MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 08 September 2017 07:23
Harga Tanah Naik, Nilai Rumah Merosot
-ilustrasi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Bisnis properti yang tumbuh ternyata tidak diiringi kemudahan pengembang dalam berinvestasi. Harga tanah di Kota Minyak malahan cenderung naik. Di sisi lain, developer harus menekan harga. Dari data yang dihimpun Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, harga tanah di kuartal dua tahun ini merangkak naik 0,42 persen untuk menengah dan tanah besar 0,31 persen. Tercatat, dari kuartal empat tahun 2016, harga tanah terus meningkat. Di sisi lain, harga rumah justru terkoreksi. Di kuartal pertama minus 0,44 persen rumah menengah dan rumah besar minus 0,42 persen. Kuartal kedua rumah menengah minus 0,33 persen dan rumah besar minus 0,44 persen.  

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Edi Djuwadi mengakui, harga tanah di Balikpapan daerah perkotaan sudah sangat mahal. Bisa lebih dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per meternya. “Bagi kami, pengembang lokal mungkin cukup berat,” ucapnya kemarin (7/9).

Menurutnya, jika kondisi seperti itu, untuk melakukan pembangunan rumah kelas menengah ke atas jelas bakal berat. Harga tanah terus naik, lalu mau dijual berapa rumah yang dibangun. Mengingat daya beli masyarakat terhadap properti masih rumah di harga Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per meter.

“Skema jika harga tanah Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per meter. Estimasi harga rumah di angka Rp 400-500 jutaan. Ya kalau sudah memiliki tanah di perkotaan sejak awal lebih mudah. Tapi, yang baru mau investasi bagaimana? Mau tidak mau, margin bagi keuntungan kami diminimalisasi sekecil mungkin,” terangnya.

Edi menambahkan, sekarang keuntungan yang bisa didapat pengembang hanya 10-15 persen saja. Dulu pengembang bisa untung lebih dari 30 persen. “Ya kalau mau harga tanah murah. Tempatnya cukup jauh dari kota. Sedangkan lakunya perumahan bergantung dari letaknya strategis atau tidak,” bebernya.

Lalu, untuk pembangunan rumah murah, Edi jelaskan, pengembang biasanya telah memiliki tanah lebih dulu. Yang baru punya biasanya lokasi rumahnya jauh dari kota.

Lebih lanjut, ia mengutarakan bahwa sekarang ini kondisi yang dilematis bagi pengembang lokal khususnya. Harga tanah naik, harga rumah malah turun. Belum lagi, ditambah dengan banjir yang melanda Kota Balikpapan. “Itu sangat berdampak bagi kami para pengembang. Yang menjadi sasaran siapa ya kami. Padahal jika tata kotanya bagus, banjir bisa dicegah,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah memberikan win-win solution bagi pengembang. Semisal perizinan dipermudah atau tarifnya lebih murah. Kalau harga tanah, pemerintah bisa memiliki bank tanah yang bisa difungsikan pengembang. (aji/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:23

Kondisi Baik bagi Konsumen Properti

MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya,…

Sabtu, 18 November 2017 06:22

BI Rate Bikin Minat Deposito Turun

PENURUNAN  bunga bank terus berlanjut menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas kembali…

Sabtu, 18 November 2017 06:21

ISPO di Kaltim Terkendala PUP

SAMARINDA  –   Saat ini di Kaltim ada 373 perusahaan kelapa sawit. Sayangnya, hanya…

Sabtu, 18 November 2017 06:19

SMA Selalu Dominasi Pengangguran

SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak…

Sabtu, 18 November 2017 06:18

Pesimistis Capai Target

JAKARTA  —  Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen…

Sabtu, 18 November 2017 06:17

Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku IKM

JAKARTA  —  Dengan jumlah yang banyak, pondok pesantren (ponpes) berpotensi besar menciptakan…

Sabtu, 18 November 2017 06:15

Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

BANK  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada besaran 4,25 persen. Ini sebagai bagian…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .