MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 29 September 2017 08:20
Pembunuh yang Tak Pandang Bulu

Lawan Serangan Jantung, Hentikan Merokok, Hindari Obesitas, Kontrol Lemak

PROKAL.CO, Pada 2012, pelatih Persiba Balikpapan, Junaidi (47) meninggal dunia usai bermain bola pada laga eksibisi Balikpapan All Stars melawan Samarinda All Stars di Stadion Sempaja, Samarinda.

HERMINA

SEBELUMNYA, pelatih yang akrab disapa Bang Jun itu sempat bermain bola selama 15 menit pada laga persahabatan tersebut. Dia mengeluh nyeri dada, bajunya terasa sesak dan sejurus kemudian terjatuh. Pingsan. Sempat mendapat pertolongan pertama, tapi meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Samarinda. Mantan pelatih Persis Solo tersebut tutup usia diakibatkan serangan jantung.

Serupa, sebut juga aktor Adjie Massaid yang meninggal 5 Februari 2011. Adjie sebagai anggota DPR juga menjabat manajer Timnas U-23 pada waktu itu, mengalami serangan jantung usai main sepak bola. Kemudian, juga dialami presenter sekaligus musisi Ricky Jo saat usia 45 tahun. Tak gemuk, rajin olahraga, kok serangan jantung? Time is muscle merupakan semboyan yang begitu dikenal para ahli jantung.

Sakit jantung, dalam hal ini serangan jantung tak bisa disebut serta-merta terjadi. Ada akumulasi lemak bertumpuk dalam tubuh. ”Penyakit jantung koroner itu bukan terjadi dalam hitungan hari. Tapi, merupakan penyakit kronik progresif tahunan akibat penumpukan plaque yang akhirnya mengakibatkan penyempitan atau buntunya koroner,” ujar dr Ivan Joalsen Mangaratua Sihaloho SpBTKV, diwawancarai Kamis (28/9).

Jadi, serangan jantung bukanlah terjadi mendadak saat olahraga. Melainkan sudah tersumbatnya terlebih dulu di bagian jantung. Ketika kondisi aliran darah dan detak jantung melebihi kemampuan tubuh, terjadilah serangan jantung. Menurut dokter muda spesialis bedah toraks kardiovaskular ini, saat sudah terjadi penyempitan pembuntuan maka jantung mengalami ketidakseimbangan antara supply dan demand oksigen ke otot jantung.

“Ketika tubuh olahraga, demand oksigen untuk otot jantung meningkat. Tapi, supply kurang. Sementara ada pembuntuan di jantung, jadi deh serangan jantung,” ucapnya. Makanan serba digoreng, fast food, dan keacuhan nilai gizi makanan dalam sepiring menu merupakan ancaman terbesar untuk jantung. Sebab, penyakit jantung masih didominasi pola makan tak sehat. Penumpukan plaque, sebut Ivan, merupakan manifestasi tubuh yang penuh lemak.

Berdasarkan data Survei Konsumsi Makanan Indonesia (SKMI) 2014, proporsi penduduk Indonesia yang mengonsumsi lemak lebih dari 67 gram per hari sebesar 26,5 persen. Konsumsi natrium lebih dari 2.000 miligram (mg) sebesar 52,7 persen dan 4,8 persen penduduk mengonsumsi gula lebih dari 50 gram. Sayangnya, tak ada satu pun cara yang bisa membersihkan lemak yang ‘berkarat’ di dinding otot jantung. Penyempitan pembuluh darah sangatlah berbahaya.

Saat diajak beraktivitas, jantung dipaksa untuk memompa lebih dari kemampuannya. Ini cikal bakal yang menyebabkan nyeri dada. ”Pembengkakan jantung bisa jadi sama penyebabnya, akibat makanan berlemak,” terangnya. Pemasangan ring untuk jantung merupakan salah satu solusi. Meski begitu, kata Ivan, tetap harus menjaga pola makan untuk menghindari penyempitan di daerah lain. Sebab, pencegahan penyakit kardiovaskuler hanya dengan dengan healthy lifestyle, yaitu mengurangi merokok, diet sehat, aktivitas fisik, dan tidak minum alkohol dan memerhatikan pola makan.

Diuraikan pula oleh dr Rininta Nurrahma Dwiputri dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Menurut laporan World Health Organization (WHO) pada 2011, diperkirakan sekitar 35 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari batas normal. Delapan dari sepuluh orang yang meninggal akibat penyakit jantung disebabkan oleh serangan jantung.

“Kolesterol dari kebiasaan konsumsi tinggi lemak dari produk susu, jeroan, kuning telur, dan sebagainya. Konsumsi disertai perilaku merokok, minuman alkohol, kurangnya olahraga akan meningkatkan kecenderungan kolesterol tinggi,” terangnya. Memang, lemak kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membantu membangun sel baru agar tetap berfungsi dengan baik. Juga membantu tubuh memproduksi vitamin dan asam empedu untuk mencerna lemak.

Tapi, kelebihan kolesterol yang tidak digunakan tubuh akan menyebabkan gumpalan dalam pembuluh darah. Ini dapat mengganggu fungsi jantung dan otak sehingga dapat menyebabkan stroke ataupun serangan jantung. Selain tingginya kadar lemak, riwayat darah tinggi dan kencing manis yang tidak terkontrol, dan merokok juga jadi faktor utama gangguan aliran darah ke jantung. “Hipertensi membuat otot jantung terbiasa bekerja keras melebihi kapasitasnya,” terangnya.

Saat kerja keras dari jantung ini sudah berlangsung lama, akan membuat otot jantung menebal dan mengeras sehingga kerja jantung tidak berfungsi dengan baik. Ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung juga stroke. Sementara diabetes yang tidak terkontrol membuat kadar gula tinggi yang mempermudah penimbunan plak di aliran darah.

Begitu pula kebiasaan merokok yang membuat tekanan darah lebih tinggi. Ini membatasi kapasitas seseorang beraktivitas. “Membuat darah di dalam tubuh mudah menggumpal. Merokok juga dapat menyebabkan kerusakan lapisan serta penebalan dari dinding pembuluh darah, akibatnya terjadi penyempitan pasokan oksigen ke jantung,” urainya.

Orang yang mempunyai berat badan melebihi idealnya atau obesitas juga kecenderungan tinggi mengalami serangan jantung. Sebab, rentan penimbunan lemak dalam tubuh yang dapat menyumbat aliran darah. (riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 09:19

Jalan Berliku Tekan Aborsi

Hingga kini praktik menggugurkan kandungan atau aborsi masih diperdebatkan. Bahkan, di negara maju sekalipun.…

Senin, 24 September 2018 09:09

Obat Lambung Bukan Penggugur Janin

RAGAM obat beredar luas di masyarakat. Sejauh ini, tidak ada obat khusus untuk menggugurkan kandungan.…

Senin, 24 September 2018 09:08

Ada yang Usia 14 Tahun Sudah Berhubungan Seksual

REMAJA akanmenghadapi masalah kompleks, seiring masa transisi yang dialami. Problematika yang menonjol…

Senin, 24 September 2018 09:07

Sanksi Berat Tak Bisa Ditawar

AKSI menggugurkan janin yang dilakukan tanpa ketentuan apalagi bukan kebutuhan mendesak, patut mendapat…

Senin, 24 September 2018 09:06

"Saya Miris, Ada Anak-Anak Sewa Hotel"

PULUHAN kasus kekerasan terhadap anak ditangani Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Samarinda. Mulai…

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .