MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 09:38
Bayi yang Dibuang Itu Diduga Tewas Lemas di Dalam Tas

Autopsi Jasad Bayi yang Dibuang

MALANG: Dokter forensik RSUD AW Sjahranie bersama Polsekta Samarinda Utara mengautopsi jasad bayi hasil hubungan gelap Agung Purnomo dan MA kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Jasad bayi perempuan hasil hubungan gelap Agung Purnomo (21) dan MA (16), dimakamkan kemarin (13/9) siang. Itu setelah polisi mengautopsi jasad bayi yang hanya enam bulan di kandungan itu. Dari pemeriksaan, petugas menemukan petunjuk penyebab si bayi meninggal setelah beberapa jam digugurkan.

Pemeriksaan berlangsung dua jam mulai 10.00 Wita di kamar jenazah RSUD AW Sjahranie. Autopsi dilakukan tim dokter forensik rumah sakit didampingi anggota Polsekta Samarinda Utara.

Bayi tersebut diduga tewas ketika Agung membawanya ke puskesmas Sungai Siring, dari kediamannya di kawasan yang sama. Dalam perjalanan ke puskesmas, Agung menyelimuti bayi tersebut dengan pakaian, kemudian dimasukkan ke dalam tas. Hanya, itu baru berupa hipotesis.

“Masih butuh pemeriksaan menggunakan alat sensor,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara Iptu Wawan Gunawan. Lanjut dia, di dalam tas, bayi diduga mati lemas.

Sebelumnya, dalam skenario pembuangan yang disusun, Agung mengaku menemukan jasad bayi tersebut terbungkus plastik, tergantung di motornya. Hanya, keterangan itu membuat kepolisian curiga. Bahkan, belakangan keterangan tersebut berhasil terbantahkan. Itu setelah penyidik polwan memeriksa MA di tempat terpisah.

“Petugas curiga setelah melihat cara jalannya (MA),” jelas Wawan. Dari sana, setelah pemeriksaan lanjutan, skenario yang disusun Agung, terbongkar.

Sementara itu, saat ditemui di balik penjara kemarin, Agung menceritakan membeli obat aborsi senilai Rp 2,5 juta dari seseorang asal Balikpapan. Kontak penjual dia dapat dari iklan yang tertera di koran. Niat menggugurkan janin adalah ide mereka berdua. Sedangkan rencana menelantarkan bayi itu adalah kemauannya sendiri. “Belum siap,” sebut pria yang bekerja sebagai aviation security (avsec) di Bandara Temindung itu.

Berbeda dengan Agung yang dikurung, MA dalam perawatan khusus kepolisian. Kondisi fisiknya terus menurun sejak pengguguran bayi. “Pemeriksaan dokter itu hak tahanan. Terlebih baru melahirkan, tapi dibawa jalan,” ungkap Wawan.

Disinggung soal kemungkinan pembunuhan berencana, Wawan belum membenarkan. Sebab, Agung tidak mengutarakan niatnya menghabisi nyawa si bayi. Hanya, kemungkinan bisa berubah saat pemeriksaan lanjutan.

Jika unsur pembunuhan terencana terbukti, Agung terancam hukuman lebih berat. Sebelumnya, Agung dan MA sudah dikenakan pasal berlapis. Mulai UU Kesehatan tentang Aborsi dengan ancaman hukuman 10 tahun, UU RI 35/2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 77 b juncto  76 b diancam 6 tahun, dan Pasal 346 KUHP tentang Aborsi minimal 7 tahun penjara. Sedangkan pembunuhan berencana masuk dalam Pasal 340 KUHP, pelaku diancam hukuman kurung seumur hidup atau vonis mati. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 10:55
Hasil Tes Kesehatan Balon Kepala Daerah

Jangan Harap Detailnya

SAMARINDA – Hasil pemeriksaan kesehatan empat pasang bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil…

Rabu, 17 Januari 2018 10:50

DANGER..!!! Satu Tahanan Positif Difteri

SAMARINDA – Bahaya difteri terus menghantui masyarakat ibu kota Kaltim. Jumlah kasus yang terus…

Rabu, 17 Januari 2018 08:33

Pandailah Melihat Peluang Usaha

SAMARINDA - Sebanyak 359 peserta Mini University Bank Indonesia (MUBI) angkatan 2017 mengikuti prosesi…

Rabu, 17 Januari 2018 08:31

Kepala OPD Harus Cepat Ambil Keputusan

SAMARINDA - Gubernur  Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta kepada kepala organisasi perangkat…

Selasa, 16 Januari 2018 10:49

SP3 Pelindo Tak Cacat Hukum

SAMARINDA – Praperadilan yang menyoal penghentian penyidikan dugaan korupsi pendapatan nasional…

Selasa, 16 Januari 2018 10:49

Rumah Dibongkar, Akses Jalan BSB Segera Diaspal

SAMARINDA – Akses jalan masuk ke Bandara Samarinda Baru (BSB) atau Bandara APT Pranoto memasuki…

Selasa, 16 Januari 2018 10:47

Banyak Tahanan, Banyak Biaya.

SAMARINDA – Polres Samarinda belum bisa lepas dari bayang-bayang utang. Bukan hanya soal sederet…

Selasa, 16 Januari 2018 10:45

BNN Tak Segan Eksekusi Mati Pengedar

SAMARINDA – Semakin diburu, bisnis haram narkotika terus menjamur. Banyaknya pecandu di Kota Tepian…

Senin, 15 Januari 2018 09:50

Tanah dari Pemkot, Membangun Biaya Sendiri

SAMARINDA – Pemkot Samarinda telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare di Kecamatan Sungai Kunjang…

Senin, 15 Januari 2018 09:49

Tiap Hari Ada Kasus Jual Diri

SAMARINDA – Dunia maya sangat rentan untuk disalahgunakan. Mulai aksi penipuan, penyebaran informasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .