MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 September 2017 07:23
Nilai Produksi Ekonomi Kreatif Bisa Rp 1.000 Triliun
-Triawan Munaf

PROKAL.CO, JAKARTA - Pemerintah memprediksi kontribusi ekonomi kreatif bisa menembus Rp 1.000 triliun tahun ini. Artinya, sektor tersebut setidaknya bisa tumbuh 8 persen dibandingkan proyeksi tahun lalu.

“Rata-rata, pertumbuhan ekonomi kreatif itu sebesar Rp 70 triliun setiap tahun. Jadi, kalau pertumbuhan Rp 70 triliun itu tercapai, dan saya yakin lebih, akhir 2017 ini akan didapat angka kontribusi Rp 1.000 triliun dari ekonomi kreatif kepada Produksi Domestik Bruto (PDB),” ucap Kepala Badan Kreatif Indonesia (Bekraf), Triawan Munaf di kantornya, Senin (11/9).

Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi ekonomi kreatif pada 2015 lalu adalah Rp 852,24 triliun, atau sekitar 7,38 persen dari total PDB. Tiga sektor penyumbang terbesar ekonomi kreatif adalah kuliner sebesar 41,59 persen, diikuti fashion 18,15 persen, dan kriya 15,7 persen.

“Ada sektor-sektor yang sifatnya masih kecil tetapi kami jadikan prioritas. Seperti film, pengembang aplikasi dan game, serta musik,” ujarnya.

Menurut Triawan, ada beberapa kendala dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Pertama, masalah pencatatan data di mana kontribusi ekonomi industri masih belum sepenuhnya ditangkap oleh BPS.

“Masih harus dilakukan revisi terhadap cara menghitung kontribusi ekonomi kreatif,” ujarnya.

Misalnya, di bidang musik, penghitungan kontribusi seharusnya tidak hanya berdasarkan penjualan kaset atau cakram padat (CD). Tetapi, harus mengikuti perkembangan zaman seperti berdasarkan pengunduhan lagu di aplikasi, hingga penyelenggaraan konser musik.  “Saya yakin, angka-angka yang sekarang ada di BPS itu sebetulnya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Kemudian, Indonesia juga perlu membenahi dari sisi ekosistem di masing-masing subsektor ekonomi kreatif, misalnya di sektor pajak. Sejumlah aturan masih belum jelas dan tarif pajak penghasilan yang dikenakan masih terlalu tinggi. Di sisi lain, pemerintah telah melakukan relaksasi terhadap aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang bermanfaat bagi perkembangan industri perfilman.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal sebagai tindak lanjut dari Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X. Dalam beleid tersebut, pemerintah membuka industri perfilman untuk investor asing sebesar 100 persen.

“Sekarang investasi film telah dibuka untuk investor dalam negeri dan luar negeri. Itu yang diperlukan untuk membangun bioskop-bioskop dan kemampuan produksi dan juga distribusi,” ujarnya. (ant/man/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:23

Kondisi Baik bagi Konsumen Properti

MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya,…

Sabtu, 18 November 2017 06:22

BI Rate Bikin Minat Deposito Turun

PENURUNAN  bunga bank terus berlanjut menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas kembali…

Sabtu, 18 November 2017 06:21

ISPO di Kaltim Terkendala PUP

SAMARINDA  –   Saat ini di Kaltim ada 373 perusahaan kelapa sawit. Sayangnya, hanya…

Sabtu, 18 November 2017 06:19

SMA Selalu Dominasi Pengangguran

SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…

Jumat, 17 November 2017 07:09

Setelah Berau, Kukar Juga Kembangkan Jagung

SAMARINDA - Realisasi luas tambah tanam (LTT) jagung di Berau dari Januari hingga September tahun ini…

Jumat, 17 November 2017 07:07

Rute ke Madinah Dibuka, Guangzhou Menyusul

BALIKPAPAN - Berlabel internasional, Bandara Sepinggan Balikpapan memiliki sedikit penerbangan ke luar…

Jumat, 17 November 2017 07:05

NPL Balikpapan Betah di Level Bahaya

BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .