MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 September 2017 07:30
Pasar Rumah Menengah Tumbuh 40 Persen
KEBUTUHAN PRIMER: Cluster Valencia di Perumahan Balikpapan Regency. Penjualan rumah-rumah tipe menengah di Kota Minyak terus menunjukkan perbaikan (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Memasuki semester II 2017, bisnis properti mengalami sedikit perbaikan. Hingga kini, penjualan rumah menengah meningkat hingga 40 persen. Namun sayangnya, peningkatan ini tidak diikuti oleh penjualan rumah mewah di atas Rp 1 miliar. 

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD-REI) Kaltim Arief Rahman Hasyim. Menurut dia, sebelumnya penjualan rumah hanya satu sampai dua unit per bulan. Sekarang sudah bisa terjual hingga lima unit.

“Sedangkan untuk rumah murah masih tinggi permintaannya. Hanya saja ini bergantung kepercayaan konsumen. Jika pembangunannya lancar, minat pembelinya juga banyak,” ujarnya ditemui Kaltim Post Rabu (13/9).

Seperti di Balikpapan, kata dia, peminat rumah subsidi banyak karena modal pembangunannya besar. Langsung dibangun dengan unit dalam jumlah banyak. Sehingga, kalau modalnya kurang maka akan sulit membuka lahan dan membangun banyak unit perumahan. “Sekarang ini kan konsumen maunya rumah yang sudah jelas wujudnya,” katanya.

Namun, kondisi saat ini termasuk baik jika dibandingkan dengan periode dua tahun terakhir. Pertumbuhan itu terjadi pada perumahan dengan tipe 70 ke bawah. Sementara perumahan kelas atas atau properti mewah masih stagnan.

Perbedaan tren itu, lanjut dia, tak lain karena beragamnya motif konsumen dalam membeli rumah. Pada segmen pasar tipe hunian dengan luas di bawah 70 meter persegi. Penjualan murni untuk memenuhi kebutuhan hunian.

Arief mengatakan, jika ada usaha dari pemerintah untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi, maka ada harapan bisnis properti segmen menengah ke atas bisa membaik. Apalagi 2019, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen.

“Sebelum mencapai target itu, berarti ada harapan 2018 bisa lebih baik. Empat tahun belakangan ini penjualan rumah mewah sulit, namun harus tetap optimistis akan ada perbaikan untuk ke depannya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kalau benar ada dana bagi hasil untuk Pemerintah Kaltim dari Blok Mahakam. Maka APBD pasti meningkat, otomatis banyak uang beredar. Karena pemerintah akan melakukan proyek-proyek yang menyebabkan perbaikan untuk pemasukan masyarakat. 

“Untuk saat ini memang belum bisa berharap dengan pasar properti mewah. Penjualan hanya bisa tumbuh pada sektor menengah,” katanya.

Sebelumnya, tren pemulihan ekonomi di Kaltim dinilai belum mampu memberi dampak signifikan terhadap kinerja di beberapa sektor bisnis. Termasuk untuk penjualan properti, khususnya untuk rumah-rumah tipe besar.

“Penjualan properti sekarang ini, memang belum mampu menyamai periode saat bisnis batu bara masih jaya, sekitar empat lalu,” ujarnya. (*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 08:14

Pilkada Tak Hambat Investasi

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan ekonomi…

Jumat, 19 Januari 2018 08:13

Bappenas: Efek Krisis 1998

JAKARTA - Upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur bukan tanpa alasan. Pasalnya, rasio…

Jumat, 19 Januari 2018 08:12

Pajak Berat, Jenis Produksi Mobil Terbatas

JAKARTA - Kinerja negara tetangga dalam produksi otomotif diakui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor…

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Peluang Menang Masih Terbuka

BALIKPAPAN - Program Strukvaganza sudah memasuki bulan ketiga sejak diluncurkan pada November lalu.…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Kamis, 18 Januari 2018 07:20

Jargas Masih Bergantung APBN

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap pembangunan jaringan gas (Jargas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:19

Persaingan Global, Sektor Pertanian Mesti Efisien

JAKARTA - Globalisasi juga diyakini melanda sektor pertanian. Untuk menghadapinya, salah satu langkah…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .