MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 29 September 2017 08:15
Kuasai Cpr Selamatkan Pasien
Muhammad Iqbal

PROKAL.CO, PASIEN jantung kini bisa menggunakan jalur jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Penyakit jantung kardiovaskuler boleh dibilang menyedot biaya tinggi. Masuk golongan penyakit katastropik, penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat mengancam jiwa.

Pada 29 Juli lalu, Kementerian Kesehatan merilis bahwa tahun lalu BPJS Kesehatan  menghabiskan biaya hampir Rp 14,6 triliun. Biaya paling besar untuk menangani pasien jantung, bahkan terjadi peningkatan pembiayaan dibanding pada 2015. Yakni sebesar Rp 6,9 triliun menjadi Rp 7,4 triliun pada 2016.

”Kami mengakomodasi laporan pasien tidak mampu dan rutin menyuluh pencegahan jantung,“ terang Gino, wakil sekretaris Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kaltim diwawancarai beberapa hari lalu di kantornya di Jalan Dewi Sartika, Samarinda.

YJI mengatakan, jalur BPJS juga bisa ditempuh mereka yang mengalami penyakit jantung bawaan ventricular septal defect(VCD), sekat bilikjantung berlubang, dan tetralogi fallot(TF).

Terlepas dari tingginya biaya itu, banyak orang yang perlu mengetahui pertolongan pertama penderita jantung. Ini sangat penting menentukan keselamatan penderita. 

Dituturkan dr Muhammad Iqbal SpJP, Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) sangat efektif sebagai pertolongan pertama penderita jantung dan napas jika dilakukan sesegera mungkin. “Angka keberhasilan CPR menurun 10 persen setiap menit apabila tidak ada pertolongan yang diberikan,” terang Iqbal dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

Dalam wawancara, dia menuturkan, tahapan tindakan penyelamatan RPJ disingkat CAB. Yaitu compression, airways, dan breathing. Compression adalah tahap menekan dada, selanjutnya airways adalah membuka jalur pernapasan, dan breathing, memberi bantuan napas.

Sebelum RPJ, pastikan mengamankan area korban dari gangguan yang mungkin bisa datang. Periksa juga apakah si korban sadar atau tidak sadar? Kondisi tidak sadarlah yang memerlukan penanganan lebih lanjut. ”Kompresi dada cukup dengan meletakkan salah satu telapak tangan di bagian tengah dada korban. Kemudian, tangan yang lainnya ditaruh di atas tangan yang pertama. Kemudian, eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan dada sedalam 5-6 cm, kemudian lepaskan. Ulangi hal tersebut hingga mencapai 100-120 kali tekanan tiap menit hingga pertolongan medis datang,” urai Iqbal.

Tindakan RJP yang kedua adalah upaya membuka jalur pernapasan korban. Hal ini biasanya dilakukan setelah menekan dada korban. Caranya dengan mendongakkan kepala korban, lalu kedua tangan diletakkan di dahinya. Setelah itu, angkat dagu orang tersebut dengan lembut untuk membuka saluran pernapasannya.

Untuk bantuan pernapasan dari mulut ke mulut. Hal ini bisa dilakukan dengan menjepit hidung korban, lalu posisikan mulut kita tepat di mulut korban.

“Tiupkan napas ke dalam mulut korban dan periksa apakah dada korban sudah mengembang dan mengempis seperti orang bernapas pada umumnya. Pada setiap 30 kali kompresi dada, iringi dengan dua kali bantuan napas. Teknik pernapasan dari mulut ke mulut sebaiknya hanya dilakukan oleh mereka yang telah mendapatkan pelatihan khusus,” kata Iqbal.

Melakukan pelatihan resusitasi jantung paru atau memiliki pengetahuan tentang hal ini sangat penting. Bisa saja kemampuan sederhana tersebut bermakna sangat dalam bagi kehidupan orang lain. (*/lia/her/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:15

Tren Baru karena Narkoba

BULAN berganti tahun, Helga Worotitjan masih teringat kekerasan seksual yang dialaminya sewaktu kecil.…

Kamis, 22 Februari 2018 09:50

Terus Berulang bagai Lingkaran Setan

FISIK dan psikis menjadi tumbal kekerasan yang berulang pada anak. Bahkan, bisa menjadi benih kesumat.…

Kamis, 22 Februari 2018 09:44

Ajari dengan Kasih

MENDIDIK anak dengan dasar agama tentu berbeda-beda. Masing-masing punya cara. Misal Buddha yang mengedepankan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:43

Orangtua Harus Paham Konsep Diri

Oleh: Kurnia Rizki MPsi(Psikolog dan konselor Pusat Pengembangan Keluarga (Puspaga)) BANYAK hal yang…

Kamis, 22 Februari 2018 09:40

"Setiap Bulan, Empat Aduan Baru"

PERAN Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) cukup krusial. Lembaga ini dibentuk…

Senin, 19 Februari 2018 09:30

Tumbuh walau Lambat

SAMARINDA - Di tengah kelesuan ekonomi akibat harga komoditas batu bara yang anjlok dalam empat tahun…

Senin, 19 Februari 2018 09:29

Inovasi Adalah Kunci

SAMARINDA – Kelesuan ekonomi akibat harga batu bara yang anjlok dalam empat tahun belakangan berdampak…

Senin, 19 Februari 2018 09:26

Keniscayaan Sebuah Transformasi

APBD defisit, mal-mal semakin sepi, dan migrasi penduduk keluar Kaltim? Begitulah pertanyaan yang sering…

Senin, 19 Februari 2018 09:21

"Jangan Sekadar Janji dan Omongan"

BERBAGAI cara ditempuh Pemprov Kaltim demi mendorong investasi sepanjang kelesuan ekonomi. Belum lama…

Jumat, 16 Februari 2018 07:10

Darah Utusan Dinasti Yuan

MASUKNYA etnis Tionghoa ke Samarinda diperkirakan turut terjadi pada masa Dinasti Yuan (1279-1294).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .