MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 08 September 2017 08:44
Bikin Buku agar Jumlah Gigi Sehat hingga Karang Gigi Terpantau

Kisah Tenaga Kesehatan Teladan Nasional dari Kota Minyak: Beatrix Zitzy Uniquen Enoch (3)

BUAH KERJA KERAS: Beatrix Zitzy Uniquen Enoch menunjukkan medali dan piagam yang diterima dari pemerintah pusat.(dina angelina/kp)

PROKAL.CO, Mungkin tak banyak orang tahu kalau kesehatan gigi dan mulut juga penting untuk ibu hamil. Hal itulah yang mendorong Beatrix Zitzy Uniquen Enoch membuat gebrakan inovatif. Dia berupaya meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut (SKGM) ibu hamil.

DINA ANGELINA, Balikpapan

IDE ini berawal dari pencanangan program pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) Terpadu, 2015 lalu. Dokter gigi di Puskesmas Baru Tengah, Balikpapan Barat, ini terpacu melakukan pemeriksaan kesehatan gigi pada ibu hamil. Setiap kali ada pemeriksaan ibu hamil, maka sekaligus dilakukan pemeriksaan gigi dan gizi. Sehingga pada kunjungan pertama di puskesmas, ibu hamil harus melakukan ketiga pemeriksaan itu.

”Perbedaannya ibu hamil lebih prioritas, mereka tidak perlu antrean. Kalau bisa saat mereka datang, kami bisa langsung melayani. Karena sebelumnya, dia sudah cukup lelah melewati pemeriksaan di kesehatan ibu dan anak (KIA). Tidak ada lagi namanya ibu hamil perlu ke loket, lapor dua kali karena mau ke poli gigi,” sebutnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Bea, ini, layanan ANC Terpadu mendukung terciptanya pemeriksaan yang lebih rinci untuk ibu hamil. Sehingga, pihaknya tidak hanya dapat mengontrol kesehatan ibu dan janinnya. Namun, juga mengontrol kesehatan gigi yang tidak kalah penting. ”Kalau sudah tahu masalah pada gigi dan mulut, kami tinggal edukasi dan memberikan penjelasan kenapa kesehatan gigi ini penting. Kenyataannya, banyak warga yang tidak paham kalau kesehatan gigi juga berpengaruh ke buah hati mereka. Salah satunya memengaruhi nutrisi sang anak,” ucapnya.

Bukan hanya menjalankan ANC Terpadu, Bea juga membuat inovasi untuk meningkatkan SKGM ibu hamil. Caranya dengan memberikan lembaran SKGM dan odontogram. Kedua berkas itu yang menunjukkan kondisi kesehatan gigi setiap ibu hamil. Catatan tersebut akan terlampir menjadi satu dalam buku KIA. Sehingga, setiap kali kontrol ke puskesmas, ibu hamil akan ingat untuk melakukan pemeriksaan gigi.

Berbeda dengan odontogram yang hanya bisa dipahami oleh dokter dan tenaga kesehatan. Lembaran ini berisi catatan dengan lambang-lambang yang mungkin sulit dimengerti orang awam. Maka dari itu, Bea membuat keterangan lebih rinci di lembaran SKGM. Sehingga, jauh lebih mereka pahami. Dalam surat putih itu, tertulis keterangan jumlah gigi yang sehat, berlubang, sisa akar gigi, karang gigi, gigi tiruan, dan lainnya. Sehingga semua status kesehatan mulut jelas dan mudah untuk mengukur kebersihannya. Harapannya, ibu hamil jadi aware atau perhatian terhadap kesehatan gigi.

”Saya lampirkan lembaran SKGM agar mereka paham sejauh apa kondisi kesehatan giginya. Ada rincian kondisi berserta skor kesehatan gigi. Skor ini bisa mereka baca dan jadi pengingat mereka untuk mengatur kesehatan gigi. Mereka ingat kapan harus kontrol dan perawatan misalnya ada gigi berlubang,” tuturnya.

Dokter berusia 35 tahun tersebut mengatakan, cara ini membuat ibu hamil bisa terus ingat untuk meng-upgrade kesehatan gigi dan mulutnya. Selain itu, lembaran SKGM ini memudahkannya mengontrol pasien melalui catatan dan perhitungan skor. “Saya juga sampaikan edukasi ini dalam kelas ibu hamil setiap Rabu. Saya tanya siapa saja yang skor SKGM masih rendah. Saya masuk ke kelas itu juga untuk mengecek lagi kondisi mereka,” imbuhnya.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini mengungkapkan, setiap bulan dia melakukan evaluasi SKGM. Melihat apa ada skor yang membaik, meningkat, atau menurun. Selama perawatan, dia bisa bertemu sebanyak empat sampai lima kali pertemuan dengan ibu hamil. Kasusnya pun cukup banyak. Tapi, itu tidak menentu. Kalau kesehatan giginya sudah bagus, kemungkinan bertemu hanya untuk melakukan pembersihan karang gigi.

”Efeknya jumlah pasien tentu jadi lebih banyak. Kemudian, jumlah gigi yang lebih bersih meningkat dari sebelumnya. Skor kesehatan di atas 80 persen lebih banyak. Dari satu bulan misalnya, ada 30 ibu hamil yang kunjungan. Sepuluh langsung melakukan perawatan dan sisanya hanya pemeriksaan. Beda kalau dulu, mungkin 30 kunjungan tapi perawatan cuma 1-2 orang,” sebutnya.

Dia mengaku, sejak program ini berjalan Agustus 2016 lalu, kendala yang dihadapi adalah sulitnya mengedukasi masyarakat. Menurutnya, mungkin ada pengaruh dari status pendidikan. Banyak ibu hamil mengaku tidak tahu kalau kesehatan gigi penting. Sebab, dari dulu tidak pernah ada pemeriksaan gigi. Sehingga, misalnya dari hamil anak pertama hingga anak ketiga tidak ada perubahan.

”Ada yang saya jelaskan, kemudian dia iya saja. Tapi setelah itu tidak ada perubahan, padahal sudah kami dorong. Ada yang sudah pertama kali ke sini, terus menghilang tidak mau balik lagi,” katanya. Tidak berpuas diri, sulung dari tiga bersaudara ini terus memaksimalkan program tersebut. “Saya ingin kembangkan. Kalau bisa saat penyuluhan bikin lembar balik, alat bantu, hingga SKGM bisa lebih simpel bentuk dan tampilannya. Jadi, saya ingin ibu hamil juga tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk memantau kebersihan gigi dan mulutnya,” tutupnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 16 September 2017 08:15

Kembali ke Daerah, Siap Tugas di Daerah Terpencil

Mengenakan jas putih, khas para dokter, lalu menolong seseorang yang sedang sakit, menjadi mimpi Rizka…

Rabu, 13 September 2017 08:40

Hitung Rokok Tiap Hari, lalu Rehabilitasi Perokok Berat

Menghilangkan ‘budaya’ merokok rasanya seperti hal mustahil. Itu yang dirasakan Ni Made…

Selasa, 12 September 2017 08:10

Sempat Ditolak, Kini Warga Sadar Pentingnya Septic Tank

Sanitasi di wilayah pesisir jadi masalah kompleks. Ini turut dialami Darmawati. Dia harus mengubah perilaku…

Senin, 11 September 2017 09:09

Berantas Campak dengan Kecapi

Sebagai surveilans campak, perawat Puskesmas Klandasan Ilir ini merasa perlu mempertajam data, sekaligus…

Sabtu, 09 September 2017 07:48

Pacaran yang Menghasilkan, Beli Delapan Mobil dari Video Komedi

Menjadi miliarder pada usia muda bukan cerita sinetron belaka. Sejoli mahasiswa dari Universitas Mulawarman…

Sabtu, 09 September 2017 07:41

Mengulik Perjalanan Film sampai Workshop di Busan

Pertengahan Juli lalu menjadi momen berkesan bagi Abdillah Farhan. Mewakili Indonesia menjadi peserta…

Sabtu, 09 September 2017 07:37

Tak Bisa Berpisah Lama, Ikut Hash Selalu Berdua

Dari lari jatuh ke hati. Berkawan hingga berjodoh. Begitulah yang dialami pasangan satu ini. Benih cinta…

Jumat, 08 September 2017 08:44

Bikin Buku agar Jumlah Gigi Sehat hingga Karang Gigi Terpantau

Mungkin tak banyak orang tahu kalau kesehatan gigi dan mulut juga penting untuk ibu hamil. Hal itulah…

Kamis, 07 September 2017 08:54

Ubah Tata Cara Minum Obat Setiap 8 Jam dengan e-Ticket

Banyak penyakit bertambah parah akibat salah mengonsumsi obat. Hal ini menggugah Suci Laraswitasari…

Rabu, 06 September 2017 08:57

Lawan Paradigma hingga Keterbatasan Dana

Masyarakat kerap salah paham seputar nutrisi kepada buah hati. Pemerintah pun gencar menggalakkan program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .