MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 September 2017 09:32
Pengusaha Mengaku Tak Tahu

Pelanggar Terancam Sanksi Pembekuan Izin

BATASAN TAK JELAS: Pengusaha kuliner menyatakan belum menerima kejelasan regulasi penggunaan elpiji 3 kg dalam kegiatan usaha.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pengusaha kuliner yang terbukti nakal, yakni menimbun tabung gas subsidi 3 kg, dalam ancaman sanksi. Mulai teguran hingga pembekuan izin usaha. Itu disampaikan Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail.

Sikap tersebut merupakan tindak lanjut atas temuan tim inspeksi mendadak (sidak), Selasa (12/9). Tim gabungan dari DPRD, PT Pertamina Cabang Samarinda, dan pemkot mendapati salah satu pengusaha kuliner di Samarinda Utara menimbun elpiji melon hingga 60 tabung.

Padahal, elpiji melon diperuntukkan memenuhi kebutuhan masyarakat tidak mampu. Nusyirwan menjelaskan, pengecer elpiji melon hanya dijatah tiga tabung dari agen. Untuk rumah tangga, satu tabung. “Sedangkan usaha mikro diberi dua,” ujar Nusyirwan.

Sedangkan penyebab kelangkaan, Nusyirwan menduga karena ada oknum tak bertanggung jawab memborong elpiji melon itu. “Kemudian didistribusikan ke rumah makan tersebut,” ucap dia.

Pihaknya telah melaporkan masalah ini ke kepolisian. Pemkot juga akan mendata restoran untuk memastikan kemungkinan terjadinya kecurangan. “Jika ada, kami beri peringatan. Kalau fatal, izinnya dibekukan,” urai wakil kepala daerah dua periode itu.

Penimbunan itu, menurut dia, berdampak pada kelangkaan. Bakal menyulitkan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berhak. “Bisa diproses secara hukum. Jadi, jangan disamakan subsidi dan nonsubsidi,” papar dia.

“Kami bisa menindak sampai pada izinnya. Sedangkan kepolisian sampai penimbunan. Kalau kelangkaan masih terjadi, kami akan turun lagi ke lapangan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Samarinda Fikri mengatakan baru mengetahui aturan larangan penggunaan tabung subsidi untuk usaha kuliner skala besar. “Kalau memang ketentuannya seperti itu, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah bisa memperjelas regulasi. Sebab, menurut data miliknya, dari lebih delapan ribu usaha kuliner di Samarinda, hanya 10 yang berstatus restoran. “Selama ini tidak pernah dibahas siapa yang boleh menggunakan. Kami harus mencari tahu dulu, apalagi sampai ada teguran,” imbuh dia.

“Lagi pula yang menjual tabung gas ini harus mengetahui juga siapa pembelinya. Jangan asal menjual,” tutup dia. (*/dq/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 10:21

BAHAYA..!! Datang dari Kalsel, PCC Mulai Teror Samarinda

SAMARINDA – Kehebohan peredaran obat bernama paracetamol cafein carisoprodol (PCC) merembet ke…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sektor Potensial PAD Perlu Perhatian

SAMARINDA – Penurunan realisasi APBD Perubahan 2017 senilai Rp 35 miliar dipengaruhi oleh beberapa…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Serapan APBD Murni Tersumbat

SAMARINDA – Tersisa empat bulan tahun anggaran 2017, serapan APBD murni tak menggembirakan. Per…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Kesadaran Masyarakat Rendah

SAMARINDA – Menukil data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, setiap hari, masyarakat Samarinda…

Jumat, 22 September 2017 08:46

Aturan Baru Masih Digodok

SAMARINDA­ – Payung hukum transportasi berbasis aplikasi kembali menuai polemik. Perkaranya,…

Jumat, 22 September 2017 08:35

DAMRI Kaget Disebut Tidak Siap

KEPUTUSAN Angkasa Pura (AP) I yang melarang angkutan online beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 09:15

Narkoba Gerogoti Dunia Pelajar

SAMARINDA – Peredaran narkoba tak pandang siapa korbannya. Masyarakat umum hingga pelajar pun…

Kamis, 21 September 2017 09:14

Musnahkan agar Tak Disalahgunakan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum tak luput dari paparan aksi penyalahgunaan narkoba. Terbukti,…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Rehabilitasi Perlu Waktu

PENYALAHGUNAAN narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori.…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Kasus Pengeroyokan Mulai Disidangkan

SAMARINDA – Perkara pemukulan dengan pelaku Faisal Riezda Rousdy (44) dan Muhammad Ulfiansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .