MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 13 September 2017 09:54
Bayi Hasil Hubungan Gelap Itu Sempat Diserahkan ke Orangtua

Pelaku Terancam Belasan Tahun di Penjara

MENYESAL: Agung Purnomo hanya bisa menutup wajah kala dihadirkan dalam pemeriksaan oleh kepolisian.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Nasi telanjur menjadi bubur. Tangis penyesalan Agung Purnomo (21) takkan mengembalikan kehidupan bayi yang dia bunuh, Minggu (10/9). Bayi itu hasil hubungan terlarangnya dengan MA (17). Keduanya jadi tersangka setelah diringkus polisi, Senin (11/9) petang.

"Saya benar-benar menyesal," tutur Agung saat ditemui Kaltim Post kemarin. Dalam keterangan ke kepolisian, tindak keji Agung bermula setelah bayi tersebut dipaksa lahir pada Minggu petang. Pengguguran janin merupakan ide sepasang kekasih itu. Sedangkan skenario pembuangan disusun sendiri oleh Agung.

Masih hidup, bayi seberat 900 gram itu dimasukkan ke plastik. Digantung di setang motor, Agung membawanya dari lokasi pengguguran. Yakni, kediaman MA, kawasan Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, ke tempat kerjanya di Bandara Temindung, Sungai Pinang. Di sana, dia bersandiwara sebagai penemu bayi. Plastik berisi bayi belum berpindah dari tempatnya.

Di hadapan warga sekitar, Agung berlagak. Dia bermaksud menyelamatkan bayi tersebut dengan membawanya ke kediamannya di Sungai Siring, Samarinda Utara. Dari bandara ke utara kota, plastik tetap digantung di setang motor.

Setiba di sana, bayi masih hidup. Hanya, ibunya yang diserahi bayi menolak. “Ibu tidak mau karena melihat bayi itu beratnya tidak normal. Disarankan dibawa ke puskesmas di Sungai Siring,” ujar Agung. Nah, dalam perjalanan ke puskesmas, Agung membalut bayi menggunakan dua lembar baju, dimasukkan ke dalam baju.

Dalam perjalanan ke rumah, Agung mengaku sudah berniat membuat liang kubur untuk bayi tersebut. Bahkan, dia sudah memikirkan lokasi penguburan. Yakni, sekitar kebun neneknya, tidak jauh dari kediamannya di Sungai Siring.

Sementara itu, MA mengaku, aborsi di kamar mandi rumahnya berjalan singkat. Yakni, setelah dia meminum obat penggugur janin. Obat itu dibeli Agung di sebuah guest house di Jalan Pramuka, Samarinda Utara.

Hubungan mereka berlangsung baru setahun terakhir. “Siapa yang mau begini, Pak. Saya mau kuliah dulu,” ungkapnya kepada penyidik. Namun, kasus lebih dulu terungkap. Angan-angan MA berkuliah tertunda hingga kelak masa hukumannya selesai.

Hingga kini, petugas baru menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, baju MA saat melahirkan dan kemeja yang dipakai Agung untuk menyelimuti tubuh bayi di ransel dalam perjalanan ke puskesmas.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna menjelaskan, ada beberapa pasal yang menjerat mereka. UU kesehatan tentang aborsi dengan ancaman hukuman 10 tahun, UU RI No 35/2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 77 b juncto  76 b diancam 6 tahun, dan Pasal 346 KUHP tentang aborsi minimal 7 tahun penjara. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:24

Rawat Pelanggan dan Terus Belajar

MEMULAI wirausaha mungkin pilihan tepat bagi perempuan 34 tahun ini. Dengan tujuan agar mandiri, Reti…

Jumat, 17 November 2017 09:42

Burung Bernilai Ratusan Juta Gagal Berlayar

SAMARINDA – Suara cuit merdu terdengar ramai. Di balik terpal biru di atas kapal, 426 burung dari…

Jumat, 17 November 2017 09:40

Fauna Endemik Terus Dieksploitasi

KURUN enam bulan terakhir, baik tumbuhan maupun binatang endemik Kalimantan tampaknya menjadi sasaran…

Jumat, 17 November 2017 09:39

Terancam Dicopot, Lurah Bingung Kesalahannya

SAMARINDA – Posisi Lurah Gunung Lingai Saripudin terancam. Pejabat aparatur sipil negara (ASN)…

Jumat, 17 November 2017 09:37

Risiko Penyelundupan Barang Terlarang Tinggi

SAMARINDA- Apapun kondisi cuacanya, terik, mendung, atau hujan, kamar-kamar ini selalu diselimuti hawa…

Jumat, 17 November 2017 09:34

Ikhlas Jadi Kunci Sukses

TIDAK hanya berparas menarik, Rizki Amelia punya segudang prestasi. Mulai di dunia modeling, baca puisi,…

Jumat, 17 November 2017 09:26

Jangan Sampai Ada Bangunan Baru

SAMARINDA – Akhirnya, 13 bangunan di Jalan Perniagaan, tepatnya di samping Jembatan Perniagaan,…

Jumat, 17 November 2017 09:25

Material Rusak, Warga Emosi

SAMARINDA – Akhirnya pembongkaran lima rumah warga di sekitar Waduk Benanga, Kelurahan Lempake,…

Jumat, 17 November 2017 09:20

Bagian Penting Dikerjakan Pekan Depan

SAMARINDA – Setelah tertunda, akhirnya proyek penguatan tanggul Waduk Benanga, Kelurahan Lempake,…

Jumat, 17 November 2017 09:20

Tahun Depan, DAK Jatahnya SMP

SAMARINDA – Karena defisit mendera, saat ini, pemasukan untuk operasional sekolah negeri hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .