MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:35
Sengketa di Jasa Keuangan Mendominasi
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sengketa konsumen terus bertambah 20 persen setiap tahunnya. Data Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Samarinda mencatat, dari  2014 hingga sekarang ada 43 kasus sengketa konsumen. Ada 23 kasus dari jasa keuangan, perumahan 11 kasus, dan ada 9 sengketa konsumen barang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Adriyani, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri M Fachri Anshari. Menurutnya, sengketa antara konsumen dengan dunia usaha di Kaltim masih cukup banyak terjadi di Kota Tepian. Di antara beberapa sektor usaha, jasa keuangan menjadi yang paling banyak dikeluhkan.

“Adapun penanganan dalam empat tahun belakangan semuanya ditangani lewat proses mediasi. Karena, kami berusaha agar kasus sengketa harus diselesaikan tanpa maju ke pengadilan,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post di Gedung Graha Ruhui Rahayu, Jalan Juanda, Samarinda, Selasa (12/9).

Kondisi itu terlihat dari hasil rekapitulasi penyelesaian sengketa konsumen BPSK Dinas Perdagangan Samarinda. Pada 2017, dari 11 kasus, 60 persen merupakan sengketa jasa keuangan yang diselesaikan lewat mediasi. (Selengkapnya lihat grafis)

“Sebelumnya bisnis properti paling banyak dikeluhkan. Seperti banyaknya fasilitas yang tidak sesuai dengan perjanjian awal,” katanya.

Namun, menurutnya empat tahun belakangan ini berganti menjadi jasa pembiayaan. Hal ini bisa terjadi karena konsumen jarang membaca kesepakatan awal. Langsung percaya begitu saja dengan perusahaan multifinance.

“Seharusnya memang, konsumen bisa teliti sebelum menggunakan jasa pembiayaan atau multifinance. Jangan asal tanda tangan kontrak. Baca dan pahami dulu isi kesepakatannya,” tuturnya.

Dia mengatakan, dalam berbagai kasus keluhan konsumen yang ditangani, iktikad baik dari pihak yang harus bertanggung jawab masih ada. Mereka masih bersedia datang saat dipanggil. Seperti kasus Honda Semoga Jaya, owner-nya langsung yang datang untuk menangani keluhan konsumennya dan siap bertanggung jawab penuh. “Rata-rata memang yang digugat pasti bertanggung jawab. Makanya, kasus hanya diselesaikan lewat mediasi,” ujarnya.

Dalam menangani kasus keluhan konsumen tambahnya, tidak bisa selalu membela yang lemah saja. Harus profesional, dan lihat kasus tersebut secara objektif. Harus juga mendengar dari pihak produsen. Namun memang, masyarakat Samarinda juga cenderung jarang melapor.

“Padahal banyak konsumen yang belum mendapat pelayanan sesuai ketentuan. Seperti, banyaknya harga yang tertera di produk, namun jadi lebih mahal saat di kasir,” ungkapnya.(*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:22

BI Rate Bikin Minat Deposito Turun

PENURUNAN  bunga bank terus berlanjut menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas kembali…

Sabtu, 18 November 2017 06:21

ISPO di Kaltim Terkendala PUP

SAMARINDA  –   Saat ini di Kaltim ada 373 perusahaan kelapa sawit. Sayangnya, hanya…

Sabtu, 18 November 2017 06:19

SMA Selalu Dominasi Pengangguran

SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak…

Sabtu, 18 November 2017 06:18

Pesimistis Capai Target

JAKARTA  —  Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen…

Sabtu, 18 November 2017 06:17

Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku IKM

JAKARTA  —  Dengan jumlah yang banyak, pondok pesantren (ponpes) berpotensi besar menciptakan…

Sabtu, 18 November 2017 06:15

Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

BANK  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada besaran 4,25 persen. Ini sebagai bagian…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…

Jumat, 17 November 2017 07:09

Setelah Berau, Kukar Juga Kembangkan Jagung

SAMARINDA - Realisasi luas tambah tanam (LTT) jagung di Berau dari Januari hingga September tahun ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .