MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 11 September 2017 10:28
Lebih Unggul di Teluk
PUNYA POTENSI: Kaltim mengusulkan Teluk Balikpapan menjadi lokasi ibu kota negara pengganti Jakarta. (DOK/KP)

PROKAL.CO, TELUK Balikpapan punya keunggulan dibandingkan Palangka Raya di Kalteng. Kedua lokasi itu disebut sebagai calon kuat pengganti Jakarta. Sebagai sebuah teluk, Kaltim memiliki keuntungan ditilik dari sisi pertahanan dan keamanan.

Berbicara ibu kota berarti menyinggung posisi yang aman dari segala ancaman. Baik pada masa tenang maupun perang. Tinjauan posisi ibu kota ternama di dunia dapat diambil. Meskipun tak selalu di tengah negara, beberapa ibu kota berdiri dekat dengan pantai. Pemilihan lokasi tentu saja bukan sebatas faktor sejarah. Unsur kemaritiman adalah modal penting dalam strategi pertahanan.

Washington District of Columbia, misalnya, berdiri di pantai timur Amerika Serikat. Tiongkok dan Rusia, dua negara beraliran “kiri” yang memiliki daratan luas, turut memilih ibu kota mendekati garis pantai. Beijing berlokasi di pantai timur Tiongkok. Sementara Moskow, ibu kota baru setelah Saint Petersburg, berdiri di tepi daratan Rusia yang maha-luas. Begitu pula Tokyo yang langsung berhadapan dengan Samudra Pasifik.

Australia tak berbeda, meletakkan pusat pemerintahan federalnya di Canberra. Persemakmuran Inggris itu tidak begitu saja menentukan lokasi ibu kota negara. Adalah Sydney dan Melbourne, dua kota maju yang seabad lalu bersaing ketat menjadi ibu kota negara. Pemerintah ternyata memilih lokasi baru yang masih sepi di tenggara benua, yang tentu saja, dekat dengan laut.

Tercatat hanya India, sedikit dari negara yang memindahkan ibu kota ke tengah daratan. New Delhi, ibu kota pindahan dari Delhi, menjorok jauh ke tengah benua mendekati perbatasan Nepal dan Pakistan.

Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan, Universitas Pertahanan, Laksamana Muda TNI Dr Amarulla Octavian, menyampaikan ulasannya. Menurut jenderal bintang dua Angkatan Laut itu, pertimbangan penetapan ibu kota juga termasuk pengendalian keamanan nasional.

Ibu kota dalam perspektif keamanan akan menjadi markas komando militer. Markas bertugas memberikan reaksi ketika musuh memasuki wilayah terluar. Posisi Balikpapan dan PPU, dalam tinjauan militer, menjadi sangat penting.

Teluk Balikpapan disebut Amarulla mendekati center of gravity republik. Titik pusat geografi Indonesia itu diperoleh melalui perhitungan silang Sabang-Merauke dan Pulau Miangas-Pulau Rote. Ada banyak keuntungan bagi wilayah di tengah-tengah negara. Sebagai contoh, kata Amarulla, jalur komunikasi akan relatif lebih baik.

“Mulai radio low frequency hingga ultra high frequency dapat bekerja dengan baik. Kedua jalur itu mengendalikan alutsista (alat utama sistem persenjataan) di darat, laut, dan udara,” ulas Amrulla ketika diwawancarai Kaltim Post.

Alam turut mendukung. Kontur Balikpapan yang tidak dikelilingi gunung tinggi membuat pancaran frekuensi berkekuatan tinggi lebih lancar. Posisi Balikpapan turut memudahkan pembangunan pangkalan militer modern. Pangkalan laut akan terintegrasi untuk semua kekuatan baik darat, laut, maupun udara.

“Model pangkalan militer seperti ini diyakini lebih efektif dan efisien menghadapi peperangan modern pada masa depan,” ulas peraih doktor dari Universitas Indonesia tersebut.

Dari sisi strategi, lanjut dia, Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan taktik khusus. Peperangan kepulauan atau archipelagic warfare dapat dipilih. Dalam strategi itu, pertahanan dibuat berlapis-lapis. Laut adalah modal penting. Jika Balikpapan menjadi ibu kota negara, kota itu harus menjadi status pertahanan terakhir sekaligus kantong utama gerilya laut.

Pengamat militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berpandangan seragam. Dia menambahkan, menyulap Teluk Balikpapan menjadi ibu kota negara memerlukan rencana induk yang matang. Harus diingat, terang Nuning, panggilan dekatnya, kilang minyak berdiri di Teluk Balikpapan. “Penguatan keamanan harus lebih diperhatikan,” jelas perempuan yang meraih gelar doktor lewat disertasi bertema komunikasi intelijen keamanan Polri tersebut.

Nuning setuju keberadaan teluk di Kaltim lebih unggul dibanding Kalteng dan Kalsel. Lebih dari itu, masyarakat Kaltim dikenal terbuka terhadap kehadiran orang baru. Memindahkan ibu kota, kata dia, berarti harus bersiap menghadapi akulturasi budaya. Masyarakat lokal juga harus disiapkan sehingga tidak terjadi gesekan. “Tidak bisa dilupakan bahwa sistem pertahanan memerlukan dukungan masyarakat setempat,” jelasnya. (fel/rom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 09:54

Suara Selatan yang Menggiurkan

SAMARINDA – Pemilihan gubernur kali ini boleh jadi ironi bagi kawasan selatan Kaltim. Tak ada…

Jumat, 19 Januari 2018 09:52

Faroek Ditunjuk Jadi Jurkam AnNur

TIM pemenangan bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan…

Jumat, 19 Januari 2018 09:50

Muatan Ilegal Rp 200 M Asal Tiongkok

TARAKAN –Tren pertambangan batu bara yang kembali menggeliat di Kaltim agaknya jadi celah pebisnis…

Jumat, 19 Januari 2018 09:45
Bayi Kembar Siam Hanya Bertahan 16 Jam

Meninggal Tanpa Didampingi Bunda

TANA PASER – Bayi kembar siam yang lahir di Paser hanya bertahan sekira 16 jam. Bayi kembar yang…

Jumat, 19 Januari 2018 09:40

Habib Segaf Ceramah di Balikpapan

MAJELIS Taklim Al Yumnu Wal Iman pimpinan Habib Hadi Al-Haddad menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW di…

Jumat, 19 Januari 2018 09:37
Di Negara Maju Taksi Online Dapat Tempat Layak

Boleh di KLIA, Disiapkan Lokasi Istimewa di Bandara Gold Coast

Taksi online ternyata diberi tempat yang layak di sejumlah bandara negara-negara maju. Begitulah yang…

Kamis, 18 Januari 2018 09:35
PILGUB KALTIM

Medis Beres, Berkas Belum Tuntas

SAMARINDA – Jalan menuju panggung Pilgub Kaltim belum dilalui para kandidat dengan mulus. Dari…

Kamis, 18 Januari 2018 09:28

Kembar Siam, Menempel di Perut

TANA PASER – Raut wajah sedih sekaligus gembira tergambar di sosok Busrani (63), seorang ayah…

Kamis, 18 Januari 2018 09:23

Target Jembatan Kembar Rampung Oktober

SAMARINDA – Pemprov Kaltim pasang target. Salah satu proyek multiyears contract (MYC)   akan…

Kamis, 18 Januari 2018 09:16

Pasar Pariwisata Belum Terbentuk

BALIKPAPAN – Dua bandar udara besar di Balikpapan dan Samarinda akan membelah pasar penerbangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .