MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 28 September 2017 07:35
Tekan Inflasi dengan Cluster Bawang Merah

PROKAL.CO, OLEH: BAMBANG SAPUTRA

KOMODITAS
ketahanan pangan yang kerap mengalami fluktuasi harga seperti bawang merah dapat menyebabkan laju inflasi dari sisi volatile food.  Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan mencatat, komoditas bawang merah dalam tiga tahun terakhir turut andil terbesar, dengan frekuensi 17 kali menjadi penyumbang inflasi Balikpapan.

Didukung dengan tingginya permintaan bawang merah masyarakat, inflasi memang sangat memungkinkan. Belum lagi catatan Dinas Perdagangan, bahwa tiap bulan bawang merah yang masuk ke Balikpapan sebanyak 26 ton atau 312 ton per tahun. Atas permasalahan tersebut, semakin penting untuk membangun kemandirian dan kedaulatan ketahanan pangan di daerah sendiri. Khususnya sentra bawang merah di Balikpapan dan Provinsi Kaltim.

Pembangunan sentra bawang merah sering dihadapkan pada tantangan dalam peningkatan produksi dan penyediaan bibit berkualitas. Penyesuaian manajemen pembangunan pertanian pada era otonomi daerah dan tekanan dari globalisasi pasar. Untuk itu, perlunya intervensi komprehensif dari hulu sampai hilir mulai dari produksi, budidaya, manajemen dan kelembagaan petani, pemasaran, termasuk permodalan untuk meningkatkan daya saing. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan model pengembangan cluster.

Menurut Michael Porter dalam bukunya Clusters and The New Economics of Competition (1998), cluster didefinisikan sebagai konsentrasi geografis perusahaan yang saling terhubung, pemasok, penyedia jasa, perusahaan-perusahaan di industri terkait, dan lembaga-lembaga terkait misalnya universitas, lembaga standar, dan asosiasi perdagangan, di bidang tertentu yang bersaing tetapi juga bekerja sama.

Penumbuhkembangan cluster mengandung empat faktor penentu, atau dikenal dengan nama diamond model yang mengarah kepada daya saing industri, pertama; faktor input (input condition factor), kedua; kondisi permintaan (demand condition), ketiga; industri pendukung dan terkait (related and supporting industries), dan keempat; strategi perusahaan dan persaingan (context for firm and rivalry strategy).

Di Tanah Air, program pengembangan cluster telah dilaksanakan oleh beberapa kementerian antara lain Kementerian Negara Koperasi dan UKM, dalam bentuk program One Village One Product (OVOP), serta Kementerian Perindustrian dalam bentuk cluster industri. Lembaga non pemerintah lainnya juga ikut melaksanakan. Antara lain dalam bentuk program peningkatan daya saing rantai nilai komoditas, atau program peningkatan pendapatan Usaha Menengah kecil dan Mikro (UMKM). Bank Indonesia juga telah mengembangkan 169 cluster sejak tahun 2007 sampai dengan akhir tahun 2016, di seluruh KPw BI, di mana terdapat 28 wilayah cluster bawang merah se-Indonesia termasuk cluster bawang merah binaan KPwBI Balikpapan di Kabupaten Paser.

2017, KPw BI Balikpapan telah mengembangkan cluster bawang merah baru di Kota Minyak. Letaknya di Gunung Bubukan yang berada di kawasan Teritip, Balikpapan Timur oleh Kelompok Tani Hikma. Sedangkan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) cluster tersebut dilakukan di Desa Rintik Babulu oleh Kelompok Tani Karya Usaha. Program pengembangan dilakukan secara multiyears, dengan tahun pertama ini berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dan keberlanjutan.

Beberapa tahapan pengembangan yang telah dilakukan di tahun ini antara lain penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemkot Balikpapan dan Pemda PPU, mengirimkan petani binaan untuk mengikuti pelatihan budidaya bawang merah komprehensif di Brebes, Jawa Tengah. Bantuan bibit bawang merah unggul untuk ditangkar kembali serta infrastruktur gudang pengeringan dan penangkar benih bawang merah.

Di tahun berikutnya, pengembangan berfokus kepada distribusi bawang merah (pemasaran) dan kerjasama antar daerah, kelembagaan ekonomi petani, peningkatan kompetensi (sertifikasi) petani dan benih bawang merah, hilirisasi produk bawang merah, pengaturan pola tanam, serta akses keuangan ataupun permodalan. Sehingga cluster dapat merata di seluruh daerah, agar kelak tidak lagi terjadi lonjakan inflasi yang disebabkan si brambang ini. (*/lil/lhl/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 09:07

Sinyal Awal Perbaikan Ekonomi

CATATAN: HARRY AGINTA AWAL November lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Kaltim tumbuh…

Jumat, 17 November 2017 08:08

Potensi Budaya Belum Dilirik

CATATAN: ANDI SULTRA HANDAYANI(Staf Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur) BEBERAPA objek…

Kamis, 16 November 2017 08:41

Teka-teki Paslon Pilgub Kaltim

CATATAN: SONY SUDIAR(Pengamat politik Universitas Mulawarman?)SEJAK Bupati Kukar Rita Widyasari ditetapkan…

Selasa, 14 November 2017 07:27

Menakar Rasa Keadilan PI Blok Mahakam

OLEH: ERWINSYAH KONSTITUSI menjamin kekayaan alam bangsa untuk kesejahteraan masyarakat, sebagaimana…

Rabu, 08 November 2017 07:27

Rangsang Pemulihan, Jangan Salah Sasaran

CATATAN: M ADITYA USMAN DUA pekan terakhir stagnasi pertumbuhan perekonomian Indonesia ramai diperbincangkan.…

Sabtu, 04 November 2017 07:41

Gangguan Itu Bernama Eceng Gondok

BORNEO dicap sebagai paru-paru dunia. Luasnya terbesar ketiga setelah Australia dan Papua. Terhampar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .