MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:35
Sengketa di Jasa Keuangan Mendominasi
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sengketa konsumen terus bertambah 20 persen setiap tahunnya. Data Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Samarinda mencatat, dari  2014 hingga sekarang ada 43 kasus sengketa konsumen. Ada 23 kasus dari jasa keuangan, perumahan 11 kasus, dan ada 9 sengketa konsumen barang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Adriyani, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri M Fachri Anshari. Menurutnya, sengketa antara konsumen dengan dunia usaha di Kaltim masih cukup banyak terjadi di Kota Tepian. Di antara beberapa sektor usaha, jasa keuangan menjadi yang paling banyak dikeluhkan.

“Adapun penanganan dalam empat tahun belakangan semuanya ditangani lewat proses mediasi. Karena, kami berusaha agar kasus sengketa harus diselesaikan tanpa maju ke pengadilan,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post di Gedung Graha Ruhui Rahayu, Jalan Juanda, Samarinda, Selasa (12/9).

Kondisi itu terlihat dari hasil rekapitulasi penyelesaian sengketa konsumen BPSK Dinas Perdagangan Samarinda. Pada 2017, dari 11 kasus, 60 persen merupakan sengketa jasa keuangan yang diselesaikan lewat mediasi. (Selengkapnya lihat grafis)

“Sebelumnya bisnis properti paling banyak dikeluhkan. Seperti banyaknya fasilitas yang tidak sesuai dengan perjanjian awal,” katanya.

Namun, menurutnya empat tahun belakangan ini berganti menjadi jasa pembiayaan. Hal ini bisa terjadi karena konsumen jarang membaca kesepakatan awal. Langsung percaya begitu saja dengan perusahaan multifinance.

“Seharusnya memang, konsumen bisa teliti sebelum menggunakan jasa pembiayaan atau multifinance. Jangan asal tanda tangan kontrak. Baca dan pahami dulu isi kesepakatannya,” tuturnya.

Dia mengatakan, dalam berbagai kasus keluhan konsumen yang ditangani, iktikad baik dari pihak yang harus bertanggung jawab masih ada. Mereka masih bersedia datang saat dipanggil. Seperti kasus Honda Semoga Jaya, owner-nya langsung yang datang untuk menangani keluhan konsumennya dan siap bertanggung jawab penuh. “Rata-rata memang yang digugat pasti bertanggung jawab. Makanya, kasus hanya diselesaikan lewat mediasi,” ujarnya.

Dalam menangani kasus keluhan konsumen tambahnya, tidak bisa selalu membela yang lemah saja. Harus profesional, dan lihat kasus tersebut secara objektif. Harus juga mendengar dari pihak produsen. Namun memang, masyarakat Samarinda juga cenderung jarang melapor.

“Padahal banyak konsumen yang belum mendapat pelayanan sesuai ketentuan. Seperti, banyaknya harga yang tertera di produk, namun jadi lebih mahal saat di kasir,” ungkapnya.(*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 08:14

Pilkada Tak Hambat Investasi

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan ekonomi…

Jumat, 19 Januari 2018 08:13

Bappenas: Efek Krisis 1998

JAKARTA - Upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur bukan tanpa alasan. Pasalnya, rasio…

Jumat, 19 Januari 2018 08:12

Pajak Berat, Jenis Produksi Mobil Terbatas

JAKARTA - Kinerja negara tetangga dalam produksi otomotif diakui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor…

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Peluang Menang Masih Terbuka

BALIKPAPAN - Program Strukvaganza sudah memasuki bulan ketiga sejak diluncurkan pada November lalu.…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Kamis, 18 Januari 2018 07:20

Jargas Masih Bergantung APBN

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap pembangunan jaringan gas (Jargas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:19

Persaingan Global, Sektor Pertanian Mesti Efisien

JAKARTA - Globalisasi juga diyakini melanda sektor pertanian. Untuk menghadapinya, salah satu langkah…

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .