MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 12:00
Bantah Boros Listrik, Tunjang Wisata Malam

Ribut-Ribut Lampu Sorot di Kantor Gubernur

WAKTU TERTENTU: Lampu sorot di Kantor Gubernur Kaltim tidak menyala, Rabu(13/19) malam.Pemprov mengaransi penerangan itu tidak memakan banyak listrik.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sebulan terakhir, cahaya lampu sorot mewarnai langit malam Kota Tepian. Asalnya dari Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda Kota. Berkas sinarnya memiliki jarak jangkauan yang dapat dilihat kasatmata dari kejauhan. Dipasang untuk menyemarakkan peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bersalin bulan ke September, lampu sorot masih menyala. Warganet di jejaring sosial Facebook mengkritisi faedah pencahayaan yang terus dipasang. “Ulun (saya) kira kasan (untuk) peringatan kemerdekaan. Nyatanya masih menyala sampai sekarang. Ujarnya kasan memecah awan hujan, tapi rasa kada (tidak) mungkin,” tulis seorang netizen.

Lanjut kicauan warganet itu, setiap lampu sorot berdaya hingga 3 ribu watt. Bila terpasang tiga lampu, berarti ada 9 ribu watt. “Berapa bayar tagihan listrik hanya kasan menyorot langit malam?” ucap dia.

Masih dari akun media sosial tersebut, lampu sorot akan lebih berguna jika menyorot ke kawasan Palaran yang minim penerangan. Pengendara menjadi tidak takut jadi korban begal. Saran lainnya, agar sinar lampu itu ditujukan ke Jembatan Mahakam Kota II. “Biar kada (tidak) berkelahi lagi mun (kalau) jam 6 ditutup pagarnya gara-gara jembatan belum berlampu,” ujar warganet.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Umum Setprov Kaltim Sayid Adiyat menuturkan, keberadaan lampu kini untuk membantu menghidupkan pariwisata. Menurut rencana, kapal wisata susur Sungai Mahakam akan dihidupkan malam hari. Jadi, keberadaan lampu sorot kian menyemarakkan aktivitas berwisata di sungai pada malam hari. Sebab, selama ini aktivitas wisata tersebut hanya tersaji pada pagi, siang, dan petang hari.

“Akan diuji coba malam hari (wisata susur sungai). Lampu sorot itu ikut menyemarakkan wisata seperti di Hong Kong, Singapura, dan Thailand. Jadi, wisata malam lebih hidup,” tutur Adiyat kemarin (13/9). Pengadaan tiga lampu sorot dialokasikan dalam APBD Kaltim 2017. Adiyat tak menjelaskan detail nominal anggarannya. Hanya, dia berujar, di bawah Rp 150 juta.

Ada angan mengadopsi konsep lampu sorot membentuk gambar tertentu seperti di Singapura. Namun, sekarang belum memungkinkan. “Kami tahu juga kemampuan anggaran kita (Kaltim). Lampu sorot yang dibeli itu (tiga unit) tidak mahal-mahal banget,” sebut dia.

Mantan sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim itu berpendapat, wisata malam bakal memberikan dampak positif terhadap perekonomian Samarinda. Masyarakat turut menikmati.

Mengenai daya listrik lampu sorot, dia mengklaim tak begitu besar. Meski tak spesifik, disebutkan, penggunaan tiga lampu sorot itu menyedot daya lebih 2 ribu watt. Dia sekaligus membantah bahwa lampu tersebut berfungsi memecah awan hujan. “Tidak benar. Kami juga sadar kaitan pembayaran tagihan listrik. Tidak sampai membengkak. Itu juga sekarang hanya dinyalakan Jumat dan Sabtu malam. Bergantung situasi ramai atau tidak. Semisal ada momen hari besar juga akan dihidupkan,” terangnya.

Dari pengamatan Kaltim Post, dua malam terakhir, lampu sorot tersebut memang tak menyala. Lanjut dia, bila masyarakat tak nyaman dengan sinar lampu sorot itu, pihaknya akan mematikan. Namun, sekali lagi, lampu sorot itu akan menunjang wisata malam yang akan dihidupkan. “Penumpang kapal wisata merasa ada yang dipandang. Tidak hanya melihat BIGmall. Kalau tidak ada yang dipandang, tidak hidup,” ujar dia.

Pemprov sengaja memulai memasang. Itu dengan harapan ke depan, instansi dan perusahaan lain bisa turut menyemarakkan. Di sepanjang tepi Sungai Mahakam, tepatnya di Jalan Gajah Mada berdiri semisal kantor PLN Cabang Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim. “Mudah-mudahan mereka ikut berpartisipasi,” imbuhnya. (ril/ndy/k8)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 09:52

Lalu Lintas Masuk Materi Pendidikan

SAMARINDA – Fenomena pelajar berkendara ke sekolah menjadi dilema. Pasalnya, keinginan menekan…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:51

Opsi Angkot Jadi Angkutan Pelajar

SAMARINDA – Fakta tewasnya 15 remaja dalam kecelakaan di Samarinda pada tahun ini membuktikan…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:50

Garong Menyerah di Bukit

SAMARINDA – Ari Saputra menjadikan rumah tetangganya di Jalan Pelita IV, Sambutan, sebagai sasaran…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:48

Arena Sabung Ayam Digerebek, Tak Ada Satupun yang Dibekuk

SAMARINDA – “Pak, di daerah kami ramai orang berjudi ayam. Alamat lengkapnya menyusul.”…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:47

Berpura-pura Mualaf demi Fulus

SAMARINDA – Warga sekitar Jalan KH Khalid, Pelabuhan, Samarinda Kota, beramai-ramai menghakimi…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:45

Maksimalkan Keterlibatan Pusat

SAMARINDA – Sejumlah proyek pengendalian banjir kini tengah berjalan. Seluruhnya terkonsentrasi…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:44

Gaya Hidup Pengaruhi Risiko Sakit

SAMARINDA – Menukil data BPJS Kesehatan Samarinda, diabetes, kanker, hingga jantung koroner jadi…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:42

IRT Dominasi Angka Gugatan

SEKITAR 7,7 ribu orang di Samarinda berstatus janda dan duda. Angka itu jadi yang terbanyak kedua di…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:39

Desak Wali Kota Bergerak

SAMARINDA – Masalah tapal batas di Samarinda tak kunjung ada titik temu. Beberapa kali pertemuan…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:37

Juri Susuri Sungai Buktikan Loyalitas GMSS SKM

Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) menjadi kandidat Lomba Komunitas Peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .