MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 September 2017 07:26
Bantu Danai Kebutuhan Guru dan Mahasiswa dengan Sistem Syariah

Mereka yang Berjuang Jadi Pebisnis Start-up di Kaltim: Bagus Nugraha (1)

PRODUK SYARIAH: Kredit Umat menjadi start-up dari ibu kota Kaltim yang menginisiasi gerakan pembiayaan dengan sistem syariah.(RIZKI HADID/KP)

PROKAL.CO, Beragam syariah masih sebatas diadakan badan usaha besar sekelas perbankan. Namun, tidak dengan satu ini. Kredit Umat merupakan start-up pertama yang menggagas kredit tanpa riba di Kaltim.

FOUNDER Kredit Umat Bagus Nugraha mengatakan, start-up yang didirikannya fokus pada kredit barang dengan sistem syariah. Uang untuk membiayai pembelian barang itu dari crowdfunding atau mengumpulkan dana investor, yang menjadi ciri khas fintech. “Misalnya ada guru yang mau kredit kulkas Rp 2 juta. Kalau alasannya bagus kami danai,” sebut dia.

Dari harga Rp 2 juta itu, akan dibagi ke beberapa investor. Misalnya ada empat investor maka masing-masing mendanai Rp 500 ribu. Kemudian, dijual ke guru itu dengan harga Rp 2,4 juta dengan akad syariah. Yakni tanpa denda dan sita. “Kredit yang ada selama ini (konvensional, Red) akad sewa lalu diberikan. Jadi, jangan heran kalau ada penyitaan,” ucap dia.

Awal berdiri, Bagus mengaku antusias terhadap fenomena start-up seperti Tokopedia dan Go-Jek yang mendapat investasi besar. Setelah mencari tahu secara mendalam, dia kemudian mendirikan Kredit Umat. Dijelaskannya, start-up itu infrastruktur utamanya digital, bukan soal gedung kantor dan satpam yang membukakan pintu kantor. Dia yakin start-up bisa melompat ke level berikutnya. Dari pengusaha puluhan juta rupiah menjadi ratusan miliar rupiah dalam tempo singkat. “Indikator start-up itu fast growing. Kalau dalam dua tahun hanya melayani Samarinda, itu mungkin UMKM, bukan start-up,” tutur dia.

Saat ini, modal yang dijalankan Kredit Umat dari kocek sendiri. Dia mengaku belum dapat investor besar. Dia membiayai dari keuntungan les privat yang dia punya. Selain itu, disokong dengan penghasilan dari bikin software, website, dan sistem informasi. “Memang agak lambat. Kami belum berani grand launching. Kami butuh dana sampai Rp 2 miliar di tahun pertama,” ujar dia.

Dia menegaskan, Kredit Umat fokus pada pembiayaan untuk guru, karyawan, dan mahasiswa, terutama mahasiswa yang membutuhkan laptop. Selama ini, banyak investor yang motivasinya membantu. Kata dia, mendapatkan investor dari media sosial dan pendekatan personal kepada orang yang punya semangat sama. “Seminggu sekali kami bikin investor meet up,” terang dia.

Untuk berinvestasi dalam pendanaan Kredit Umat minimal sebesar Rp 500 ribu. Tapi saat ini dibuat kebijakan yang lebih ringan. Hanya dengan merogoh kocek Rp 100 ribu sudah bisa membantu menggerakkan ekonomi umat. Dari hasil investasi itu, sebanyak 20 persen untuk Kredit Umat dan 80 persen ke investor.

Lantas bagaimana jika terjadi kredit macet? Dia meyakini pada verifikasi awal, bahwa yang mengajukan kredit adalah orang baik, dan kewajiban pihaknya untuk membantu sesama muslim. Misalnya telat tiga bulan, pihaknya yang mem-back up pengembalian duit investor dan melanjutkan cicilan berikutnya. Kalau kondisi kreditur sudah baik, maka harus dilanjutkan cicilan ke pihaknya. Jadi, investor tak ada risiko. “Sejauh ini kami punya 20 investor. Kami memang belum gas kencang,” urai dia. (*/hdd/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:18

Pesimistis Capai Target

JAKARTA  —  Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen…

Sabtu, 18 November 2017 06:17

Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku IKM

JAKARTA  —  Dengan jumlah yang banyak, pondok pesantren (ponpes) berpotensi besar menciptakan…

Sabtu, 18 November 2017 06:15

Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

BANK  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada besaran 4,25 persen. Ini sebagai bagian…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…

Jumat, 17 November 2017 07:09

Setelah Berau, Kukar Juga Kembangkan Jagung

SAMARINDA - Realisasi luas tambah tanam (LTT) jagung di Berau dari Januari hingga September tahun ini…

Jumat, 17 November 2017 07:07

Rute ke Madinah Dibuka, Guangzhou Menyusul

BALIKPAPAN - Berlabel internasional, Bandara Sepinggan Balikpapan memiliki sedikit penerbangan ke luar…

Jumat, 17 November 2017 07:05

NPL Balikpapan Betah di Level Bahaya

BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing…

Jumat, 17 November 2017 07:00

Direvisi Sesuai Kondisi Ekonomi

JAKARTA — Rencana kenaikan batas bawah tarif pesawat kelas ekonomi masih dikaji oleh Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .