MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 13 September 2017 08:50
Bandara APT Pranoto Rampung, Tapi Belum Tentu Siap Dioperasikan

Air dan Listrik Terjamin, Bandara APT Pranoto Belum Kantongi AEP

LANDASAN PACU BELUM BERES: Sisi udara Bandara APT Pranoto Samarinda dijepret Kaltim Post, kemarin (13/9). Landasan pacu belum menyambung karena terjadi longsor sepanjang 200 meter.(alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Keinginan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto segera beroperasi masih harus dipendam. Ini mengingat masih ada serangkaian tahapan yang mesti dilalui hingga laik beroperasi. Terutama, pemenuhan dan pengujian fasilitas terhadap standar keamanan dan keselamatan bandara yang terletak di Sungai Siring, Samarinda Utara, itu.

”Rampung (pekerjaan fisik) belum tentu sudah siap dioperasikan,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Temindung Samarinda Usdek Luthermand, Selasa (12/9) kepada Kaltim Post. Dia melanjutkan, pembangunan runway saja memerlukan waktu cukup lama. Agar landasan pacu semakin kokoh. Sebab, diketahui sebagian dari runway merupakan lahan gambut. Perlu perlakuan khusus. Dari laporan yang diterimanya, pengerjaan runway akan menggunakan fondasi cerucuk matras beton.

Metode ini berguna menstabilkan lahan gambut dengan cara menyedot air di dalam tanah. ”Bukan mengangkat lahan gambutnya. Setahu saya, ada tim ahli Institut Teknologi Bandung (ITB) dilibatkan,” kata dia. Usdek menyebut, perkiraan penyelesaian pembangunan runway paling cepat akhir tahun 2017. Bandara baru itu bisa dioperasikan pada tahun 2018. Namun, sebelum beroperasi ada hal yang perlu dilengkapi.

Usdek menuturkan, untuk menyiapkan dokumen airport emergency plan (AEP) alias rencana penanggulangan keadaan darurat bandara, paling lekas dalam enam bulan. Artinya, bila pembangunan sisi udara bandara yang dibiayai APBD Kaltim rampung akhir tahun, secepatnya Agustus 2018 dapat beroperasi. Penyusunan dokumen tersebut perlu koordinasi yang melibatkan banyak pihak. Dari level kementerian, pemerintah daerah (pemda), kepolisian, TNI, hingga masyarakat.

Itu bertujuan jika seandainya terjadi kecelakaan pesawat, tindak cepat seperti apa yang dilakukan. “Bagaimana komunikasinya, bagaimana mengamankan, dan siapa yang mesti ditelepon?” tuturnya. Dari sisi teknis, runway (landasan pacu) juga mesti diuji dengan dibebani pesawat yang rencananya akan lalu-lalang berjenis Boeing 737-900ER atau sejenisnya. Pesawat ini berbobot 79 ton. Dokumen AEP, disebutnya, bak surat tanda nomor kendaraan yang mesti dikantongi kendaraan bermotor di darat. 

Sarana pendukung bandara, lanjut dia, hampir seluruhnya siap. Dari hasil commissioning seluruh instalasi dipastikan aman dan beroperasi dengan baik. Seperti pasokan listrik. Nantinya setrum dipasok PLN dan mesin generator set (genset). "PLN akan mendistribusikan listrik sebesar 2,1 megawatt (MW). Kami juga memiliki genset dengan kapasitas yang sama," jelasnya. Soal pasokan air, Usdek, berujar pihaknya telah meneken nota kesepahaman dengan PDAM terkait penyediaan air bersih.

Ini dibenarkan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Samarinda Alimudin. Dia mengatakan, mereka telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang pengelolaan intake dan water treatment plant (WTP). Pria berkacamata itu melanjutkan, guna melayani Bandara APT Pranoto, diperlukan 250 liter per detik dengan target penumpang 1.500 orang per tahun. Sehingga setiap bulan, harus berproduksi air bersih sebanyak 625 meter kubik.

”Kebutuhan air bersih sangat luar biasa. Kami komitmen melayani Bandara APT Pranoto dan memanfaatkan instalasi yang ada dengan kapasitas 15 liter per detik. Kami akan menambah pasokan dari IPA Gunung Lingai dan IPA Pampang. Sebelum Oktober, PDAM sudah siap melayani air bersih di BSB,” katanya.

Diwartakan sebelumnya, gubernur berharap pemindahan Bandara Temindung ke Bandara APT Pranoto bisa dilakukan secepatnya. Menurutnya, hal ini telah dikomunikasikan kepada kepala UPBU Bandara Temindung. Awang Faroek meminta, sebelum dikelola Angkasa Pura (AP) II, UPBU Bandara Temindung bisa lebih dulu memanfaatkan Bandara APT Pranoto.

”Saya minta secepatnya. Bulan depan (Oktober). Jadi, bandara sudah digunakan sebelum diresmikan nanti,” ucapnya pekan lalu. Padahal, hingga saat ini alat berat di proyek Bandara APT Pranoto belum berhenti beraktivitas. Khususnya di sisi udara. Kontraktor pelaksana yang merupakan konsorsium PT Waskita Karya-PT Hutama Karya-PT Wijaya Karya masih fokus pada penanganan runway (landasan pacu) yang mengalami penurunan sepanjang 200 meter.

Sejak 13 Agustus lalu, pemancangan dilakukan. Untuk menangani runway yang longsor, kontraktor mendatangkan material sebanyak 5.465 tiang pancang. Pengerjaannya terus dilakukan dengan berbagai cara. Akan tetapi, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong, keinginan gubernur belum bisa terwujud. Pasalnya, penyelesaian runway memakan waktu. Belum lagi masih terdapat kendala. Ada longsor di beberapa titik.

”Belum bisa pindah karena masih ada pengerjaan. Masih ada yang longsor. Masalah kami tinggal yang longsoran itu saja,” katanya. Menurutnya, target penyelesaian bandara bertaraf internasional ini akhir 2017. Target itu dipercepat dari sebelumnya, yakni Februari 2018. Jika target dikembalikan semula, Salman menjamin bandara sudah rampung. Dia memperkirakan, pekerjaan pemancangan akan selesai paling lambat akhir Desember 2017. ”Sekarang lagi pemancangan, target selesai akhir tahun ini. Tinggal diverifikasi tim untuk penanganan longsoran,” paparnya. Salman menyatakan, jika selesai sesuai target awal, maka runway sepanjang total 2.250 meter sudah siap digunakan.

Bahkan Salman mengatakan tak hanya pesawat jenis ATR yang dapat menggunakan bandara tersebut. “Boeing sudah bisa masuk,” tukasnya. Sebenarnya, lanjut dia, landasan pacu Bandara APT Pranoto sudah bisa digunakan. Namun, demikian pekerjaan pemancangan membuat tiang pancang yang berada di tengah landasan menjadi semacam obstacle (halangan) bagi pesawat yang lepas landas atau mendarat. Saat ini, kesiapan fisik seperti listrik, air bersih, dan lainnya sudah tersedia di bandara. (*/roe/riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 09:42

Burung Bernilai Ratusan Juta Gagal Berlayar

SAMARINDA – Suara cuit merdu terdengar ramai. Di balik terpal biru di atas kapal, 426 burung dari…

Jumat, 17 November 2017 09:40

Fauna Endemik Terus Dieksploitasi

KURUN enam bulan terakhir, baik tumbuhan maupun binatang endemik Kalimantan tampaknya menjadi sasaran…

Jumat, 17 November 2017 09:39

Terancam Dicopot, Lurah Bingung Kesalahannya

SAMARINDA – Posisi Lurah Gunung Lingai Saripudin terancam. Pejabat aparatur sipil negara (ASN)…

Jumat, 17 November 2017 09:37

Risiko Penyelundupan Barang Terlarang Tinggi

SAMARINDA- Apapun kondisi cuacanya, terik, mendung, atau hujan, kamar-kamar ini selalu diselimuti hawa…

Jumat, 17 November 2017 09:34

Ikhlas Jadi Kunci Sukses

TIDAK hanya berparas menarik, Rizki Amelia punya segudang prestasi. Mulai di dunia modeling, baca puisi,…

Jumat, 17 November 2017 09:26

Jangan Sampai Ada Bangunan Baru

SAMARINDA – Akhirnya, 13 bangunan di Jalan Perniagaan, tepatnya di samping Jembatan Perniagaan,…

Jumat, 17 November 2017 09:25

Material Rusak, Warga Emosi

SAMARINDA – Akhirnya pembongkaran lima rumah warga di sekitar Waduk Benanga, Kelurahan Lempake,…

Jumat, 17 November 2017 09:20

Bagian Penting Dikerjakan Pekan Depan

SAMARINDA – Setelah tertunda, akhirnya proyek penguatan tanggul Waduk Benanga, Kelurahan Lempake,…

Jumat, 17 November 2017 09:20

Tahun Depan, DAK Jatahnya SMP

SAMARINDA – Karena defisit mendera, saat ini, pemasukan untuk operasional sekolah negeri hanya…

Jumat, 17 November 2017 09:19

Dibawa Kabur, Pulang Hamil

Kasus persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur terus terjadi. Yang terbaru melibatkan Rose (16),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .