MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 11 September 2017 10:28
Lebih Unggul di Teluk
PUNYA POTENSI: Kaltim mengusulkan Teluk Balikpapan menjadi lokasi ibu kota negara pengganti Jakarta. (DOK/KP)

PROKAL.CO, TELUK Balikpapan punya keunggulan dibandingkan Palangka Raya di Kalteng. Kedua lokasi itu disebut sebagai calon kuat pengganti Jakarta. Sebagai sebuah teluk, Kaltim memiliki keuntungan ditilik dari sisi pertahanan dan keamanan.

Berbicara ibu kota berarti menyinggung posisi yang aman dari segala ancaman. Baik pada masa tenang maupun perang. Tinjauan posisi ibu kota ternama di dunia dapat diambil. Meskipun tak selalu di tengah negara, beberapa ibu kota berdiri dekat dengan pantai. Pemilihan lokasi tentu saja bukan sebatas faktor sejarah. Unsur kemaritiman adalah modal penting dalam strategi pertahanan.

Washington District of Columbia, misalnya, berdiri di pantai timur Amerika Serikat. Tiongkok dan Rusia, dua negara beraliran “kiri” yang memiliki daratan luas, turut memilih ibu kota mendekati garis pantai. Beijing berlokasi di pantai timur Tiongkok. Sementara Moskow, ibu kota baru setelah Saint Petersburg, berdiri di tepi daratan Rusia yang maha-luas. Begitu pula Tokyo yang langsung berhadapan dengan Samudra Pasifik.

Australia tak berbeda, meletakkan pusat pemerintahan federalnya di Canberra. Persemakmuran Inggris itu tidak begitu saja menentukan lokasi ibu kota negara. Adalah Sydney dan Melbourne, dua kota maju yang seabad lalu bersaing ketat menjadi ibu kota negara. Pemerintah ternyata memilih lokasi baru yang masih sepi di tenggara benua, yang tentu saja, dekat dengan laut.

Tercatat hanya India, sedikit dari negara yang memindahkan ibu kota ke tengah daratan. New Delhi, ibu kota pindahan dari Delhi, menjorok jauh ke tengah benua mendekati perbatasan Nepal dan Pakistan.

Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan, Universitas Pertahanan, Laksamana Muda TNI Dr Amarulla Octavian, menyampaikan ulasannya. Menurut jenderal bintang dua Angkatan Laut itu, pertimbangan penetapan ibu kota juga termasuk pengendalian keamanan nasional.

Ibu kota dalam perspektif keamanan akan menjadi markas komando militer. Markas bertugas memberikan reaksi ketika musuh memasuki wilayah terluar. Posisi Balikpapan dan PPU, dalam tinjauan militer, menjadi sangat penting.

Teluk Balikpapan disebut Amarulla mendekati center of gravity republik. Titik pusat geografi Indonesia itu diperoleh melalui perhitungan silang Sabang-Merauke dan Pulau Miangas-Pulau Rote. Ada banyak keuntungan bagi wilayah di tengah-tengah negara. Sebagai contoh, kata Amarulla, jalur komunikasi akan relatif lebih baik.

“Mulai radio low frequency hingga ultra high frequency dapat bekerja dengan baik. Kedua jalur itu mengendalikan alutsista (alat utama sistem persenjataan) di darat, laut, dan udara,” ulas Amrulla ketika diwawancarai Kaltim Post.

Alam turut mendukung. Kontur Balikpapan yang tidak dikelilingi gunung tinggi membuat pancaran frekuensi berkekuatan tinggi lebih lancar. Posisi Balikpapan turut memudahkan pembangunan pangkalan militer modern. Pangkalan laut akan terintegrasi untuk semua kekuatan baik darat, laut, maupun udara.

“Model pangkalan militer seperti ini diyakini lebih efektif dan efisien menghadapi peperangan modern pada masa depan,” ulas peraih doktor dari Universitas Indonesia tersebut.

Dari sisi strategi, lanjut dia, Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan taktik khusus. Peperangan kepulauan atau archipelagic warfare dapat dipilih. Dalam strategi itu, pertahanan dibuat berlapis-lapis. Laut adalah modal penting. Jika Balikpapan menjadi ibu kota negara, kota itu harus menjadi status pertahanan terakhir sekaligus kantong utama gerilya laut.

Pengamat militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berpandangan seragam. Dia menambahkan, menyulap Teluk Balikpapan menjadi ibu kota negara memerlukan rencana induk yang matang. Harus diingat, terang Nuning, panggilan dekatnya, kilang minyak berdiri di Teluk Balikpapan. “Penguatan keamanan harus lebih diperhatikan,” jelas perempuan yang meraih gelar doktor lewat disertasi bertema komunikasi intelijen keamanan Polri tersebut.

Nuning setuju keberadaan teluk di Kaltim lebih unggul dibanding Kalteng dan Kalsel. Lebih dari itu, masyarakat Kaltim dikenal terbuka terhadap kehadiran orang baru. Memindahkan ibu kota, kata dia, berarti harus bersiap menghadapi akulturasi budaya. Masyarakat lokal juga harus disiapkan sehingga tidak terjadi gesekan. “Tidak bisa dilupakan bahwa sistem pertahanan memerlukan dukungan masyarakat setempat,” jelasnya. (fel/rom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 09:32

NGERI..!! Overkapasitas Penjara Capai 260 Persen

SAMARINDA – Masalah overkapasitas di rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas)…

Jumat, 17 November 2017 09:30

Tabrak Tiang Listrik, Setnov Gegar Otak

JAKARTA  – Drama terkait Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) kembali berlanjut. Ketua Umum Partai…

Jumat, 17 November 2017 09:15

Sama-Sama Baik untuk Kaltim

SAMARINDA – Polemik proyek Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Kota Tepian oleh dua…

Jumat, 17 November 2017 09:11

Dirakit hingga Subuh, Terkendala Mahalnya Baterai

Digadang-gadang menjadi mobil listrik pertama di Kalimantan, Enggang Electric Vehicle 1 (Enggang Evo…

Kamis, 16 November 2017 09:51

Ada Bandara APT Pranoto, Manfaatnya Tak Hanya untuk Samarinda

SAMARINDA- Kisruh nota keberatan Pemkot dan DPRD Balikpapan yang menolak rekomendasi perpanjangan landasan…

Kamis, 16 November 2017 09:42

“Bubur” Selimuti Jalan Antardaerah

SANGATTA – Jalan antardaerah bak dilumuri “bubur”. Rabu (15/11) jalur Sangatta-Rantau…

Kamis, 16 November 2017 09:39

Dialog Dibalas Timah Panas

JAKARTA – Upaya Polri–TNI dalam berdialog dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua,…

Kamis, 16 November 2017 09:37

Atletnya Ada Eks Taekwondo, Bisa Jadi Ajang Pelampiasan

Cabang olahraga (cabor) rugbi bukanlah sepak bola yang menjadi primadona di atas bumi Indonesia. Walaupun…

Kamis, 16 November 2017 09:30

Tolak Pisah, Pisau Diajak Berulah

“SIAPA yang berani ceraikan saya,” teriak Bedu, nama samaran, setelah dua langkah keluar…

Kamis, 16 November 2017 08:45

Pilgub Kaltim, Mahyunadi Lobi Rizal

SANGATTA - Ketua DPRD Kutim Mahyunadi yang belakangan viral di media sosial diisukan maju pilgub karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .