MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:28
Menaker Ingin Ada LSP di Balikpapan

Temui Peserta Magang di Eka Dharma

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Memastikan program pemagangan berjalan sesuai harapan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Muhammad Hanif Dhakiri langsung inspeksi ke industri di Kaltim. Di sela kunjungannya yang sekaligus melepas peserta program pemagangan di Samarinda, Menaker menyempatkan diri berkunjung ke PT Eka Dharma Jaya Sakti (EDJS) di jalan pendekat, Pulau Balang Km 13 Balikpapan, 7 September lalu.

Didampingi Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Tirta Dewi, Hanif Dhakiri disambut Direktur  EDJS Pantas Parluhutan Sihombing serta Direktur Legal and HR Supriyanto.

Dalam kunjungan singkatnya, Hanif menyempatkan melihat dan berdiskusi dengan para peserta magang yang notabene lulusan SMK di Kota Minyak. “Kehadiran saya di sini ingin melihat peserta yang sedang menjalankan program pemagangan. Apakah telah sesuai dengan peraturan yang sudah dibuat. Terpenting, mengetahui secara langsung dari mereka apakah telah cukup puas dengan program pemagangan yang berlangsung di perusahaan ini,” ujar Hanif saat ditemui di sela acara.

Setelah melakukan wawancara ke beberapa peserta, hampir seluruhnya, kata Hanif, merasa menerima manfaat dari proses pemagangan tersebut. “Mereka ini nantinya, bila telah memiliki kompetensi bisa saja digunakan untuk masuk ke perusahaan manapun, dan bahkan terbuka lebar langsung direkrut oleh PT Eka Dharma,” tuturnya.

Hanif mengungkapkan, program pemagangan sesungguhnya telah menjadi prioritas Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mendorong percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia. “Melalui proses magang, calon tenaga kerja mendapatkan pengalaman peningkatan keahlian yang terdiri 75 persen praktik,” ungkapnya.

Selain mendapatkan peningkatan kompetensi, tambahnya, terpenting peserta magang akan mendapatkan sertifikat atas penguasaan keahlian. “Sertifikat ini penting, agar keahlian seseorang mendapatkan pengakuan. Di masyarakat, banyak ditemui orang ahli, tapi tidak mendapatkan pengakuan, sehingga tidak bisa masuk ke industri dengan posisi yang sesuai keahliannya," katanya.

Ia pun katanya, akan berusaha membantu hadirnya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Balikpapan. “Saya telah  meminta kepala Disnakersos untuk berkoordinasi dengan jajaran saya serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi untuk menghadirkan LSP di sini,” tambahnya. 

Terkait program pemagangan secara nasional, Hanif membeberkan terdapat 173 ribu peserta magang di tahun 2017. Namun ke depan, pihaknya akan meningkatkan angka tersebut. “Karena angkatan kerja baru setiap tahun rata-rata 2 juta, kita akan ambil 20 persen dari itu, yakni sekitar 400 ribu. Jadi, tahun depan kita akan magangkan 400 ribu calon tenaga kerja yang disebar di berbagai industri di Indonesia. Untuk itu, kita butuh kerja sama dunia usaha termasuk swasta sebagai langkah mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja,” bebernya.

Sementara itu, Direktur EDJS Pantas Parluhutan Sihombing didampingi Direktur Legal and HR Supriyanto menyambut baik kehadiran Hanif Dhakiri. Pantas mengungkapkan, kunjungan tersebut sesungguhnya perlu dilakukan agar pihak industri dapat dengan mudah melakukan koordinasi dengan pemerintah. “Kunjungan beliau dapat memudahkan kami berdialog langsung, baik terkait kendala yang dialami perusahaan swasta dalam proses pemagangan hingga mengharapkan masukan dan dukungan dari pemerintah pusat tentunya,” ujarnya.  

Pantas menerangkan, sejak mulai menerapkan program pemagangan dari 2007 hingga saat ini, PT Eka Dharma Jaya Sakti telah menerima peserta magang sebanyak 264 orang. “Dari jumlah itu 72 orang di antaranya, telah menjadi karyawan kami, dan sisanya mendapatkan sertifikat pemagangan,” terang Pantas.

Selain bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Supriyanto mengatakan, selama ini perekrutan tenaga magang di Eka Dharma bersifat mandiri. Di mana, katanya, pihaknya memberikan materi berbeda dari materi di perusahaan lain pada umumnya.

“Kita lebih banyak praktik di lapangan atau OJT ketimbang in class training. Dan peserta baik di warehouse maupun servis akan dimentori oleh senior. Dan setelah selesai mengikuti pemagangan selama satu tahun dan dianggap memiliki kualifikasi baik akan kami rekrut sebagai karyawan,” pungkas Supriyanto. (*/mra/sos/lhl/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:05

Subsidi Listrik 2018 Membengkak

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku masih memiliki utang Rp 7 triliun atas PT Perusahaan…

Rabu, 17 Januari 2018 07:03

43 Persen Penjualan dari Produk Baru

MELUNCURNYA beberapa produk baru sepanjang tahun lalu ternyata sukses menjaga pertumbuhan pasar PT Astra…

Rabu, 17 Januari 2018 07:02

LCK Global Catatkan IPO Pertama Tahun Ini

JAKARTA - Arus pendaftaran emiten baru tahun ini mulai terlihat. Selasa (16/2), Bursa Efek Indonesia…

Rabu, 17 Januari 2018 07:01

Februari, Penerima Bantuan Nontunai Ditambah

JAKARTA - Bantuan pangan nontunai (BPNT) mulai disalurkan bulan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian…

Selasa, 16 Januari 2018 07:11

Patahkan Rumus Jepang, Berbuah Efisiensi Rp 24 Miliar Per Tahun

Meniti karier di perusahaan ternama tak membuat Joko Wisnugroho puas dan lantas berhenti berkarya. Pemuda…

Selasa, 16 Januari 2018 07:06

Sudah 24 Smelter Beroperasi

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, sudah ada 24 unit fasilitas…

Selasa, 16 Januari 2018 07:06

Kontrak EBT Naik Signifikan

JAKARTA - Progres Subsektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Indonesia menunjukkan…

Selasa, 16 Januari 2018 07:05

KPPU: Setiap Daerah Mesti Punya Pasar Induk

JAKARTA - Referensi harga beras dinilai tak cukup berpatok pada satu daerah. Komisi Pengawas Persaingan…

Selasa, 16 Januari 2018 07:03

Bidik Rp 3,3 Triliun dari Jasa Kurir

JAKARTA – Meski mengakui adanya perubahan struktur bisnis, PT Pos Indonesia tetap menjadikan jasa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .