MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 13 September 2017 09:54
Bayi Hasil Hubungan Gelap Itu Sempat Diserahkan ke Orangtua

Pelaku Terancam Belasan Tahun di Penjara

MENYESAL: Agung Purnomo hanya bisa menutup wajah kala dihadirkan dalam pemeriksaan oleh kepolisian.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Nasi telanjur menjadi bubur. Tangis penyesalan Agung Purnomo (21) takkan mengembalikan kehidupan bayi yang dia bunuh, Minggu (10/9). Bayi itu hasil hubungan terlarangnya dengan MA (17). Keduanya jadi tersangka setelah diringkus polisi, Senin (11/9) petang.

"Saya benar-benar menyesal," tutur Agung saat ditemui Kaltim Post kemarin. Dalam keterangan ke kepolisian, tindak keji Agung bermula setelah bayi tersebut dipaksa lahir pada Minggu petang. Pengguguran janin merupakan ide sepasang kekasih itu. Sedangkan skenario pembuangan disusun sendiri oleh Agung.

Masih hidup, bayi seberat 900 gram itu dimasukkan ke plastik. Digantung di setang motor, Agung membawanya dari lokasi pengguguran. Yakni, kediaman MA, kawasan Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, ke tempat kerjanya di Bandara Temindung, Sungai Pinang. Di sana, dia bersandiwara sebagai penemu bayi. Plastik berisi bayi belum berpindah dari tempatnya.

Di hadapan warga sekitar, Agung berlagak. Dia bermaksud menyelamatkan bayi tersebut dengan membawanya ke kediamannya di Sungai Siring, Samarinda Utara. Dari bandara ke utara kota, plastik tetap digantung di setang motor.

Setiba di sana, bayi masih hidup. Hanya, ibunya yang diserahi bayi menolak. “Ibu tidak mau karena melihat bayi itu beratnya tidak normal. Disarankan dibawa ke puskesmas di Sungai Siring,” ujar Agung. Nah, dalam perjalanan ke puskesmas, Agung membalut bayi menggunakan dua lembar baju, dimasukkan ke dalam baju.

Dalam perjalanan ke rumah, Agung mengaku sudah berniat membuat liang kubur untuk bayi tersebut. Bahkan, dia sudah memikirkan lokasi penguburan. Yakni, sekitar kebun neneknya, tidak jauh dari kediamannya di Sungai Siring.

Sementara itu, MA mengaku, aborsi di kamar mandi rumahnya berjalan singkat. Yakni, setelah dia meminum obat penggugur janin. Obat itu dibeli Agung di sebuah guest house di Jalan Pramuka, Samarinda Utara.

Hubungan mereka berlangsung baru setahun terakhir. “Siapa yang mau begini, Pak. Saya mau kuliah dulu,” ungkapnya kepada penyidik. Namun, kasus lebih dulu terungkap. Angan-angan MA berkuliah tertunda hingga kelak masa hukumannya selesai.

Hingga kini, petugas baru menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, baju MA saat melahirkan dan kemeja yang dipakai Agung untuk menyelimuti tubuh bayi di ransel dalam perjalanan ke puskesmas.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna menjelaskan, ada beberapa pasal yang menjerat mereka. UU kesehatan tentang aborsi dengan ancaman hukuman 10 tahun, UU RI No 35/2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 77 b juncto  76 b diancam 6 tahun, dan Pasal 346 KUHP tentang aborsi minimal 7 tahun penjara. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 10:21

BAHAYA..!! Datang dari Kalsel, PCC Mulai Teror Samarinda

SAMARINDA – Kehebohan peredaran obat bernama paracetamol cafein carisoprodol (PCC) merembet ke…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sektor Potensial PAD Perlu Perhatian

SAMARINDA – Penurunan realisasi APBD Perubahan 2017 senilai Rp 35 miliar dipengaruhi oleh beberapa…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Serapan APBD Murni Tersumbat

SAMARINDA – Tersisa empat bulan tahun anggaran 2017, serapan APBD murni tak menggembirakan. Per…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Kesadaran Masyarakat Rendah

SAMARINDA – Menukil data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, setiap hari, masyarakat Samarinda…

Jumat, 22 September 2017 08:46

Aturan Baru Masih Digodok

SAMARINDA­ – Payung hukum transportasi berbasis aplikasi kembali menuai polemik. Perkaranya,…

Jumat, 22 September 2017 08:35

DAMRI Kaget Disebut Tidak Siap

KEPUTUSAN Angkasa Pura (AP) I yang melarang angkutan online beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 09:15

Narkoba Gerogoti Dunia Pelajar

SAMARINDA – Peredaran narkoba tak pandang siapa korbannya. Masyarakat umum hingga pelajar pun…

Kamis, 21 September 2017 09:14

Musnahkan agar Tak Disalahgunakan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum tak luput dari paparan aksi penyalahgunaan narkoba. Terbukti,…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Rehabilitasi Perlu Waktu

PENYALAHGUNAAN narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori.…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Kasus Pengeroyokan Mulai Disidangkan

SAMARINDA – Perkara pemukulan dengan pelaku Faisal Riezda Rousdy (44) dan Muhammad Ulfiansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .