MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 13 September 2017 09:53
Beginilah Buah Pahit Paparan Pornografi
-ilustrasi

PROKAL.CO, KASUS pembuangan bayi oleh Agung Purnomo menjadi perhatian. Pasalnya, bukan sekali ini kasus itu terjadi di Samarinda.

Menilik dari motif, orangtua tega mencampakkan buah hatinya karena belum siap mental mengasuh anak. Apalagi ternyata lahir tidak dari hubungan resmi.

Menukil data Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak (DKSA), 45 persen anak berkonflik dengan hukum (ABH) karena kasus pelecehan seksual. Dari angka tersebut, sebagian besar korban dan pelaku berstatus sepasang kekasih.

Sementara itu, pornoaksi disebabkan banyak faktor. Salah satunya paparan konten pornografi sejak dini. Fakta itu terbukti pula dari hasil penelitian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Samarinda. Hampir 90 remaja di jenjang SMP dan SMA di Samarinda terpapar konten dewasa.  “Bahkan sudah terpapar sejak SD,” jelas Ketua Harian KPAI Samarinda Adji Suwignya.

Diawali rasa penasaran, korban pornografi menjadi kecanduan. Dalam tahap lanjut, kegiatan mengonsumsi pornografi bahkan dilakukan dengan sekelompok teman. Dampak lainnya, remaja mencari eksistensi dari pornografi. Misalnya, menyebarkan foto tak senonoh pribadi ke orang terdekat dan media sosial.

Ketika situasi tersebut tak semakin terkontrol, tindakan asusila terlihat tidak lagi tabu. Aktivitas seksual terjadi meski belum berstatus suami-istri. "Ada yang melakukan kegiatan seksual di rumah teman. Rumah kosong dan sebagainya. Inilah mengapa pengawasan orangtua itu sangat penting," imbuhnya.

Dampak negatif pornografi semakin parah ketika aktivitas seksual berujung kehamilan. Dalam kondisi belum memungkinkan untuk menikah, kemudian memilih opsi tak sepantasnya. Salah satunya menggugurkan dan membuang bayi seperti yang dilakukan Agung Purnomo dan MA. (*/nyc/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 10:21

BAHAYA..!! Datang dari Kalsel, PCC Mulai Teror Samarinda

SAMARINDA – Kehebohan peredaran obat bernama paracetamol cafein carisoprodol (PCC) merembet ke…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sektor Potensial PAD Perlu Perhatian

SAMARINDA – Penurunan realisasi APBD Perubahan 2017 senilai Rp 35 miliar dipengaruhi oleh beberapa…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Serapan APBD Murni Tersumbat

SAMARINDA – Tersisa empat bulan tahun anggaran 2017, serapan APBD murni tak menggembirakan. Per…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Kesadaran Masyarakat Rendah

SAMARINDA – Menukil data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, setiap hari, masyarakat Samarinda…

Jumat, 22 September 2017 08:46

Aturan Baru Masih Digodok

SAMARINDA­ – Payung hukum transportasi berbasis aplikasi kembali menuai polemik. Perkaranya,…

Jumat, 22 September 2017 08:35

DAMRI Kaget Disebut Tidak Siap

KEPUTUSAN Angkasa Pura (AP) I yang melarang angkutan online beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 09:15

Narkoba Gerogoti Dunia Pelajar

SAMARINDA – Peredaran narkoba tak pandang siapa korbannya. Masyarakat umum hingga pelajar pun…

Kamis, 21 September 2017 09:14

Musnahkan agar Tak Disalahgunakan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum tak luput dari paparan aksi penyalahgunaan narkoba. Terbukti,…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Rehabilitasi Perlu Waktu

PENYALAHGUNAAN narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori.…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Kasus Pengeroyokan Mulai Disidangkan

SAMARINDA – Perkara pemukulan dengan pelaku Faisal Riezda Rousdy (44) dan Muhammad Ulfiansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .