MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 08 September 2017 07:23
Harga Tanah Naik, Nilai Rumah Merosot
-ilustrasi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Bisnis properti yang tumbuh ternyata tidak diiringi kemudahan pengembang dalam berinvestasi. Harga tanah di Kota Minyak malahan cenderung naik. Di sisi lain, developer harus menekan harga. Dari data yang dihimpun Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, harga tanah di kuartal dua tahun ini merangkak naik 0,42 persen untuk menengah dan tanah besar 0,31 persen. Tercatat, dari kuartal empat tahun 2016, harga tanah terus meningkat. Di sisi lain, harga rumah justru terkoreksi. Di kuartal pertama minus 0,44 persen rumah menengah dan rumah besar minus 0,42 persen. Kuartal kedua rumah menengah minus 0,33 persen dan rumah besar minus 0,44 persen.  

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Edi Djuwadi mengakui, harga tanah di Balikpapan daerah perkotaan sudah sangat mahal. Bisa lebih dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per meternya. “Bagi kami, pengembang lokal mungkin cukup berat,” ucapnya kemarin (7/9).

Menurutnya, jika kondisi seperti itu, untuk melakukan pembangunan rumah kelas menengah ke atas jelas bakal berat. Harga tanah terus naik, lalu mau dijual berapa rumah yang dibangun. Mengingat daya beli masyarakat terhadap properti masih rumah di harga Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per meter.

“Skema jika harga tanah Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per meter. Estimasi harga rumah di angka Rp 400-500 jutaan. Ya kalau sudah memiliki tanah di perkotaan sejak awal lebih mudah. Tapi, yang baru mau investasi bagaimana? Mau tidak mau, margin bagi keuntungan kami diminimalisasi sekecil mungkin,” terangnya.

Edi menambahkan, sekarang keuntungan yang bisa didapat pengembang hanya 10-15 persen saja. Dulu pengembang bisa untung lebih dari 30 persen. “Ya kalau mau harga tanah murah. Tempatnya cukup jauh dari kota. Sedangkan lakunya perumahan bergantung dari letaknya strategis atau tidak,” bebernya.

Lalu, untuk pembangunan rumah murah, Edi jelaskan, pengembang biasanya telah memiliki tanah lebih dulu. Yang baru punya biasanya lokasi rumahnya jauh dari kota.

Lebih lanjut, ia mengutarakan bahwa sekarang ini kondisi yang dilematis bagi pengembang lokal khususnya. Harga tanah naik, harga rumah malah turun. Belum lagi, ditambah dengan banjir yang melanda Kota Balikpapan. “Itu sangat berdampak bagi kami para pengembang. Yang menjadi sasaran siapa ya kami. Padahal jika tata kotanya bagus, banjir bisa dicegah,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah memberikan win-win solution bagi pengembang. Semisal perizinan dipermudah atau tarifnya lebih murah. Kalau harga tanah, pemerintah bisa memiliki bank tanah yang bisa difungsikan pengembang. (aji/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .