MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 14 September 2017 11:08
Sumur Kering, Warga Pusing
-ilustrasi

PROKAL.CO, SENDAWAR – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kutai Barat (Kubar) saat ini, menjadikan sejumlah warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan air untuk berbagai keperluan.  Terutama mereka yang selama ini mengandalkan air sumur. Pasalnya, sumur milik warga di sejumlah kampung mengalami kekeringan.

Sedangkan untuk menambah kedalaman atau menggali kembali dasar sumur, diperlukan biaya yang cukup besar.

“Akibat sumur yang kering selama sepekan ini, menjadikan kami pusing untuk mendapatkan air bersih. Karena kalau mengambil air ke sungai sangat jauh, yakni mencapai sekitar 2 kilometer dari rumah. Sedangkan untuk menambah kedalaman dasar sumur, biayanya cukup besar,” kata Toni warga Kecamatan Sekolaq Darat kepada media ini, Rabu (13/9).    

Hal senada juga disampaikan Tono, warga Kampung Sumber Bangun. Menurut Tono, sumur miliknya sudah memiliki kedalaman hingga 20 meter. Biasanya, meskipun kemarau, air sumur tersebut selalu ada dan tak pernah kering. Tapi pada kemarau kali ini, air yang ada di sumur tersebut sangat sedikit.

“Biar pun disedot menggunakan pompa air listrik, ternyata airnya tidak bisa lagi naik ke atas untuk mengisi tandon,” keluhnya.

Sementara itu, Idin pekerja penggali sumur dari Kampung Sumber Bangun mengatakan, biaya pembuatan sumur sebesar Rp 6 juta per titik. Sedangkan untuk menambah kedalaman dasar sumur, tergantung pada ukurannya. Biaya berkisar Rp 2–5 juta.

“Penggalian sumur ini sebenarnya pekerjaan yang cukup berisiko. Karena sumur yang digali terkadang tidak mendapatkan air. Bahkan tak jarang pula terhalang bebatuan yang ada di dalam tanah,” papar Idin.

Semenjak merosotnya kondisi perekonomian di daerah ini, diakui Idin, jumlah warga yang berminat membuat sumur jauh sangat berkurang dari sebelumnya. Rata-rata warga pembuat sumur adalah petani karet. Namun, sekarang harga karet juga sedang murah, sehingga tak banyak yang meminta dibuatkan sumur.

“Akibat kondisi ekonomi yang sulit, maka warga yang ingin menambah kedalaman sumurnya, terpaksa menahan diri karena tidak didukung keuangan yang memadai,” lanjut Idin. (rud/san/k9)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:48

Otak PerampokanDivonis Maksimal

SANGATTA  -  Otak kawanan rampok yang menggasak uang gaji dan tunjangan hari raya (THR) di…

Sabtu, 18 November 2017 06:47

Tak Penuhi Panggilan, Terancam Jadi DPO

BONTANG –  KuasahukumDody Rondonuwu, John Pricles Silalahi, mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari)…

Sabtu, 18 November 2017 06:46

Alasan Sakit, Dody Minta Penangguhan

BONTANG  –  Dody Rondonuwu meminta keringanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang. Dia…

Sabtu, 18 November 2017 06:45

Babulu Rawan Konflik Pilkades

PENAJAM   -  Persiapan pengamanan pemilihan kepala desa (pilkades) sudah dimulai Polres…

Sabtu, 18 November 2017 06:43

Pemberdayaan Komunitas Adat Berlanjut

TANA PASER  -  Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Pinang Jatus, Kecamatan…

Sabtu, 18 November 2017 06:42

KONI Terima Rp 1,5 Miliar di APBD-P

TANA PASER  –  Ketua KONI Paser Toto Sumardiono mengungkapkan kekecewaan kepada pemerintah…

Sabtu, 18 November 2017 06:41

Bupati Siap Bertarung hingga Kasasi

PENAJAM  -  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar tak ingin terburu-buru menandatangani…

Sabtu, 18 November 2017 06:41

Hanya Hasilkan Rp 40 Juta

PENAJAM  - Sebanyak 1.300 bangunan sarang burung walet berdiri di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Sabtu, 18 November 2017 06:37

DPUPR OptimistisSelesai Tepat Waktu

TANJUNG REDEB  – Waktu yang tersisa untuk melaksanakan kegiatan di Anggaran Pendapatan dan…

Sabtu, 18 November 2017 06:33

Genset Dihidupkan, LCT Terbakar

TENGGARONG  –  Diduga akibat arus pendek listrik, Kapal Landing Craft Tank (LCT) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .