MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 09 September 2017 07:37
Tak Bisa Berpisah Lama, Ikut Hash Selalu Berdua

Berkenalan dengan Pasangan Hasher, ‘Gorilla’ dan Laura

HASHER SEJATI: Chan Hock Seng (pojok kanan) dan Lauran Lee (tengah) bersama hasher asal Balikpapan dan Pekanbaru.

PROKAL.CO, Dari lari jatuh ke hati. Berkawan hingga berjodoh. Begitulah yang dialami pasangan satu ini. Benih cinta tumbuh setelah berada di komunitas yang sama.   

ACAP kali bertemu sesama hasher—sebutan pencinta hash atau lari lintas alam—di Pan Indo Hash 2017 yang digelar selama tiga hari, 7-9 September di Kota Minyak, Chan Hock Seng tak henti menebar senyuman tulus. Kedua alisnya kembali naik ketika disapa. Menandakan antusias. Banyak orang tak sungkan menyapa, layaknya kawan karib. Wajahnya memang tak asing bagi pencinta hash. Tak hanya di negeri asalnya, Malaysia, tapi juga di Indonesia.

Dirinya datang ke Balikpapan demi bisa berkumpul dengan rekan-rekannya sesama hasher. Tiap kali diundang, dia tak pernah absen. Bahkan hampir seluruh daerah di Indonesia sudah pernah disinggahi demi bisa mengikuti Pan Indo Hash.

Puluhan tahun mengikuti on-on, pria yang mendapat hash name “gorilla” ini bercerita pertama kali bergabung dengan Ipoh Hash House Harriers pada 1992. Orang pun cenderung lebih mengenal dengan nama gorilla dibandingkan nama aslinya. Nama tersebut disematkan dikarenakan postur tubuhnya yang tinggi dan berisi.

“Nama saya gorilla, tapi tidak galak loh,” selorohnya.

Di usianya kala itu menginjak 45 tahun, pensiunan sebuah perusahaan swasta di Malaysia ini hanya ingin mencari hiburan. Informasi didapat dari mulut ke mulut. Ketertarikan hash berawal dari seorang rekan yang lebih dulu terjun ke dunia hashing. Melihat raut wajah bahagia dan kegiatan menyenangkan selama berkumpul, dia pun tertarik.

“Sudah 25 tahun saya ikut hash. Saya merasa senang dan bahagia. Selain menjaga kebugaran tubuh, bagi saya hash membuat hidup saya lebih berwarna. Bergembira dan bisa bersenang-senang dengan banyak teman,” tutur Seng.   

Dia lahir dan besar di Ipoh, sebuah kota tua terlaris di Perak, Malaysia. Banyak sekali wisatawan berkunjung ke sana demi menikmati suasana kota yang tak begitu ramai. Tetapi jangan salah, banyak sekali komunitas hash berdiri. Walau diisi para lansia (lanjut usia), tetapi mereka tetap eksis hingga sekarang. 

“Ada ratusan klub hash di Malaysia. Kami sering bertemu pada akhir pekan,” tutur pria yang lahir pada 6 Mei 1947.

Dia sempat bercerita sekilas mengenai kota kelahirannya. Mendapat julukan kota tua dikarenakan banyak peninggalan kolonial Inggris di kawasan Old Town (kota tua), yang dulunya merupakan pusat penambangan timah. Denyut vital kehidupan ekonomi masih terus terjaga, terutama memperkuat sektor wisata. Meski kalah ramai dibandingkan Penang, wisata di Ipoh begitu diperhatikan pemerintah.

Mewakili komunitasnya yang diberi nama Gorilla Ipoh Hash, dia tak sendiri. Berdua dengan sang istri yang setia, Laura Lee. Perempuan berambut pendek ini bisa dibilang hasher sejati, sama dengan sang suami. Pertemuan keduanya juga dikarenakan hobi tersebut. Berada di komunitas yang sama benih-benih asmara tumbuh. Hingga mereka memutuskan menikah.

Laura mengaku sudah 41 tahun melakukan hash. Jauh lebih lama di bandingkan sang suami. Seringnya dia mendampingi Seng ke mana pun pergi, karena mereka tak bisa jauh satu sama lain. Perempuan yang lahir pada 3 April 1957 ini sempat pula menjajal medium run di kawasan Pantai Manggar, kemarin (8/9). 

“Cuaca di Balikpapan tidak beda dengan di Ipoh (Malaysia). Rute yang disajikan cukup menarik,” tutur perempuan yang tertarik bergabung dengan klub hash sejak 19 tahun tersebut.

Satu nasehat pula dari Seng, terkait perbedaan dan perselisihan yang kerap terjadi antarnegara ada baiknya jangan sampai terprovokasi. “Kekayaan alam Borneo adalah miliki bersama (Indonesia-Malaysia) dari Tuhan. Kita sewajibnya bersyukur. Saling menjaga persaudaraan. Jangan berselisih,” tutup sang suami. Selain Seng dan Laura, juga ada beberapa komunitas hash asal Malaysia yang hadir. (*/lil/rsh/k18)  


BACA JUGA

Sabtu, 30 Desember 2017 07:24
Dari Diskusi HUT Ke-30 Kaltim Post: Mencari Gubernur Pengganti Awang Faroek Ishak? (1)

Perlu Pemimpin yang Berani Lepas dari Ketergantungan SDA

ALAN RUSANDI Kaltim dipastikan dipimpin gubernur baru. Awang Faroek Ishak yang sudah dua periode menjadi…

Sabtu, 30 Desember 2017 07:21
Bincang Sore di Hari Jadi Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Sonhadji

Suka Tantangan dan Olahraga di Luar Ruangan

Jumat (29/12), menjadi hari spesial bagi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji. Memasuki hari jadinya…

Sabtu, 30 Desember 2017 06:46

Tribrata, Menghibur Sekaligus Mengamankan

Banyak cara untuk polisi menjalankan fungsi mengayomi masyarakat. Tak melulu soal memberi keamanan,…

Rabu, 27 Desember 2017 07:57

Disusun Guru-Guru Berpengalaman, Ditelaah para Dosen

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjamin pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2018 bebas…

Selasa, 26 Desember 2017 07:25

Melestarikan Pengetahuan “Dukun” lewat Penelitian

Zaman dulu, etnis asli Kalimantan menggunakan kekayaan alam untuk pengobatan. Kini tanaman obat tersebut…

Senin, 25 Desember 2017 07:09
Amien Rais dan Alasannya Mendukung Aji Dedi Mulawarman di Pilgub Kaltim

Berpengalaman, Representasi Ulama dan Tokoh Ekonomi Nasional

Selain dikenal sebagai sosok yang vokal menyuarakan kesejahteraan masyarakat kecil, Aji Dedi Mulawarman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .