MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:24
Salip AS dan Filipina pada 2021

Indonesia Bakal Jadi Penghasil Listrik Geothermal Terbesar Dunia

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Indonesia diproyeksikan akan menjadi penghasil listrik dari tenaga panas bumi atau geothermal terbesar di dunia pada 2021 mendatang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, proyeksi ini dapat dilihat dengan pertumbuhan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) dari tahun ke tahun.

“Berdasarkan hasil analisa kami, kapasitas PLTP Indonesia akan mengalahkan produsen tenaga listrik panas bumi terbesar dunia, Amerika Serikat dan Filipina pada tahun 2021,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana lewat keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/9).

Dia menjelaskan, pada 2018, Indonesia akan melampaui Filipina untuk menjadi negara pengguna energi panas bumi terbesar kedua di dunia dengan menghasilkan listrik panas bumi sebesar 2.023,5 megawatt (MW), melalui penambahan kapasitas dari PLTP Sarulla (2 x 110 MW), PLTP Karaha (30 MW), PLTP Sorik Marapi (2 x 20 MW), dan PLTP Lumut Balai (55 MW). Berdasarkan roadmap yang disusun, Indonesia akan menjadi negara penghasil energi panas bumi terbesar di dunia mengalahkan Amerika Serikat pada 2021 dengan kapasitas listrik panas bumi mencapai 3.559,5 MW.

Capaian ini dilihat karena perkembangan panas bumi di Filipina telah mendekati cadangan yang ada. Sedangkan di Amerika Serikat, tak terjadi perkembangan signifikan, karena tak adanya insentif pengembangan energi tersebut oleh pemerintah setempat.

Saat ini, pemanfaatan panas bumi untuk keperluan pembangkitan listrik baru 1.698,5 MW atau sekitar 10 persen dari cadangan yang ada. Padahal, sebanyak 331 titik lokasi potensi panas bumi yang telah menyebar di wilayah Indonesia sangat strategis untuk investasi dan memenuhi kebutuhan energi nasional sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

“Kami punya cadangan panas bumi sebesar 17.506 MW dan sumber daya sebesar 11.073 MW, tapi belum dioptimalkan. Ini jadi peluang bagi para investor sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional,” ungkap Dadan.

Pemerintah pun terus memberikan kemudahan kepada investor panas bumi melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal. Selain itu, Kementerian ESDM telah menerbitkan regulasi khusus mengenai panas bumi. Yaitu UU Nomor 21/2014 tentang Panas Bumi,

Peraturan Pemerintah Nomor 7/2017 tentang Panas Bumi untuk Pemanfaatan Tidak Langsung, serta peraturan-peraturan teknis lainnya. Kedua regulasi tersebut dinilai mengubah pemikiran lama bahwa pengembangan panas bumi bisa dilakukan di kawasan hutan konservasi karena tidak lagi dikategorikan sebagai usaha pertambangan.

Terbaru, pemerintah juga menerbitkan Permen ESDM Nomor 50/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Poin penting dari beleid tersebut adalah penyempurnaan terkait Biaya Pokok Penyediaan (BPP).

Untuk wilayah timur, apabila BPP setempat lebih besar dari BPP Nasional maka harga listrik panas bumi merupakan 100 persen BPP setempat sehingga harga listrik panas bumi cukup menarik dan ekonomis untuk dikembangkan. Sedangkan untuk wilayah barat, apabila BPP setempat lebih rendah dari BPP nasional maka harga listrik panas bumi ditentukan dengan mekanisme negosiasi secara business to business antara badan usaha dan PLN. (man2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:11

WIDIH..!! Konsumen Lebih Suka Beras Mahal

BALIKPAPAN - Isu kelangkaan beras medium di beberapa daerah diyakini tak berlaku di Balikpapan. Di Kota…

Rabu, 17 Januari 2018 07:09

Petani Kaltim Belum Juga Surplus

SAMARINDA - Sektor pertanian belum juga menjanjikan untuk Kaltim. Hal itu tergambar dari nilai tukar…

Rabu, 17 Januari 2018 07:07

Krisis Regenerasi, Produk Kalah Saing dengan Kain Cetak

Permukiman penenun sudah terbangun puluhan tahun lalu di Samarinda Seberang. Oleh pemerintah, kawasan…

Rabu, 17 Januari 2018 07:03

43 Persen Penjualan dari Produk Baru

MELUNCURNYA beberapa produk baru sepanjang tahun lalu ternyata sukses menjaga pertumbuhan pasar PT Astra…

Selasa, 16 Januari 2018 07:19

Moratorium Tak Ganggu Produksi Sawit

SAMARINDA - Tahun ini, Pemprov Kaltim menegaskan, moratorium penerbitan izin baru pertambangan, perkebunan,…

Selasa, 16 Januari 2018 07:16

India dan Tiongkok Masih Sasaran Utama

SAMARINDA - Selain dari sisi komoditas, Kaltim juga belum mampu mengubah sasaran utama ekspor. Sampai…

Selasa, 16 Januari 2018 07:13

BI: Aset Virtual Bakal Ganggu Sistem Pembayaran

FENOMENA mata uang virtual seperti Bitcoin dinilai semakin mengusik perekonomian. Bank Indonesia pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .