MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:25
Perlambatan Kredit Jadi Penghambat

Tren Investasi Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi Tahun depan

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Meski memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal lebih tinggi, pemerintah menyebut tetap ada potensi penghambat. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lambatnya pertumbuhan kredit perbankan adalah salah satunya.

Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Lebih tinggi dari dari pertumbuhan tahun ini yang baru menyentuh 5,1 persen sampai triwulan III.

Namun, Sri Mulyani menyebut, proyeksi tersebut bisa saja meleset, atau lebih rendah. Jika pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit investasi masih sama seperti tahun ini, dia pesimistis, target tersebut bakal tercapai.

Pertumbuhan kredit kredit modal kerja dan kredit investasi yang sempat ditarget antara 11-13 persen hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, dibutuhkan tambahan kredit paling sedikit 13-15 persen.

“Tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi adalah kredit growth (pertumbuhan) perbankan yang cukup besar. Tahun 2018, kredit perbankan perlu tumbuh sampai Rp 483 triliun agar (pertumbuhan ekonomi) bisa 5,4 persen,” ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DRP), Senin (11/9).

Menurut Sri Mulyani, penyaluran kredit perbankan bisa menjadi stimulus utama bagi rencana investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta yang diramal ekspansif tahun depan.  Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini juga meramal, investasi di pasar modal mencapai  Rp 885 triliun dan investasi langsung berupa Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dapat menopang belanja modal perekonomian sebanyak Rp 799 triliun di tahun depan.

“Padahal, pasar modal kalau dilihat dari prospek ekonomi akan tetap baik. Sebab, capital market akan contribute (berkontribusi) dengan baik dengan meningkatnya listing dan rights issue. Begitu pula, dengan PMA dan PMDN yang akan berkontribusi langsung ke capital spending,” paparnya.

Dia melanjutkan, pertumbuhan investasi dirasa penting karena semua negara memiliki pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen didorong tren penanaman modal. Dia berharap, perbankan juga memiliki strategi dalam meningkatkan penyaluran kredit. Apalagi, pemerintah telah berupaya memperbaiki iklim investasi seperti deregulasi kebijakan pemerintah.

“Semua negara yang perekonomiannya bisa tumbuh di atas 5 persen adalah investasi. Kalau dilihat Tiongkok dan India yang tumbuh 6 hingga 7 persen, investasinya di atas double digit. Memang, pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,4 persen. Tapi, untuk menuju ke sana diperlukan upaya ekstra keras,” ungkapnya.

Menurut Statistik Perbankan Indonesia per Juni 2016 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan telah menyalurkan kredit investasi dan modal kerja (year to date) sebanyak Rp 3.529 triliun. Angka ini mengambil porsi 78,57 persen dari total penyaluran kredit perbankan sebesar Rp 4.491 triliun di periode yang sama.

Sementara itu, komponen pembentukan modal tetap bruto di dalam pertumbuhan ekonomi semester I tercatat tumbuh 5,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun depan, pemerintah berupaya mencapai target pertumbuhan investasi 6,3 persen. (ant/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:11

WIDIH..!! Konsumen Lebih Suka Beras Mahal

BALIKPAPAN - Isu kelangkaan beras medium di beberapa daerah diyakini tak berlaku di Balikpapan. Di Kota…

Rabu, 17 Januari 2018 07:09

Petani Kaltim Belum Juga Surplus

SAMARINDA - Sektor pertanian belum juga menjanjikan untuk Kaltim. Hal itu tergambar dari nilai tukar…

Rabu, 17 Januari 2018 07:07

Krisis Regenerasi, Produk Kalah Saing dengan Kain Cetak

Permukiman penenun sudah terbangun puluhan tahun lalu di Samarinda Seberang. Oleh pemerintah, kawasan…

Rabu, 17 Januari 2018 07:03

43 Persen Penjualan dari Produk Baru

MELUNCURNYA beberapa produk baru sepanjang tahun lalu ternyata sukses menjaga pertumbuhan pasar PT Astra…

Selasa, 16 Januari 2018 07:19

Moratorium Tak Ganggu Produksi Sawit

SAMARINDA - Tahun ini, Pemprov Kaltim menegaskan, moratorium penerbitan izin baru pertambangan, perkebunan,…

Selasa, 16 Januari 2018 07:16

India dan Tiongkok Masih Sasaran Utama

SAMARINDA - Selain dari sisi komoditas, Kaltim juga belum mampu mengubah sasaran utama ekspor. Sampai…

Selasa, 16 Januari 2018 07:13

BI: Aset Virtual Bakal Ganggu Sistem Pembayaran

FENOMENA mata uang virtual seperti Bitcoin dinilai semakin mengusik perekonomian. Bank Indonesia pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .