MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 10 September 2017 09:37
Tetap Berpikir Jernih, Untung Pasti Kembali

Ketika Usaha Bangkrut

BELAJAR DARI KESALAHAN: Jika bisnis gagal, tetaplah berpikir jernih. Jadikan usaha yang kandas sebagai pelajaran.

PROKAL.CO, USAHA yang dibangun bertahun-tahun dengan hati dan emosi bangkrut tak dapat diselamatkan. Rasa sedih dan kecewa berkecamuk di dalam pikiran. Menurut Wahyu Nhira Utami, psikolog klinis dari RS Abdul Wahab Sjahranie, perasaan tersebut memang tak bisa dihindarkan. Tetapi, reaksi seseorang dalam menghadapinya akan berbeda-beda.

“Tergantung lima aspek. Dana yang dikeluarkan, keterlibatan, pengalaman, resiliensi, dan jumlah karyawan,” ujarnya menyebutkan kepada Maskulin, Selasa (29/8).

Nhira menjelaskan, semakin banyak dana diinvestasikan, semakin besar juga rasa sedih dan kecewanya. Sebab, jumlah investasi mencerminkan besarnya kepercayaan yang digantungkan dalam bisnis tersebut. “Tentu reaksinya berbeda dibandingkan mereka yang hanya menjalankan bisnis sampingan,” jelasnya.

Keterlibatan seseorang dalam bisnis juga memengaruhi, apalagi bisnis yang dijalankan bukan sekadar mencari uang, melainkan berdasar passion. Jadi, memberi perhatian lebih terhadap bisnis selayaknya anak sendiri, mulai perencanaan bisnis hingga manajemennya. “Bayangkan jika bisnis itu bangkrut, tentu berat sekali untuk meninggalkannya,” ujarnya.

Selanjutnya, beban moral dan materi juga membuat seseorang menjadi tertekan. Semakin banyak jumlah karyawan, dana untuk memberi pesangon juga lebih banyak. Tentu sebagai pemilik bisnis berusaha mempertanggungjawabkan nasib pegawainya. Jika tidak dipenuhi, beban pikiran pasti semakin menumpuk. “Bisa diperparah dengan beban moral serta sanksi sosial yang akan didapatkan,” tambahnya.

Menurut Nhira, pengalaman dan resiliensi akan menolong seseorang agar tidak berlarut dalam kesedihan. Semakin banyak pengalaman menyelesaikan masalah, seseorang akan terbiasa mencari cara penyelesaian efektif menurut cara pandangnya. Sementara itu, resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk bangkit dari pengalaman traumatis yang menimpa dirinya. Nah, resiliensi biasa terbentuk dari lingkungan, latar belakang pendidikan, dinamika kehidupan hingga dukungan sosial. “Bisa juga dimiliki seseorang sejak lahir,” ujarnya.

Dia berpendapat, jika seluruh tersebut tidak dalam kondisi baik, kemungkinan besar terjadi gangguan psikologis dan berpengaruh terhadap gangguan fisik akibat tekanan psikologis. “Jika mulai terjadi gangguan, carilah bantuan profesional untuk kembali ke fase seimbang supaya bisa kembali berpikir jernih,” tutupnya. (*/kuh/*/ypl/k16)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:46

Waspada Kolesterol Pasca Lebaran

JAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam mengimbau agar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:16

Gini Loh, Supaya Ngga Ngantuk Abis Begadang Nonton Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia 2018 malam ini tentu menjadi keseruan tersendiri bagi Anda yang gemar olahraga…

Minggu, 10 Juni 2018 12:22

Serunya Fotografi Jalanan

DUNIA fotografi sudah semakin berkembang pesat di zaman yang serbacanggih saat ini. Tidak hanya menggunakan…

Minggu, 10 Juni 2018 12:19
Kisah Kautsar si Pencinta Kura-Kura

Dari Hobi Jadi Bisnis

SEJAK 2012 Kautsar Eka Wardhana mulai mengoleksi kura-kura. Sebab, dia memang menyukai hewan bercangkang…

Minggu, 10 Juni 2018 12:18

Begini Cara Tepat Merawat Kura-Kura Air

MEMELIHARA sekaligus berternak kura-kura memerlukan perawatan yang tepat. Menurut Kautsar Eka Wardhana,…

Minggu, 10 Juni 2018 12:17

Pelihara Ratusan Kura-Kura, Digigit Sampai Berdarah

MEMELIHARA kura-kura merupakan hal yang menyenangkan bagi Kautsar Eka Wardhana. Sejak 2012, pria yang…

Minggu, 10 Juni 2018 05:29

Lapangan Pekerjaan untuk Masyarakat Bayur

SHEILA Achmad memilih bekerja di lapangan daripada memerhatikan usaha yang dikelolanya di balik meja.…

Minggu, 03 Juni 2018 10:40

Desain Pakaian, Dipesan Hingga Luar Daerah

DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada…

Minggu, 03 Juni 2018 10:39

Desainer Serba Bisa

PENDIDIKAN tinggi tak membuat Muhammad Gusti Fahrizal tergiur untuk jadi pegawai. Padahal orangtua menginginkannya…

Minggu, 03 Juni 2018 10:33

Rumah Literasi Wadah Berbagi Informasi

SEJAK 2016 membangun komunitas Literasi Papadah, Mahmuddin Bashar dan kawan-kawannya mendapatkan beragam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .