MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:35
Sengketa di Jasa Keuangan Mendominasi
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sengketa konsumen terus bertambah 20 persen setiap tahunnya. Data Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Samarinda mencatat, dari  2014 hingga sekarang ada 43 kasus sengketa konsumen. Ada 23 kasus dari jasa keuangan, perumahan 11 kasus, dan ada 9 sengketa konsumen barang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Adriyani, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri M Fachri Anshari. Menurutnya, sengketa antara konsumen dengan dunia usaha di Kaltim masih cukup banyak terjadi di Kota Tepian. Di antara beberapa sektor usaha, jasa keuangan menjadi yang paling banyak dikeluhkan.

“Adapun penanganan dalam empat tahun belakangan semuanya ditangani lewat proses mediasi. Karena, kami berusaha agar kasus sengketa harus diselesaikan tanpa maju ke pengadilan,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post di Gedung Graha Ruhui Rahayu, Jalan Juanda, Samarinda, Selasa (12/9).

Kondisi itu terlihat dari hasil rekapitulasi penyelesaian sengketa konsumen BPSK Dinas Perdagangan Samarinda. Pada 2017, dari 11 kasus, 60 persen merupakan sengketa jasa keuangan yang diselesaikan lewat mediasi. (Selengkapnya lihat grafis)

“Sebelumnya bisnis properti paling banyak dikeluhkan. Seperti banyaknya fasilitas yang tidak sesuai dengan perjanjian awal,” katanya.

Namun, menurutnya empat tahun belakangan ini berganti menjadi jasa pembiayaan. Hal ini bisa terjadi karena konsumen jarang membaca kesepakatan awal. Langsung percaya begitu saja dengan perusahaan multifinance.

“Seharusnya memang, konsumen bisa teliti sebelum menggunakan jasa pembiayaan atau multifinance. Jangan asal tanda tangan kontrak. Baca dan pahami dulu isi kesepakatannya,” tuturnya.

Dia mengatakan, dalam berbagai kasus keluhan konsumen yang ditangani, iktikad baik dari pihak yang harus bertanggung jawab masih ada. Mereka masih bersedia datang saat dipanggil. Seperti kasus Honda Semoga Jaya, owner-nya langsung yang datang untuk menangani keluhan konsumennya dan siap bertanggung jawab penuh. “Rata-rata memang yang digugat pasti bertanggung jawab. Makanya, kasus hanya diselesaikan lewat mediasi,” ujarnya.

Dalam menangani kasus keluhan konsumen tambahnya, tidak bisa selalu membela yang lemah saja. Harus profesional, dan lihat kasus tersebut secara objektif. Harus juga mendengar dari pihak produsen. Namun memang, masyarakat Samarinda juga cenderung jarang melapor.

“Padahal banyak konsumen yang belum mendapat pelayanan sesuai ketentuan. Seperti, banyaknya harga yang tertera di produk, namun jadi lebih mahal saat di kasir,” ungkapnya.(*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .