MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 13 September 2017 08:50
Bandara APT Pranoto Rampung, Tapi Belum Tentu Siap Dioperasikan

Air dan Listrik Terjamin, Bandara APT Pranoto Belum Kantongi AEP

LANDASAN PACU BELUM BERES: Sisi udara Bandara APT Pranoto Samarinda dijepret Kaltim Post, kemarin (13/9). Landasan pacu belum menyambung karena terjadi longsor sepanjang 200 meter.(alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Keinginan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto segera beroperasi masih harus dipendam. Ini mengingat masih ada serangkaian tahapan yang mesti dilalui hingga laik beroperasi. Terutama, pemenuhan dan pengujian fasilitas terhadap standar keamanan dan keselamatan bandara yang terletak di Sungai Siring, Samarinda Utara, itu.

”Rampung (pekerjaan fisik) belum tentu sudah siap dioperasikan,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Temindung Samarinda Usdek Luthermand, Selasa (12/9) kepada Kaltim Post. Dia melanjutkan, pembangunan runway saja memerlukan waktu cukup lama. Agar landasan pacu semakin kokoh. Sebab, diketahui sebagian dari runway merupakan lahan gambut. Perlu perlakuan khusus. Dari laporan yang diterimanya, pengerjaan runway akan menggunakan fondasi cerucuk matras beton.

Metode ini berguna menstabilkan lahan gambut dengan cara menyedot air di dalam tanah. ”Bukan mengangkat lahan gambutnya. Setahu saya, ada tim ahli Institut Teknologi Bandung (ITB) dilibatkan,” kata dia. Usdek menyebut, perkiraan penyelesaian pembangunan runway paling cepat akhir tahun 2017. Bandara baru itu bisa dioperasikan pada tahun 2018. Namun, sebelum beroperasi ada hal yang perlu dilengkapi.

Usdek menuturkan, untuk menyiapkan dokumen airport emergency plan (AEP) alias rencana penanggulangan keadaan darurat bandara, paling lekas dalam enam bulan. Artinya, bila pembangunan sisi udara bandara yang dibiayai APBD Kaltim rampung akhir tahun, secepatnya Agustus 2018 dapat beroperasi. Penyusunan dokumen tersebut perlu koordinasi yang melibatkan banyak pihak. Dari level kementerian, pemerintah daerah (pemda), kepolisian, TNI, hingga masyarakat.

Itu bertujuan jika seandainya terjadi kecelakaan pesawat, tindak cepat seperti apa yang dilakukan. “Bagaimana komunikasinya, bagaimana mengamankan, dan siapa yang mesti ditelepon?” tuturnya. Dari sisi teknis, runway (landasan pacu) juga mesti diuji dengan dibebani pesawat yang rencananya akan lalu-lalang berjenis Boeing 737-900ER atau sejenisnya. Pesawat ini berbobot 79 ton. Dokumen AEP, disebutnya, bak surat tanda nomor kendaraan yang mesti dikantongi kendaraan bermotor di darat. 

Sarana pendukung bandara, lanjut dia, hampir seluruhnya siap. Dari hasil commissioning seluruh instalasi dipastikan aman dan beroperasi dengan baik. Seperti pasokan listrik. Nantinya setrum dipasok PLN dan mesin generator set (genset). "PLN akan mendistribusikan listrik sebesar 2,1 megawatt (MW). Kami juga memiliki genset dengan kapasitas yang sama," jelasnya. Soal pasokan air, Usdek, berujar pihaknya telah meneken nota kesepahaman dengan PDAM terkait penyediaan air bersih.

Ini dibenarkan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Samarinda Alimudin. Dia mengatakan, mereka telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang pengelolaan intake dan water treatment plant (WTP). Pria berkacamata itu melanjutkan, guna melayani Bandara APT Pranoto, diperlukan 250 liter per detik dengan target penumpang 1.500 orang per tahun. Sehingga setiap bulan, harus berproduksi air bersih sebanyak 625 meter kubik.

”Kebutuhan air bersih sangat luar biasa. Kami komitmen melayani Bandara APT Pranoto dan memanfaatkan instalasi yang ada dengan kapasitas 15 liter per detik. Kami akan menambah pasokan dari IPA Gunung Lingai dan IPA Pampang. Sebelum Oktober, PDAM sudah siap melayani air bersih di BSB,” katanya.

Diwartakan sebelumnya, gubernur berharap pemindahan Bandara Temindung ke Bandara APT Pranoto bisa dilakukan secepatnya. Menurutnya, hal ini telah dikomunikasikan kepada kepala UPBU Bandara Temindung. Awang Faroek meminta, sebelum dikelola Angkasa Pura (AP) II, UPBU Bandara Temindung bisa lebih dulu memanfaatkan Bandara APT Pranoto.

”Saya minta secepatnya. Bulan depan (Oktober). Jadi, bandara sudah digunakan sebelum diresmikan nanti,” ucapnya pekan lalu. Padahal, hingga saat ini alat berat di proyek Bandara APT Pranoto belum berhenti beraktivitas. Khususnya di sisi udara. Kontraktor pelaksana yang merupakan konsorsium PT Waskita Karya-PT Hutama Karya-PT Wijaya Karya masih fokus pada penanganan runway (landasan pacu) yang mengalami penurunan sepanjang 200 meter.

Sejak 13 Agustus lalu, pemancangan dilakukan. Untuk menangani runway yang longsor, kontraktor mendatangkan material sebanyak 5.465 tiang pancang. Pengerjaannya terus dilakukan dengan berbagai cara. Akan tetapi, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong, keinginan gubernur belum bisa terwujud. Pasalnya, penyelesaian runway memakan waktu. Belum lagi masih terdapat kendala. Ada longsor di beberapa titik.

”Belum bisa pindah karena masih ada pengerjaan. Masih ada yang longsor. Masalah kami tinggal yang longsoran itu saja,” katanya. Menurutnya, target penyelesaian bandara bertaraf internasional ini akhir 2017. Target itu dipercepat dari sebelumnya, yakni Februari 2018. Jika target dikembalikan semula, Salman menjamin bandara sudah rampung. Dia memperkirakan, pekerjaan pemancangan akan selesai paling lambat akhir Desember 2017. ”Sekarang lagi pemancangan, target selesai akhir tahun ini. Tinggal diverifikasi tim untuk penanganan longsoran,” paparnya. Salman menyatakan, jika selesai sesuai target awal, maka runway sepanjang total 2.250 meter sudah siap digunakan.

Bahkan Salman mengatakan tak hanya pesawat jenis ATR yang dapat menggunakan bandara tersebut. “Boeing sudah bisa masuk,” tukasnya. Sebenarnya, lanjut dia, landasan pacu Bandara APT Pranoto sudah bisa digunakan. Namun, demikian pekerjaan pemancangan membuat tiang pancang yang berada di tengah landasan menjadi semacam obstacle (halangan) bagi pesawat yang lepas landas atau mendarat. Saat ini, kesiapan fisik seperti listrik, air bersih, dan lainnya sudah tersedia di bandara. (*/roe/riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 10:21

BAHAYA..!! Datang dari Kalsel, PCC Mulai Teror Samarinda

SAMARINDA – Kehebohan peredaran obat bernama paracetamol cafein carisoprodol (PCC) merembet ke…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sektor Potensial PAD Perlu Perhatian

SAMARINDA – Penurunan realisasi APBD Perubahan 2017 senilai Rp 35 miliar dipengaruhi oleh beberapa…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Serapan APBD Murni Tersumbat

SAMARINDA – Tersisa empat bulan tahun anggaran 2017, serapan APBD murni tak menggembirakan. Per…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Kesadaran Masyarakat Rendah

SAMARINDA – Menukil data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, setiap hari, masyarakat Samarinda…

Jumat, 22 September 2017 08:46

Aturan Baru Masih Digodok

SAMARINDA­ – Payung hukum transportasi berbasis aplikasi kembali menuai polemik. Perkaranya,…

Jumat, 22 September 2017 08:35

DAMRI Kaget Disebut Tidak Siap

KEPUTUSAN Angkasa Pura (AP) I yang melarang angkutan online beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 09:15

Narkoba Gerogoti Dunia Pelajar

SAMARINDA – Peredaran narkoba tak pandang siapa korbannya. Masyarakat umum hingga pelajar pun…

Kamis, 21 September 2017 09:14

Musnahkan agar Tak Disalahgunakan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum tak luput dari paparan aksi penyalahgunaan narkoba. Terbukti,…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Rehabilitasi Perlu Waktu

PENYALAHGUNAAN narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori.…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Kasus Pengeroyokan Mulai Disidangkan

SAMARINDA – Perkara pemukulan dengan pelaku Faisal Riezda Rousdy (44) dan Muhammad Ulfiansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .