MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 September 2017 07:26
Bantu Danai Kebutuhan Guru dan Mahasiswa dengan Sistem Syariah

Mereka yang Berjuang Jadi Pebisnis Start-up di Kaltim: Bagus Nugraha (1)

PRODUK SYARIAH: Kredit Umat menjadi start-up dari ibu kota Kaltim yang menginisiasi gerakan pembiayaan dengan sistem syariah.(RIZKI HADID/KP)

PROKAL.CO, Beragam syariah masih sebatas diadakan badan usaha besar sekelas perbankan. Namun, tidak dengan satu ini. Kredit Umat merupakan start-up pertama yang menggagas kredit tanpa riba di Kaltim.

FOUNDER Kredit Umat Bagus Nugraha mengatakan, start-up yang didirikannya fokus pada kredit barang dengan sistem syariah. Uang untuk membiayai pembelian barang itu dari crowdfunding atau mengumpulkan dana investor, yang menjadi ciri khas fintech. “Misalnya ada guru yang mau kredit kulkas Rp 2 juta. Kalau alasannya bagus kami danai,” sebut dia.

Dari harga Rp 2 juta itu, akan dibagi ke beberapa investor. Misalnya ada empat investor maka masing-masing mendanai Rp 500 ribu. Kemudian, dijual ke guru itu dengan harga Rp 2,4 juta dengan akad syariah. Yakni tanpa denda dan sita. “Kredit yang ada selama ini (konvensional, Red) akad sewa lalu diberikan. Jadi, jangan heran kalau ada penyitaan,” ucap dia.

Awal berdiri, Bagus mengaku antusias terhadap fenomena start-up seperti Tokopedia dan Go-Jek yang mendapat investasi besar. Setelah mencari tahu secara mendalam, dia kemudian mendirikan Kredit Umat. Dijelaskannya, start-up itu infrastruktur utamanya digital, bukan soal gedung kantor dan satpam yang membukakan pintu kantor. Dia yakin start-up bisa melompat ke level berikutnya. Dari pengusaha puluhan juta rupiah menjadi ratusan miliar rupiah dalam tempo singkat. “Indikator start-up itu fast growing. Kalau dalam dua tahun hanya melayani Samarinda, itu mungkin UMKM, bukan start-up,” tutur dia.

Saat ini, modal yang dijalankan Kredit Umat dari kocek sendiri. Dia mengaku belum dapat investor besar. Dia membiayai dari keuntungan les privat yang dia punya. Selain itu, disokong dengan penghasilan dari bikin software, website, dan sistem informasi. “Memang agak lambat. Kami belum berani grand launching. Kami butuh dana sampai Rp 2 miliar di tahun pertama,” ujar dia.

Dia menegaskan, Kredit Umat fokus pada pembiayaan untuk guru, karyawan, dan mahasiswa, terutama mahasiswa yang membutuhkan laptop. Selama ini, banyak investor yang motivasinya membantu. Kata dia, mendapatkan investor dari media sosial dan pendekatan personal kepada orang yang punya semangat sama. “Seminggu sekali kami bikin investor meet up,” terang dia.

Untuk berinvestasi dalam pendanaan Kredit Umat minimal sebesar Rp 500 ribu. Tapi saat ini dibuat kebijakan yang lebih ringan. Hanya dengan merogoh kocek Rp 100 ribu sudah bisa membantu menggerakkan ekonomi umat. Dari hasil investasi itu, sebanyak 20 persen untuk Kredit Umat dan 80 persen ke investor.

Lantas bagaimana jika terjadi kredit macet? Dia meyakini pada verifikasi awal, bahwa yang mengajukan kredit adalah orang baik, dan kewajiban pihaknya untuk membantu sesama muslim. Misalnya telat tiga bulan, pihaknya yang mem-back up pengembalian duit investor dan melanjutkan cicilan berikutnya. Kalau kondisi kreditur sudah baik, maka harus dilanjutkan cicilan ke pihaknya. Jadi, investor tak ada risiko. “Sejauh ini kami punya 20 investor. Kami memang belum gas kencang,” urai dia. (*/hdd/lhl/k15)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 06:04

Arus Balik Diprediksi Mulai 20 Juni

TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Minggu, 17 Juni 2018 10:21

CANTIK..!! Dimodif, Begini Tampilan Toyota C-HR

Hasil inovasi desain para insinyur Toyota pada C-HR tidak lantas menutup kreativitas modifikator dari…

Jumat, 15 Juni 2018 14:02

Penumpang Bandara Angkasa Pura I Tumbuh 10 Persen

JAKARTA – Pertumbuhan penumpang pesawat pada musim mudik kali ini cukup mengejutkan. Menteri Perhubungan…

Kamis, 14 Juni 2018 06:22

Belum Ada Pelanggaran

BALIKPAPAN – Dugaan adanya penjualan tiket pesawat dengan tarif melebihi batas atas yang terjadi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:20

Libur, Bulog Tetap Gelar Operasi Pasar

BALIKPAPAN - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Kaltim dan Kaltara…

Kamis, 14 Juni 2018 06:17

Ayam Potong Mahal, Diimbau Beralih ke Ayam Beku

BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan mengklaim kebiasaan masyarakat yang masih enggan mengonsumsi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:04

Pertamax Mulai Jadi Primadona

JAKARTA – Memasuki libur bersama Ramadan 2018, padatnya arus kendaraan bermotor membuat konsumsi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:01

Cuti Bersama, Mandiri Tetap Beroperasi

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan tetap mengoperasikan 302 cabangnya untuk melayani nasabah…

Kamis, 14 Juni 2018 06:00

Juli, Pilot dan Karyawan Garuda Berencana Mogok

JAKARTA - Karyawan dan pilot PT Garuda Indonesia (Persero) yang tergabung dalam Serikat Karyawan Garuda…

Rabu, 13 Juni 2018 06:46

Penggunaan Uang Elektronik Meningkat

JAKARTA – Peningkatan transaksi selalu terjadi saat momen Lebaran. Termasuk yang penggunaan uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .