MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 09:33
SKM Telah Sedot Rp 270 Miliar
MASIH PANJANG: Bagian SKM di kawasan Jalan Muso Salim yang sudah tersentuh proyek penurapan. Normalisasi keseluruhan aliran SKM ditarget rampung dalam kurun 5 tahun.

PROKAL.CO, SERIAL kisah normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) belum terlihat ujungnya. Tajuk cerita berupa masterplan normalisasi SKM sudah disusun sejak 20 tahun silam. Hanya, dari 17 km bentangan sungai, kini baru 5 km yang tertangani.

Menurut konsultan penataan dan pengendalian banjir SKM Eko Wahyudi, masterplan itu disusun untuk proyeksi kondisi sungai hingga 50 tahun ke depan. Menyelesaikan masterplan itu, perlu penanganan komprehensif.

Idealnya, SKM memiliki lebar 40 meter. “Untuk itu, perlu pemasangan tanggul, turap, atau parapet. Tapi menyesuaikan saja baiknya seperti apa,” tutur dia.

Hanya, tidak semua sisi sungai diturap. Seperti di kawasan Gunung Lingai hingga Waduk Benanga. “Hanya penanggulan. Tapi untuk kawasan yang masih rimbun akan dipertahankan,” jelas anggota tim teknis perencanaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III itu.

Perlakuan berbeda untuk aliran SKM yang membentang di perkotaan. Sisi tepian harus diperkuat menggunakan turap. “Sudah berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” urai dia.

Eko mengakui, ketentuan desain sangat berkaitan dengan program pengendalian banjir Pemko Samarinda. “Apalagi pemkot menangani drainase di perkotaan hingga bermuara di anak SKM. Masalah sosialnya juga tanggungan pemkot,” beber dia.

Mengenai anggaran kebutuhan normalisasi SKM yang belum tergarap, pihaknya masih menghitung. “Tapi yang sudah ditangani selama ini menyerap anggaran Rp 270 miliar. Kegiatan ini memang sesuai masterplan pengendalian banjir pemkot,” ungkapnya.

“Kalau sudah ditanggul dan diturap, drainase kota harus dibantu pintu air dan pompa dari anak sungai. Program ini tinggal menunggu kepastian lahan. Masalah sosialnya selesai, langsung jalan. Kami menargetkan lima tahun sudah terealisasi. Tergantung proses pembebasan lahan,” pungkas Eko. (*/dq/ndy/k8)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 11:45

Kedapatan Bolos, Sanksi Menanti

SAMARINDA­–Cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) berakhir 20 Juni mendatang. Abdi negara…

Minggu, 17 Juni 2018 11:44

Harmonis di Hari Fitri

TAMPIL kompak bersama istri dan anak-anak saat Idulfitri membuat suasana semakin hangat. Kekompakan…

Minggu, 17 Juni 2018 11:43

Menahan Rindu demi Tugas

BAGI Riezky Dwi Anggoro, Lebaran kali ini berbeda. Dia harus bisa menahan rindu walau berat. Bagaimana…

Minggu, 17 Juni 2018 11:43

Selalu Siap Hadapi si Jago Merah

KALA hari raya tiba, rasanya lebih syahdu jika melewatinya bersama keluarga besar. Namun itu tak berlaku…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:54

Salat Id bersama Hotel Senyiur

SAMARINDA - Pelaksanan Salat Idulfitri 1439 H di Hotel Senyiur, Jalan Pangeran Diponegoro, Samarinda,…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:53

Menyatu bersama Rakyat

USAI  melaksanakan salat Id di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Samarinda, Gubernur Kaltim…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:51

Gubernur Janjikan Karya Bakti Terbaik

SAMARINDA  –  Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak didampingi istri Hj Encek Amelia…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:51

Salat Id bersama Hotel Senyiur

SAMARINDA - Pelaksanan Salat Idulfitri 1439 H di Hotel Senyiur, Jalan Pangeran Diponegoro, Samarinda,…

Jumat, 15 Juni 2018 19:39

Ini Kesan Rusmadi selama Laksanakan Sosialisasi

SAMARINDA- Calon Gubernur Nomor Urut 4 Rusmadi banyak bercerita selama menjalani tahapan sosialisasi…

Jumat, 15 Juni 2018 11:00

Mualaf di Islamic Center, Dari Asia sampai Eropa

SORE itu matahari hampir tenggelam. Lantunan ayat suci mengalun perlahan. Abdul Halim, pengurus Masjid…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .