MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 September 2017 07:15
Neraca Perdagangan Kaltim Surplus Rp 106,4 T
TETAP ANDALAN: Sektor migas dan pertambangan masih jadi penyumbang terbesar neraca perdagangan Kaltim.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat neraca perdagangan luar negeri Kaltim selama periode Januari-Juli 2017, mengalami surplus dengan jumlah yang cukup tinggi. Yaitu mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 106,4 triliun dengan kurs USD 1 sama dengan Rp 13.300.

Hal itu dijelaskan Kepala BPS Kaltim Muhammad Habibullah. Dia mengatakan, surplus sebesar itu diperoleh dari hasil ekspor beragam komoditas senilai USD 9,7 miliar. Dikurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk impor senilai USD 1,7 miliar. “Berbagai komoditas yang diekspor Bumi Etam selama periode Januari-Juli 2017. Merupakan bahan bakar mineral baik migas maupun non-migas,” ujarnya kepada Kaltim Post Senin (11/9).

Menurutnya, masing-masing untuk migas senilai USD 2,35 miliar dan non-migas senilai USD 6,57 miliar. Selain bahan bakar mineral, ada juga komoditas non-migas yang diekspor. Antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati serta produk disosiasinya, dan lemak olahan yang dapat dimakan dengan nilai USD 328,37 juta.

Kemudian, pupuk senilai USD 67,97 juta. Kayu dan olahannya serta arang senilai USD 118,54 juta. Bahan kimia anorganik, senyawa organik dan anorganik dari logam mulia maupun tanah langka, serta unsur radioaktif, isotop dengan nilai USD 182,9 juta. “Negara tujuan ekspor migas dari Kaltim, yaitu Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura,” katanya.

Habibullah menjelaskan, dengan nilai ekspor migas, Jepang senilai USD 805,24 juta, Taiwan USD 550,58 juta, Korea Selatan USD 389,61 juta, Tiongkok USD 37,5 juta, dan Singapura USD 152,48 juta. Sedangkan untuk ekspor non-migas antara lain ke Tiongkok senilai USD 1,62 miliar, India USD 1,77 miliar, Jepang USD 800,22 juta, Korea Selatan USD 874,65 juta, dan Thailand USD 377,17 juta.

“Sedangkan berbagai komoditas yang diimpor Kaltim dengan nilai USD 1,7 miliar. Antara lain bahan bakar mineral, zat mengandung bitumen, malam mineral, minyak mineral dan produk sulingnya senilai USD 1,26 miliar,” paparnya.

Kemudian tambah Habibullah, impor reaktor nuklir, ketel, mesin, peralatan mekanis, dan bagiannya senilai USD 205,4 juta, karet dan barang dari karet USD 36,31 juta. Kendaraan yang bergerak di atas rel kereta api dan aksesorinya senilai USD 47,97 juta.

Untuk impor non-migas di periode ini antara lain dari Singapura senilai USD 54,67 juta, Amerika Serikat USD 51,78 juta,  Jepang USD 49,33 juta, Tiongkok USD 76,75 juta, Australia USD 34,94 juta, Jerman USD 29,42 juta, dan Prancis senilai USD 21,65 juta. Sedangkan impor migas antara lain berasal dari Nigeria senilai USD 363,96 juta, Algeria USD 54,72 juta, dari Azerbaijan USD 247,72 juta, Korea Selatan USD 172,38 juta, dan Brunei Darussalam senilai USD 27,87 juta. (*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:05

Subsidi Listrik 2018 Membengkak

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku masih memiliki utang Rp 7 triliun atas PT Perusahaan…

Rabu, 17 Januari 2018 07:03

43 Persen Penjualan dari Produk Baru

MELUNCURNYA beberapa produk baru sepanjang tahun lalu ternyata sukses menjaga pertumbuhan pasar PT Astra…

Rabu, 17 Januari 2018 07:02

LCK Global Catatkan IPO Pertama Tahun Ini

JAKARTA - Arus pendaftaran emiten baru tahun ini mulai terlihat. Selasa (16/2), Bursa Efek Indonesia…

Rabu, 17 Januari 2018 07:01

Februari, Penerima Bantuan Nontunai Ditambah

JAKARTA - Bantuan pangan nontunai (BPNT) mulai disalurkan bulan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian…

Selasa, 16 Januari 2018 07:11

Patahkan Rumus Jepang, Berbuah Efisiensi Rp 24 Miliar Per Tahun

Meniti karier di perusahaan ternama tak membuat Joko Wisnugroho puas dan lantas berhenti berkarya. Pemuda…

Selasa, 16 Januari 2018 07:06

Sudah 24 Smelter Beroperasi

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, sudah ada 24 unit fasilitas…

Selasa, 16 Januari 2018 07:06

Kontrak EBT Naik Signifikan

JAKARTA - Progres Subsektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Indonesia menunjukkan…

Selasa, 16 Januari 2018 07:05

KPPU: Setiap Daerah Mesti Punya Pasar Induk

JAKARTA - Referensi harga beras dinilai tak cukup berpatok pada satu daerah. Komisi Pengawas Persaingan…

Selasa, 16 Januari 2018 07:03

Bidik Rp 3,3 Triliun dari Jasa Kurir

JAKARTA – Meski mengakui adanya perubahan struktur bisnis, PT Pos Indonesia tetap menjadikan jasa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .