MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 07 September 2017 07:26
Belanja Pulsa dan Paket Data Justru Naik
KEBUTUHAN POKOK: Bukan saja makanan jadi kebutuhan utama masyarakat saat ini, tapi juga komunikasi seolah tak kalah pentingnya. Saat ekonomi lagi sulit, pendapatan belanja pulsa dan data provider malah naik.(DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kondisi ekonomi Kaltim yang melambat tidak memberikan dampak signifikan bagi bisnis telekomunikasi. Buktinya, penjualan pulsa dan kuota internet dari Telkomsel dan Indosat di ibu kota Kaltim tidak pernah mengalami penurunan.

Marketing Communication Indosat Ooredoo Samarinda Vestyan Windra Wardhana mengatakan, penjualan kuota internet dan pulsa justru semakin meningkat. Dari tahun ke tahun, sebut dia penjualan tak pernah turun. “Penjualan naik terus,” tegas dia.

Dibandingkan penjualan pulsa, kuota internet lebih tinggi. Dia tidak menjabarkan angka secara detail, tapi dia mengibaratkan jika dulu penjualan kuota internet hanya di angka dua, sekarang meningkat menjadi delapan. Kemudian pulsa semisal di angka tujuh, sekarang meningkat delapan. “Sama-sama tinggi. Tapi, kuota internet lebih tinggi lonjakannya,” sebut dia.

Dia mengakui, kondisi ekonomi Kaltim memang sedang sulit. Tapi, penjualan kuota internet dan pulsa di Indosat justru mengalami kenaikan. Menurut dia, jika disebut daya beli menurun, mungkin disebabkan konsumen mengubah cara membelinya. Tidak dilakukan secara konvensional membeli ke toko di pinggir jalan, tapi lebih memanfaatkan modern channel. Misalnya lewat aplikasi, ATM, dan lainnya. “Buktinya penjualan data naik terus. Pelanggan malah naik bukan menurun. Ini hanya peralihan cara membeli. Tidak pernah turun selama ini,” ucap dia.

Terpisah, Corporate Communications Telkomsel Wilayah Kalimantan, Rina Dwi Noviani mengatakan, penjualan kuota dan pulsa di Telkomsel cenderung stabil. Menurut dia, sejauh ini masih konsisten penjualannya. “Respons pelanggan cukup bagus,” tutur dia.

Lebih ramai penjualan pulsa atau kuota, Rina menjawab, pulsa bisa dijadikan kuota. Jadi, kata dia lebih banyak penjualan pulsa. Pihaknya juga menyediakan penjualan kuota internet. Dia berpendapat, kondisi ekonomi yang dibilang sulit tak memengaruhi penjualan. Sebab, komunikasi seolah jadi kebutuhan primer masyarakat kekinian. “Nyaris semua orang tak lepas dari ponsel. Banyak pula yang mempunyai ponsel lebih dari satu. Apalagi saat ini anak SMP saja sudah pegang ponsel,” ulas dia. (*/hdd/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 06:36

Konsumsi Bright Gas Terus Naik

BALIKPAPAN  -  PT Pertamina terus mengupayakan agar masyarakat kalangan ekonomi mampu beralih…

Sabtu, 17 Februari 2018 06:31

Ratusan Perusahaan Tambang Lapor Ombudsman

JAKARTA  -  Pencabutan izin usaha sektor mineral dan batu bara yang tak memenuhi standar clean…

Sabtu, 17 Februari 2018 06:29

BI: Perbankan Bakal Pangkas Bunga Kredit

JAKARTA   -   Bank Indonesia (BI) memproyeksi perbankan bakal kembali menurunkan suku…

Sabtu, 17 Februari 2018 06:25

Pendapatan Negara Tetap Prioritas

JAKARTA   -  Kementerian Keuanganbelum dapat memutuskan langkah lanjutan terkait penghapusan…

Sabtu, 17 Februari 2018 06:24

Eropa Akan Tetap Sulitkan Biodiesel Indonesia

JAKARTA  –   Kalangan produsen biofuel Indonesia baru saja menghirup angin segar karena…

Sabtu, 17 Februari 2018 06:23

DJP Ingatkan Lembaga Keuangan Laporkan Nasabah

JAKARTA   -  Pemerintahkembali mengingatkan lembaga jasa keuangan untuk mendaftar sebagai…

Jumat, 16 Februari 2018 05:34

BTN Kaji Bunga Kredit Single Digit

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan mengkaji penurunan suku bunga kredit tahun…

Jumat, 16 Februari 2018 05:28

Jalur Pekerja Asing Bakal Dimuluskan

JAKARTA - Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kemudahan izin kerja bagi…

Jumat, 16 Februari 2018 05:27

Serapan Buruh Didominasi Sektor Kecil

PROGRAM percepatan investasi dan pengembangan industri di Tanah Air dinilai belum cukup berdampak terhadap…

Jumat, 16 Februari 2018 05:27

BPJS Ketenagakerjaan: 24 Persen Perusahaan Masih Bandel

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan 700 ribu perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .