MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 12:00
Bantah Boros Listrik, Tunjang Wisata Malam

Ribut-Ribut Lampu Sorot di Kantor Gubernur

WAKTU TERTENTU: Lampu sorot di Kantor Gubernur Kaltim tidak menyala, Rabu(13/19) malam.Pemprov mengaransi penerangan itu tidak memakan banyak listrik.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sebulan terakhir, cahaya lampu sorot mewarnai langit malam Kota Tepian. Asalnya dari Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda Kota. Berkas sinarnya memiliki jarak jangkauan yang dapat dilihat kasatmata dari kejauhan. Dipasang untuk menyemarakkan peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bersalin bulan ke September, lampu sorot masih menyala. Warganet di jejaring sosial Facebook mengkritisi faedah pencahayaan yang terus dipasang. “Ulun (saya) kira kasan (untuk) peringatan kemerdekaan. Nyatanya masih menyala sampai sekarang. Ujarnya kasan memecah awan hujan, tapi rasa kada (tidak) mungkin,” tulis seorang netizen.

Lanjut kicauan warganet itu, setiap lampu sorot berdaya hingga 3 ribu watt. Bila terpasang tiga lampu, berarti ada 9 ribu watt. “Berapa bayar tagihan listrik hanya kasan menyorot langit malam?” ucap dia.

Masih dari akun media sosial tersebut, lampu sorot akan lebih berguna jika menyorot ke kawasan Palaran yang minim penerangan. Pengendara menjadi tidak takut jadi korban begal. Saran lainnya, agar sinar lampu itu ditujukan ke Jembatan Mahakam Kota II. “Biar kada (tidak) berkelahi lagi mun (kalau) jam 6 ditutup pagarnya gara-gara jembatan belum berlampu,” ujar warganet.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Umum Setprov Kaltim Sayid Adiyat menuturkan, keberadaan lampu kini untuk membantu menghidupkan pariwisata. Menurut rencana, kapal wisata susur Sungai Mahakam akan dihidupkan malam hari. Jadi, keberadaan lampu sorot kian menyemarakkan aktivitas berwisata di sungai pada malam hari. Sebab, selama ini aktivitas wisata tersebut hanya tersaji pada pagi, siang, dan petang hari.

“Akan diuji coba malam hari (wisata susur sungai). Lampu sorot itu ikut menyemarakkan wisata seperti di Hong Kong, Singapura, dan Thailand. Jadi, wisata malam lebih hidup,” tutur Adiyat kemarin (13/9). Pengadaan tiga lampu sorot dialokasikan dalam APBD Kaltim 2017. Adiyat tak menjelaskan detail nominal anggarannya. Hanya, dia berujar, di bawah Rp 150 juta.

Ada angan mengadopsi konsep lampu sorot membentuk gambar tertentu seperti di Singapura. Namun, sekarang belum memungkinkan. “Kami tahu juga kemampuan anggaran kita (Kaltim). Lampu sorot yang dibeli itu (tiga unit) tidak mahal-mahal banget,” sebut dia.

Mantan sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim itu berpendapat, wisata malam bakal memberikan dampak positif terhadap perekonomian Samarinda. Masyarakat turut menikmati.

Mengenai daya listrik lampu sorot, dia mengklaim tak begitu besar. Meski tak spesifik, disebutkan, penggunaan tiga lampu sorot itu menyedot daya lebih 2 ribu watt. Dia sekaligus membantah bahwa lampu tersebut berfungsi memecah awan hujan. “Tidak benar. Kami juga sadar kaitan pembayaran tagihan listrik. Tidak sampai membengkak. Itu juga sekarang hanya dinyalakan Jumat dan Sabtu malam. Bergantung situasi ramai atau tidak. Semisal ada momen hari besar juga akan dihidupkan,” terangnya.

Dari pengamatan Kaltim Post, dua malam terakhir, lampu sorot tersebut memang tak menyala. Lanjut dia, bila masyarakat tak nyaman dengan sinar lampu sorot itu, pihaknya akan mematikan. Namun, sekali lagi, lampu sorot itu akan menunjang wisata malam yang akan dihidupkan. “Penumpang kapal wisata merasa ada yang dipandang. Tidak hanya melihat BIGmall. Kalau tidak ada yang dipandang, tidak hidup,” ujar dia.

Pemprov sengaja memulai memasang. Itu dengan harapan ke depan, instansi dan perusahaan lain bisa turut menyemarakkan. Di sepanjang tepi Sungai Mahakam, tepatnya di Jalan Gajah Mada berdiri semisal kantor PLN Cabang Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim. “Mudah-mudahan mereka ikut berpartisipasi,” imbuhnya. (ril/ndy/k8)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 08:31

IDIIHHH MEMANGNYA KENAPA JUGA...? Gubernur Kritik Dosen Unmul

SAMARINDA – Sorotan terhadap kinerja Gubernur Awang Faroek Ishak kian tajam akhir-akhir ini. Mulai…

Kamis, 14 Desember 2017 07:25

PDI-P Umumkan Calon setelah Rakornas

SEMENTARA itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan Kaltim Muhammad Samsun menyebutkan, sejatinya pihaknya ingin…

Rabu, 13 Desember 2017 09:02

Muara Muntai Perlu Listrik, Air, hingga Rumah Ibadah

  Reses Yahya Anja di Kukar-Kubar-Mahulu--------SUB SAMARINDA - Persoalan klasik, minimnya ketersediaan…

Rabu, 13 Desember 2017 08:00

Gubernur Baru Harus Paham Skala Prioritas

APATIS terhadap politik harus dilawan. Salah satu caranya dengan menggelar berbagai diskusi. Apalagi…

Selasa, 12 Desember 2017 11:14

2017, Sudah 10 Pegawai Pemkot Dipecat

SAMARINDA – Sepanjang 2017, tercatat ada 10 pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda yang diberhentikan.…

Selasa, 12 Desember 2017 11:14

La Bario Terancam Diberhentikan Sementara

SAMARINDA – Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan Polresta Samarinda, namun…

Selasa, 12 Desember 2017 11:13

Narkoba Malaysia Hantui Samarinda

BISNIS peredaran narkobatak ubahnya judi. Hanya menjanjikan keuntungan semu. Alih-alih mengeruk untung,…

Selasa, 12 Desember 2017 11:11

Waspadai Momen Ganti Tahun

UJARAN Stop narkoba! hanya menjadi slogan. Gubernur Awang Faroek Ishak sudah menyuarakan Kaltim bersih…

Selasa, 12 Desember 2017 11:11

Ingin Bermanfaat meski Hanya Karya Sederhana

“Saya menghabiskan hidup karena dibiayai pemerintah. Jadi, saya harus balas budi,” Kukuh…

Selasa, 12 Desember 2017 11:09

Warga Samarinda Tak Doyan Makan Ikan?

SAMARINDA – Tingkat konsumsi ikan di Kota Tepian tergolong rendah. Jika standar nasional menetapkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .