MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:25
Perlambatan Kredit Jadi Penghambat

Tren Investasi Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi Tahun depan

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Meski memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal lebih tinggi, pemerintah menyebut tetap ada potensi penghambat. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lambatnya pertumbuhan kredit perbankan adalah salah satunya.

Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Lebih tinggi dari dari pertumbuhan tahun ini yang baru menyentuh 5,1 persen sampai triwulan III.

Namun, Sri Mulyani menyebut, proyeksi tersebut bisa saja meleset, atau lebih rendah. Jika pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit investasi masih sama seperti tahun ini, dia pesimistis, target tersebut bakal tercapai.

Pertumbuhan kredit kredit modal kerja dan kredit investasi yang sempat ditarget antara 11-13 persen hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, dibutuhkan tambahan kredit paling sedikit 13-15 persen.

“Tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi adalah kredit growth (pertumbuhan) perbankan yang cukup besar. Tahun 2018, kredit perbankan perlu tumbuh sampai Rp 483 triliun agar (pertumbuhan ekonomi) bisa 5,4 persen,” ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DRP), Senin (11/9).

Menurut Sri Mulyani, penyaluran kredit perbankan bisa menjadi stimulus utama bagi rencana investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta yang diramal ekspansif tahun depan.  Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini juga meramal, investasi di pasar modal mencapai  Rp 885 triliun dan investasi langsung berupa Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dapat menopang belanja modal perekonomian sebanyak Rp 799 triliun di tahun depan.

“Padahal, pasar modal kalau dilihat dari prospek ekonomi akan tetap baik. Sebab, capital market akan contribute (berkontribusi) dengan baik dengan meningkatnya listing dan rights issue. Begitu pula, dengan PMA dan PMDN yang akan berkontribusi langsung ke capital spending,” paparnya.

Dia melanjutkan, pertumbuhan investasi dirasa penting karena semua negara memiliki pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen didorong tren penanaman modal. Dia berharap, perbankan juga memiliki strategi dalam meningkatkan penyaluran kredit. Apalagi, pemerintah telah berupaya memperbaiki iklim investasi seperti deregulasi kebijakan pemerintah.

“Semua negara yang perekonomiannya bisa tumbuh di atas 5 persen adalah investasi. Kalau dilihat Tiongkok dan India yang tumbuh 6 hingga 7 persen, investasinya di atas double digit. Memang, pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,4 persen. Tapi, untuk menuju ke sana diperlukan upaya ekstra keras,” ungkapnya.

Menurut Statistik Perbankan Indonesia per Juni 2016 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan telah menyalurkan kredit investasi dan modal kerja (year to date) sebanyak Rp 3.529 triliun. Angka ini mengambil porsi 78,57 persen dari total penyaluran kredit perbankan sebesar Rp 4.491 triliun di periode yang sama.

Sementara itu, komponen pembentukan modal tetap bruto di dalam pertumbuhan ekonomi semester I tercatat tumbuh 5,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun depan, pemerintah berupaya mencapai target pertumbuhan investasi 6,3 persen. (ant/man/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:23

Kondisi Baik bagi Konsumen Properti

MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya,…

Sabtu, 18 November 2017 06:22

BI Rate Bikin Minat Deposito Turun

PENURUNAN  bunga bank terus berlanjut menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas kembali…

Sabtu, 18 November 2017 06:21

ISPO di Kaltim Terkendala PUP

SAMARINDA  –   Saat ini di Kaltim ada 373 perusahaan kelapa sawit. Sayangnya, hanya…

Sabtu, 18 November 2017 06:19

SMA Selalu Dominasi Pengangguran

SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…

Jumat, 17 November 2017 07:09

Setelah Berau, Kukar Juga Kembangkan Jagung

SAMARINDA - Realisasi luas tambah tanam (LTT) jagung di Berau dari Januari hingga September tahun ini…

Jumat, 17 November 2017 07:07

Rute ke Madinah Dibuka, Guangzhou Menyusul

BALIKPAPAN - Berlabel internasional, Bandara Sepinggan Balikpapan memiliki sedikit penerbangan ke luar…

Jumat, 17 November 2017 07:05

NPL Balikpapan Betah di Level Bahaya

BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .