MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 12 September 2017 19:23
Calon Kepala Daerah Tak Bisa Dijerat KPK

Kecuali Terjaring Operasi Tangkap Tangan

PROKAL.CO, PROKAL.CO, JAKARTA- Diwarnai debat internal DPR, KPK akhirnya menyetujui usulan Komisi III DPR calon kepala daerah 2018 yang sudah ditetapkan KPU pada Februari 2018 tidak akan diperiksa lembaga antirasuah jika terkait kasus korupsi.

Pemeriksaan akan dilakukan setelah pilkada selesai, bahkan usai adanya putusan MK jika terjadi sengketa.

“Setelah ditetapkan jadi calon, sepanjang belum memasuki projustitia kami sepakat melakukan hal-hal yang tidak mengurangi muruah yang bersangkutan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di gedung parlemen Jakarta, Senin (12/9).

Namun, Agus menegaskan, hal ini tidak berlaku untuk kasus calon kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

“Kecuali OTT pak, tidak bisa,” tegas Agus.

Wakil Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan dan anggota Komisi III DPR Aziz Syamsudin sebelumnya meminta agar KPK tidak memeriksa calon kepala daerah usai penetapan pasangan calon pada Februari 2018.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, berdasarkan rapat di Komisi III DPR dengan KPK periode sebelumnya, Polri dan Kejaksaan Agung, kesepakatan ini sudah ada.

“Dua periode lalu disepakati bahwa begitu seseorang ditetapkan jadi calon kepala daerah dia tidak lagi diperiksa sampai selesai. Selesainya sampai putusan MK seandainya ada silang sengketa,” ujar Trimedya dalam RDP.

“Supaya tenang kepala daerah maju,” tambahnya.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra Wenny Warouw menolak. Dia menjelaskan, tidak boleh begitu dalam sebuah proses hukum.

“Kalau memang bukti permulaan cukup, lanjut. Mana bisa ditawar seperti itu,” kata Wenny dalam RDP.

Trimedy menanggapi. Dia menjelaskan, ini bukan untuk menghentikan kasus yang menjerat calon kepala daerah.

“Tapi, sepanjang tahapan pilkada jangan ada pemanggilan dulu. Kalau OTT, itu sudah lain,” katanya. (boy/jpnn)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 09:48

WASPADA YANG DI BALI..!! Gunung Agung Sebentar Lagi Meletus

DENPASAR- Gunung Agung memasuki level paling berbahaya. Ini setelah statusnya dinaikkan dari level III…

Jumat, 22 September 2017 18:32

KPK Harus Segera Tahan Setnov

Desakan agar KPK bertindak tegas terhadap tersangka kasus e-KTP Setya Novanto terus bergulir. Teranyar,…

Jumat, 22 September 2017 18:25

Isu PKI, Ini Kata Anggota MPR...

Pemberontakan Gerakan 30 September PKI (G 30 S/PKI) menurut istilah Jenderal Soeharto, atau Gerakan…

Jumat, 22 September 2017 18:20

Hoaks, Golkar Bantah Dukung Ridwal Kamil

Hoaks bikin pengurus Partai Golkar pusing. Ini terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub…

Jumat, 22 September 2017 18:16

Ada Apa Ini? Ketua DPD Getel Kejaksaan Agung

Bukan cuma posisi KPK yang kini tengah "diobok-obok" DPR lewat Pansus Angket KPK, posisi Kejaksaan  Agung…

Jumat, 22 September 2017 18:13

Ditunggu, Eh... Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini

Digembor-gemborkan bakalan balik ke Indonesia Jumat (22/9) hari ini, Imam Besar Front Pembela Islam…

Jumat, 22 September 2017 09:11

Saham PGN Anjlok

JAKARTA - Turunnya harga saham PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di lantai bursa berdampak pada lenyapnya…

Jumat, 22 September 2017 09:10

Harta Tak Dilaporkan Dikenakan PPh

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak. Setelah…

Kamis, 21 September 2017 17:03

Nelayan Malaysia Seludupkan Sabu dan Ekstasi lewat Aceh

Sabu asal Malaysia berhasil digagalkan Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal…

Kamis, 21 September 2017 16:56

AWAS! Gerindra Yakin Eks PKI Punya Agenda Besar

Jelang 30 September, isu terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali menyita perhatian publik. Nah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .