MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 26 September 2017 09:43
Normalisasi Drainase
JADI MOMOK: Petugas mengevakuasi korban banjir di Jalan Beller, Balikpapan pada 29 Agustus lalu. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SEBAGIAN besar responden hasil survei Tim Riset Kaltim Post tak setuju dengan rencana pembangunan gedung baru DPRD Balikpapan. Sebaliknya, mereka menginginkan duit Rp 250 miliar itu dialihkan untuk proyek pengendalian banjir. Dari data survei, responden dominan memilih proyek pengendalian banjir menjadi prioritas, yakni 98 persen. Sedangkan 2 persen menyatakan tidak tahu.

Di DPRD Balikpapan, wacana menghentikan rencana pembangunan gedung baru berembus. Namun, masih menjadi pembicaraan yang tabu di kalangan anggota dewan. Sejauh ini, upaya menghentikan itu hanya disambut dengan mengganti desain gedung. Itu dilakukan untuk mengurangi jumlah mata anggaran yang telah ditetapkan Rp 250 miliar. Meski demikian, rencana perubahan desain juga masih tarik-ulur.

Menanggapi hasil survei Kaltim Post, Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Nazaruddin menilai, pihaknya perlu melakukan musyawarah dengan semua fraksi. “Selama ini, PU (Dinas Pekerjaan Umum) tidak pernah memberikan angka pasti berapa sebenarnya yang diperlukan untuk penanganan banjir. Yang ada hanya proyek-proyek sementara. Padahal, kami ingin ada proyek multiyears (pengendalian banjir),” kata politikus Hanura itu, kemarin (25/9).

Menurut Nazaruddin, proyek penanganan banjir perlu dianggarkan dengan skema tahun jamak. Sehingga dewan fokus dalam setiap pembahasan APBD. Ada kepastian alokasi anggaran tiap tahunnya. “Menangani banjir jangan setengah-setengah. Kalau memang serius, solusinya penanganan banjir harus dianggarkan multiyears contract (MYC),” sarannya.

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh tetap kukuh, gedung baru DPRD kembali masuk di APBD Perubahan 2017. Nilainya Rp 50 miliar. Dengan demikian, tahun ini anggaran proyek gedung bakal dikucurkan Rp 75 miliar. Sebab, pada APBD murni telah dianggarkan Rp 25 miliar. Meski demikian, ungkap dia, penanganan banjir tetap skala prioritas DPRD.

Dia menyebut, kondisi gedung DPRD saat ini jauh dari kata layak. Jadi perlu pembenahan agar dapat menunjang kinerja. “Kan bisa sama-sama kita lihat. Gedung sekarang kondisinya seperti apa. Satu ruangan untuk 13 orang. Kan tidak maksimal kinerja anggota dewan. Jadi yang benar adalah penanganan banjir dan lainnya tetap jalan. Gedung DPRD juga jalan,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat tata kota dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan Farid Nurrahman mengatakan, penanganan banjir di Kota Minyak bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, memaksimalkan drainase. Termasuk normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Kedua, pembuatan rekayasa berupa sumur resapan. Hal ini bisa dilakukan di kawasan yang rawan banjir.

“Contoh seperti di Kabupaten Bandung dan Surabaya. Ada sumur resapan yang mampu mengurangi banjir. Sementara untuk pelebaran dan normalisasi Sungai Ampal memang jadi solusi. Tetapi bukan solusi permanen. Karena belum diketahui apakah dengan normalisasi tersebut banjir tidak akan terjadi lagi,” paparnya, kemarin.

Dia menilai, sumur resapan lebih efektif karena secara langsung air akan diserap tanah. Hal ini akan berdampak pada lama genangan yang terjadi di kawasan rawan banjir.

Apalagi banjir di Balikpapan, terang dia, lebih banyak terjadi karena faktor curah hujan yang tinggi. Selain itu, dalam kurun setahun terakhir, masa kering hampir tidak pernah terjadi dalam waktu lama. Balikpapan terus dibasahi. Meski demikian, dia mengakui, fenomena pengupasan lahan untuk perumahan dan permukiman juga memiliki peran.

“Ada tren pembangunan perumahan di kawasan utara Balikpapan. Memang ini sedikit banyak memiliki pengaruh. Namun, hal tersebut bukan penyebab utama. Tapi kondisi sekarang, Balikpapan selalu diguyur hujan yang volumenya tinggi. Maka perlu memanfaatkan drainase secara maksimal. Maka perlu dilakukan normalisasi. Sehingga bisa menekan terjadinya banjir,” paparnya.

Dikatakan, Balikpapan tidak krisis lahan terbuka hijau untuk resapan air. Secara tata ruang, dia melihat lahan serapan untuk air hujan masih luas. Namun yang menjadi masalah adalah pengelolaan air hujan. Bagaimana mengarahkan air yang turun ke drainase kemudian menuju laut. “Pasang surut air tidak terlalu berpengaruh. Jadi yang berperan adalah pengelolaan airnya,” sebut master dari Universitas Greenwich, London, Inggris, itu. (*/rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 14:39
Sidang Tipikor Perdana Rita Widyasari

Ngga Tanggung-Tanggung..!! Ini Dakwaan Jaksa KPK kepada Rita

JAKARTA- KPK mengungkap adanya tim khusus di lingkaran Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari,…

Rabu, 21 Februari 2018 11:50
BREAKING NEWS

SIDANG PERDANA... Rita Berselfie Ria dengan iPhone Teranyar

JAKARTA- Dua ekspresi berbeda ditunjukkan dua terdakwa kasus korupsi Kutai Kartanegara (Kukar) Rita…

Selasa, 20 Februari 2018 11:05

Ribuan Calon Jamaah Digantung

BALIKPAPAN – Diduga ada ribuan calon jamaah umrah di Kaltim yang menanti kepastian kepada PT Amanah…

Selasa, 20 Februari 2018 11:04

Sinabung Meletus, Enam Kecamatan “Hujan” Abu

JAKARTA – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kembali meletus kemarin (19/2) pagi.…

Selasa, 20 Februari 2018 11:01

Pemkab Pilih Opsi Enklave di TNK

SANGATTA – Pembunuhan orangutan dengan bukti 130 peluru senapan angin di Taman Nasional Kutai…

Selasa, 20 Februari 2018 10:58

Apapun Partainya, Konstituen Istikamah

SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Herwan Susanto menggelar reses di Masjid Nurussalam, Muang Ilir,…

Selasa, 20 Februari 2018 10:55

Dukung Calon Pemimpin Pilihan Anda

PEMILIHAN Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 tinggal menghitung waktu. Ya, pencoblosan dari pesta demokrasi…

Selasa, 20 Februari 2018 10:55

Tanggal Lahir Seingatnya, Kolom Agama Dikosongi Dulu

Apa jadinya bila masyarakat Baduy dengan tradisi yang kuat mengikuti perekaman KTP elektronik (KTP-el).…

Senin, 19 Februari 2018 09:47

Manis Batu Bara Masih di Atas Saja

Membaiknya harga batu bara belum bisa mengembalikan perputaran roda ekonomi Kaltim. Masih sulit rebound…

Senin, 19 Februari 2018 09:38

Rasanya seperti Berlari dan Terus Berlari

Tak banyak orang kenal myasthenia gravis (MG). Jumlah penderita yang tidak terlalu banyak dan pengobatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .