MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 09:32
Pengusaha Mengaku Tak Tahu

Pelanggar Terancam Sanksi Pembekuan Izin

BATASAN TAK JELAS: Pengusaha kuliner menyatakan belum menerima kejelasan regulasi penggunaan elpiji 3 kg dalam kegiatan usaha.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pengusaha kuliner yang terbukti nakal, yakni menimbun tabung gas subsidi 3 kg, dalam ancaman sanksi. Mulai teguran hingga pembekuan izin usaha. Itu disampaikan Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail.

Sikap tersebut merupakan tindak lanjut atas temuan tim inspeksi mendadak (sidak), Selasa (12/9). Tim gabungan dari DPRD, PT Pertamina Cabang Samarinda, dan pemkot mendapati salah satu pengusaha kuliner di Samarinda Utara menimbun elpiji melon hingga 60 tabung.

Padahal, elpiji melon diperuntukkan memenuhi kebutuhan masyarakat tidak mampu. Nusyirwan menjelaskan, pengecer elpiji melon hanya dijatah tiga tabung dari agen. Untuk rumah tangga, satu tabung. “Sedangkan usaha mikro diberi dua,” ujar Nusyirwan.

Sedangkan penyebab kelangkaan, Nusyirwan menduga karena ada oknum tak bertanggung jawab memborong elpiji melon itu. “Kemudian didistribusikan ke rumah makan tersebut,” ucap dia.

Pihaknya telah melaporkan masalah ini ke kepolisian. Pemkot juga akan mendata restoran untuk memastikan kemungkinan terjadinya kecurangan. “Jika ada, kami beri peringatan. Kalau fatal, izinnya dibekukan,” urai wakil kepala daerah dua periode itu.

Penimbunan itu, menurut dia, berdampak pada kelangkaan. Bakal menyulitkan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berhak. “Bisa diproses secara hukum. Jadi, jangan disamakan subsidi dan nonsubsidi,” papar dia.

“Kami bisa menindak sampai pada izinnya. Sedangkan kepolisian sampai penimbunan. Kalau kelangkaan masih terjadi, kami akan turun lagi ke lapangan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Samarinda Fikri mengatakan baru mengetahui aturan larangan penggunaan tabung subsidi untuk usaha kuliner skala besar. “Kalau memang ketentuannya seperti itu, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah bisa memperjelas regulasi. Sebab, menurut data miliknya, dari lebih delapan ribu usaha kuliner di Samarinda, hanya 10 yang berstatus restoran. “Selama ini tidak pernah dibahas siapa yang boleh menggunakan. Kami harus mencari tahu dulu, apalagi sampai ada teguran,” imbuh dia.

“Lagi pula yang menjual tabung gas ini harus mengetahui juga siapa pembelinya. Jangan asal menjual,” tutup dia. (*/dq/ndy/k8)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 20:12

Jatuh Cinta dengan Hoki

HOKI sudah menjadi bagian hidup Isnawati. Ya, sejak duduk di bangku SMA hingga berstatus mahasiswi,…

Minggu, 19 November 2017 10:48

Bodi Ramping, Modern, dan Elegan

SAMARINDA – PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) meluncurkan motor terbaru Yamaha Mio S berkubikasi…

Minggu, 19 November 2017 10:45

Menggambar Jadi Wadah Menyampaikan Pesan

DALAM gambar ada pesan yang hendak disampaikan. Itulah yang dirasakan Zaleha Fikrur Nur Aini, Putri,…

Minggu, 19 November 2017 10:43

Wali Kota: Terbukti, Saya Pecat

Nasib Saripudin benar-benar di ujung tanduk. Dugaan penyerobotan lahan warga dan pemkot ini ternyata…

Minggu, 19 November 2017 10:43

"Main Tanah". Lurah Bisa Dipidana

SAMARINDA – Lurah Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Saripudin La Bario terancam terkena…

Minggu, 19 November 2017 10:41

Lambat Disahkan, Gagal Deklarasi

Karena rancangan peraturan daerah (raperda) tak kunjung disahkan menjadi peraturan daerah (perda), deklarasi…

Sabtu, 18 November 2017 10:24

Rawat Pelanggan dan Terus Belajar

MEMULAI wirausaha mungkin pilihan tepat bagi perempuan 34 tahun ini. Dengan tujuan agar mandiri, Reti…

Sabtu, 18 November 2017 10:19

Demi Setya Novanto, Fortuner Tuntut Tiang Listrik

Tiba-tiba, publik menyalahkan sebuah tiang listrik. Ya, tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara…

Jumat, 17 November 2017 09:42

Burung Bernilai Ratusan Juta Gagal Berlayar

SAMARINDA – Suara cuit merdu terdengar ramai. Di balik terpal biru di atas kapal, 426 burung dari…

Jumat, 17 November 2017 09:40

Fauna Endemik Terus Dieksploitasi

KURUN enam bulan terakhir, baik tumbuhan maupun binatang endemik Kalimantan tampaknya menjadi sasaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .