MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 08 September 2017 08:44
Bikin Buku agar Jumlah Gigi Sehat hingga Karang Gigi Terpantau

Kisah Tenaga Kesehatan Teladan Nasional dari Kota Minyak: Beatrix Zitzy Uniquen Enoch (3)

BUAH KERJA KERAS: Beatrix Zitzy Uniquen Enoch menunjukkan medali dan piagam yang diterima dari pemerintah pusat.(dina angelina/kp)

PROKAL.CO, Mungkin tak banyak orang tahu kalau kesehatan gigi dan mulut juga penting untuk ibu hamil. Hal itulah yang mendorong Beatrix Zitzy Uniquen Enoch membuat gebrakan inovatif. Dia berupaya meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut (SKGM) ibu hamil.

DINA ANGELINA, Balikpapan

IDE ini berawal dari pencanangan program pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) Terpadu, 2015 lalu. Dokter gigi di Puskesmas Baru Tengah, Balikpapan Barat, ini terpacu melakukan pemeriksaan kesehatan gigi pada ibu hamil. Setiap kali ada pemeriksaan ibu hamil, maka sekaligus dilakukan pemeriksaan gigi dan gizi. Sehingga pada kunjungan pertama di puskesmas, ibu hamil harus melakukan ketiga pemeriksaan itu.

”Perbedaannya ibu hamil lebih prioritas, mereka tidak perlu antrean. Kalau bisa saat mereka datang, kami bisa langsung melayani. Karena sebelumnya, dia sudah cukup lelah melewati pemeriksaan di kesehatan ibu dan anak (KIA). Tidak ada lagi namanya ibu hamil perlu ke loket, lapor dua kali karena mau ke poli gigi,” sebutnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Bea, ini, layanan ANC Terpadu mendukung terciptanya pemeriksaan yang lebih rinci untuk ibu hamil. Sehingga, pihaknya tidak hanya dapat mengontrol kesehatan ibu dan janinnya. Namun, juga mengontrol kesehatan gigi yang tidak kalah penting. ”Kalau sudah tahu masalah pada gigi dan mulut, kami tinggal edukasi dan memberikan penjelasan kenapa kesehatan gigi ini penting. Kenyataannya, banyak warga yang tidak paham kalau kesehatan gigi juga berpengaruh ke buah hati mereka. Salah satunya memengaruhi nutrisi sang anak,” ucapnya.

Bukan hanya menjalankan ANC Terpadu, Bea juga membuat inovasi untuk meningkatkan SKGM ibu hamil. Caranya dengan memberikan lembaran SKGM dan odontogram. Kedua berkas itu yang menunjukkan kondisi kesehatan gigi setiap ibu hamil. Catatan tersebut akan terlampir menjadi satu dalam buku KIA. Sehingga, setiap kali kontrol ke puskesmas, ibu hamil akan ingat untuk melakukan pemeriksaan gigi.

Berbeda dengan odontogram yang hanya bisa dipahami oleh dokter dan tenaga kesehatan. Lembaran ini berisi catatan dengan lambang-lambang yang mungkin sulit dimengerti orang awam. Maka dari itu, Bea membuat keterangan lebih rinci di lembaran SKGM. Sehingga, jauh lebih mereka pahami. Dalam surat putih itu, tertulis keterangan jumlah gigi yang sehat, berlubang, sisa akar gigi, karang gigi, gigi tiruan, dan lainnya. Sehingga semua status kesehatan mulut jelas dan mudah untuk mengukur kebersihannya. Harapannya, ibu hamil jadi aware atau perhatian terhadap kesehatan gigi.

”Saya lampirkan lembaran SKGM agar mereka paham sejauh apa kondisi kesehatan giginya. Ada rincian kondisi berserta skor kesehatan gigi. Skor ini bisa mereka baca dan jadi pengingat mereka untuk mengatur kesehatan gigi. Mereka ingat kapan harus kontrol dan perawatan misalnya ada gigi berlubang,” tuturnya.

Dokter berusia 35 tahun tersebut mengatakan, cara ini membuat ibu hamil bisa terus ingat untuk meng-upgrade kesehatan gigi dan mulutnya. Selain itu, lembaran SKGM ini memudahkannya mengontrol pasien melalui catatan dan perhitungan skor. “Saya juga sampaikan edukasi ini dalam kelas ibu hamil setiap Rabu. Saya tanya siapa saja yang skor SKGM masih rendah. Saya masuk ke kelas itu juga untuk mengecek lagi kondisi mereka,” imbuhnya.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini mengungkapkan, setiap bulan dia melakukan evaluasi SKGM. Melihat apa ada skor yang membaik, meningkat, atau menurun. Selama perawatan, dia bisa bertemu sebanyak empat sampai lima kali pertemuan dengan ibu hamil. Kasusnya pun cukup banyak. Tapi, itu tidak menentu. Kalau kesehatan giginya sudah bagus, kemungkinan bertemu hanya untuk melakukan pembersihan karang gigi.

”Efeknya jumlah pasien tentu jadi lebih banyak. Kemudian, jumlah gigi yang lebih bersih meningkat dari sebelumnya. Skor kesehatan di atas 80 persen lebih banyak. Dari satu bulan misalnya, ada 30 ibu hamil yang kunjungan. Sepuluh langsung melakukan perawatan dan sisanya hanya pemeriksaan. Beda kalau dulu, mungkin 30 kunjungan tapi perawatan cuma 1-2 orang,” sebutnya.

Dia mengaku, sejak program ini berjalan Agustus 2016 lalu, kendala yang dihadapi adalah sulitnya mengedukasi masyarakat. Menurutnya, mungkin ada pengaruh dari status pendidikan. Banyak ibu hamil mengaku tidak tahu kalau kesehatan gigi penting. Sebab, dari dulu tidak pernah ada pemeriksaan gigi. Sehingga, misalnya dari hamil anak pertama hingga anak ketiga tidak ada perubahan.

”Ada yang saya jelaskan, kemudian dia iya saja. Tapi setelah itu tidak ada perubahan, padahal sudah kami dorong. Ada yang sudah pertama kali ke sini, terus menghilang tidak mau balik lagi,” katanya. Tidak berpuas diri, sulung dari tiga bersaudara ini terus memaksimalkan program tersebut. “Saya ingin kembangkan. Kalau bisa saat penyuluhan bikin lembar balik, alat bantu, hingga SKGM bisa lebih simpel bentuk dan tampilannya. Jadi, saya ingin ibu hamil juga tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk memantau kebersihan gigi dan mulutnya,” tutupnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 10:26

Mau Nikah Siri? Pikir Lagi

ADA 183 isbat nikah terjadi di Samarinda pada 2016. Angka itu meningkat dibanding 2015 yang angkanya…

Sabtu, 18 November 2017 07:35

Ungsikan 344 Jiwa, Pukul Mundur Kelompok Bersenjata

Satgas Gabungan TNI-Polri berhasil menerobos dua dusun yang terisolasi di Kabupaten Mimika, Papua. Kemarin…

Sabtu, 18 November 2017 07:18

Buka Perekonomian, Harga Tanah Naik Empat Kali Lipat

Pada 1976,  kawasan transmigrasi angkatan darat (Transad), Balikpapan Utara dihibahkan oleh negara…

Kamis, 16 November 2017 08:21

Menyulut Partisipasi lewat Kanal Jurnalis Warga

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menginjakkan kaki di Kaltim. Tapi kali ini bukan menggeledah…

Rabu, 15 November 2017 08:43

Jadi Tamu Kehormatan di Shanghai hingga Ditantang di Taiwan

Tradisi juara itu terjaga. Marching Band Gita Bahana (MBGB) SMP 1 Balikpapan jadi yang terbaik dalam…

Selasa, 14 November 2017 08:27

Tiba-Tiba Stop Lomba di Tengah Jalan saat Tahu Ada Tes

Kegagalan pada ujian pertama membuat semangat Winda berlipat. Mimpi harus dikejar apapun rintangannya.…

Sabtu, 11 November 2017 07:37

Kaltara Ingin Beli Dua, Disiapkan untuk Ambulans Udara

Puluhan pesanan untuk Pesawat N-219 berdatangan jauh sebelum pesawat itu diberi nama. PT Dirgantara…

Sabtu, 11 November 2017 06:43

Kenalkan Pariwisata PPU kepada Anak Muda Se-Indonesia

Tiga pemuda asal PPU terpilih mewakili Kaltim dalam Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017. Pertemuan akbar…

Sabtu, 11 November 2017 06:21

Layanan Aplikasi untuk Hindari Ribetnya Administrasi

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor tidak diiringi penambahan ruas jalan. Itu menjadi penyebab kemacetan…

Jumat, 10 November 2017 08:32

Hanya 10-15 Kunjungan, Siapkan Program Sesuai Tingkat Keparahan

Dulu, aktivitas di Instalasi Penyalahgunaan dan Ketergantungan Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .