MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 09 September 2017 07:41
Mengulik Perjalanan Film sampai Workshop di Busan

Cerita Abdillah Farhan dari Festival Film Korea BIKY

BERPRESTASI: Arhan (berdiri, tengah) bersama pelajar dari berbagai negara ketika berada di Busan, Korea Selatan, Juli lalu.

PROKAL.CO, Pertengahan Juli lalu menjadi momen berkesan bagi Abdillah Farhan. Mewakili Indonesia menjadi peserta dalam festival film Busan International Kids and Youth (BIKY) 2017, di Korea Selatan.

DINA ANGELINA

BIKY  merupakan bagian dari gelaran Busan International Film Festival (BIFF). BIFF sendiri sudah berjalan sejak 2005 lalu dan menjadi festival film bergengsi di Asia. Sebab, dapat mempertemukan para sineas film dari berbagai penjuru dunia. Tahun ini, penyelenggaraan terasa spesial karena panitia mengadakan workshop film bagi pelajar. Kegiatan itu dikemas dalam acara bernama BIKY.

Pesertanya terdiri dari pelajar yang berada di bawah usia 18 tahun. Mereka adalah sineas muda dan memiliki potensi menjadi seorang yang andal dalam bidang perfilman. Total ada 11 pelajar dari lima negara yang turut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Salah satunya, Arhan. Baginya, ini momen langka sekaligus keberuntungan.

“Busan menjadi tempat bersejarah, lahir dan berkembangnya industri perfilman. Ada banyak hal yang bisa dipelajari di sana. Saya begitu excited,” katanya.Kepada Kaltim Post,pelajar SMA 5 Balikpapan ini bercerita, dia menghabiskan waktu sekitar seminggu berada di Negeri Gingseng. Tepatnya 12-18 Juli.

Berangkat dari Tanah Air, Arhan langsung menggunakan penerbangan dengan tujuan Gimhae Airport, Busan. Setibanya di Busan, produser sekaligus sutradara film “Ukek” ini langsung berkunjung ke Busan Cinema Center. Tempat ini menjadi kebanggaan warga Korea Selatan. Bangunan yang unik membuatnya populer di Asia.

Tampilan Busan Cinema Center semakin indah dengan hiasan lampu warna-warni LED yang menyinari bagian atap. Arhan mengungkapkan, tempat ini menggabungkan bioskop dan panggung teater dalam satu kompleks. “Saya sempat mengikuti acara pembukaan BIFF saat hari pertama. Mereka menampilkan film yang berlomba dalam festival itu,” katanya.

Selanjutnya selama tiga hari, Arhan dan peserta BIKY lebih banyak menghabiskan waktu di Busan Asia Film School (AFIS). Sulung lima bersaudara ini menuturkan, dia dan peserta lain mendapatkan materi pelatihan dan informasi baru seputar film. Terutama soal proses produksi. Dia belajar tentang penulisan naskah, proses pengambilan gambar, sampai editing.

“Setelah mendapatkan pelatihan, kami mendapatkan tantangan untuk menghasilkan film dalam waktu singkat. Peserta dibagi dalam dua tim, salah satunya menggarap film dari ide saya. Sebuah film pendek tentang gambaran rangkaian acara BIKY. Semua peserta terlibat langsung dalam film ini,” tutur putra pasangan Oci Sarkosi dan Eka Citra Devi tersebut.

Momen yang paling berkesan dia alami saat berada di AFIS. Menurutnya, fasilitas yang tersedia begitu lengkap. Sehingga memudahkan mereka dalam produksi film. AFIS memiliki kelas untuk belajar sekaligus workshop, dormitory, sampai bioskop dalam satu area.

“Kami juga sempat berkunjung ke Busan Museum of Movies. Jadi gedung ini berisi semua hal tentang film. Mulai sejarah film, proses pembuatan poster, animasi, dan lainnya. Sarana edukasi yang mudah untuk mengenal seluk-beluk film,” ucap peraih Juara I Simpati Digimax Balikpapan.

Meski sibuk mengikuti kegiatan BIKY, tidak ketinggalan, Arhan meluangkan waktunya berkunjung ke pantai yang paling hits di Busan, yakni Haeundae Beach. Itu pun karena jarak antara hotel dan pantai sangat dekat. Dia hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 menit.

Dia menyebut, ada banyak momen berharga yang tak terlupakan selama BIKY. Bukan hanya soal mendapatkan pengetahuan baru tentang film. Namun juga kesempatan berkenalan dengan peserta dari berbagai negara. Seperti Kirgizstan, Mongolia, dan tentu saja Korea Selatan.

“Saya paling dekat dengan Kirgiztan. Kami bisa ngobrol berjam-jam mengenal negara dan budaya masing-masing. Tidak hanya sekadar bahasan film melulu. Jadi menurut saya yang berkesan itu justru karena banyak ketemu orang. Saya bisa membangun relasi baru,” ujarnya.

Dari pengalaman itu, Arhan mengungkapkan, semakin termotivasi untuk ikut kegiatan festival film lainnya. Dia pun berharap bisa berkunjung ke berbagai negara termasuk negara asal para peserta BIKY.

“Ada tawaran lagi untuk ikut acara tahun depan karena saya masih memenuhi syarat. Semoga masih ada kesempatan lain. Saya harap pelajar Indonesia juga dapat terpacu ikut kegiatan positif dan semenarik BIKY,” tutupnya. (rsh/k18)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 September 2017 08:15

Kembali ke Daerah, Siap Tugas di Daerah Terpencil

Mengenakan jas putih, khas para dokter, lalu menolong seseorang yang sedang sakit, menjadi mimpi Rizka…

Rabu, 13 September 2017 08:40

Hitung Rokok Tiap Hari, lalu Rehabilitasi Perokok Berat

Menghilangkan ‘budaya’ merokok rasanya seperti hal mustahil. Itu yang dirasakan Ni Made…

Selasa, 12 September 2017 08:10

Sempat Ditolak, Kini Warga Sadar Pentingnya Septic Tank

Sanitasi di wilayah pesisir jadi masalah kompleks. Ini turut dialami Darmawati. Dia harus mengubah perilaku…

Senin, 11 September 2017 09:09

Berantas Campak dengan Kecapi

Sebagai surveilans campak, perawat Puskesmas Klandasan Ilir ini merasa perlu mempertajam data, sekaligus…

Sabtu, 09 September 2017 07:48

Pacaran yang Menghasilkan, Beli Delapan Mobil dari Video Komedi

Menjadi miliarder pada usia muda bukan cerita sinetron belaka. Sejoli mahasiswa dari Universitas Mulawarman…

Sabtu, 09 September 2017 07:41

Mengulik Perjalanan Film sampai Workshop di Busan

Pertengahan Juli lalu menjadi momen berkesan bagi Abdillah Farhan. Mewakili Indonesia menjadi peserta…

Sabtu, 09 September 2017 07:37

Tak Bisa Berpisah Lama, Ikut Hash Selalu Berdua

Dari lari jatuh ke hati. Berkawan hingga berjodoh. Begitulah yang dialami pasangan satu ini. Benih cinta…

Jumat, 08 September 2017 08:44

Bikin Buku agar Jumlah Gigi Sehat hingga Karang Gigi Terpantau

Mungkin tak banyak orang tahu kalau kesehatan gigi dan mulut juga penting untuk ibu hamil. Hal itulah…

Kamis, 07 September 2017 08:54

Ubah Tata Cara Minum Obat Setiap 8 Jam dengan e-Ticket

Banyak penyakit bertambah parah akibat salah mengonsumsi obat. Hal ini menggugah Suci Laraswitasari…

Rabu, 06 September 2017 08:57

Lawan Paradigma hingga Keterbatasan Dana

Masyarakat kerap salah paham seputar nutrisi kepada buah hati. Pemerintah pun gencar menggalakkan program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .