MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:28
Operasi Pasar di Balikpapan Justru Sepi
-

PROKAL.CO, MENGANTISIPASI lonjakan kebutuhan elpiji 3 kilogram, Pertamina menggelar operasi pasar di 13 titik kawasan Kota Minyak, kemarin. Bukannya ramai, kegiatan ini justru berjalan biasa saja. Tak ada kerumunan warga.

Petugas Agen LPG PT Putra Seratai yang menggelar operasi pasar di kantor Kecamatan Balikpapan Barat Wahyuni mengaku, masyarakat yang datang tidak sebanyak pasokan yang diberikan. Sampai pukul 15.30 Wita, hanya 180 tabung yang dibeli masyarakat dari total 560 tabung yang tersedia.

“Di sini, dibatasi penukarannya. Satu KTP hanya dua tabung. Harga penukaran tabung elpiji Rp 17 ribu. Ya ini bisa dibilang sepi tidak tahu penyebabnya apa,” terangnya saat ditemui di tempat kemarin (12/9).

Dewan Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas Balikpapan Afiudin Zainal melihat fenomena tersebut kerap kali terulang. Dia menyebutkan, masalahnya distribusi gas elpiji melon ini belum tepat sasaran. Banyak pihak yang memanfaatkan, khususnya pelaku UMKM.

Jika dipikir-pikir, kata pria yang aktif di Partai Gerindra ini, jika kelangkaan terjadi di Balikpapan agak mengganjal. Pasalnya, jaringan gas (jargas) ke tiap rumah telah teraliri khususnya rumah di daerah Karang Jati dan Karang Jawa. “Paling tidak kan meminimalisasi penggunaan elpiji 3 kg,” bebernya.

 “Belakang ini isu elpiji melon langka begitu gencar. Tiap momen tertentu hal seperti ini kan kerap kali terjadi. Di mana-mana diberitakan agen kehabisan stok. Begitu ada operasi pasar sepi,” ucapnya.

Menurutnya, saat operasi pasar, pembelian atau penukaran gas lebih ketat. Beda dengan biasanya. “Yang saya pahami, penukaran gas elpiji ini kadang satu orang saja seharinya bisa mencapai empat sampai lima tabung. Khususnya bagi pedagang makanan,  sehari mereka bisa sampai lima tabung,” bebernya.

Dalam bisnis, para pedagang ini pasti memilih gas elpiji yang lebih murah agar meraup untung lebih besar. Jika demikian, jatah bagi masyarakat kurang mampu berkurang. Sisi lain, jumlah warga miskin di Indonesia ini tiap tahun meningkat. Pemerintah pusat beber Afiudin, tahun ini melakukan pemangkasan distribusi elpiji 3 kg ke masyarakat.

Sepengetahuannya, jatah bagi UMKM, satu bulan maksimal 18 tabung. Kemudian orang pribadi, 4-5 tabung. 

Kemudian, di saat momen seperti ini bakal terjadi panic buying. Para pedagang atau pelaku UMKM kemungkinan juga membeli lebih banyak dari biasanya. Caranya, biasanya mereka menukar di pangkalan yang berbeda. Jumlah tabung gas yang mereka miliki biasanya lebih dari lima tabung.

“Masalah ini bakal terus-menerus muncul. Sebelumnya, berbagai upaya sudah dilakukan. Yang paling baru nanti, pemerintah bakal mengeluarkan kartu baru yang dikhususkan masyarakat kurang mampu. Yang tidak memiliki kartu ini tidak boleh menukar tabung gas melon. Tahun depan, kemungkinan baru terlaksana,” jelasnya.

 Regulasi gas bersubsidi ini adalah wewenang pemerintah pusat dan daerah. Mereka harus menemukan formula yang tepat untuk meminimalisasi kasus seperti ini.

Terpisah, Area Manager Communication & Relations Pertamina Kalimantan Alicia Irzanova menyatakan, sejak sebelum momen Iduladha,  Pertamina telah menyalurkan alokasi tambahan sebesar 3 persen dari angka konsumsi normal atau setara 14.450 tabung.

Penambahan tersebut masih tetap diberikan hingga pekan kedua September dengan memberikan tambahan sejumlah 6 persen atau setara dengan 28.900 tabung. Perseroan ini kembali menambah pasokan sejumlah 5.152 tabung yang pada hari ini disebarkan melalui mekanisme operasi pasar.

Secara umum, penambahan alokasi tersebut berkisar di angka 9 persen dari rata-rata konsumsi normal masyarakat. Selain penambahan fakultatif, seperti yang disebutkan di awal, Pertamina menggelar kegiatan operasi pasar di 13 titik di Balikpapan.

"Hari ini kami gelar operasi pasar. Tidak hanya untuk memastikan ketersediaan stok, operasi pasar ini kami gelar untuk membuktikan isu kelangkaan yang berkembang selama ini. Kalau produknya ludes di bawah dua jam itu artinya memang langka," ungkap Alicia.

Lebih lanjut Alicia menjelaskan, operasi pasar dilaksanakan mulai pukul 09.00 Wita. Masyarakat hanya diperbolehkan membeli dua tabung dengan menunjukkan KTP guna menghindari adanya pembelian dalam partai besar oleh para pengecer.

Berdasarkan pantauan tim di lapangan, Alicia menjelaskan bahwa hingga pukul 14.00 Wita masih terdapat titik operasi pasar yang melayani pelanggan. Dengan kata lain, kegiatan penjualan tabung di operasi pasar cenderung normal bahkan sepi di beberapa titik. Hal tersebut, ia klaim menunjukkan kebutuhan masyarakat telah dapat terpenuhi dengan baik.

Dengan penambahan dan pemantauan yang dilaksanakan, pihaknya berharap masyarakat di Balikpapan tidak mengkhawatirkan pasokan tabung elpiji karena telah diperhitungkan lonjakan konsumsi terutama saat momen tertentu seperti Iduladha.

Pertamina juga menjamin kebutuhan elpiji 3 kg ini. Masyarakat diimbau tidak memicu panic buying. “Ada baiknya, masyarakat yang mampu segera beralih ke elpiji nonsubsidi,” tutupnya. (aji/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .