MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 September 2017 07:15
Neraca Perdagangan Kaltim Surplus Rp 106,4 T
TETAP ANDALAN: Sektor migas dan pertambangan masih jadi penyumbang terbesar neraca perdagangan Kaltim.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat neraca perdagangan luar negeri Kaltim selama periode Januari-Juli 2017, mengalami surplus dengan jumlah yang cukup tinggi. Yaitu mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 106,4 triliun dengan kurs USD 1 sama dengan Rp 13.300.

Hal itu dijelaskan Kepala BPS Kaltim Muhammad Habibullah. Dia mengatakan, surplus sebesar itu diperoleh dari hasil ekspor beragam komoditas senilai USD 9,7 miliar. Dikurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk impor senilai USD 1,7 miliar. “Berbagai komoditas yang diekspor Bumi Etam selama periode Januari-Juli 2017. Merupakan bahan bakar mineral baik migas maupun non-migas,” ujarnya kepada Kaltim Post Senin (11/9).

Menurutnya, masing-masing untuk migas senilai USD 2,35 miliar dan non-migas senilai USD 6,57 miliar. Selain bahan bakar mineral, ada juga komoditas non-migas yang diekspor. Antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati serta produk disosiasinya, dan lemak olahan yang dapat dimakan dengan nilai USD 328,37 juta.

Kemudian, pupuk senilai USD 67,97 juta. Kayu dan olahannya serta arang senilai USD 118,54 juta. Bahan kimia anorganik, senyawa organik dan anorganik dari logam mulia maupun tanah langka, serta unsur radioaktif, isotop dengan nilai USD 182,9 juta. “Negara tujuan ekspor migas dari Kaltim, yaitu Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura,” katanya.

Habibullah menjelaskan, dengan nilai ekspor migas, Jepang senilai USD 805,24 juta, Taiwan USD 550,58 juta, Korea Selatan USD 389,61 juta, Tiongkok USD 37,5 juta, dan Singapura USD 152,48 juta. Sedangkan untuk ekspor non-migas antara lain ke Tiongkok senilai USD 1,62 miliar, India USD 1,77 miliar, Jepang USD 800,22 juta, Korea Selatan USD 874,65 juta, dan Thailand USD 377,17 juta.

“Sedangkan berbagai komoditas yang diimpor Kaltim dengan nilai USD 1,7 miliar. Antara lain bahan bakar mineral, zat mengandung bitumen, malam mineral, minyak mineral dan produk sulingnya senilai USD 1,26 miliar,” paparnya.

Kemudian tambah Habibullah, impor reaktor nuklir, ketel, mesin, peralatan mekanis, dan bagiannya senilai USD 205,4 juta, karet dan barang dari karet USD 36,31 juta. Kendaraan yang bergerak di atas rel kereta api dan aksesorinya senilai USD 47,97 juta.

Untuk impor non-migas di periode ini antara lain dari Singapura senilai USD 54,67 juta, Amerika Serikat USD 51,78 juta,  Jepang USD 49,33 juta, Tiongkok USD 76,75 juta, Australia USD 34,94 juta, Jerman USD 29,42 juta, dan Prancis senilai USD 21,65 juta. Sedangkan impor migas antara lain berasal dari Nigeria senilai USD 363,96 juta, Algeria USD 54,72 juta, dari Azerbaijan USD 247,72 juta, Korea Selatan USD 172,38 juta, dan Brunei Darussalam senilai USD 27,87 juta. (*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:18

Pesimistis Capai Target

JAKARTA  —  Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen…

Sabtu, 18 November 2017 06:17

Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku IKM

JAKARTA  —  Dengan jumlah yang banyak, pondok pesantren (ponpes) berpotensi besar menciptakan…

Sabtu, 18 November 2017 06:15

Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

BANK  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada besaran 4,25 persen. Ini sebagai bagian…

Jumat, 17 November 2017 07:00

Direvisi Sesuai Kondisi Ekonomi

JAKARTA — Rencana kenaikan batas bawah tarif pesawat kelas ekonomi masih dikaji oleh Kementerian…

Jumat, 17 November 2017 06:59

Selama Era Jonan, Kementerian ESDM Sepakati PPA 1.189 MW

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan baru saja menyaksikan penandatanganan…

Jumat, 17 November 2017 06:58

Tagihan Listrik Berpotensi Melambung

JAKARTA — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai penyederhanaan golongan listrik tidak…

Jumat, 17 November 2017 06:58

Motor Utama Perbankan di Kaltim dan Kaltara

JAKARTA - Bankaltim yang bertransformasi menjadi Bankaltimtara menjadi sebuah harapan besar bagi Provinsi…

Kamis, 16 November 2017 07:25

Sektor Pertanian Paling Agresif

BALIKPAPAN – Optimisme kondisi ekonomi yang membaik terlihat dari penyaluran kredit sampai kuartal…

Kamis, 16 November 2017 07:22

Direct Call Harus Terapkan Asas Cabotage

SAMARINDA - Kaltim pada awal 2018 mulai menerapkan sistem pelayaran direct call, yang artinya dapat…

Kamis, 16 November 2017 07:20

Mulai Hari Ini, 8.500 Produk Turun Harga

SAMARINDA – Hypermart sepertinya tak henti-hentinya memberikan harga termurah. Saat ini salah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .