MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:35
Sengketa di Jasa Keuangan Mendominasi
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sengketa konsumen terus bertambah 20 persen setiap tahunnya. Data Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Samarinda mencatat, dari  2014 hingga sekarang ada 43 kasus sengketa konsumen. Ada 23 kasus dari jasa keuangan, perumahan 11 kasus, dan ada 9 sengketa konsumen barang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Adriyani, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri M Fachri Anshari. Menurutnya, sengketa antara konsumen dengan dunia usaha di Kaltim masih cukup banyak terjadi di Kota Tepian. Di antara beberapa sektor usaha, jasa keuangan menjadi yang paling banyak dikeluhkan.

“Adapun penanganan dalam empat tahun belakangan semuanya ditangani lewat proses mediasi. Karena, kami berusaha agar kasus sengketa harus diselesaikan tanpa maju ke pengadilan,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post di Gedung Graha Ruhui Rahayu, Jalan Juanda, Samarinda, Selasa (12/9).

Kondisi itu terlihat dari hasil rekapitulasi penyelesaian sengketa konsumen BPSK Dinas Perdagangan Samarinda. Pada 2017, dari 11 kasus, 60 persen merupakan sengketa jasa keuangan yang diselesaikan lewat mediasi. (Selengkapnya lihat grafis)

“Sebelumnya bisnis properti paling banyak dikeluhkan. Seperti banyaknya fasilitas yang tidak sesuai dengan perjanjian awal,” katanya.

Namun, menurutnya empat tahun belakangan ini berganti menjadi jasa pembiayaan. Hal ini bisa terjadi karena konsumen jarang membaca kesepakatan awal. Langsung percaya begitu saja dengan perusahaan multifinance.

“Seharusnya memang, konsumen bisa teliti sebelum menggunakan jasa pembiayaan atau multifinance. Jangan asal tanda tangan kontrak. Baca dan pahami dulu isi kesepakatannya,” tuturnya.

Dia mengatakan, dalam berbagai kasus keluhan konsumen yang ditangani, iktikad baik dari pihak yang harus bertanggung jawab masih ada. Mereka masih bersedia datang saat dipanggil. Seperti kasus Honda Semoga Jaya, owner-nya langsung yang datang untuk menangani keluhan konsumennya dan siap bertanggung jawab penuh. “Rata-rata memang yang digugat pasti bertanggung jawab. Makanya, kasus hanya diselesaikan lewat mediasi,” ujarnya.

Dalam menangani kasus keluhan konsumen tambahnya, tidak bisa selalu membela yang lemah saja. Harus profesional, dan lihat kasus tersebut secara objektif. Harus juga mendengar dari pihak produsen. Namun memang, masyarakat Samarinda juga cenderung jarang melapor.

“Padahal banyak konsumen yang belum mendapat pelayanan sesuai ketentuan. Seperti, banyaknya harga yang tertera di produk, namun jadi lebih mahal saat di kasir,” ungkapnya.(*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 06:48

Kertajati Bisa untuk Pesawat Badan Lebar

JAKARTA – Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati segera dioperasikan. Rencananya, Presiden…

Kamis, 24 Mei 2018 06:45

Stok Beras Aman Sampai Lebaran

JAKARTA - Stok beras dipastikan aman hingga Lebaran, bahkan setelah arus balik. Direktur Utama Bulog…

Kamis, 24 Mei 2018 06:45

Ngaji 1 Juz, Gratis 2 Liter Pertalite

BALIKPAPAN - Memeriahkan sekaligus mensyukuri datangnya Ramadan 1439 Hijriah, PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 24 Mei 2018 06:43

Pasar Saham Menghijau

JAKARTA – Pasar saham Indonesia sukses melaju di jalur hijau hingga ditutup menguat pada perdagangan,…

Rabu, 23 Mei 2018 06:50

Penaikan Bunga Acuan Belum Efektif

SAMARINDA  – Setelah pekan lalu agak tenang setelah penaikan suku bunga oleh Bank Indonesia,…

Rabu, 23 Mei 2018 06:47

Stabilkan Harga Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan terus berupaya menstabilkan harga bahan pokok saat peak season, seperti…

Rabu, 23 Mei 2018 06:45

Produksi Ikan Ditarget Meningkat 5 Persen

SAMARINDA - Konsumsi ikan di Kaltim kerap melampaui target nasional. Konsumsi ikan rata-rata masyarakat…

Rabu, 23 Mei 2018 06:43

RENDAH..!! Nilai Investasi Kaltim Masih 12,36 Persen

SAMARINDA - Nilai investasi yang masuk ke Kaltim pada triwulan pertama 2018 belum maksimal. Ditarget…

Rabu, 23 Mei 2018 06:39

Menanti Kepastian Alih Kelola

BALIKPAPAN - Meski secara tertulis nasib eksploitasi minyak dan gas (migas) di Blok East Kalimantan,…

Rabu, 23 Mei 2018 06:36

Truk ODOL Jadi PR Kemenhub

JAKARTA – Kecelakaan kendaraan barang maupun orang masih menjadi pekerjaan rumah Kementerian Perhubungan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .