MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 13 September 2017 09:54
Bayi Hasil Hubungan Gelap Itu Sempat Diserahkan ke Orangtua

Pelaku Terancam Belasan Tahun di Penjara

MENYESAL: Agung Purnomo hanya bisa menutup wajah kala dihadirkan dalam pemeriksaan oleh kepolisian.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Nasi telanjur menjadi bubur. Tangis penyesalan Agung Purnomo (21) takkan mengembalikan kehidupan bayi yang dia bunuh, Minggu (10/9). Bayi itu hasil hubungan terlarangnya dengan MA (17). Keduanya jadi tersangka setelah diringkus polisi, Senin (11/9) petang.

"Saya benar-benar menyesal," tutur Agung saat ditemui Kaltim Post kemarin. Dalam keterangan ke kepolisian, tindak keji Agung bermula setelah bayi tersebut dipaksa lahir pada Minggu petang. Pengguguran janin merupakan ide sepasang kekasih itu. Sedangkan skenario pembuangan disusun sendiri oleh Agung.

Masih hidup, bayi seberat 900 gram itu dimasukkan ke plastik. Digantung di setang motor, Agung membawanya dari lokasi pengguguran. Yakni, kediaman MA, kawasan Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, ke tempat kerjanya di Bandara Temindung, Sungai Pinang. Di sana, dia bersandiwara sebagai penemu bayi. Plastik berisi bayi belum berpindah dari tempatnya.

Di hadapan warga sekitar, Agung berlagak. Dia bermaksud menyelamatkan bayi tersebut dengan membawanya ke kediamannya di Sungai Siring, Samarinda Utara. Dari bandara ke utara kota, plastik tetap digantung di setang motor.

Setiba di sana, bayi masih hidup. Hanya, ibunya yang diserahi bayi menolak. “Ibu tidak mau karena melihat bayi itu beratnya tidak normal. Disarankan dibawa ke puskesmas di Sungai Siring,” ujar Agung. Nah, dalam perjalanan ke puskesmas, Agung membalut bayi menggunakan dua lembar baju, dimasukkan ke dalam baju.

Dalam perjalanan ke rumah, Agung mengaku sudah berniat membuat liang kubur untuk bayi tersebut. Bahkan, dia sudah memikirkan lokasi penguburan. Yakni, sekitar kebun neneknya, tidak jauh dari kediamannya di Sungai Siring.

Sementara itu, MA mengaku, aborsi di kamar mandi rumahnya berjalan singkat. Yakni, setelah dia meminum obat penggugur janin. Obat itu dibeli Agung di sebuah guest house di Jalan Pramuka, Samarinda Utara.

Hubungan mereka berlangsung baru setahun terakhir. “Siapa yang mau begini, Pak. Saya mau kuliah dulu,” ungkapnya kepada penyidik. Namun, kasus lebih dulu terungkap. Angan-angan MA berkuliah tertunda hingga kelak masa hukumannya selesai.

Hingga kini, petugas baru menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, baju MA saat melahirkan dan kemeja yang dipakai Agung untuk menyelimuti tubuh bayi di ransel dalam perjalanan ke puskesmas.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna menjelaskan, ada beberapa pasal yang menjerat mereka. UU kesehatan tentang aborsi dengan ancaman hukuman 10 tahun, UU RI No 35/2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 77 b juncto  76 b diancam 6 tahun, dan Pasal 346 KUHP tentang aborsi minimal 7 tahun penjara. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:37

Mengambil Hikmah dari Momen Lebaran

Momen Idulfitri di Indonesia, tidak hanya milik umat Islam. Nyatanya, seluruh penduduk di Tanah Air…

Rabu, 20 Juni 2018 09:53
Debat Terakhir 22 Juni

Seru..!! Ini Dia Tema Debat Pamungkas Pilgub Kaltim

SAMARINDA  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim memastikan, pelaksanaan tahapan debat pamungkas…

Selasa, 19 Juni 2018 12:45
Kalau Rusmadi Gubernurnya

Tahun Pertama, 100 Ribu Lowongan Kerja

SAMARINDA: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada Agustus 2017 mencapai 6,91 persen…

Selasa, 19 Juni 2018 10:27

Driver Ojol Meninggal di Pasar

SAMARINDA – Suasana malam di Pasar Kemuning, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, tiba-tiba…

Selasa, 19 Juni 2018 10:24

Hindari Kemacetan, Jangan Lewat Mahakam

SAMARINDA–Kepadatan lalu lintas di Samarinda hanya bersifat kondisional. Bila dua hari lalu kemacetan…

Senin, 18 Juni 2018 10:53

Air Mancur Masjid Agung Hiasi Malam Lebaran

TANA PASER – Malam Lebaran 1439 Hijriah di ibu kota Tanah Grogot, dihiasi hiburan baru di sekitar…

Senin, 18 Juni 2018 10:28

PKL Makin Ramai di Mahkota II

SAMARINDA - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sisi Jembatan Mahkota II semakin menjamur. Tidak…

Senin, 18 Juni 2018 10:27

Kota Tepian Bakal Miliki Religi Center

SAMARINDA - Pemkot Samarinda telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare di Kecamatan Sungai Kunjang untuk…

Senin, 18 Juni 2018 10:26

WASPADA..!! Lalu Lintas Padat Menjelang Siang

SAMARINDA - Jembatan Mahakam masih menjadi akses vital bagi pengendara, baik roda dua maupun empat.…

Senin, 18 Juni 2018 10:25

LOH KOK..!! Harga Ayam Tinggi, Dinas Peternakan Senang

SAMARINDA - Memasuki H+3 Lebaran, harga ayam masih terbilang tinggi. Di Pasar Segiri, Samarinda, harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .