MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 07 September 2017 07:29
Sejahterakan Petani dengan BUMP

PROKAL.CO, OLEH: BAMBANG SAPUTRA
(Konsultan PUMKM KPw BI Balikpapan)

FOKUS pembangunan pertanian di Indonesia seharusnya bergeser, tidak lagi berfokus pada peningkatan produksi. Tetapi yang terpenting adalah kesejahteraan petani. Sebab, hingga kini petani selalu memperoleh keuntungan yang relatif kecil, jika kita melihat tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen.

Cara pandang petani harus diubah, tidak hanya sebagai motor produksi tapi juga harus memiliki cara pandang bisnis atau wirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini dapat dimulai dengan peningkatan kelembagaan ekonomi petani, dalam rangka meningkatkan posisi tawar petani, baik dalam kemitraan dengan pelaku ekonomi lainnya maupun dalam hal pembiayaan.

Selama ini, kelembagaan ekonomi petani belum berfungsi sesuai dengan harapan, antara lain disebabkan; pertama, kelembagaan petani masih belum berorientasi usaha produktif; kedua, akses terhadap kelembagaan keuangan atau perbankan rendah; ketiga, kelembagaan petani belum mampu melayani kebutuhan pengembangan agrobisnis bagi anggotanya; dan keempat, kelembagaan petani belum mampu menghubungkan dengan sumber-sumber informasi, teknologi, dan pasar sehingga belum mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya.

Upaya meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani dapat dilakukan, dengan mengubah pola pertanian menjadi model corporate farming yang mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Pengembangan BUMP diarahkan untuk meningkatkan kelembagaannya menjadi kelembagaan ekonomi dengan tujuan meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha, dan posisi tawar petani.

Pengembangan kapasitas ini dilakukan dengan memberi peluang bagi kelompok tani, Gapoktan yang telah mulai melakukan kegiatan usaha produktif sehingga kelembagaan petani tersebut dapat berfungsi sebagai unit penyedia sarana produksi, unit usaha pengolahan, unit usaha pemasaran, dan unit usaha keuangan mikro (simpan pinjam). Melalui pengembangan BUMP, petani menjadi kelembagaan ekonomi petani. Pelaku utama tersebut diorganisasikan dan ditingkatkan kemampuannya melalui pengembangan kapasitas manajerial, kepemimpinan, dan kewirausahaan (entrepreneur) agar mampu menjadi wirausaha agrobisnis yang andal.

Corporate farming yang dijalankan oleh BUMP, baik dalam bentuk perseroan terbatas (PT) atau koperasi (cooperative farming) dapat juga menjadi alternatif solusi atas pengelolaan lahan pertanian yang selama ini kurang efisien karena berskala kecil (< 1 ha).

Lima tahapan yang dapat dilakukan petani dalam pengembangan BUMP; pertama, kontrak. Gapoktan atau kelompok tani dapat membentuk kemitraan atau kelembagaan ekonomi petani dalam bentuk BUMP; kedua, korporat manajemen. Mengelola lahan atau memberikan guidance pengelolaan lahan yang terstandar. Menyediakan saprodi (bibit, pupuk, petisida, dan lainnya), mengatur manajemen tanam dan panen.

Ketiga, mekanisasi pertanian. Mengadaptasi teknologi pertanian agar lebih efisien; keempat, financing. Melalui BUMP petani dapat lebih bankable, dan BUMP dapat bertindak sebagai avalis; kelima, pemasaran. Mendistribusikan langsung ke pasar induk dan jaringan retailer; keenam, pengolahan pasca-panen. Menjalankan kegiatan pasca-panen (rice mill unit), sorting, grading, packaging.

Akhirnya mari bersama kita menginsafi pesan Hadrotus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang mengatakan bahwa ”Pak Tani Itulah Penolong Negeri.” Sejahteranya masyarakat dimulai dari sejahteranya petani. Menjamin kesejahteraan petani dapat dilakukan, dengan penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui pengembangan BUMP. (*/lil/lhl/k15)


BACA JUGA

Minggu, 04 Februari 2018 09:02

Zulhasan, Thariq bin Ziyad, dan Point of No Return

CATATAN: DHIMAM ABROR DJURAID*PERNYATAAN Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengenai fenomena lesbian, gay,…

Rabu, 31 Januari 2018 08:47

Kedok Pemberdayaan Masyarakat

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan,Mahasiswa S-3 Program…

Rabu, 31 Januari 2018 07:21

Gubernur Jadi Menteri Keuangan

CATATAN: AJI SOFYAN EFFENDI SAMPAI beberapa waktu ke depan, DPR dan Kementerian Keuangan akan menggodok…

Selasa, 30 Januari 2018 09:07

Dunia Lain Adalah Mungkin

CATATAN: INDA FITRYARINI(Pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman) "ANOTHER Possible World" adalah…

Selasa, 30 Januari 2018 07:45

Jaga Momentum Perbankan Syariah

CATATAN: BAMBANG SAPUTRAKomisi Ekonomi MUI Kota Balikpapan BEBERAPA tahun belakangan, perbankan syariah…

Senin, 29 Januari 2018 07:34

Keniscayaan Menjadi Entrepreneur

CATATAN : ARIFUL AMIN INDONESIA punya satu keunggulan yang disebut jarang dimiliki negara lain. Yakni…

Jumat, 26 Januari 2018 08:46

Fintech, Peluang atau Bumerang?

OLEH: MUHAMMAD HENDRA WIJAYA NUGRAHA(Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Anggota…

Kamis, 25 Januari 2018 08:40

Ketahanan Pangan dan Potensi Pertanian (2-Habis)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan,Mahasiswa S-3 Program…

Rabu, 24 Januari 2018 08:52

Impor Beras dan Agrokorporasi (1)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan,Mahasiswa S-3 Program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .