MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 September 2017 07:13
Uang Elektronik Masih Belum Efektif
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Penerapan uang elektronik di Kota Minyak masih belum maksimal. Bukan mempercepat mekanisme transaksi justru memperlambat. Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Suharman Tabrani mengakui, penerapan transaksi nontunai di Kota Minyak memang berjalan lamban. “Wajar saja masyarakat masih nyaman dengan uang tunai. Sama seperti di Jakarta awal-awal masih belum diterima. Namun, lama-kelamaan mereka bakal beralih,” ucapnya.

Kendalanya lebih kepada ketidaksiapan operator. Di Jakarta, Oktober ini pembayaran tol hanya menggunakan uang elektronik. Tidak menerima pembayaran tunai. “Tapi kelihatannya, banyak operator yang belum siap,” tambahnya.

Namun, di Ibu Kota, pertumbuhan uang elektronik sangat bagus. Pemerintah telah mendorong agar menggunakan transaksi nontunai. Seperti membayar tiket bus way hingga untuk pembayaran jalan tol sudah menggunakan uang elektronik.

“Memang butuh waktu. E-parking kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, dulu sempat ada. Namun gagal. Ini menjadi evaluasi kita agar membenahi apa saja kekurangannya. Intinya tetap mengarah ke sana,” terangnya.

Pria penghobi bersepeda ini mengakui, penerapan uang elektronik di Balikpapan belum ideal khususnya e-parking. Mesinnya masih menggunakan EDC. Tidak praktis. Jadi, tiap bank masih menyediakan alat EDC masing-masing. Harusnya satu mesin saja, yakni tap cash. “Kalau masih menggunakan EDC wajar saja proses transaksinya lama,” bebernya.

Menurutnya, karena investasi yang mahal, bank di sini masih belum mau mengaplikasikan mesin tap cash. Perbankan, masih melihat bagaimana keuntungan bisnisnya.

Suharman menerangkan, gerakan transaksi nontunai ini tidak bertujuan mengurangi transaksi tunai masyarakat. Ini hanya menjadi pilihan. Yang mana lebih nyaman yang mereka gunakan.

Manager Branch Telkomsel Balikpapan Adhika W Pradhana menyebutkan, di Kalimantan, pertumbuhan paling besar untuk produk uang elektronik, T-Cash, paling tinggi terjadi di Kota Minyak. Baik pertumbuhan pengguna dan revenue tumbuh positif. “Bahkan sekarang, golongan usia 30-40 ke atas sudah mulai menggunakan T-Cash,” sahutnya.

“Pengguna uang elektronik kami saat ini sudah sekitar 30 persen dari jumlah pelanggan Telkomsel di Kalimantan,” bebernya.

Untuk lebih memperluas pasar, lanjutnya, perusahaan telekomunikasi nasional ini bekerja sama dengan beberapa universitas. Menjadikan T-Cash sebagai sarana pembayaran SPP dan lainnya. “Pengguna T-Cash paling tinggi ada di usia 17-30 tahun,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya tengah bernegosiasi dengan beberapa public place untuk menjadikan alat pembayaran seperti parkir. Bekerja sama dengan produk untuk memberikan promo-promo menarik. Kerja sama biasanya selama satu tahun. (aji/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .