MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 09:33
SKM Telah Sedot Rp 270 Miliar
MASIH PANJANG: Bagian SKM di kawasan Jalan Muso Salim yang sudah tersentuh proyek penurapan. Normalisasi keseluruhan aliran SKM ditarget rampung dalam kurun 5 tahun.

PROKAL.CO, SERIAL kisah normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) belum terlihat ujungnya. Tajuk cerita berupa masterplan normalisasi SKM sudah disusun sejak 20 tahun silam. Hanya, dari 17 km bentangan sungai, kini baru 5 km yang tertangani.

Menurut konsultan penataan dan pengendalian banjir SKM Eko Wahyudi, masterplan itu disusun untuk proyeksi kondisi sungai hingga 50 tahun ke depan. Menyelesaikan masterplan itu, perlu penanganan komprehensif.

Idealnya, SKM memiliki lebar 40 meter. “Untuk itu, perlu pemasangan tanggul, turap, atau parapet. Tapi menyesuaikan saja baiknya seperti apa,” tutur dia.

Hanya, tidak semua sisi sungai diturap. Seperti di kawasan Gunung Lingai hingga Waduk Benanga. “Hanya penanggulan. Tapi untuk kawasan yang masih rimbun akan dipertahankan,” jelas anggota tim teknis perencanaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III itu.

Perlakuan berbeda untuk aliran SKM yang membentang di perkotaan. Sisi tepian harus diperkuat menggunakan turap. “Sudah berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” urai dia.

Eko mengakui, ketentuan desain sangat berkaitan dengan program pengendalian banjir Pemko Samarinda. “Apalagi pemkot menangani drainase di perkotaan hingga bermuara di anak SKM. Masalah sosialnya juga tanggungan pemkot,” beber dia.

Mengenai anggaran kebutuhan normalisasi SKM yang belum tergarap, pihaknya masih menghitung. “Tapi yang sudah ditangani selama ini menyerap anggaran Rp 270 miliar. Kegiatan ini memang sesuai masterplan pengendalian banjir pemkot,” ungkapnya.

“Kalau sudah ditanggul dan diturap, drainase kota harus dibantu pintu air dan pompa dari anak sungai. Program ini tinggal menunggu kepastian lahan. Masalah sosialnya selesai, langsung jalan. Kami menargetkan lima tahun sudah terealisasi. Tergantung proses pembebasan lahan,” pungkas Eko. (*/dq/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 10:21

BAHAYA..!! Datang dari Kalsel, PCC Mulai Teror Samarinda

SAMARINDA – Kehebohan peredaran obat bernama paracetamol cafein carisoprodol (PCC) merembet ke…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sektor Potensial PAD Perlu Perhatian

SAMARINDA – Penurunan realisasi APBD Perubahan 2017 senilai Rp 35 miliar dipengaruhi oleh beberapa…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Serapan APBD Murni Tersumbat

SAMARINDA – Tersisa empat bulan tahun anggaran 2017, serapan APBD murni tak menggembirakan. Per…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Kesadaran Masyarakat Rendah

SAMARINDA – Menukil data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, setiap hari, masyarakat Samarinda…

Jumat, 22 September 2017 08:46

Aturan Baru Masih Digodok

SAMARINDA­ – Payung hukum transportasi berbasis aplikasi kembali menuai polemik. Perkaranya,…

Jumat, 22 September 2017 08:35

DAMRI Kaget Disebut Tidak Siap

KEPUTUSAN Angkasa Pura (AP) I yang melarang angkutan online beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 09:15

Narkoba Gerogoti Dunia Pelajar

SAMARINDA – Peredaran narkoba tak pandang siapa korbannya. Masyarakat umum hingga pelajar pun…

Kamis, 21 September 2017 09:14

Musnahkan agar Tak Disalahgunakan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum tak luput dari paparan aksi penyalahgunaan narkoba. Terbukti,…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Rehabilitasi Perlu Waktu

PENYALAHGUNAAN narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori.…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Kasus Pengeroyokan Mulai Disidangkan

SAMARINDA – Perkara pemukulan dengan pelaku Faisal Riezda Rousdy (44) dan Muhammad Ulfiansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .