MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 21 September 2017 12:30
YESS...!! Bergairah setelah Negatif Dua Tahun

Proyek Infrastruktur Ikut Genjot Ekonomi Kaltim

PROKAL.CO, SAMARINDA – Tren Ekonomi Kaltim negatif dua tahun terakhir. Pada 2015 minus 1,21 persen. Membaik tahun lalu menjadi minus 0,38 persen. Tahun ini geliatnya mulai menunjukkan tren yang terus positif. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Mohd Irwan mengatakan, ekonomi Benua Etam pada triwulan II, 2017 tumbuh 3,6 persen secara year on year (yoy). Lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,9 persen (yoy). Namun, capaian pertumbuhan ekonomi triwulan II ini lebih tinggi bila dibandingkan secara yoy 2016 yang terkontraksi minus 0,7 persen (yoy).

Kemudi utama tumbuhnya ekonomi adalah harga batu bara. Harga batu bara pada 2017 hingga USD 88 per metrik ton. Lebih baik dibanding pada 2016 hanya USD 60 per metrik ton. “Di samping kenaikan harga batu bara, kontribusi sektor konstruksi juga ada pada peningkatan ekonomi,” ujarnya kepada Kaltim Post ditemui di KPw-BI Kaltim, Rabu (20/9).

Dari 3,6 persen pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan II, 0,6 persennya disumbang oleh pertumbuhan sektor konstruksi. Beberapa sektor konstruksi ini berasal dari proyek nasional di Kaltim. Di antaranya, jalan tol, Bandara Samarinda Baru (BSB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy. Investasi pembangunan tersebut, mendorong pertumbuhan ekonomi 2017. “Jadi meskipun proyek infrastruktur Kaltim ditujukan untuk perbaikan jangka panjang, tapi dalam proses pengerjaannya ternyata memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Kaltim jangka pendek,” tuturnya.

Irwan menilai, sudah dilakukan Pemprov Kaltim saat ini, sudah dalam proses mentransformasi perbaikan ekonomi. Namun, proses itu tidak cepat, perlu waktu untuk memperbaikinya terutama pada aspek-aspek seperti pembebasan lahan dan sebagainya. “Tapi komitmen dan arahnya sudah sesuai dengan perbaikan ekonomi Kaltim. Karena untuk meningkatkan ekonomi Kaltim infrastruktur yang memadai harus menjadi modal utama,” katanya.

Senada, Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, A Prasetyantoko mengatakan, Kaltim salah satu bukti bahwa Indonesia masih menjadi negara yang bergantung pada komoditas sumber daya alam. Karena komoditas mentah sudah tidak bisa diandalkan, maka harus mencari sumber baru yang dapat memperbaiki keadaan.

“Hal itu tidak mudah untuk Kaltim, karena harus ada infrastruktur yang baik, dan tidak hanya itu SDM (sumber daya manusia) juga harus siap,” ujarnya.

Menurutnya, jika masyarakat selama ini bergantung pada sektor komoditas, lalu harus berpindah ke sektor lain yang belum jelas situasinya, ini yang sulit bagi SDM Kaltim. Dinamika mencari sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang baru memang akan sangat panjang.

“Untuk mempercepat itu, perlu ada pemetaan jelas dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Dia mengatakan, infrastruktur dengan pemetaan yang lebih baik bisa dengan sendirinya membuat sumber pertumbuhan ekonomi baru. Karena, sektor swasta akan masuk dengan mudah sehingga membuka lapangan pekerjaan lalu dikembangkan. Jika ada pemetaan yang lebih jelas akan membuat lebih banyak orang yang terlibat untuk meningkatkan ekonomi daerah.

“Untuk meningkatkan ekonomi Kaltim utamanya harus ada perbaikan infrastruktur sebagai kuncinya, dan persiapkan SDM dengan baik,” tutupnya.

Staf ahli Gubernur Kaltim Bidang Perekonomian Muhammad Sabani mengatakan, BI harus bisa memberikan solusi terhadap kondisi perekonomian sekarang ini. BI tentunya harus memberikan pendapat karena punya kematangan dalam menganalisis lemahnya perekonomian Kaltim.

Kondisi kini, pertumbuhan ekonomi tercatat 3,6 persen. Tapi, inflasi lebih dari 4 persen. Berarti ada yang tidak mencukupi. Ekonomi yang baik di suatu daerah bila inflasi di bawah pertumbuhan ekonominya. Jika inflasi tinggi, artinya ada terjadi penurunan daya beli. Akibatnya, ekonomi ikut lesu.

“Ini yang harus dicarikan solusi agar inflasi Kaltim tidak tinggi,” katanya.

Memperbaiki perekonomian Kaltim pihaknya hanya berpatok pada  rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang ada. Walaupun RPJMD Kaltim diulas lagi karena sudah tidak mampu menjangkau tatanan rencana awal.“Kita lihat nanti gubernur baru,” katanya.

Terpisah, Sekprov Kaltim Rusmadi mengatakan, langkah pemprov melakukan transformasi ekonomi sudah riil. Yakni, mengembangkan kawasan industri dengan pendekatan klaster. Sebab, berbicara ekonomi, erat kaitan dengan pemanfaatan potensi sumber daya. Infrastruktur memegang peranan penting.

Selama ini, hasil kelapa sawit daerah ini diekspor dalam bentuk crude palm oil (minyak sawit mentah). Namun, hal tersebut tidak cukup lantaran tak memberikan nilai tambah. Lalu, pemprov membangun kawasan industri berbasis oleochemical di Maloy, Kutai Timur. Potensi lain daerah ini, yakni pariwisata di Berau. Diakuinya, diadang dengan transportasi yang sulit. Menjawab itu, dana APBD digelontorkan untuk membangun Bandara Maratua. Sebelumnya, juga membangun Bandara Kalimarau. Pembiayaan merupakan sharing APBD provinsi dan kabupaten. “Itu wujud riil,” ujarnya dijumpai di acara Dialog Publik Bakal Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kaltim gelaran PPP di Hotel Aston Samarinda, kemarin (20/9).

Sama halnya yang sudah diperbuat pemerintah ke Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan dan Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara (PPU). Aktivitas ekonomi sudah terlihat. Seperti, terminal peti kemas beroperasi. Dalam waktu dekat, akan interkoneksi dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan, Balikpapan, ketika Jalan Tol Balikpapan–Samarinda rampung.

Artinya, ketika produk jadi diolah di Kariangau dan Buluminung, transportasi tak hanya melalui jalur laut, tapi juga udara. Kedua kawasan industri di selatan Kaltim itu kelak terhubung satu sama lain melalui Jembatan Pulau Balang. Saat ini, proses penyelesaian bentang panjang. Ditarget rampung pada 2019. Sementara itu, barang kebutuhan logistik lokal melalui Jalan Tol Balikpapan–Samarinda. “Ekonomi itu kan berbicara pergerakan barang dan jasa. Bagaimana logistik bisa berdaya saing, berbiaya murah. Selama ini memakan biaya tinggi, ya karena transportasi,” ujarnya.

Menurut mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim ini, hanya pembangunan itu dilakukan secara bertahap. Bukan sekejap bisa dilaksanakan. Esensi dalam membangun infrastruktur tak bisa hanya berharap APBD Kaltim. Disebutnya, diperlukan dukungan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, serta investor. Namun, paling tidak daerah ini sudah memiliki grand design. “Kami sadar dari awal, tidak mungkin bisa membangun dengan kekuatan APBD provinsi,” katanya.

Dalam berbagai contoh, cara pemprov membangun dengan memulainya dan fokus. Misalnya, jalan tol sepanjang 99,02 kilometer. Dari lima seksi, pemprov memutuskan membiayai satu seksi (Km 13 Balikpapan–Samboja, Kutai Kartanegara) dengan skema kontrak tahun jamak senilai Rp 1,5 triliun. Terbukti, itu menjadi magnet sehingga pusat ikut membiayai pembangunan Seksi V (Km 13–Sepinggan Balikpapan). Dari perhitungan ekonomi dan keuangan, dua seksi tol yang didanai pemerintah, menarik minat investor mengerjakan Seksi II, III, dan IV. Pun begitu yang dilakukan dalam pembangunan Jembatan Pulau Balang. APBD Kaltim tak mungkin membiayai hingga rampung. Maka itu, dana yang cukup dialokasikan untuk menyelesaikan bentang pendek. Pusat pun melirik karena keseriusan daerah membangun. “Itu cara yang dilakukan membangun Kaltim. Kalau misalnya APBD kita cukup kuat, ya sudah terlihat. Tapi, ini ‘kan sudah mulai terlihat,” tutur dia.

Rusmadi mengatakan, tahun depan merupakan momentum penting menunjukkan transformasi ekonomi di provinsi paling timur Pulau Kalimantan. Dari industrialisasi bergerak di Kariangau dan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan sudah beroperasi. Kawasan ekonomi dengan klaster destinasi pariwisata sudah lebih dulu berjalan. “Pekerjaan rumah untuk Maloy sekarang tinggal tangki timbun,” terangnya.

Agak ketinggalan, lanjutnya, yakni kawasan industri pertanian. Awalnya, hendak mendorong Apau Kayan di Krayan dengan luas hamparan 50 hektare. Tapi, kemudian, daerah itu masuk pemekaran Kalimantan Utara. Saat kini, klaster pertanian difokuskan ke PPU dan Paser. Hanya, terhambat persoalan irigasi. Tak hanya memerlukan waktu cukup lama dalam membangun, juga berbiaya besar. Meski begitu, pemprov terus berupaya menggaet pusat agar menggelontorkan APBN. (*/ctr/ril/far/k18)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

Jangan Lupa Simpan Setruk Anda

BAGI Anda yang sudah mengikuti program Strukvaganza, setelah mengirim foto setruk via WhatsApp (WA),…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

17 Dokter Batal Mundur, Pasien Terlayani Kembali

Kisruh dokter spesialis dengan manajemen RS Regional Sulbar berakhir. Rumah sakit kembali hidup. Pasien…

Selasa, 12 Desember 2017 09:45

244 Perusahaan Tambang Dibekukan

SAMARINDA – Pengusaha di Kaltim bakal dihantui rasa cemas. Sebab, pemerintah pusat mengeluarkan…

Selasa, 12 Desember 2017 09:42

Pengusung Jaang Setia

SAMARINDA – Syaharie Jaang terbuka dengan kandidat bakal calon wakilnya dalam Pemilihan Gubernur…

Selasa, 12 Desember 2017 09:39

Kubu Pendukung: Tak Ada Alasan Menolak Al Faruq

SAMARINDA – Di tengah gelombang penolakan pembangunan Masjid Al Faruq di Lapangan Kinibalu, sejumlah…

Selasa, 12 Desember 2017 09:35

Membakar Emosi dengan Cuplikan Film

KEMARAHAN dunia atas pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Amerika seolah tak terbendung.…

Selasa, 12 Desember 2017 09:34

Bisa Menakar Daya Beli Masyarakat

AKTIVITAS mengumpulkan setruk dalam program Strukvaganza dinilai bisa menakar daya beli masyarakat Balikpapan…

Selasa, 12 Desember 2017 09:32

Emban Misi Sosial, Mengaku Tidak Menerima Gaji

Sudah sepuluh tahun hidup Andre So dihabiskan untuk menjelajahi daerah pinggiran Indonesia termasuk…

Senin, 11 Desember 2017 10:14

Pemprov Disebut Cuci Tangan

SAMARINDA – Main lempar bola dalam persetujuan anggaran pembangunan Masjid Al Faruq dengan nilai…

Senin, 11 Desember 2017 10:09

Lampu Teknologi Baru, Lebih Canggih dari Suramadu

LAMPU art thematic Jembatan Mahkota II, Samarinda, mulai beroperasi tadi malam. Wali Kota Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .