MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Rabu, 13 September 2017 09:25
MENJAGA HARAPAN
LENGANG: Suasana Stadion Segiri saat Borneo FC menjamu Bali United, Senin (11/9) malam. Panpel mencatat, penonton yang hadir dalam laga tersebut berjumlah 7.625 orang.

PROKAL.CO, Stadion Segiri kembali bergemuruh. Begitu keinginan Nabil Husein lewat Borneo FC yang didirikannya pada 2014. Cinta Nabil pulalah yang membuat tim berjuluk Pesut Etam tersebut masih bertahan. 

----------------------

 

MENGELOLA klub sepak bola bukan perkara mudah. Perlu pengorbanan, baik tenaga maupun materi yang tak sedikit. Hal tersebut dialami Borneo FC. Dalam sebulan, tak kurang Rp 1,5 miliar digelontorkan manajemen klub untuk operasional tim di Liga 1. Selain dari sponsor, pemasukan berupa tiket pertandingan jadi harapan. Hanya, untuk poin terakhir, pengurus klub layak senyum kecut.

Boro-boro untung, laga home kerap lepas dari target alias nombok. Sebab, setiap laga kandang, Borneo FC harus menyediakan Rp 80 juta untuk keperluan sewa stadion plus keamanan.

Keamanan yang melibatkan TNI/Polri tersebut menelan biaya paling besar, yakni Rp 30 juta. Sisanya, digunakan untuk pencetakan tiket, honor tim kesehatan, serta panitia pelaksanaan pertandingan (panpel) yang bertugas. Jumlah penjualan tiket jarang menutup. Walhasil, pembiayaan sepenuhnya bergantung kantong pribadi sang presiden.

Ketua Panpel Borneo FC Herry Hasan menerangkan, tiket yang didapat dari satu laga kandang tak menentu. Maksimal di angka Rp 90 juta. Kadang kala terkumpul Rp 50 juta. Itu juga masih kotor, belum dipotong biaya lain. Untuk kategori ekonomi, panpel membanderol Rp 45 ribu. Sementara VIP Rp 75 ribu.

“Dari semua laga kandang, penonton tidak pernah tembus 9 ribu. Bahkan, selalu berkurang dari pertandingan ke pertandingan,” bebernya. Menurunnya minat Pusamania, julukan suporter Borneo FC, datang ke stadion, ditegaskan, bukan karena pertandingan disiarkan. Pasalnya, pada putaran pertama Liga 1, Pesut Etam hanya tiga kali mendapat jatah live. Sementara di putaran kedua baru sekali.

“Memang, kondisi tim yang jarang menang membuat minat penonton tergerus. Karena mereka merasa rugi nonton pertandingan. Lah, hasil jelek terus-terusan pasti bikin malas ke stadion,” ungkapnya. Hasil mengecewakan pun kembali diperlihatkan pada laga terakhir menjamu Bali United. “Saya enggak ngerti kenapa Lerby (Eliandry) diganti. Bukan hanya penonton, saya juga kecewa,” sambungnya.

Kendati demikian, Herry optimistis akan berbeda saat menjamu Persib Bandung (16/9) dan Arema FC, 10 November. Dijelaskan Herry, tahun lalu, saat Pesut Etam bentrok dengan Persib, penonton mencapai 12 ribu. Sementara saat menjamu Arema, Stadion Segiri nyaris penuh.

“Kapasitas Stadion Segiri memang hanya 15 ribu. Tetapi, bila duduk berdempetan, muat 20 ribu penonton. Lawan Arema FC tahun lalu, omzet dari tiket mencapai Rp 1 miliar lebih,” imbuhya. Pendukung Singo Edan memang terbilang paling tinggi. Dibeberkan Herry, pendukung Arema rela menggunakan seragam oranye untuk bisa nonton di tribune ekonomi.

“Iya, mereka berbaur dengan Pusamania di ekonomi karena VIP pasti penuh. Tapi, ya, kalau Arema bikin gol, mereka tidak bisa ikut teriak,” sambungnya. Sebenarnya, bila Borneo FC selalu menang di laga home, diyakini bakal membawa atmosfer kebanggaan dari Pusamania sehingga atensi penonton terus naik.

“Kalau sapu bersih di kandang, sudah pasti posisi tiga atau empat digenggam. Tapi, namanya sepak bola, sudah tiga kali ganti pelatih, hasil masih belum optimal,” tuturnya. Herry pun berharap, para penggawa Pesut Etam tidak terlarut dalam isu tidak jelas yang bertebaran agar dapat fokus untuk menatap laga tersisa.

“Ya, seperti isu klub mau dijual, jangan sampai jadi pikiran pemain. Hasilnya sudah pasti tidak semangat dalam bertanding. Saya berani pastikan Nabil tidak akan jual klub ini (Borneo FC). Jadi, pemain bisa bermain dengan hati dan semangat juang yang tinggi sehingga penonton ada semangat kembali ke stadion,” tuntasnya.

Harus diakui, hasil penjualan tiket pertandingan pengaruhnya sangat besar untuk tim. Biaya operasional yang tinggi bisa tertutupi oleh pemasukan biaya tiket. Dengan catatan, laku minimal 80 persen. Tiap manajemen klub akhirnya menyusun strategi agar animo masyarakat terus tinggi.

Biaya operasional pertandingan Borneo FC tidak menentu jumlahnya,berkisar 100-120 juta per laga. Nominal itu tidak pasti karena tergantung potensi pertandingan. "Untuk biaya, sebenarnya fluktuatif. Menyesuaikan dengan tingkat pertandingan. Apakah penuh risiko atau tidak," ujar Reza Katamsi, vice Chief Marketing Officer Borneo FC.

 

Bila pertandingan tinggi akan risiko, jumlah anggota pengamanan bertambah. Biaya operasional akhirnya meningkat. Biasanya, kejadian seperti itu terjadi bila bertemu lawan yang memiliki basis suporter jamak dan tersebar di Kaltim.

 

Dijelaskan Reza, penjualan tiket belum mengalami keuntungan. , untuk break event point dari pendapatan dan pengeluaran saja belum sepadan alias rugi. "Musim sebelumnya, minat penonton ke stadion cukup tinggi. Semoga saja di sisa pertandingan kandang berikutnya bisa memenuhi," tutur Reza.

 

Menilik sebab lemahnya animo penonton dirumuskan Reza karena beberapa faktor. Salah satunya waktu pertandingan Pesut Etam yang lebih sering main sore. Selain itu, jadwal bertanding Lerby Eliandry dkk kerap di hari kerja.

 

Namun, agenda yang ditetapkan operator liga bukan wewenang klub. Hanya, Reza berharap di musim depan, PT Liga Indonesia Baru selaku pemangku kebijakan bisa mempertimbangkan jadwal. Pasalnya, hasil penjualan tiket merupakan salah satu pendapatan klub jika ingin bertahan.

 

Upaya manajemen mendongkrak animo penonton telah dilakukan banyak cara. Salah satunya memberikan door prize di setiap pertandingan. Penonton yang hadir diwajibkan menyimpan potongan tiket yang tertera nomor undian. Saat jeda laga, pihak panitia pertandingan langsung melakukan pembagian hadiah setelah diundi.

 

"Ya, itu bagian dari strategi manajemen untuk menarik minat menonton ke stadion, bersinergi dengan sponsor-sponsor yang bekerja sama dengan kami. Jadi, penonton dapat hadiah dan sponsor mendapat branding produknya dalam event door prize," jelasnya.

 

Strategi yang diusung manajemen itu, disebutkan Reza, berjalan lancar. Namun, sukses atau tidaknya belum bisa ditarik kesimpulan. Sebab, manajemen masih mengumpulkan data kehadiran penonton di tiap pertandingan.

 

Sederhana harapan Reza, di sisa pertandingan kandang Borneo FC, Stadion Segiri bisa disesaki lautan manusia dengan kostum oranye. Membakar semangat pemain yang bertanding di lapangan lewat sumbangsih kehadiran langsung. "Kami masih menyisakan laga big match menjamu Persib Bandung dan Arema FC. Semoga stadion bisa penuh," pungkasnya. (*/asp/abi/er/k11)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 18:54

Butuh 30 Menit, Marcus/Kevin Tembus Semifinal Hongkong Open

Hanya butuh waktu sekitar setengah jam, ganda putra nomor satu dunia yang juga unggulan pertama di Hong…

Jumat, 24 November 2017 10:22

Taekwondo Kukar Lampaui Target

TENGGARONG – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan atlet taekwondo Kukar yang mengikuti event…

Jumat, 24 November 2017 10:20

ASET JANGAN MELESET

SAMARINDA – Kompetisi paling bergengsi Tanah Air belum lama berakhir. Liga 1 menempatkan Bhayangkara…

Jumat, 24 November 2017 10:17

Masih Andalkan Sektor Ganda

KOWLON – Sektor ganda kembali jadi tumpuan Indonesia dalam meraih prestasi di ajang Hong Kong…

Kamis, 23 November 2017 10:30

Mental Jadi Fokus Utama

BALIKPAPAN – Kendati mengaku terkendala minimnya anggaran, Ketua Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia…

Kamis, 23 November 2017 10:28

Momentum Cari Tambahan Skuad

JAKARTA - Livoli Divisi Utama segera bergulir kembali. Setelah sebelumnya ada informasi digelar di Banyuwangi,…

Kamis, 23 November 2017 10:21

CRISTIANOMALI

NICOSIA - Rekor baru dari seorang Cristiano Ronaldo sejatinya bukan hal aneh. Sudah terlalu sering.…

Kamis, 23 November 2017 10:20

Terancam Alexis dan Icardi

BURSA transfer terdekat baru dibuka Januari 2018. Namun, isu pemain baru Real Madrid sudah begitu panas…

Kamis, 23 November 2017 10:19

Comeback yang di Luar Harapan

NITYA Krishinda Maheswari akhirnya melakoni comeback di level superseries setelah menjalani operasi…

Kamis, 23 November 2017 10:17

Pelajaran Tiongkok Langsung Berguna

KOWLOON - Ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, memastikan tiket 16 Besar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .