MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 September 2017 07:13
Uang Elektronik Masih Belum Efektif
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Penerapan uang elektronik di Kota Minyak masih belum maksimal. Bukan mempercepat mekanisme transaksi justru memperlambat. Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Suharman Tabrani mengakui, penerapan transaksi nontunai di Kota Minyak memang berjalan lamban. “Wajar saja masyarakat masih nyaman dengan uang tunai. Sama seperti di Jakarta awal-awal masih belum diterima. Namun, lama-kelamaan mereka bakal beralih,” ucapnya.

Kendalanya lebih kepada ketidaksiapan operator. Di Jakarta, Oktober ini pembayaran tol hanya menggunakan uang elektronik. Tidak menerima pembayaran tunai. “Tapi kelihatannya, banyak operator yang belum siap,” tambahnya.

Namun, di Ibu Kota, pertumbuhan uang elektronik sangat bagus. Pemerintah telah mendorong agar menggunakan transaksi nontunai. Seperti membayar tiket bus way hingga untuk pembayaran jalan tol sudah menggunakan uang elektronik.

“Memang butuh waktu. E-parking kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, dulu sempat ada. Namun gagal. Ini menjadi evaluasi kita agar membenahi apa saja kekurangannya. Intinya tetap mengarah ke sana,” terangnya.

Pria penghobi bersepeda ini mengakui, penerapan uang elektronik di Balikpapan belum ideal khususnya e-parking. Mesinnya masih menggunakan EDC. Tidak praktis. Jadi, tiap bank masih menyediakan alat EDC masing-masing. Harusnya satu mesin saja, yakni tap cash. “Kalau masih menggunakan EDC wajar saja proses transaksinya lama,” bebernya.

Menurutnya, karena investasi yang mahal, bank di sini masih belum mau mengaplikasikan mesin tap cash. Perbankan, masih melihat bagaimana keuntungan bisnisnya.

Suharman menerangkan, gerakan transaksi nontunai ini tidak bertujuan mengurangi transaksi tunai masyarakat. Ini hanya menjadi pilihan. Yang mana lebih nyaman yang mereka gunakan.

Manager Branch Telkomsel Balikpapan Adhika W Pradhana menyebutkan, di Kalimantan, pertumbuhan paling besar untuk produk uang elektronik, T-Cash, paling tinggi terjadi di Kota Minyak. Baik pertumbuhan pengguna dan revenue tumbuh positif. “Bahkan sekarang, golongan usia 30-40 ke atas sudah mulai menggunakan T-Cash,” sahutnya.

“Pengguna uang elektronik kami saat ini sudah sekitar 30 persen dari jumlah pelanggan Telkomsel di Kalimantan,” bebernya.

Untuk lebih memperluas pasar, lanjutnya, perusahaan telekomunikasi nasional ini bekerja sama dengan beberapa universitas. Menjadikan T-Cash sebagai sarana pembayaran SPP dan lainnya. “Pengguna T-Cash paling tinggi ada di usia 17-30 tahun,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya tengah bernegosiasi dengan beberapa public place untuk menjadikan alat pembayaran seperti parkir. Bekerja sama dengan produk untuk memberikan promo-promo menarik. Kerja sama biasanya selama satu tahun. (aji/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:17

Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku IKM

JAKARTA  —  Dengan jumlah yang banyak, pondok pesantren (ponpes) berpotensi besar menciptakan…

Sabtu, 18 November 2017 06:15

Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

BANK  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada besaran 4,25 persen. Ini sebagai bagian…

Jumat, 17 November 2017 07:07

Rute ke Madinah Dibuka, Guangzhou Menyusul

BALIKPAPAN - Berlabel internasional, Bandara Sepinggan Balikpapan memiliki sedikit penerbangan ke luar…

Jumat, 17 November 2017 07:05

NPL Balikpapan Betah di Level Bahaya

BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing…

Jumat, 17 November 2017 07:00

Direvisi Sesuai Kondisi Ekonomi

JAKARTA — Rencana kenaikan batas bawah tarif pesawat kelas ekonomi masih dikaji oleh Kementerian…

Jumat, 17 November 2017 06:59

Selama Era Jonan, Kementerian ESDM Sepakati PPA 1.189 MW

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan baru saja menyaksikan penandatanganan…

Jumat, 17 November 2017 06:58

Tagihan Listrik Berpotensi Melambung

JAKARTA — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai penyederhanaan golongan listrik tidak…

Jumat, 17 November 2017 06:58

Motor Utama Perbankan di Kaltim dan Kaltara

JAKARTA - Bankaltim yang bertransformasi menjadi Bankaltimtara menjadi sebuah harapan besar bagi Provinsi…

Kamis, 16 November 2017 07:25

Sektor Pertanian Paling Agresif

BALIKPAPAN – Optimisme kondisi ekonomi yang membaik terlihat dari penyaluran kredit sampai kuartal…

Kamis, 16 November 2017 07:22

Direct Call Harus Terapkan Asas Cabotage

SAMARINDA - Kaltim pada awal 2018 mulai menerapkan sistem pelayaran direct call, yang artinya dapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .