MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 07 September 2017 09:25
Sehari Beraksi Dua Kali

Kawasan Minim Penerangan Rawan Jambret

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Daftar aksi kawanan jambret yang diringkus kepolisian, Selasa (5/9) malam, kian panjang. Sebelumnya disebutkan mereka beraksi hingga 157 kali. Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, hingga Selasa (5/9) pukul 22.00 Wita, jumlahnya bertambah menjadi 167 kasus.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Chandra Hermawan menerangkan, angka tersebut masih mungkin bertambah. Pasalnya, kuat dugaannya masih banyak korban yang belum melapor. “Kami masih himpun semua berkas laporan dari masyarakat yang pernah masuk,” sebut Chandra.

Dari rekapitulasi sementara, terdapat 17 kawasan yang kerap menjadi lokasi kawanan tersebut beraksi. Di antaranya, Samarinda Ilir, Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, dan Samarinda Utara. “Yang paling banyak ada di (Samarinda) Ulu, sekitar Jalan AW Sjahranie,” sebut perwira berpangkat satu melati itu.

Pihaknya belum bisa menyita banyak barang bukti. Sementara ini, pihaknya baru menyita kendaraan para pelaku yang dipakai untuk beraksi. Kasus tersebut juga terus dikembangkan. Hanya, diketahui bahwa para jambret kerap beraksi di kawasan daerah minim penduduk yang tanpa penerangan. Misalnya, di Jalan PM Noor, DI Pandjaitan, atau Ahmad Yani. 

Seperti diwartakan sebelumnya, tim gabungan Polsekta Samarinda Ilir dan Polda Kaltim meringkus lima penjambret. Mereka adalah Rudi Hari Praseno (23) alias Congor, Farhan (21) alias Kopet, dan Rudi Hermanto (29) alias Tato, Erhan (30), dan Muslih (24). Kasus tersebut mencuri perhatian lantaran mereka beraksi hingga ratusan kali sejak 2015.

Sementara itu, hingga kemarin pemeriksaan masih berlanjut. Rudi Hari Praseno, sang eksekutor aksi komplotan tersebut, mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Dalam pengakuan, pemuda bertubuh kecil berambut ikal itu menyebut tidak begitu ingat lokasi dia beraksi. “Tidak ingat,” terangnya singkat.

Hanya, dia menjelaskan, bisa beraksi hingga dua kali dalam sehari. Bahkan, rekannya ada yang bekerja tanpa lebih dulu berkoordinasi dengan komplotannya. “Kodenya: kerja (menjambret) kah?”

Chandra menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polresta Samarinda serta jajaran polsek di wilayah hukum lain untuk turut memeriksa laporan masyarakat. “Kami berencana memeriksa kediaman mereka. Kemungkinan ada barang bukti lain,” sebutnya.

Soal keberadaan penadah barang curian, perwira polisi yang pernah bertugas di Polda Lampung itu menyebut, kemungkinan besar ada dan banyak. Namun, polisi masih ingin berfokus menelusuri pengakuan lain dari kawanan jambret itu. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 10:21

BAHAYA..!! Datang dari Kalsel, PCC Mulai Teror Samarinda

SAMARINDA – Kehebohan peredaran obat bernama paracetamol cafein carisoprodol (PCC) merembet ke…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sektor Potensial PAD Perlu Perhatian

SAMARINDA – Penurunan realisasi APBD Perubahan 2017 senilai Rp 35 miliar dipengaruhi oleh beberapa…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Serapan APBD Murni Tersumbat

SAMARINDA – Tersisa empat bulan tahun anggaran 2017, serapan APBD murni tak menggembirakan. Per…

Jumat, 22 September 2017 09:33

Kesadaran Masyarakat Rendah

SAMARINDA – Menukil data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, setiap hari, masyarakat Samarinda…

Jumat, 22 September 2017 08:46

Aturan Baru Masih Digodok

SAMARINDA­ – Payung hukum transportasi berbasis aplikasi kembali menuai polemik. Perkaranya,…

Jumat, 22 September 2017 08:35

DAMRI Kaget Disebut Tidak Siap

KEPUTUSAN Angkasa Pura (AP) I yang melarang angkutan online beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 09:15

Narkoba Gerogoti Dunia Pelajar

SAMARINDA – Peredaran narkoba tak pandang siapa korbannya. Masyarakat umum hingga pelajar pun…

Kamis, 21 September 2017 09:14

Musnahkan agar Tak Disalahgunakan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum tak luput dari paparan aksi penyalahgunaan narkoba. Terbukti,…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Rehabilitasi Perlu Waktu

PENYALAHGUNAAN narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori.…

Kamis, 21 September 2017 09:13

Kasus Pengeroyokan Mulai Disidangkan

SAMARINDA – Perkara pemukulan dengan pelaku Faisal Riezda Rousdy (44) dan Muhammad Ulfiansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .