MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Rabu, 13 September 2017 09:25
MENJAGA HARAPAN
LENGANG: Suasana Stadion Segiri saat Borneo FC menjamu Bali United, Senin (11/9) malam. Panpel mencatat, penonton yang hadir dalam laga tersebut berjumlah 7.625 orang.

PROKAL.CO, Stadion Segiri kembali bergemuruh. Begitu keinginan Nabil Husein lewat Borneo FC yang didirikannya pada 2014. Cinta Nabil pulalah yang membuat tim berjuluk Pesut Etam tersebut masih bertahan. 

----------------------

 

MENGELOLA klub sepak bola bukan perkara mudah. Perlu pengorbanan, baik tenaga maupun materi yang tak sedikit. Hal tersebut dialami Borneo FC. Dalam sebulan, tak kurang Rp 1,5 miliar digelontorkan manajemen klub untuk operasional tim di Liga 1. Selain dari sponsor, pemasukan berupa tiket pertandingan jadi harapan. Hanya, untuk poin terakhir, pengurus klub layak senyum kecut.

Boro-boro untung, laga home kerap lepas dari target alias nombok. Sebab, setiap laga kandang, Borneo FC harus menyediakan Rp 80 juta untuk keperluan sewa stadion plus keamanan.

Keamanan yang melibatkan TNI/Polri tersebut menelan biaya paling besar, yakni Rp 30 juta. Sisanya, digunakan untuk pencetakan tiket, honor tim kesehatan, serta panitia pelaksanaan pertandingan (panpel) yang bertugas. Jumlah penjualan tiket jarang menutup. Walhasil, pembiayaan sepenuhnya bergantung kantong pribadi sang presiden.

Ketua Panpel Borneo FC Herry Hasan menerangkan, tiket yang didapat dari satu laga kandang tak menentu. Maksimal di angka Rp 90 juta. Kadang kala terkumpul Rp 50 juta. Itu juga masih kotor, belum dipotong biaya lain. Untuk kategori ekonomi, panpel membanderol Rp 45 ribu. Sementara VIP Rp 75 ribu.

“Dari semua laga kandang, penonton tidak pernah tembus 9 ribu. Bahkan, selalu berkurang dari pertandingan ke pertandingan,” bebernya. Menurunnya minat Pusamania, julukan suporter Borneo FC, datang ke stadion, ditegaskan, bukan karena pertandingan disiarkan. Pasalnya, pada putaran pertama Liga 1, Pesut Etam hanya tiga kali mendapat jatah live. Sementara di putaran kedua baru sekali.

“Memang, kondisi tim yang jarang menang membuat minat penonton tergerus. Karena mereka merasa rugi nonton pertandingan. Lah, hasil jelek terus-terusan pasti bikin malas ke stadion,” ungkapnya. Hasil mengecewakan pun kembali diperlihatkan pada laga terakhir menjamu Bali United. “Saya enggak ngerti kenapa Lerby (Eliandry) diganti. Bukan hanya penonton, saya juga kecewa,” sambungnya.

Kendati demikian, Herry optimistis akan berbeda saat menjamu Persib Bandung (16/9) dan Arema FC, 10 November. Dijelaskan Herry, tahun lalu, saat Pesut Etam bentrok dengan Persib, penonton mencapai 12 ribu. Sementara saat menjamu Arema, Stadion Segiri nyaris penuh.

“Kapasitas Stadion Segiri memang hanya 15 ribu. Tetapi, bila duduk berdempetan, muat 20 ribu penonton. Lawan Arema FC tahun lalu, omzet dari tiket mencapai Rp 1 miliar lebih,” imbuhya. Pendukung Singo Edan memang terbilang paling tinggi. Dibeberkan Herry, pendukung Arema rela menggunakan seragam oranye untuk bisa nonton di tribune ekonomi.

“Iya, mereka berbaur dengan Pusamania di ekonomi karena VIP pasti penuh. Tapi, ya, kalau Arema bikin gol, mereka tidak bisa ikut teriak,” sambungnya. Sebenarnya, bila Borneo FC selalu menang di laga home, diyakini bakal membawa atmosfer kebanggaan dari Pusamania sehingga atensi penonton terus naik.

“Kalau sapu bersih di kandang, sudah pasti posisi tiga atau empat digenggam. Tapi, namanya sepak bola, sudah tiga kali ganti pelatih, hasil masih belum optimal,” tuturnya. Herry pun berharap, para penggawa Pesut Etam tidak terlarut dalam isu tidak jelas yang bertebaran agar dapat fokus untuk menatap laga tersisa.

“Ya, seperti isu klub mau dijual, jangan sampai jadi pikiran pemain. Hasilnya sudah pasti tidak semangat dalam bertanding. Saya berani pastikan Nabil tidak akan jual klub ini (Borneo FC). Jadi, pemain bisa bermain dengan hati dan semangat juang yang tinggi sehingga penonton ada semangat kembali ke stadion,” tuntasnya.

Harus diakui, hasil penjualan tiket pertandingan pengaruhnya sangat besar untuk tim. Biaya operasional yang tinggi bisa tertutupi oleh pemasukan biaya tiket. Dengan catatan, laku minimal 80 persen. Tiap manajemen klub akhirnya menyusun strategi agar animo masyarakat terus tinggi.

Biaya operasional pertandingan Borneo FC tidak menentu jumlahnya,berkisar 100-120 juta per laga. Nominal itu tidak pasti karena tergantung potensi pertandingan. "Untuk biaya, sebenarnya fluktuatif. Menyesuaikan dengan tingkat pertandingan. Apakah penuh risiko atau tidak," ujar Reza Katamsi, vice Chief Marketing Officer Borneo FC.

 

Bila pertandingan tinggi akan risiko, jumlah anggota pengamanan bertambah. Biaya operasional akhirnya meningkat. Biasanya, kejadian seperti itu terjadi bila bertemu lawan yang memiliki basis suporter jamak dan tersebar di Kaltim.

 

Dijelaskan Reza, penjualan tiket belum mengalami keuntungan. , untuk break event point dari pendapatan dan pengeluaran saja belum sepadan alias rugi. "Musim sebelumnya, minat penonton ke stadion cukup tinggi. Semoga saja di sisa pertandingan kandang berikutnya bisa memenuhi," tutur Reza.

 

Menilik sebab lemahnya animo penonton dirumuskan Reza karena beberapa faktor. Salah satunya waktu pertandingan Pesut Etam yang lebih sering main sore. Selain itu, jadwal bertanding Lerby Eliandry dkk kerap di hari kerja.

 

Namun, agenda yang ditetapkan operator liga bukan wewenang klub. Hanya, Reza berharap di musim depan, PT Liga Indonesia Baru selaku pemangku kebijakan bisa mempertimbangkan jadwal. Pasalnya, hasil penjualan tiket merupakan salah satu pendapatan klub jika ingin bertahan.

 

Upaya manajemen mendongkrak animo penonton telah dilakukan banyak cara. Salah satunya memberikan door prize di setiap pertandingan. Penonton yang hadir diwajibkan menyimpan potongan tiket yang tertera nomor undian. Saat jeda laga, pihak panitia pertandingan langsung melakukan pembagian hadiah setelah diundi.

 

"Ya, itu bagian dari strategi manajemen untuk menarik minat menonton ke stadion, bersinergi dengan sponsor-sponsor yang bekerja sama dengan kami. Jadi, penonton dapat hadiah dan sponsor mendapat branding produknya dalam event door prize," jelasnya.

 

Strategi yang diusung manajemen itu, disebutkan Reza, berjalan lancar. Namun, sukses atau tidaknya belum bisa ditarik kesimpulan. Sebab, manajemen masih mengumpulkan data kehadiran penonton di tiap pertandingan.

 

Sederhana harapan Reza, di sisa pertandingan kandang Borneo FC, Stadion Segiri bisa disesaki lautan manusia dengan kostum oranye. Membakar semangat pemain yang bertanding di lapangan lewat sumbangsih kehadiran langsung. "Kami masih menyisakan laga big match menjamu Persib Bandung dan Arema FC. Semoga stadion bisa penuh," pungkasnya. (*/asp/abi/er/k11)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 09:53

SOROTAN PERTAHANAN

TENGGARONG - Rekor dua kekalahan beruntun mengiringi langkah Mitra Kukar menjamu Arema FC di Stadion…

Rabu, 20 September 2017 09:48

Berharap Kado Istimewa

PERJUANGAN Mitra Kukar bangkit dari keterpurukan atas rentetan dua kekalahan berturut-turut dipastikan…

Rabu, 20 September 2017 09:48

Gregoria Masih Labil

TOKYO - Euforia dua gelar dari Korea Open Superseries pekan lalu sudah harus diakhiri. Sebab, Japan…

Rabu, 20 September 2017 09:46

Bisa Balapan Minggu Ini

MISANO - Ada kemungkinan Valentino Rossi kembali membalap lebih cepat. Tak tanggung-tanggung, pebalap…

Rabu, 20 September 2017 09:42

Mission Impossible

BEKASI – Bhayangkara FC menjadi sandungan bagi Borneo FC pada pekan ke-24. Keharusan menjalani…

Rabu, 20 September 2017 09:40

Borneo FC Putuskan di Bontang

BEKASI – Usai menantang Bhayangkara FC pada Rabu (20/9) sore ini, Borneo FC bakal langsung kembali…

Rabu, 20 September 2017 09:37

Saat yang Tepat Lolos ke Final

BANGKOK - Tim nasional (Timnas) Indonesia U-16 masih menyisakan dua laga lagi dalam babak penyisihan…

Rabu, 20 September 2017 09:37

Pacheco Tentukan Kemenangan Persija

BEKASI - Persija Jakarta berhasil menjaga jarak poin untuk tetap bersaing di papan atas klasemen Liga…

Rabu, 20 September 2017 09:32

Si Pitbull Ingin Jadi Kapten

SOSOK Dani Carvajal bukan nama besar kalau dibandingkan Marcelo maupun sang kapten, Real Sergio Ramos…

Rabu, 20 September 2017 09:32

Berebut demi Rp 15,8 Miliar

PARIS - Salah satu penyebab perseteruan Edinson Cavani dan Neymar Jr saat Paris Saint-Germain (PSG)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .