MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 29 September 2017 08:15
Kuasai Cpr Selamatkan Pasien
Muhammad Iqbal

PROKAL.CO, PASIEN jantung kini bisa menggunakan jalur jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Penyakit jantung kardiovaskuler boleh dibilang menyedot biaya tinggi. Masuk golongan penyakit katastropik, penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat mengancam jiwa.

Pada 29 Juli lalu, Kementerian Kesehatan merilis bahwa tahun lalu BPJS Kesehatan  menghabiskan biaya hampir Rp 14,6 triliun. Biaya paling besar untuk menangani pasien jantung, bahkan terjadi peningkatan pembiayaan dibanding pada 2015. Yakni sebesar Rp 6,9 triliun menjadi Rp 7,4 triliun pada 2016.

”Kami mengakomodasi laporan pasien tidak mampu dan rutin menyuluh pencegahan jantung,“ terang Gino, wakil sekretaris Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kaltim diwawancarai beberapa hari lalu di kantornya di Jalan Dewi Sartika, Samarinda.

YJI mengatakan, jalur BPJS juga bisa ditempuh mereka yang mengalami penyakit jantung bawaan ventricular septal defect(VCD), sekat bilikjantung berlubang, dan tetralogi fallot(TF).

Terlepas dari tingginya biaya itu, banyak orang yang perlu mengetahui pertolongan pertama penderita jantung. Ini sangat penting menentukan keselamatan penderita. 

Dituturkan dr Muhammad Iqbal SpJP, Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) sangat efektif sebagai pertolongan pertama penderita jantung dan napas jika dilakukan sesegera mungkin. “Angka keberhasilan CPR menurun 10 persen setiap menit apabila tidak ada pertolongan yang diberikan,” terang Iqbal dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

Dalam wawancara, dia menuturkan, tahapan tindakan penyelamatan RPJ disingkat CAB. Yaitu compression, airways, dan breathing. Compression adalah tahap menekan dada, selanjutnya airways adalah membuka jalur pernapasan, dan breathing, memberi bantuan napas.

Sebelum RPJ, pastikan mengamankan area korban dari gangguan yang mungkin bisa datang. Periksa juga apakah si korban sadar atau tidak sadar? Kondisi tidak sadarlah yang memerlukan penanganan lebih lanjut. ”Kompresi dada cukup dengan meletakkan salah satu telapak tangan di bagian tengah dada korban. Kemudian, tangan yang lainnya ditaruh di atas tangan yang pertama. Kemudian, eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan dada sedalam 5-6 cm, kemudian lepaskan. Ulangi hal tersebut hingga mencapai 100-120 kali tekanan tiap menit hingga pertolongan medis datang,” urai Iqbal.

Tindakan RJP yang kedua adalah upaya membuka jalur pernapasan korban. Hal ini biasanya dilakukan setelah menekan dada korban. Caranya dengan mendongakkan kepala korban, lalu kedua tangan diletakkan di dahinya. Setelah itu, angkat dagu orang tersebut dengan lembut untuk membuka saluran pernapasannya.

Untuk bantuan pernapasan dari mulut ke mulut. Hal ini bisa dilakukan dengan menjepit hidung korban, lalu posisikan mulut kita tepat di mulut korban.

“Tiupkan napas ke dalam mulut korban dan periksa apakah dada korban sudah mengembang dan mengempis seperti orang bernapas pada umumnya. Pada setiap 30 kali kompresi dada, iringi dengan dua kali bantuan napas. Teknik pernapasan dari mulut ke mulut sebaiknya hanya dilakukan oleh mereka yang telah mendapatkan pelatihan khusus,” kata Iqbal.

Melakukan pelatihan resusitasi jantung paru atau memiliki pengetahuan tentang hal ini sangat penting. Bisa saja kemampuan sederhana tersebut bermakna sangat dalam bagi kehidupan orang lain. (*/lia/her/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 07:10

Darah Utusan Dinasti Yuan

MASUKNYA etnis Tionghoa ke Samarinda diperkirakan turut terjadi pada masa Dinasti Yuan (1279-1294).…

Jumat, 16 Februari 2018 07:07

Nyaris Diruntuhkan Jepang

KELENTENG Thian Gie Kiong mengalami banyak renovasi sejak selesai dibangun pada 1905. Namun, bangunan…

Jumat, 16 Februari 2018 07:05

Jejak Tangan Kanan Sultan dan 100 Tahun Guang Dong

BANYAK cerita soal riwayat Lo Apu sebagai tokoh Tionghoa pada masa dulu. Dia disebut-sebut memiliki…

Jumat, 16 Februari 2018 06:59

Imlek dan Saya: It's Who I am

Oleh: Lola Devung (Maria Teodora Ping) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:56

"Kita Satu DNA"

TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center…

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…

Senin, 12 Februari 2018 09:00

Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU

ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:30

Banyak Mimpi Belum Terealisasi

Hari ini, 121 tahun lalu Balikpapan dilahirkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:17

Gedung DPRD Batal, Fokus Penanganan Banjir

DPRD Balikpapan enggan pesimistis. Asa membangun Kota Minyak masih terbuka lebar. Meski dibayangi berbagai…

Jumat, 09 Februari 2018 09:24

Pesut Tak Tersenyum Lagi

Populasi pesut di Sungai Mahakam terus menyusut. Habitat dan nyawa The Smiling Dolphin terancam bahaya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .