MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 09:38
Bayi yang Dibuang Itu Diduga Tewas Lemas di Dalam Tas

Autopsi Jasad Bayi yang Dibuang

MALANG: Dokter forensik RSUD AW Sjahranie bersama Polsekta Samarinda Utara mengautopsi jasad bayi hasil hubungan gelap Agung Purnomo dan MA kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Jasad bayi perempuan hasil hubungan gelap Agung Purnomo (21) dan MA (16), dimakamkan kemarin (13/9) siang. Itu setelah polisi mengautopsi jasad bayi yang hanya enam bulan di kandungan itu. Dari pemeriksaan, petugas menemukan petunjuk penyebab si bayi meninggal setelah beberapa jam digugurkan.

Pemeriksaan berlangsung dua jam mulai 10.00 Wita di kamar jenazah RSUD AW Sjahranie. Autopsi dilakukan tim dokter forensik rumah sakit didampingi anggota Polsekta Samarinda Utara.

Bayi tersebut diduga tewas ketika Agung membawanya ke puskesmas Sungai Siring, dari kediamannya di kawasan yang sama. Dalam perjalanan ke puskesmas, Agung menyelimuti bayi tersebut dengan pakaian, kemudian dimasukkan ke dalam tas. Hanya, itu baru berupa hipotesis.

“Masih butuh pemeriksaan menggunakan alat sensor,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara Iptu Wawan Gunawan. Lanjut dia, di dalam tas, bayi diduga mati lemas.

Sebelumnya, dalam skenario pembuangan yang disusun, Agung mengaku menemukan jasad bayi tersebut terbungkus plastik, tergantung di motornya. Hanya, keterangan itu membuat kepolisian curiga. Bahkan, belakangan keterangan tersebut berhasil terbantahkan. Itu setelah penyidik polwan memeriksa MA di tempat terpisah.

“Petugas curiga setelah melihat cara jalannya (MA),” jelas Wawan. Dari sana, setelah pemeriksaan lanjutan, skenario yang disusun Agung, terbongkar.

Sementara itu, saat ditemui di balik penjara kemarin, Agung menceritakan membeli obat aborsi senilai Rp 2,5 juta dari seseorang asal Balikpapan. Kontak penjual dia dapat dari iklan yang tertera di koran. Niat menggugurkan janin adalah ide mereka berdua. Sedangkan rencana menelantarkan bayi itu adalah kemauannya sendiri. “Belum siap,” sebut pria yang bekerja sebagai aviation security (avsec) di Bandara Temindung itu.

Berbeda dengan Agung yang dikurung, MA dalam perawatan khusus kepolisian. Kondisi fisiknya terus menurun sejak pengguguran bayi. “Pemeriksaan dokter itu hak tahanan. Terlebih baru melahirkan, tapi dibawa jalan,” ungkap Wawan.

Disinggung soal kemungkinan pembunuhan berencana, Wawan belum membenarkan. Sebab, Agung tidak mengutarakan niatnya menghabisi nyawa si bayi. Hanya, kemungkinan bisa berubah saat pemeriksaan lanjutan.

Jika unsur pembunuhan terencana terbukti, Agung terancam hukuman lebih berat. Sebelumnya, Agung dan MA sudah dikenakan pasal berlapis. Mulai UU Kesehatan tentang Aborsi dengan ancaman hukuman 10 tahun, UU RI 35/2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 77 b juncto  76 b diancam 6 tahun, dan Pasal 346 KUHP tentang Aborsi minimal 7 tahun penjara. Sedangkan pembunuhan berencana masuk dalam Pasal 340 KUHP, pelaku diancam hukuman kurung seumur hidup atau vonis mati. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 08:44

Mobil "Ciuman", Sopirnya Adu Jotos

MALAM semakin larut, laju mobil Zainuddin Syam (27) melintas di Jalan Anggi, Kelurahan Karang Asam Ilir,…

Senin, 20 Agustus 2018 20:13

YUK UNDUH SEKARANG..!! BPJS Luncurkan Kartu Digital, Banyak Kemudahan dan Keunggulannya Lho...

SAMARINDA - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Samarinda terus melaksanakan sosialisasi. Kali ini, BPJS Ketenagakerjaan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:31

Ketua DPRD Baca Teks Proklamasi

SAMARINDA - Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun kembali mendapat tugas membacakan teks Proklamasi, pada peringatan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:30

Singgung Pemerataan Hingga Asian Games

SAMARINDA-  Dipimpin Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun HS dan dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek…

Senin, 20 Agustus 2018 08:41

Tidak Ada Alasan Tanpa Wawali

SAMARINDA – Keretakan koalisi pendukung Sjaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail (alm) pada Pilwali…

Senin, 20 Agustus 2018 08:38

Tiga Kandidat Sepakat Perkuat Pengawasan

TIGA bakal calon wakil wali kota Samarinda meyakinkan publik jika tak sekadar jadi pemain pengganti.…

Senin, 20 Agustus 2018 08:35

Perda Anjal-Gepeng Masih Tumpul

SAMARINDA – Pemkot Samarinda sudah mendeklarasikan sebagai kota bebas anak jalanan dan gelandangan,…

Senin, 20 Agustus 2018 08:34

Direksi Dicopot jika Tak Sesuai Kontrak Kerja

SAMARINDA - Tiga direksi baru PDAM Tirta Kencana periode 2018-2023 terancam mengakhiri karier lebih…

Minggu, 19 Agustus 2018 08:11

Demokrat Usulkan Victor Juan Isi Kursi Wawali

SAMARINDA – Partai koalisi pengusung pasangan Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail, yakni NasDem,…

Minggu, 19 Agustus 2018 08:10

Alphad Syarif Klaim Sudah Ajukan Surat Pengunduran Diri

SAMARINDA – Pengumuman daftar calon sementara (DCS) memang sudah dilakukan Komisi Pemilihan Umum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .