MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:25
Perlambatan Kredit Jadi Penghambat

Tren Investasi Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi Tahun depan

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Meski memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal lebih tinggi, pemerintah menyebut tetap ada potensi penghambat. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lambatnya pertumbuhan kredit perbankan adalah salah satunya.

Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Lebih tinggi dari dari pertumbuhan tahun ini yang baru menyentuh 5,1 persen sampai triwulan III.

Namun, Sri Mulyani menyebut, proyeksi tersebut bisa saja meleset, atau lebih rendah. Jika pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit investasi masih sama seperti tahun ini, dia pesimistis, target tersebut bakal tercapai.

Pertumbuhan kredit kredit modal kerja dan kredit investasi yang sempat ditarget antara 11-13 persen hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, dibutuhkan tambahan kredit paling sedikit 13-15 persen.

“Tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi adalah kredit growth (pertumbuhan) perbankan yang cukup besar. Tahun 2018, kredit perbankan perlu tumbuh sampai Rp 483 triliun agar (pertumbuhan ekonomi) bisa 5,4 persen,” ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DRP), Senin (11/9).

Menurut Sri Mulyani, penyaluran kredit perbankan bisa menjadi stimulus utama bagi rencana investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta yang diramal ekspansif tahun depan.  Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini juga meramal, investasi di pasar modal mencapai  Rp 885 triliun dan investasi langsung berupa Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dapat menopang belanja modal perekonomian sebanyak Rp 799 triliun di tahun depan.

“Padahal, pasar modal kalau dilihat dari prospek ekonomi akan tetap baik. Sebab, capital market akan contribute (berkontribusi) dengan baik dengan meningkatnya listing dan rights issue. Begitu pula, dengan PMA dan PMDN yang akan berkontribusi langsung ke capital spending,” paparnya.

Dia melanjutkan, pertumbuhan investasi dirasa penting karena semua negara memiliki pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen didorong tren penanaman modal. Dia berharap, perbankan juga memiliki strategi dalam meningkatkan penyaluran kredit. Apalagi, pemerintah telah berupaya memperbaiki iklim investasi seperti deregulasi kebijakan pemerintah.

“Semua negara yang perekonomiannya bisa tumbuh di atas 5 persen adalah investasi. Kalau dilihat Tiongkok dan India yang tumbuh 6 hingga 7 persen, investasinya di atas double digit. Memang, pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,4 persen. Tapi, untuk menuju ke sana diperlukan upaya ekstra keras,” ungkapnya.

Menurut Statistik Perbankan Indonesia per Juni 2016 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan telah menyalurkan kredit investasi dan modal kerja (year to date) sebanyak Rp 3.529 triliun. Angka ini mengambil porsi 78,57 persen dari total penyaluran kredit perbankan sebesar Rp 4.491 triliun di periode yang sama.

Sementara itu, komponen pembentukan modal tetap bruto di dalam pertumbuhan ekonomi semester I tercatat tumbuh 5,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun depan, pemerintah berupaya mencapai target pertumbuhan investasi 6,3 persen. (ant/man/k15)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 07:02

Optimisme Pasar Mulai Tumbuh

BALIKPAPAN - Kendati masih merangkak, daya beli masyarakat Kaltim pada semester I terus mengalami perbaikan.…

Senin, 20 Agustus 2018 07:00

Kaltim Dinilai Belum Bisa Berkontribusi

SAMARINDA - Pemerintah Indonesia telah merampungkan persiapan implementasi program mandatori biodiesel…

Senin, 20 Agustus 2018 06:59

Bankaltimtara Raih 2 Gelar Top Bank 2018

SAMARINDA - PT Bankaltimtara kembali menorehkan prestasi membanggakan di level nasional. Tak tanggung-tanggung,…

Senin, 20 Agustus 2018 06:56

Urus Izin Usaha Kian Mudah

BALIKPAPAN - Pengusaha di Kaltim bakal semakin mudah dalam mengurus izin usaha. Pasalnya, percepatan…

Senin, 20 Agustus 2018 06:54

Terpaksa Molor karena Cuaca

SAMARINDA – Masyarakat Samarinda harus bersabar. Pengerjaan bentang tengah Jembatan Mahakam IV…

Senin, 20 Agustus 2018 06:52

Mengejar Swasembada Pangan

JAKARTA – Pemerintah berencana menggelontorkan anggaran Rp 97,6 triliun pada 2019 untuk menjaga…

Senin, 20 Agustus 2018 06:51

Pacu Kinerja KPR

JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk optimistis dapat meningkatkan angka penyaluran kredit pemilikan rumah…

Senin, 20 Agustus 2018 06:50

Saka Energi Temukan Cadangan Minyak Baru

JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia kembali menemukan cadangan minyak bumi di Sumur Eksplorasi TKBY-2…

Senin, 20 Agustus 2018 06:47

Tekan Impor, Proyek Kereta Cepat Tetap Jalan

JAKARTA - Pemerintah tahun depan berencana fokus untuk mengurangi impor dan menggenjot ekspor untuk…

Senin, 20 Agustus 2018 06:46

Start-up Bidik Kebiasaan Traveling Milenial

JAKARTA – Tren traveling ke luar negeri selama beberapa tahun belakangan kian meningkat, khususnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .