MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:24
Salip AS dan Filipina pada 2021

Indonesia Bakal Jadi Penghasil Listrik Geothermal Terbesar Dunia

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Indonesia diproyeksikan akan menjadi penghasil listrik dari tenaga panas bumi atau geothermal terbesar di dunia pada 2021 mendatang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, proyeksi ini dapat dilihat dengan pertumbuhan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) dari tahun ke tahun.

“Berdasarkan hasil analisa kami, kapasitas PLTP Indonesia akan mengalahkan produsen tenaga listrik panas bumi terbesar dunia, Amerika Serikat dan Filipina pada tahun 2021,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana lewat keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/9).

Dia menjelaskan, pada 2018, Indonesia akan melampaui Filipina untuk menjadi negara pengguna energi panas bumi terbesar kedua di dunia dengan menghasilkan listrik panas bumi sebesar 2.023,5 megawatt (MW), melalui penambahan kapasitas dari PLTP Sarulla (2 x 110 MW), PLTP Karaha (30 MW), PLTP Sorik Marapi (2 x 20 MW), dan PLTP Lumut Balai (55 MW). Berdasarkan roadmap yang disusun, Indonesia akan menjadi negara penghasil energi panas bumi terbesar di dunia mengalahkan Amerika Serikat pada 2021 dengan kapasitas listrik panas bumi mencapai 3.559,5 MW.

Capaian ini dilihat karena perkembangan panas bumi di Filipina telah mendekati cadangan yang ada. Sedangkan di Amerika Serikat, tak terjadi perkembangan signifikan, karena tak adanya insentif pengembangan energi tersebut oleh pemerintah setempat.

Saat ini, pemanfaatan panas bumi untuk keperluan pembangkitan listrik baru 1.698,5 MW atau sekitar 10 persen dari cadangan yang ada. Padahal, sebanyak 331 titik lokasi potensi panas bumi yang telah menyebar di wilayah Indonesia sangat strategis untuk investasi dan memenuhi kebutuhan energi nasional sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

“Kami punya cadangan panas bumi sebesar 17.506 MW dan sumber daya sebesar 11.073 MW, tapi belum dioptimalkan. Ini jadi peluang bagi para investor sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional,” ungkap Dadan.

Pemerintah pun terus memberikan kemudahan kepada investor panas bumi melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal. Selain itu, Kementerian ESDM telah menerbitkan regulasi khusus mengenai panas bumi. Yaitu UU Nomor 21/2014 tentang Panas Bumi,

Peraturan Pemerintah Nomor 7/2017 tentang Panas Bumi untuk Pemanfaatan Tidak Langsung, serta peraturan-peraturan teknis lainnya. Kedua regulasi tersebut dinilai mengubah pemikiran lama bahwa pengembangan panas bumi bisa dilakukan di kawasan hutan konservasi karena tidak lagi dikategorikan sebagai usaha pertambangan.

Terbaru, pemerintah juga menerbitkan Permen ESDM Nomor 50/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Poin penting dari beleid tersebut adalah penyempurnaan terkait Biaya Pokok Penyediaan (BPP).

Untuk wilayah timur, apabila BPP setempat lebih besar dari BPP Nasional maka harga listrik panas bumi merupakan 100 persen BPP setempat sehingga harga listrik panas bumi cukup menarik dan ekonomis untuk dikembangkan. Sedangkan untuk wilayah barat, apabila BPP setempat lebih rendah dari BPP nasional maka harga listrik panas bumi ditentukan dengan mekanisme negosiasi secara business to business antara badan usaha dan PLN. (man2/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:23

Kondisi Baik bagi Konsumen Properti

MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya,…

Sabtu, 18 November 2017 06:22

BI Rate Bikin Minat Deposito Turun

PENURUNAN  bunga bank terus berlanjut menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas kembali…

Sabtu, 18 November 2017 06:21

ISPO di Kaltim Terkendala PUP

SAMARINDA  –   Saat ini di Kaltim ada 373 perusahaan kelapa sawit. Sayangnya, hanya…

Sabtu, 18 November 2017 06:19

SMA Selalu Dominasi Pengangguran

SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…

Jumat, 17 November 2017 07:09

Setelah Berau, Kukar Juga Kembangkan Jagung

SAMARINDA - Realisasi luas tambah tanam (LTT) jagung di Berau dari Januari hingga September tahun ini…

Jumat, 17 November 2017 07:07

Rute ke Madinah Dibuka, Guangzhou Menyusul

BALIKPAPAN - Berlabel internasional, Bandara Sepinggan Balikpapan memiliki sedikit penerbangan ke luar…

Jumat, 17 November 2017 07:05

NPL Balikpapan Betah di Level Bahaya

BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .