MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 September 2017 07:15
Neraca Perdagangan Kaltim Surplus Rp 106,4 T
TETAP ANDALAN: Sektor migas dan pertambangan masih jadi penyumbang terbesar neraca perdagangan Kaltim.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat neraca perdagangan luar negeri Kaltim selama periode Januari-Juli 2017, mengalami surplus dengan jumlah yang cukup tinggi. Yaitu mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 106,4 triliun dengan kurs USD 1 sama dengan Rp 13.300.

Hal itu dijelaskan Kepala BPS Kaltim Muhammad Habibullah. Dia mengatakan, surplus sebesar itu diperoleh dari hasil ekspor beragam komoditas senilai USD 9,7 miliar. Dikurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk impor senilai USD 1,7 miliar. “Berbagai komoditas yang diekspor Bumi Etam selama periode Januari-Juli 2017. Merupakan bahan bakar mineral baik migas maupun non-migas,” ujarnya kepada Kaltim Post Senin (11/9).

Menurutnya, masing-masing untuk migas senilai USD 2,35 miliar dan non-migas senilai USD 6,57 miliar. Selain bahan bakar mineral, ada juga komoditas non-migas yang diekspor. Antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati serta produk disosiasinya, dan lemak olahan yang dapat dimakan dengan nilai USD 328,37 juta.

Kemudian, pupuk senilai USD 67,97 juta. Kayu dan olahannya serta arang senilai USD 118,54 juta. Bahan kimia anorganik, senyawa organik dan anorganik dari logam mulia maupun tanah langka, serta unsur radioaktif, isotop dengan nilai USD 182,9 juta. “Negara tujuan ekspor migas dari Kaltim, yaitu Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura,” katanya.

Habibullah menjelaskan, dengan nilai ekspor migas, Jepang senilai USD 805,24 juta, Taiwan USD 550,58 juta, Korea Selatan USD 389,61 juta, Tiongkok USD 37,5 juta, dan Singapura USD 152,48 juta. Sedangkan untuk ekspor non-migas antara lain ke Tiongkok senilai USD 1,62 miliar, India USD 1,77 miliar, Jepang USD 800,22 juta, Korea Selatan USD 874,65 juta, dan Thailand USD 377,17 juta.

“Sedangkan berbagai komoditas yang diimpor Kaltim dengan nilai USD 1,7 miliar. Antara lain bahan bakar mineral, zat mengandung bitumen, malam mineral, minyak mineral dan produk sulingnya senilai USD 1,26 miliar,” paparnya.

Kemudian tambah Habibullah, impor reaktor nuklir, ketel, mesin, peralatan mekanis, dan bagiannya senilai USD 205,4 juta, karet dan barang dari karet USD 36,31 juta. Kendaraan yang bergerak di atas rel kereta api dan aksesorinya senilai USD 47,97 juta.

Untuk impor non-migas di periode ini antara lain dari Singapura senilai USD 54,67 juta, Amerika Serikat USD 51,78 juta,  Jepang USD 49,33 juta, Tiongkok USD 76,75 juta, Australia USD 34,94 juta, Jerman USD 29,42 juta, dan Prancis senilai USD 21,65 juta. Sedangkan impor migas antara lain berasal dari Nigeria senilai USD 363,96 juta, Algeria USD 54,72 juta, dari Azerbaijan USD 247,72 juta, Korea Selatan USD 172,38 juta, dan Brunei Darussalam senilai USD 27,87 juta. (*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .