MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 12:00
Bantah Boros Listrik, Tunjang Wisata Malam

Ribut-Ribut Lampu Sorot di Kantor Gubernur

WAKTU TERTENTU: Lampu sorot di Kantor Gubernur Kaltim tidak menyala, Rabu(13/19) malam.Pemprov mengaransi penerangan itu tidak memakan banyak listrik.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sebulan terakhir, cahaya lampu sorot mewarnai langit malam Kota Tepian. Asalnya dari Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda Kota. Berkas sinarnya memiliki jarak jangkauan yang dapat dilihat kasatmata dari kejauhan. Dipasang untuk menyemarakkan peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bersalin bulan ke September, lampu sorot masih menyala. Warganet di jejaring sosial Facebook mengkritisi faedah pencahayaan yang terus dipasang. “Ulun (saya) kira kasan (untuk) peringatan kemerdekaan. Nyatanya masih menyala sampai sekarang. Ujarnya kasan memecah awan hujan, tapi rasa kada (tidak) mungkin,” tulis seorang netizen.

Lanjut kicauan warganet itu, setiap lampu sorot berdaya hingga 3 ribu watt. Bila terpasang tiga lampu, berarti ada 9 ribu watt. “Berapa bayar tagihan listrik hanya kasan menyorot langit malam?” ucap dia.

Masih dari akun media sosial tersebut, lampu sorot akan lebih berguna jika menyorot ke kawasan Palaran yang minim penerangan. Pengendara menjadi tidak takut jadi korban begal. Saran lainnya, agar sinar lampu itu ditujukan ke Jembatan Mahakam Kota II. “Biar kada (tidak) berkelahi lagi mun (kalau) jam 6 ditutup pagarnya gara-gara jembatan belum berlampu,” ujar warganet.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Umum Setprov Kaltim Sayid Adiyat menuturkan, keberadaan lampu kini untuk membantu menghidupkan pariwisata. Menurut rencana, kapal wisata susur Sungai Mahakam akan dihidupkan malam hari. Jadi, keberadaan lampu sorot kian menyemarakkan aktivitas berwisata di sungai pada malam hari. Sebab, selama ini aktivitas wisata tersebut hanya tersaji pada pagi, siang, dan petang hari.

“Akan diuji coba malam hari (wisata susur sungai). Lampu sorot itu ikut menyemarakkan wisata seperti di Hong Kong, Singapura, dan Thailand. Jadi, wisata malam lebih hidup,” tutur Adiyat kemarin (13/9). Pengadaan tiga lampu sorot dialokasikan dalam APBD Kaltim 2017. Adiyat tak menjelaskan detail nominal anggarannya. Hanya, dia berujar, di bawah Rp 150 juta.

Ada angan mengadopsi konsep lampu sorot membentuk gambar tertentu seperti di Singapura. Namun, sekarang belum memungkinkan. “Kami tahu juga kemampuan anggaran kita (Kaltim). Lampu sorot yang dibeli itu (tiga unit) tidak mahal-mahal banget,” sebut dia.

Mantan sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim itu berpendapat, wisata malam bakal memberikan dampak positif terhadap perekonomian Samarinda. Masyarakat turut menikmati.

Mengenai daya listrik lampu sorot, dia mengklaim tak begitu besar. Meski tak spesifik, disebutkan, penggunaan tiga lampu sorot itu menyedot daya lebih 2 ribu watt. Dia sekaligus membantah bahwa lampu tersebut berfungsi memecah awan hujan. “Tidak benar. Kami juga sadar kaitan pembayaran tagihan listrik. Tidak sampai membengkak. Itu juga sekarang hanya dinyalakan Jumat dan Sabtu malam. Bergantung situasi ramai atau tidak. Semisal ada momen hari besar juga akan dihidupkan,” terangnya.

Dari pengamatan Kaltim Post, dua malam terakhir, lampu sorot tersebut memang tak menyala. Lanjut dia, bila masyarakat tak nyaman dengan sinar lampu sorot itu, pihaknya akan mematikan. Namun, sekali lagi, lampu sorot itu akan menunjang wisata malam yang akan dihidupkan. “Penumpang kapal wisata merasa ada yang dipandang. Tidak hanya melihat BIGmall. Kalau tidak ada yang dipandang, tidak hidup,” ujar dia.

Pemprov sengaja memulai memasang. Itu dengan harapan ke depan, instansi dan perusahaan lain bisa turut menyemarakkan. Di sepanjang tepi Sungai Mahakam, tepatnya di Jalan Gajah Mada berdiri semisal kantor PLN Cabang Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim. “Mudah-mudahan mereka ikut berpartisipasi,” imbuhnya. (ril/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 10:22

Relokasi Gagal, Pjs Wali Kota Akan Turun

SAMARINDA – Relokasi warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Jembatan Kehewanan, ditargetkan…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:19

Abu Tours Butuh Rp 300 Miliar

SAMARINDA – Tak mendapat kejelasan waktu keberangkatan umrah, membuat calon jamaah yang sudah…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:09

Curi Rokok Tentara, Pencuri “Lolos” dari Jerat Hukum

SAMARINDA – Roppu (45) alias Opu, satu dari sekian banyak pelaku kejahatan yang bisa bernapas…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:07

Jaang Ajak Doakan Kesembuhan Nusyirwan

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang saat ini cuti kampanye Pilgub Kaltim mengajak…

Jumat, 23 Februari 2018 08:16

Minim Pengawasan, Hibah Rentan Jadi Bancakan

SAMARINDA – Pemberian hibah atau bantuan sosial (bansos) pemerintah kerap berujung perkara korupsi.…

Kamis, 22 Februari 2018 20:48
BPTP Kaltim Gelar Rakorda Upsus Pajale se-Kaltim

YAKIN..!! Kekurangan Luas Tambah Tanam 9 Ribu Hektar Lahan Bisa Teratasi

SAMARINDA – Pemenuhan kebutuhan pangan di Benua Etam menjadi atensi bagi pemerintah daerah. Balai…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

Pematangan Lahan Jadi Modus

LEBIH dari separuh wilayah Kota Tepian sudah berubah menjadi area pertambangan. Bisnis perumahan jadi…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

PARAH INI..!! Ada Batu Baranya, Kuburan Dikeruk Oknum Polisi

SAMARINDA – Aktivitas penambangan batu bara secara sembunyi-sembunyi alias ilegal, seolah tak…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

MENGENAL CARA KERJA REPORTER

Puluhan murid TK Islam Ruhamaa Samarinda antusias mengunjungi redaksi Kaltim Post di Jalan Untung Suropati…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Fasilitas Citra Niaga Akan Ditingkatkan

SAMARINDA – Citra Niaga telah tertinggal jauh dari pusat perbelanjaan modern. Pemkot Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .