MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 12 September 2017 09:03
Let’s Take Care of Your Vehicle
-

PROKAL.CO, HUJAN mulai menghantui beberapa wilayah Kaltim lagi, nih. Enggak kebayang kan, kalau motor tiba-tiba mogok karena banjir. Kondisi ini bikin kita wajib menjaga kondisi kendaraan. Makanya, Irwan Andriyanto, Marketing Head Sinar Utama Yamaha Samarinda, memberi beberapa tips cara menjaganya. (*/yun/*/yjm/k15)

Perhatikan Kedalaman Banjir

Tingkat debit banjir harus diperhatikan, gengs. Semua tipe motor bakalan mogok kalau airnya sedalam kenangan mantan, eaa. Fyi, banjir yang parah dapat menyebabkan water hammer. “Tekanan air dari banjir yang dalam bisa masuk ke ruang pembakaran mesin. Ini membuat mesin pecah dan keadaan motor makin parah,” ujar beliau.

Bawa ke Tempat Kering

Bagi kendaraan jenis matik, CVT merupakan alat penggerak mesin. Jika kemasukan air, maka motor enggak bisa bergerak walaupun mesin menyala. Dalam keadaan ini, jangan memaksakan tetap ngegas kendaraan. Lebih baik matikan motor dan bawa ke tempat kering. Lalu, buka penutup lubang agar air enggak merendam mesin terlalu lama.

Langsung ke Bengkel

Walaupun udah aman karena motor bisa menyala, Irwan menyarankan untuk membawa kendaraan langsung ke bengkel. Supaya motor dapat dicek dan dibongkar. Serta dibersihkan dari air dan kotoran yang menempel pada mesin.

Rajin Ganti Oli

Kalau pengin kendaraanmu bertahan lama, mengganti oli juga dianjurkan, nih. “Intinya harus diganti tepat waktu Jika memakai oli standar, batas kilometer penggantian oli mesin adalah 3 ribu kilometer. Bakal lebih baik lagi kalau sebelum limit,” tambah Irwan. Yup, apapun tipe dan merek kendaraanmu, ganti oli secara rutin wajib hukumnya. Karena jika terlalu lama dipakai bisa berdampak buruk pada kinerja mesin, lho.

Perhatikan Busi Motor

Kebanyakan motor zaman sekarang sudah menggunakan teknologi injeksi. Menurut Irwan, motor berinjeksi sangat rawan karena cara kerjanya adalah mencampur udara dengan bahan bakar supaya menghasilkan pembakaran sempurna. Makanya, waktu yang tepat untuk mengganti busi adalah sembilan bulan sekali atau per 9 ribu kilometer.


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 06:28

Jadi Tuan Rumah Gelaran Seminar dan Pelatihan PLC

Oleh: Elektro Industri 2016 Politeknik Negeri Balikpapan SABTU (9/6), mahasiswa semester 4 elektronika…

Senin, 18 Juni 2018 06:26

Aktif Bergerak di Bidang Kemanusiaan

SESUAI namanya, Borneo Organization of Student Service (BOSS) Smaridasa merupakan klub pelayanan yang…

Senin, 18 Juni 2018 06:22

Aksi PenolakanUang Pangkal

VIDEO mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang mengadang mobil rektor, viral di media sosial.…

Senin, 18 Juni 2018 06:19

Enhance Your Creativity!

SETUJU enggak, kalau kreativitas sangat diperlukan untuk melakukan improvisasi di kehidupan sehari-hari.…

Minggu, 17 Juni 2018 00:19

The Guilty Pleasure of Eid Dishes

SETELAH sebulan penuh menahan lapar, dahaga, dan menjaga amalan baik, kini kita semua bertemu kembali…

Minggu, 17 Juni 2018 00:15

Kebanyakan Makan Berisiko Penyakit

SETELAH sebulan penuh menahan lapar dan haus, hari ini kita bisa melampiaskan keinginan untuk makan…

Minggu, 17 Juni 2018 00:11

The Back-Up Plan

ZET Rangers pasti setuju kan kalau masakan Lebaran paling bisa menggugah selera banget. Enggak jarang…

Kamis, 14 Juni 2018 06:44

DOMPET TEBAL DI HARI RAYA

SELAIN kumpul bareng keluarga, momen Lebaran nggak akan pas tanpa tunjangan hari raya (THR). Tradisi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:41

Umur Bertambah, Nominal Berkurang

SIAPA yang setuju dengan statement di atas? Sebanyak 40 persen Zetizen berusia 15–20 tahun merasa…

Kamis, 14 Juni 2018 06:35

Ke Mana Larinya THR?

SETELAH sebulan menahan hawa nafsu plus kehabisan uang untuk buka bersama, THR jadi pelampiasan untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .