinding pembuluh darah, akibatnya terjadi penyempitan pasokan oksigen ke jantung,” urainya.

Orang yang mempunyai berat badan melebihi idealnya atau obesitas juga kecenderungan tinggi mengalami serangan jantung. Sebab, rentan penimbunan lemak dalam tubuh yang dapat menyumbat aliran darah. (riz/k15)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Vonis Tumpul para Koruptor

Korupsi serupa sampar yang tak kunjung memberi waras. Efek jera dari putusan peradilan nyatanya tak…

Senin, 11 Desember 2017 09:22

Alat Bukti Belum Bisa Membawa Keyakinan

RASUAH tak mungkin berdiri sendiri. Namun, tak sedikit kasus yang bergulir ke meja hijau hanya menyajikan…

Senin, 11 Desember 2017 08:35

Berebut Rekomendasi Jelang Pendaftaran

Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018 mulai menghangat.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:33

Masih Ada yang Tinggal di Lereng Gunung

TANA PASER – Lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT 05, Desa Kerang Dayu, Kecamatan…

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Rabu, 06 Desember 2017 07:39

Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser

KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Kamis, 30 November 2017 07:40

Fokus Infrastruktur Dasar

Defisit anggaran pemerintah daerah belum berakhir. Ini membuat pejabat Pemkab Kutai Timur (Kutim) adu…

Kamis, 30 November 2017 07:38

Mahyunadi: Perhatikan Utang

LEGISLATOR mendukung program Pemkab di APBD Kutim 2018. Tapi, penyelenggara anggaran diwanti-wanti agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .