MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 September 2017 07:17
Sengketa Konsumen Meningkat 20 Persen
MESTI SALING MENGUNTUNGKAN: BPSK hadir untuk menengahi antara konsumen dan pedagang jika terjadi pengaduan perselisihan yang tak dapat diselesaikan kedua belah pihak.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - DataBadan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Samarinda mencatat, setiap tahun ada lonjakan sengketa konsumen hingga 20 persen. Tahun lalu, ada 13 kasus yang berhasil diselesaikan. Saat ini sudah ada 11 kasus, padahal baru memasuki September. Jumlahnya terus meningkat, walaupun banyak konsumen yang belum mengetahui tugas BPSK Samarinda.  

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Adriyani, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri M Fachri Anshari. Dia mengatakan, data pada 2017 saja itu belum termasuk dengan kasus yang belum ditangani.

Kasus sengketa konsumen memang cukup banyak. Pada 2014, sengketa konsumen hanya ada 7 kasus, terus naik hingga mencapai 13 kasus pada 2016. Tahun ini, diyakini akan lebih banyak dari tahun sebelumnya.(Selengkapnya lihat grafis).

“Memang jika dibandingkan dengan kota lain jumlah tersebut cukup rendah. Rata-rata kota di Pulau Jawa satu tahunnya sengketa konsumen bisa mencapai 30 kasus,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post di Gedung Graha Ruhui Rahayu, Jalan Juanda, Samarinda, Senin (11/9).

Menurutnya, hal ini wajar. Karena masih banyak masyarakat Kota Tepian yang tidak mengetahui mengenai hal konsumen. Padahal BPSK Samarinda, siap melayani masyarakat bila ada transaksi yang tak sesuai di lapangan. Sebab, hak konsumen harus dilindungi agar martabatnya terjaga. Penjual tak boleh semena-mena dengan para konsumen. Begitu pula penjual.

“Kami pun melindungi ketika mereka menjadi konsumen, yaitu saat mereka membeli bahan baku produknya. Intinya, dalam perdagangan itu harus ada win-win solution, jangan sampai ada yang dirugikan,” ujarnya.

Sekarang tambahnya, keluhan konsumen juga diarahkan langsung ke Pemprov Kaltim Bagian Pengawasan Barang Beredar. Sama-sama bekerja sama melindungi hak-hak konsumen. Namun, harapannya tidak ada lagi sengketa konsumen. “Jangan sampai kasus merugikan konsumen semakin banyak di Kaltim,” katanya.

Jangankan Kaltim. Di Indonesia saja, masyarakatnya baru sampai tahap memahami haknya sebagai konsumen. Hal itu terlihat dari rendahnya tingkat indeks keyakinan konsumen (IKK) pada 2016, yakni 30,86 persen. Padahal, IKK Eropa sudah mencapai 51,31 persen.

Tak hanya itu, tingkat pengaduan konsumen juga sangat rendah. Dari setiap satu juta penduduk Indonesia hanya 4,1 persen yang menggunakan hak pengaduan konsumen. Angka ini jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan Korea, yang mencapai 64 persen dan satu juta penduduk sudah menggunakan hak mengadu.

“Kita harus benar-benar bekerja. Mengenalkan BPSK sebagai perlindungan konsumen. Sebab, hanya 22,2 persen konsumen Indonesia yang mengenal dan mengetahui fungsi lembaga perlindungan konsumen,” tutupnya. (*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:18

Pesimistis Capai Target

JAKARTA  —  Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen…

Sabtu, 18 November 2017 06:17

Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku IKM

JAKARTA  —  Dengan jumlah yang banyak, pondok pesantren (ponpes) berpotensi besar menciptakan…

Sabtu, 18 November 2017 06:15

Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

BANK  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada besaran 4,25 persen. Ini sebagai bagian…

Jumat, 17 November 2017 07:00

Direvisi Sesuai Kondisi Ekonomi

JAKARTA — Rencana kenaikan batas bawah tarif pesawat kelas ekonomi masih dikaji oleh Kementerian…

Jumat, 17 November 2017 06:59

Selama Era Jonan, Kementerian ESDM Sepakati PPA 1.189 MW

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan baru saja menyaksikan penandatanganan…

Jumat, 17 November 2017 06:58

Tagihan Listrik Berpotensi Melambung

JAKARTA — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai penyederhanaan golongan listrik tidak…

Jumat, 17 November 2017 06:58

Motor Utama Perbankan di Kaltim dan Kaltara

JAKARTA - Bankaltim yang bertransformasi menjadi Bankaltimtara menjadi sebuah harapan besar bagi Provinsi…

Kamis, 16 November 2017 07:25

Sektor Pertanian Paling Agresif

BALIKPAPAN – Optimisme kondisi ekonomi yang membaik terlihat dari penyaluran kredit sampai kuartal…

Kamis, 16 November 2017 07:22

Direct Call Harus Terapkan Asas Cabotage

SAMARINDA - Kaltim pada awal 2018 mulai menerapkan sistem pelayaran direct call, yang artinya dapat…

Kamis, 16 November 2017 07:20

Mulai Hari Ini, 8.500 Produk Turun Harga

SAMARINDA – Hypermart sepertinya tak henti-hentinya memberikan harga termurah. Saat ini salah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .