MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Selasa, 12 September 2017 09:22
Bangun Kembali Akademi Awal Tahun Ini
-

PROKAL.CO, class="Default"> SEPAK bola Myanmar tidak begitu moncer. Di Piala AFF, prestasi terbaik mereka hanya tembus semifinal pada 2004 dan 2006. Kalau di level Asia, kejutan pernah mereka capai ketika menjadi runner-up Piala Asia 1968 tatkala masih bernama Burma. Karena itu, Myanmar Football Federation (MFF) kini lebih serius mengurusi pembinaan.

Keseriusan MFF tampak dari dibangunnya kompleks sepak bola di sekitar Stadion Thuwunna, Yangon. Di seberang jalan, terdapat kantor MFF. Di sebelahnya terbangun megah area National Football Academy (NFA). Selain lapangan, terdapat gedung untuk memenuhi kebutuhan akademi itu.

Menurut CEO MFF Phone Naing Zaw, akademi tersebut sudah mulai dirancang pada 2014. Awalnya, mereka membangun terlebih dahulu lapangan sepak bola. ”Pada 2016, gedung akademi sudah jadi. Baru pada Februari tahun ini kami meresmikan National Football Academy,” kata pria 36 tahun itu.

           Sebenarnya, lanjut Phone, MFF sempat membangun akademi sepak bola pada 2009 di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Dari akademi ini, lahir bintang timnas seperti striker Aung Tu dan bek Zaw Min Tun. Lalu, timnas U-20 Myanmar juga tampil di Piala Dunia U-20 pada 2015 di Selandia Baru. Itulah yang melatarbelakangi inisiatif membangun pembinaan pesepak bola muda.

            Dengan dibangunnya NFA, pihak MFF juga berusaha untuk mendapat talenta terbaik yang dimiliki oleh negara tersebut. MFF mengadakan seleksi di 52 kota untuk pemain 11 tahun. Dengan jumlah siswa mencapai angka seribu, MFF juga tidak membebankan biaya kepada mereka.

            Semua fasilitas bisa digunakan secara gratis. Selain lapangan, terdapat fasilitas tempat fitness, ruang kelas, hingga kamar tidur untuk menginap. Kebutuhan konsumsi makanan juga tersedia.

MFF juga menyelenggarakan kompetisi nasional di level usia. Itu dilakukan sejak U-18, U-19, U-20, hingga U-21. Dengan berbentuk Non-Government Organization (LSM), MFF hadir sebagai pihak yang harus bekerja untuk kebaikan sepak bola di negeri Tanah Emas ini. Namun, semua tetap mendapat dukungan dari pemerintah.

            ”Kami sadar, pembinaan sepak bola harus dilakukan sejak usia muda. Kebanyakan negara di Eropa sudah memberlakukan ini sejak lama. Mungkin sekarang masih MFF yang mengelola ini. Ke depan, bisa jadi semua klub akan memiliki akademi sehingga usaha kami bisa tetap berjalan secara menyeluruh,” ujar pria lulus National Technological University, Singapura, itu. (dit/ham/jpg/er/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 09:28

Yakin Tren Positif Berlanjut

KEMENANGAN Borneo FC atas Barito Putera 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (16/7), disambut hangat…

Rabu, 18 Juli 2018 09:26

Marlon Jawab Keraguan

SEMPAT jadi sorotan lantaran nirgol saat Borneo FC kontra Perseru Serui (7/7), Marlon da Silva membayarnya…

Rabu, 18 Juli 2018 09:25

Menyesal Terlalu Lama di Arsenal

HINGGA kini, Arsene Wenger belum menentukan kelanjutan kariernya di dunia sepak bola. Setelah undur…

Rabu, 18 Juli 2018 09:24

Coutinho Bisa Selamatkan Mina

BARCELONA – Regulasi La Liga mengharuskan setiap klub hanya boleh memiliki tiga pemain berpaspor…

Rabu, 18 Juli 2018 09:23

Kembali Untuk Pramusim

PEP Guardiola harus segera "berdamai" dengan Joe Hart. Setidaknya, untuk pramusim Manchester City di…

Rabu, 18 Juli 2018 07:33

Haram Kalah di Kandang

TENGGARONG – Performa Mitra Kukar pada musim ini jauh dari kata stabil. Dari 15 pertandingan yang…

Selasa, 17 Juli 2018 09:11

Ronaldo bukan Maradona

JUVENTUS diyakini bakal kembali mendominasi pentas domestik Italia. Ini seiring kehadiran Cristiano…

Selasa, 17 Juli 2018 09:11

Cuadrado Disarankan Pakai Nomor 49

TURIN – Cristiano Ronaldo mendapatkan sambutan luar biasa dari Juventini. Ribuan pendukung Juventus…

Selasa, 17 Juli 2018 09:10

Awal-Akhir yang Kontroversial

PRANCIS paling diuntungkan dengan pemakaian teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2018.…

Selasa, 17 Juli 2018 09:09

Ronaldo Diklaim Inginkan Napoli

JUVENTUS merupakan penguasa kompetisi Italia saat ini. Dengan 34 gelar scudetto, bahkan tujuh musim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .