MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 13 September 2017 09:52
Pernah Aborsi Bikin Susah Hamil

PROKAL.CO, AKTIVITAS seksual tanpa persiapan bisa berakhir getir. Baik dari sisi sosial maupun kesehatan. Remaja pelaku aktivitas seksual terlalu dini hingga mengalami kehamilan, memiliki banyak risiko.

Spesialis obgyn dokter Fernando TT Sitorus mengungkapkan, meskipun menstruasi menandakan tubuh bisa mulai bereproduksi, namun belum tentu siap. Sebab, organ reproduksi masih berkembang. "Usia 20 tahun adalah masa minimal seorang perempuan untuk hamil," ucapnya.

Lebih dini dari itu, bisa berdampak pada kondisi kesehatan. Mulai gangguan janin, kelahiran prematur, hingga kematian, janin maupun ibu. Maka dari itu, Fernando menegaskan, kehamilan harus disiapkan.

Fenomena remaja menggugurkan kehamilan juga disebabkan banyak faktor eksternal. Di antaranya, maraknya aktivitas menjajakan obat penggugur janin. Padahal, dari sisi medis, aktivitas pengguguran berdampak panjang. Para pelakunya terancam tidak bisa hamil karena kondisi kandungan yang rusak karena memaksakan lahir sebelum waktunya.

Namun, sebagian ada yang tidak menggugurkan. Mereka memilih menikah. Sepanjang 2016, ada 60 pengajuan dispensasi kawin di Samarinda. Dispensasi adalah keterangan untuk pasangan yang menikah di bawah ketentuan usia pernikahan minimal yang ditentukan negara. Yakni, perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun. Jumlah itu bisa lebih besar, lantaran banyak pula pernikahan berlangsung tanpa mengindahkan regulasi.

Kemudian, pernikahan dini berisiko karena pasangan tidak siap mental. Apalagi, pernikahan karena sesuatu yang dipaksakan. Ujungnya, perceraian terjadi meski usia pernikahan tergolong belia.

Ungkap psikolog klinis Ayunda Ramadhani, pernikahan membutuhkan komitmen dan tanggung jawab. "Mereka yang menikah harus bertanggung jawab. Namun, yang menikah di bawah umur banyak yang belum siap, karena belum bisa berpikir panjang," jelasnya. (*/nyc/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 10:21

BAHAYA..!! Datang dari Kalsel, PCC Mulai Teror Samarinda

SAMARINDA – Kehebohan peredaran obat bernama paracetamol cafein carisoprodol (PCC) merembet ke…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sektor Potensial PAD Perlu Perhatian

SAMARINDA – Penurunan realisasi APBD Perubahan 2017 senilai Rp 35 miliar dipengaruhi oleh beberapa…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Serapan APBD Murni Tersumbat

SAMARINDA – Tersisa empat bulan tahun anggaran 2017, serapan APBD murni tak menggembirakan. Per…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Kesadaran Masyarakat Rendah

SAMARINDA – Menukil data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, setiap hari, masyarakat Samarinda…

Jumat, 22 September 2017 08:46

Aturan Baru Masih Digodok

SAMARINDA­ – Payung hukum transportasi berbasis aplikasi kembali menuai polemik. Perkaranya,…

Jumat, 22 September 2017 08:35

DAMRI Kaget Disebut Tidak Siap

KEPUTUSAN Angkasa Pura (AP) I yang melarang angkutan online beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 09:15

Narkoba Gerogoti Dunia Pelajar

SAMARINDA – Peredaran narkoba tak pandang siapa korbannya. Masyarakat umum hingga pelajar pun…

Kamis, 21 September 2017 09:14

Musnahkan agar Tak Disalahgunakan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum tak luput dari paparan aksi penyalahgunaan narkoba. Terbukti,…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Rehabilitasi Perlu Waktu

PENYALAHGUNAAN narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori.…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Kasus Pengeroyokan Mulai Disidangkan

SAMARINDA – Perkara pemukulan dengan pelaku Faisal Riezda Rousdy (44) dan Muhammad Ulfiansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .