MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 September 2017 07:26
Bantu Danai Kebutuhan Guru dan Mahasiswa dengan Sistem Syariah

Mereka yang Berjuang Jadi Pebisnis Start-up di Kaltim: Bagus Nugraha (1)

PRODUK SYARIAH: Kredit Umat menjadi start-up dari ibu kota Kaltim yang menginisiasi gerakan pembiayaan dengan sistem syariah.(RIZKI HADID/KP)

PROKAL.CO, Beragam syariah masih sebatas diadakan badan usaha besar sekelas perbankan. Namun, tidak dengan satu ini. Kredit Umat merupakan start-up pertama yang menggagas kredit tanpa riba di Kaltim.

FOUNDER Kredit Umat Bagus Nugraha mengatakan, start-up yang didirikannya fokus pada kredit barang dengan sistem syariah. Uang untuk membiayai pembelian barang itu dari crowdfunding atau mengumpulkan dana investor, yang menjadi ciri khas fintech. “Misalnya ada guru yang mau kredit kulkas Rp 2 juta. Kalau alasannya bagus kami danai,” sebut dia.

Dari harga Rp 2 juta itu, akan dibagi ke beberapa investor. Misalnya ada empat investor maka masing-masing mendanai Rp 500 ribu. Kemudian, dijual ke guru itu dengan harga Rp 2,4 juta dengan akad syariah. Yakni tanpa denda dan sita. “Kredit yang ada selama ini (konvensional, Red) akad sewa lalu diberikan. Jadi, jangan heran kalau ada penyitaan,” ucap dia.

Awal berdiri, Bagus mengaku antusias terhadap fenomena start-up seperti Tokopedia dan Go-Jek yang mendapat investasi besar. Setelah mencari tahu secara mendalam, dia kemudian mendirikan Kredit Umat. Dijelaskannya, start-up itu infrastruktur utamanya digital, bukan soal gedung kantor dan satpam yang membukakan pintu kantor. Dia yakin start-up bisa melompat ke level berikutnya. Dari pengusaha puluhan juta rupiah menjadi ratusan miliar rupiah dalam tempo singkat. “Indikator start-up itu fast growing. Kalau dalam dua tahun hanya melayani Samarinda, itu mungkin UMKM, bukan start-up,” tutur dia.

Saat ini, modal yang dijalankan Kredit Umat dari kocek sendiri. Dia mengaku belum dapat investor besar. Dia membiayai dari keuntungan les privat yang dia punya. Selain itu, disokong dengan penghasilan dari bikin software, website, dan sistem informasi. “Memang agak lambat. Kami belum berani grand launching. Kami butuh dana sampai Rp 2 miliar di tahun pertama,” ujar dia.

Dia menegaskan, Kredit Umat fokus pada pembiayaan untuk guru, karyawan, dan mahasiswa, terutama mahasiswa yang membutuhkan laptop. Selama ini, banyak investor yang motivasinya membantu. Kata dia, mendapatkan investor dari media sosial dan pendekatan personal kepada orang yang punya semangat sama. “Seminggu sekali kami bikin investor meet up,” terang dia.

Untuk berinvestasi dalam pendanaan Kredit Umat minimal sebesar Rp 500 ribu. Tapi saat ini dibuat kebijakan yang lebih ringan. Hanya dengan merogoh kocek Rp 100 ribu sudah bisa membantu menggerakkan ekonomi umat. Dari hasil investasi itu, sebanyak 20 persen untuk Kredit Umat dan 80 persen ke investor.

Lantas bagaimana jika terjadi kredit macet? Dia meyakini pada verifikasi awal, bahwa yang mengajukan kredit adalah orang baik, dan kewajiban pihaknya untuk membantu sesama muslim. Misalnya telat tiga bulan, pihaknya yang mem-back up pengembalian duit investor dan melanjutkan cicilan berikutnya. Kalau kondisi kreditur sudah baik, maka harus dilanjutkan cicilan ke pihaknya. Jadi, investor tak ada risiko. “Sejauh ini kami punya 20 investor. Kami memang belum gas kencang,” urai dia. (*/hdd/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 07:27

Hari Ini, Terakhir Kirim Setruk

BERLANGSUNG sejak 22 November lalu, program Strukvaganza memasuki hari terakhirnya, Kamis (22/2) ini.…

Kamis, 22 Februari 2018 07:27

Pertama Jajal Kalimantan, Tepat Pilih Waktu dan Lokasi

Balikpapan dan Samarinda masih menjadi salah satu sasaran utama retailer nasional di Kalimantan. Tak…

Kamis, 22 Februari 2018 07:22

Serba 61 di HUT BCA

MERAYAKAN bertambahnya usia pada Rabu (21/2), PT Bank Central Asia (BCA) membagi-bagi hadiah kepada…

Kamis, 22 Februari 2018 07:19

Menperin Usul PPh e-Commerce 0,5 Persen

JAKARTA - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengusulkan pajak penghasilan (PPh) khusus pelaku…

Kamis, 22 Februari 2018 07:18

Presiden Minta 52 Perusahaan Asing Listing di BEI

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta 52 perusahaan yang memiliki aset dan mencari pendapatan di Tanah…

Kamis, 22 Februari 2018 07:17

Belanja Pemerintah Akan Pakai Kartu Kredit

JAKARTA - Kementerian Keuangan memastikan transaksi belanja barang pemerintah yang selama ini menggunakan…

Rabu, 21 Februari 2018 07:32

Tahun Ini Mulai Batasi Batu Bara

SAMARINDA - Pemprov Kaltim kembali menyatakan keseriusan mendorong transformasi ekonomi. Dengan proyeksi…

Rabu, 21 Februari 2018 07:27

Agrobisnis Paling Realistis

TREN pemulihan tahun lalu disebut tak cukup menjadi tolok ukur atas membaiknya kondisi ekonomi di Kaltim.…

Rabu, 21 Februari 2018 07:27

Perbarui Sistem, PAD Kaltim Lampaui Target

SAMARINDA - Upaya menggenjot pendapatan daerah melalui pembaruan sistem pembayaran mulai menunjukkan…

Rabu, 21 Februari 2018 07:26

Investasi Dana Pensiun Menurun

SAMARINDA - Penghimpunan dana pensiun di Kaltim sepanjang tahun lalu menunjukkan penurunan dibandingkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .