MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 09:38
Bayi yang Dibuang Itu Diduga Tewas Lemas di Dalam Tas

Autopsi Jasad Bayi yang Dibuang

MALANG: Dokter forensik RSUD AW Sjahranie bersama Polsekta Samarinda Utara mengautopsi jasad bayi hasil hubungan gelap Agung Purnomo dan MA kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Jasad bayi perempuan hasil hubungan gelap Agung Purnomo (21) dan MA (16), dimakamkan kemarin (13/9) siang. Itu setelah polisi mengautopsi jasad bayi yang hanya enam bulan di kandungan itu. Dari pemeriksaan, petugas menemukan petunjuk penyebab si bayi meninggal setelah beberapa jam digugurkan.

Pemeriksaan berlangsung dua jam mulai 10.00 Wita di kamar jenazah RSUD AW Sjahranie. Autopsi dilakukan tim dokter forensik rumah sakit didampingi anggota Polsekta Samarinda Utara.

Bayi tersebut diduga tewas ketika Agung membawanya ke puskesmas Sungai Siring, dari kediamannya di kawasan yang sama. Dalam perjalanan ke puskesmas, Agung menyelimuti bayi tersebut dengan pakaian, kemudian dimasukkan ke dalam tas. Hanya, itu baru berupa hipotesis.

“Masih butuh pemeriksaan menggunakan alat sensor,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara Iptu Wawan Gunawan. Lanjut dia, di dalam tas, bayi diduga mati lemas.

Sebelumnya, dalam skenario pembuangan yang disusun, Agung mengaku menemukan jasad bayi tersebut terbungkus plastik, tergantung di motornya. Hanya, keterangan itu membuat kepolisian curiga. Bahkan, belakangan keterangan tersebut berhasil terbantahkan. Itu setelah penyidik polwan memeriksa MA di tempat terpisah.

“Petugas curiga setelah melihat cara jalannya (MA),” jelas Wawan. Dari sana, setelah pemeriksaan lanjutan, skenario yang disusun Agung, terbongkar.

Sementara itu, saat ditemui di balik penjara kemarin, Agung menceritakan membeli obat aborsi senilai Rp 2,5 juta dari seseorang asal Balikpapan. Kontak penjual dia dapat dari iklan yang tertera di koran. Niat menggugurkan janin adalah ide mereka berdua. Sedangkan rencana menelantarkan bayi itu adalah kemauannya sendiri. “Belum siap,” sebut pria yang bekerja sebagai aviation security (avsec) di Bandara Temindung itu.

Berbeda dengan Agung yang dikurung, MA dalam perawatan khusus kepolisian. Kondisi fisiknya terus menurun sejak pengguguran bayi. “Pemeriksaan dokter itu hak tahanan. Terlebih baru melahirkan, tapi dibawa jalan,” ungkap Wawan.

Disinggung soal kemungkinan pembunuhan berencana, Wawan belum membenarkan. Sebab, Agung tidak mengutarakan niatnya menghabisi nyawa si bayi. Hanya, kemungkinan bisa berubah saat pemeriksaan lanjutan.

Jika unsur pembunuhan terencana terbukti, Agung terancam hukuman lebih berat. Sebelumnya, Agung dan MA sudah dikenakan pasal berlapis. Mulai UU Kesehatan tentang Aborsi dengan ancaman hukuman 10 tahun, UU RI 35/2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 77 b juncto  76 b diancam 6 tahun, dan Pasal 346 KUHP tentang Aborsi minimal 7 tahun penjara. Sedangkan pembunuhan berencana masuk dalam Pasal 340 KUHP, pelaku diancam hukuman kurung seumur hidup atau vonis mati. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 10:21

BAHAYA..!! Datang dari Kalsel, PCC Mulai Teror Samarinda

SAMARINDA – Kehebohan peredaran obat bernama paracetamol cafein carisoprodol (PCC) merembet ke…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sektor Potensial PAD Perlu Perhatian

SAMARINDA – Penurunan realisasi APBD Perubahan 2017 senilai Rp 35 miliar dipengaruhi oleh beberapa…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Serapan APBD Murni Tersumbat

SAMARINDA – Tersisa empat bulan tahun anggaran 2017, serapan APBD murni tak menggembirakan. Per…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Kesadaran Masyarakat Rendah

SAMARINDA – Menukil data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, setiap hari, masyarakat Samarinda…

Jumat, 22 September 2017 08:46

Aturan Baru Masih Digodok

SAMARINDA­ – Payung hukum transportasi berbasis aplikasi kembali menuai polemik. Perkaranya,…

Jumat, 22 September 2017 08:35

DAMRI Kaget Disebut Tidak Siap

KEPUTUSAN Angkasa Pura (AP) I yang melarang angkutan online beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 09:15

Narkoba Gerogoti Dunia Pelajar

SAMARINDA – Peredaran narkoba tak pandang siapa korbannya. Masyarakat umum hingga pelajar pun…

Kamis, 21 September 2017 09:14

Musnahkan agar Tak Disalahgunakan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum tak luput dari paparan aksi penyalahgunaan narkoba. Terbukti,…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Rehabilitasi Perlu Waktu

PENYALAHGUNAAN narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori.…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Kasus Pengeroyokan Mulai Disidangkan

SAMARINDA – Perkara pemukulan dengan pelaku Faisal Riezda Rousdy (44) dan Muhammad Ulfiansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .