MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:25
Perlambatan Kredit Jadi Penghambat

Tren Investasi Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi Tahun depan

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Meski memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal lebih tinggi, pemerintah menyebut tetap ada potensi penghambat. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lambatnya pertumbuhan kredit perbankan adalah salah satunya.

Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Lebih tinggi dari dari pertumbuhan tahun ini yang baru menyentuh 5,1 persen sampai triwulan III.

Namun, Sri Mulyani menyebut, proyeksi tersebut bisa saja meleset, atau lebih rendah. Jika pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit investasi masih sama seperti tahun ini, dia pesimistis, target tersebut bakal tercapai.

Pertumbuhan kredit kredit modal kerja dan kredit investasi yang sempat ditarget antara 11-13 persen hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, dibutuhkan tambahan kredit paling sedikit 13-15 persen.

“Tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi adalah kredit growth (pertumbuhan) perbankan yang cukup besar. Tahun 2018, kredit perbankan perlu tumbuh sampai Rp 483 triliun agar (pertumbuhan ekonomi) bisa 5,4 persen,” ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DRP), Senin (11/9).

Menurut Sri Mulyani, penyaluran kredit perbankan bisa menjadi stimulus utama bagi rencana investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta yang diramal ekspansif tahun depan.  Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini juga meramal, investasi di pasar modal mencapai  Rp 885 triliun dan investasi langsung berupa Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dapat menopang belanja modal perekonomian sebanyak Rp 799 triliun di tahun depan.

“Padahal, pasar modal kalau dilihat dari prospek ekonomi akan tetap baik. Sebab, capital market akan contribute (berkontribusi) dengan baik dengan meningkatnya listing dan rights issue. Begitu pula, dengan PMA dan PMDN yang akan berkontribusi langsung ke capital spending,” paparnya.

Dia melanjutkan, pertumbuhan investasi dirasa penting karena semua negara memiliki pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen didorong tren penanaman modal. Dia berharap, perbankan juga memiliki strategi dalam meningkatkan penyaluran kredit. Apalagi, pemerintah telah berupaya memperbaiki iklim investasi seperti deregulasi kebijakan pemerintah.

“Semua negara yang perekonomiannya bisa tumbuh di atas 5 persen adalah investasi. Kalau dilihat Tiongkok dan India yang tumbuh 6 hingga 7 persen, investasinya di atas double digit. Memang, pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,4 persen. Tapi, untuk menuju ke sana diperlukan upaya ekstra keras,” ungkapnya.

Menurut Statistik Perbankan Indonesia per Juni 2016 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan telah menyalurkan kredit investasi dan modal kerja (year to date) sebanyak Rp 3.529 triliun. Angka ini mengambil porsi 78,57 persen dari total penyaluran kredit perbankan sebesar Rp 4.491 triliun di periode yang sama.

Sementara itu, komponen pembentukan modal tetap bruto di dalam pertumbuhan ekonomi semester I tercatat tumbuh 5,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun depan, pemerintah berupaya mencapai target pertumbuhan investasi 6,3 persen. (ant/man/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .