MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 12 September 2017 08:10
Sempat Ditolak, Kini Warga Sadar Pentingnya Septic Tank

Kisah Tenaga Kesehatan Teladan Nasional dari Kota Minyak: Darmawati (5)

BUAH KERJA KERAS: Kegigihan Darmawati mengajak warga Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, agar tidak buang air besar sembarangan diganjar penghargaan pemerintah pusat. (dina angelina/kp)

PROKAL.CO, Sanitasi di wilayah pesisir jadi masalah kompleks. Ini turut dialami Darmawati. Dia harus mengubah perilaku warga yang kerap buang air besar sembarangan (BABS). Dengan melakukan aksi pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

DINA ANGELINA, Balikpapan

SUDAH kurang lebih 16 tahun, perempuan asal Makassar ini bertugas sebagai petugas kesehatan di Puskesmas Baru Tengah, Balikpapan Barat. Sehari-hari, Darmawati akrab dengan permasalahan warga. Termasuk soal kebiasaan BABS. Wilayah Kelurahan Baru Tengah sebagian besar berada di pesisir pantai. Berdasarkan data puskesmas, 40 persen warga masih membuang hajat di laut.

 Darma menyebutkan, selama ini, masalah utama di daerah pesisir bukan hanya sanitasi. Namun, sarana mandi cuci kakus (MCK) dan perilaku buang sampah sembarangan. Semenjak bertugas pada 2000 silam, masalah tersebut seakan tak ada habisnya. Beragam fasilitas terasa percuma. Karena masyarakat sendiri yang tidak mengubah perilakunya.

”Tantangan berat untuk daerah pesisir karena septic tank mereka saling berdekatan. Kadang mereka beralasan tidak ada lahan untuk membangun toilet. Pernah pihak ketiga memberikan bantuan berupa bioseptic, tapi mereka tidak juga mau pakai. Malah membuat lubang baru atau pakai lubang lama. Jadi, ini soal mengubah perilaku mereka,” tuturnya.

Walau ada bioseptic, warga masih terbiasa buang air besar di laut. Sehingga, fasilitas tersebut justru terbengkalai. Tidak maksimal. Dari masalah ini, putri dari Siti Maisyah itu berpikir untuk menggunakan program STBM. Dia merasa, program ini mampu mengatasi permasalahan sanitasi. Mengingat STBM merupakan program yang dirancang pemerintah untuk masyarakat di perdesaan. Namun nyatanya, tidak dapat dimungkiri, masalah seperti ini juga terjadi di perkotaan.

Sesuai dengan pilar I STBM, Darma berusaha membuat gerakan stop BABS di daerah pesisir. Balikpapan telah mengikuti program ini sejak 2014. Dalam kurun waktu satu tahun, Darma terus melakukan sosialisasi. Kemudian, realisasi pemicuan baru dapat dia terapkan mulai 2016 hingga sekarang. Berbeda dengan penyuluhan yang sebatas memberikan informasi. Pemicuan, semua pihak harus berbaur. Tidak ada perbedaan antara fasilitator dan peserta.

”Kalau saat penyuluhan, fasilitator lebih dominan berbicara. Pemicuan sebaliknya, fasilitator harus bertanya terus tentang kondisi peserta. Menggali informasi dari mereka. Intinya, saya memicu warga untuk sadar bahwa tindakan BABS hal yang salah dan merugikan. Harapannya, mereka mau berubah secara mandiri,” kata perempuan kelahiran Mare, Bone, Sulsel, tersebut. Pemicuan terdiri dari berbagai tahap dan pertemuan.

 Awalnya, Darma perlu mengumpulkan warga. Setelah itu mereka bersama-sama melakukan pemetaan. Di mana saja lokasi rumah dan berapa besar daerah yang terpapar kotoran BAB. Nantinya, dari peta itu terlihat berapa kotornya kawasan tersebut. Maka dari itu, perlu partisipasi langsung dari masyarakat agar mereka paham bahwa kampung huniannya kotor.

”Setelah pemetaan, kami melalukan tahapan perhitungan volume berapa banyak kotoran yang mereka buang sembarangan itu. Kemudian, ada tahapan simulasi air yang terkontaminasi BAB. Cara ini dilakukan untuk mengubah perilaku lewat rasa jijik mereka,” imbuhnya. Selanjutnya, tim akan melakukan tahapan transit walk dengan berkunjung ke rumah warga secara langsung.

”Setelah semua tahapan itu, kami lakukan ajakan persuasif agar mau berubah. Kalau bersedia, berarti ada keinginan. Mereka akan kami minta membuat komitmen perubahan. Kapan target waktunya beserta tanda tangan. Tidak perlu dalam waktu dekat yang penting mereka bersedia dulu. Komitmen ini bagian dari bukti pemicuan juga,” sebutnya.

Selepas pemicuan, Darma melakukan evaluasi. Melihat daerah mana saja yang telah berubah. Serta berapa banyak warga yang bersedia mengubah perilaku BABS. Perempuan berusia 41 tahun ini mengungkapkan, sejauh ini program masih terus berjalan. Meski tidak dapat dilakukan massal sekaligus di beberapa daerah. Mengingat jumlah sumber daya manusia dan anggaran yang terbatas.

”Bagi saya yang penting program ini bisa terus berjalan. Kami juga coba gandeng pihak ketiga dari dana corporate social responsibility (CSR). Kalau berharap swadaya masyarakat sulit, karakter warga susah dilakukan pemicuan. Mereka berada di kondisi ekonomi menengah ke bawah. Belum lagi latar belakang pendidikan juga menentukan perilaku,” ujarnya.

Sejak pemicuan berjalan dua tahun terakhir, Darma mengaku timnya sudah menyentuh 10 RT dari total 45 RT di Kelurahan Baru Tengah. Di antaranya RT 11, 12, 13, 43, dan 45. Dari total RT itu, 40 persennya sebagian besar masih berperilaku BABS. Setiap kali melakukan pemicuan, Darma akan dibantu oleh kader RT setempat. Tentu turut melibatkan tim dari anggota puskesmas juga.

Salah satu contoh yang berhasil di RT 11. Awalnya, ada 29 KK yang BABS. Setelah pemicuan, semua mau berubah dan hanya menyisakan satu. Sisanya ada yang berubah secara bertahap. Nantinya, tim tinggal datang untuk mengingatkan kembali komitmen mereka. Rata-rata septic tank mereka bangun sendiri, tapi ada juga yang mendapatkan bantuan berupa bioseptic.

”Pemicuan ini sudah termasuk mengubah perilaku mereka yang suka buang sampah pampers sembarangan. Harusnya setelah menggunakan pampers, mereka perlu mencuci kotorannya terlebih dahulu. Baru boleh membuang sampahnya,” jelasnya. Bukan perkara mudah untuk mengubah karakter seseorang. Istri dari Abdul Jabbar ini kadang mengalami penolakan dari warga.

Dia bercerita, dulunya saat tim puskesmas ingin melakukan penyuluhan, warga menyambut dengan antusias. Sayangnya, yang terjadi sekarang justru sebaliknya. ”Tugas utama saya mengubah perilaku. Jadi, harus berhati-hati dalam komunikasi, melihat situasi, pencairan suasana dengan bercanda. Sebab, pembahasan seperti ini rentan membuat orang tersinggung. Sebelum pemicuan kami perlu pendekatan,” tuturnya.

Meski sulit, alumnus AKL Muhammadiyah Makassar ini tetap berkomitmen meneruskan program tersebut. Bahkan, ibu dari tiga anak ini memiliki impian untuk membuat Kelurahan Baru Tengah menjadi kelurahan open defecation free (ODF). Artinya, lingkungan tersebut sudah bebas buang besar. Dia sadar untuk mencapai impian itu, Darma terlebih dahulu harus berusaha keras melakukan pemicuan agar warga tidak BABS.

”Sembari itu, saya juga ingin menjalankan pilar lain dalam program STBM. Yakni pengelolaan sampah RT. Saya ingin aktifkan lagi dan memperbanyak program bank sampah di daerah pesisir. Jadi, dari rumah sudah mereka pilah sampah organik dan non- organik. Kami sudah kontak dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membantu, begitu pula kader yang menyambut senang,” tutupnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 12 Oktober 2017 08:26

Ketika Air Laut Kelewat Dipercaya Memupus Haus

Kekuasaan itu seperti air laut. Makin diminum, makin bikin haus. Haus dan air laut yang luput kendali…

Rabu, 11 Oktober 2017 08:23

Perokok Makin Muda, Berhenti Cukup dengan Teknik Pernapasan

Lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini menjadi perokok. Bahkan, 20 persen…

Selasa, 10 Oktober 2017 08:16

Pesona Itu Bernama Lettu Burai Enggang

Dalam HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2017, busana khas Dayak menyihir pengunjung. BUSANA…

Senin, 09 Oktober 2017 08:23

Baru Empat Bulan, Tak Punya Pembina, Bersiap Penghijauan Massal

Sudah saatnya yang muda menularkan semangat menjaga keasrian lingkungan. Seperti yang dilakukan sekelompok…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:20

Kaltim Lakukan 2.000 Aksi dari 1.300 Zetizen

Ada ribuan zetizen di Kaltim yang mengunggah aksi positif ke www.zetizen.com. Dari ribuan orang itu,…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:10

Terkesan Kota yang Dinamis dengan Warganya yang Sadar Hukum

BALIKPAPAN  –  AKBP Jeffri Dian Juniarta yang kurang lebih dua tahun menjabat kapolres…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:04

FM2S Sigap Informasikan Kebakaran

Menggunakan Fire Man Monitoring System (FM2S), petugas maupun masyarakat dapat mengirimkan informasi…

Sabtu, 07 Oktober 2017 00:08

Susun Skema Kembangkan UMKM di Balikpapan

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Minyak bisa dibilang hanya segelintir saja yang…

Jumat, 06 Oktober 2017 07:52

Tak Sedikit Korban Perundungan Akhirnya Bunuh Diri

Bicara soal kekerasan, sering kali perempuan dan anak menjadi korban. Baik verbal maupun nonverbal.…

Kamis, 05 Oktober 2017 08:34

Tanpa Sadar Perundungan kepada Anak Bisa Dilakukan Orangtua

Belakangan, kasus bullying atau perundungan ramai dibicarakan. Kebanyakan terjadi di sekolah. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .