MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 September 2017 07:26
Bantu Danai Kebutuhan Guru dan Mahasiswa dengan Sistem Syariah

Mereka yang Berjuang Jadi Pebisnis Start-up di Kaltim: Bagus Nugraha (1)

PRODUK SYARIAH: Kredit Umat menjadi start-up dari ibu kota Kaltim yang menginisiasi gerakan pembiayaan dengan sistem syariah.(RIZKI HADID/KP)

PROKAL.CO, Beragam syariah masih sebatas diadakan badan usaha besar sekelas perbankan. Namun, tidak dengan satu ini. Kredit Umat merupakan start-up pertama yang menggagas kredit tanpa riba di Kaltim.

FOUNDER Kredit Umat Bagus Nugraha mengatakan, start-up yang didirikannya fokus pada kredit barang dengan sistem syariah. Uang untuk membiayai pembelian barang itu dari crowdfunding atau mengumpulkan dana investor, yang menjadi ciri khas fintech. “Misalnya ada guru yang mau kredit kulkas Rp 2 juta. Kalau alasannya bagus kami danai,” sebut dia.

Dari harga Rp 2 juta itu, akan dibagi ke beberapa investor. Misalnya ada empat investor maka masing-masing mendanai Rp 500 ribu. Kemudian, dijual ke guru itu dengan harga Rp 2,4 juta dengan akad syariah. Yakni tanpa denda dan sita. “Kredit yang ada selama ini (konvensional, Red) akad sewa lalu diberikan. Jadi, jangan heran kalau ada penyitaan,” ucap dia.

Awal berdiri, Bagus mengaku antusias terhadap fenomena start-up seperti Tokopedia dan Go-Jek yang mendapat investasi besar. Setelah mencari tahu secara mendalam, dia kemudian mendirikan Kredit Umat. Dijelaskannya, start-up itu infrastruktur utamanya digital, bukan soal gedung kantor dan satpam yang membukakan pintu kantor. Dia yakin start-up bisa melompat ke level berikutnya. Dari pengusaha puluhan juta rupiah menjadi ratusan miliar rupiah dalam tempo singkat. “Indikator start-up itu fast growing. Kalau dalam dua tahun hanya melayani Samarinda, itu mungkin UMKM, bukan start-up,” tutur dia.

Saat ini, modal yang dijalankan Kredit Umat dari kocek sendiri. Dia mengaku belum dapat investor besar. Dia membiayai dari keuntungan les privat yang dia punya. Selain itu, disokong dengan penghasilan dari bikin software, website, dan sistem informasi. “Memang agak lambat. Kami belum berani grand launching. Kami butuh dana sampai Rp 2 miliar di tahun pertama,” ujar dia.

Dia menegaskan, Kredit Umat fokus pada pembiayaan untuk guru, karyawan, dan mahasiswa, terutama mahasiswa yang membutuhkan laptop. Selama ini, banyak investor yang motivasinya membantu. Kata dia, mendapatkan investor dari media sosial dan pendekatan personal kepada orang yang punya semangat sama. “Seminggu sekali kami bikin investor meet up,” terang dia.

Untuk berinvestasi dalam pendanaan Kredit Umat minimal sebesar Rp 500 ribu. Tapi saat ini dibuat kebijakan yang lebih ringan. Hanya dengan merogoh kocek Rp 100 ribu sudah bisa membantu menggerakkan ekonomi umat. Dari hasil investasi itu, sebanyak 20 persen untuk Kredit Umat dan 80 persen ke investor.

Lantas bagaimana jika terjadi kredit macet? Dia meyakini pada verifikasi awal, bahwa yang mengajukan kredit adalah orang baik, dan kewajiban pihaknya untuk membantu sesama muslim. Misalnya telat tiga bulan, pihaknya yang mem-back up pengembalian duit investor dan melanjutkan cicilan berikutnya. Kalau kondisi kreditur sudah baik, maka harus dilanjutkan cicilan ke pihaknya. Jadi, investor tak ada risiko. “Sejauh ini kami punya 20 investor. Kami memang belum gas kencang,” urai dia. (*/hdd/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .