MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 13 September 2017 09:54
Bayi Hasil Hubungan Gelap Itu Sempat Diserahkan ke Orangtua

Pelaku Terancam Belasan Tahun di Penjara

MENYESAL: Agung Purnomo hanya bisa menutup wajah kala dihadirkan dalam pemeriksaan oleh kepolisian.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Nasi telanjur menjadi bubur. Tangis penyesalan Agung Purnomo (21) takkan mengembalikan kehidupan bayi yang dia bunuh, Minggu (10/9). Bayi itu hasil hubungan terlarangnya dengan MA (17). Keduanya jadi tersangka setelah diringkus polisi, Senin (11/9) petang.

"Saya benar-benar menyesal," tutur Agung saat ditemui Kaltim Post kemarin. Dalam keterangan ke kepolisian, tindak keji Agung bermula setelah bayi tersebut dipaksa lahir pada Minggu petang. Pengguguran janin merupakan ide sepasang kekasih itu. Sedangkan skenario pembuangan disusun sendiri oleh Agung.

Masih hidup, bayi seberat 900 gram itu dimasukkan ke plastik. Digantung di setang motor, Agung membawanya dari lokasi pengguguran. Yakni, kediaman MA, kawasan Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, ke tempat kerjanya di Bandara Temindung, Sungai Pinang. Di sana, dia bersandiwara sebagai penemu bayi. Plastik berisi bayi belum berpindah dari tempatnya.

Di hadapan warga sekitar, Agung berlagak. Dia bermaksud menyelamatkan bayi tersebut dengan membawanya ke kediamannya di Sungai Siring, Samarinda Utara. Dari bandara ke utara kota, plastik tetap digantung di setang motor.

Setiba di sana, bayi masih hidup. Hanya, ibunya yang diserahi bayi menolak. “Ibu tidak mau karena melihat bayi itu beratnya tidak normal. Disarankan dibawa ke puskesmas di Sungai Siring,” ujar Agung. Nah, dalam perjalanan ke puskesmas, Agung membalut bayi menggunakan dua lembar baju, dimasukkan ke dalam baju.

Dalam perjalanan ke rumah, Agung mengaku sudah berniat membuat liang kubur untuk bayi tersebut. Bahkan, dia sudah memikirkan lokasi penguburan. Yakni, sekitar kebun neneknya, tidak jauh dari kediamannya di Sungai Siring.

Sementara itu, MA mengaku, aborsi di kamar mandi rumahnya berjalan singkat. Yakni, setelah dia meminum obat penggugur janin. Obat itu dibeli Agung di sebuah guest house di Jalan Pramuka, Samarinda Utara.

Hubungan mereka berlangsung baru setahun terakhir. “Siapa yang mau begini, Pak. Saya mau kuliah dulu,” ungkapnya kepada penyidik. Namun, kasus lebih dulu terungkap. Angan-angan MA berkuliah tertunda hingga kelak masa hukumannya selesai.

Hingga kini, petugas baru menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, baju MA saat melahirkan dan kemeja yang dipakai Agung untuk menyelimuti tubuh bayi di ransel dalam perjalanan ke puskesmas.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna menjelaskan, ada beberapa pasal yang menjerat mereka. UU kesehatan tentang aborsi dengan ancaman hukuman 10 tahun, UU RI No 35/2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 77 b juncto  76 b diancam 6 tahun, dan Pasal 346 KUHP tentang aborsi minimal 7 tahun penjara. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 11:41

Jelang UN, Ombudsman Awasi Sekolah

SAMARINDA – Jelang pelaksanaan UN (ujian nasional) April mendatang, Ombudsman RI Perwakilan Kaltim…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:39

Buaya Muncul di Sungai Karang Mumus

SAMARINDA – Kurang dari sepekan, warga yang beraktivitas di Sungai Karang Mumus (SKM) gempar.…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:38

Awalnya Anti, Kini Cinta Mati

Semangat Bunga Jelitha Ibrani untuk terus menggaungkan semangat menjaga hutan dan isinya terus bergema.…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:37

Anggaran Bertambah, Utang Tetap Ada

SAMARINDA – Polres Samarinda mendapat tambahan anggaran pada 2018. Sebelumnya aparat berseragam…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:36

Bosan Dituduh Selingkuh

“Aduh, Pak. Sakit”. Demikian rintihan Diana Dewati sembari memegang tangan dan wajahnya…

Jumat, 16 Februari 2018 12:39

Masyarakat Tak Perlu Khawatir

SAMARINDA - Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Jumat, 16 Februari 2018 12:37

Fender Jembatan Mahakam yang Dihantam Ponton, Keputusan di Tangan Gubernur

SAMARINDA –Benturan yang mengakibatkan fender atau pelindung pilar Jembatan Mahakam miring sudah…

Jumat, 16 Februari 2018 12:35

Imlek 2569 Kebhinekaan di Nusantara

TAHUN Baru Imlek 2569 (lunar) bertepatan pada Jumat, 16 Februari 2018. Ini merupakan perayaan budaya…

Jumat, 16 Februari 2018 12:34

Cuti Kampanye, Mobil Dinas Ditinggal

SAMARINDA - Terhitung 15 Februari hingga 23 Juni 2018, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang resmi cuti…

Jumat, 16 Februari 2018 12:33

Agar Manusia Bisa Menjaga Alam

Ketika masalah perburuan hewan mendunia dan nyaris tak ada yang selesai kasusnya, saat itu pula, Bunga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .