MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 07 September 2017 07:20
Benahi Akses Wisata agar Investor Tertarik
TAMBAH DAYA TARIK: Spot wisata alam menarik banyak dimiliki Kaltim. Sayang, tidak semua ditunjang akses yang layak. Pulau Derawan dari udara.(DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki banyak potensi pariwisata. Sayangnya, banyak akses menuju tempat wisata yang belum memadai. Padahal, seharusnya pengelolaan wisata di Kaltim harus dimulai dengan mempermudah akses dengan perbaikan infrastruktur. Konektivitas dan kesinergisan para pelaku industri dan pemerintah, sangat diperlukan untuk pengelolaan wisata Bumi Etam.

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kaltim HM Zulkifli mengatakan, perlu sama-sama bersinergi. Kekuatan pemerintah, pelaku industri, dan tentunya mengedukasi masyarakat. Pilarnya harus jelas, sama-sama membicarakan potensi pariwisata di Kaltim. Jangan saling egois, dan berdiri masing-masing. “Karena, kalau berbicara pengelolaan pariwisata, bukan hanya milik Dinas Pariwisata Kaltim. Tapi, milik pelaku industri dan seluruh masyarakat,” ujarnya kepada Kaltim Post Rabu (6/7).

Menurutnya, pemerintah bukan hanya menjadi eksekutif tetapi menjadi legislatif dalam mengelola pariwisata Kaltim. Harus ada rancangan pariwisata Bumi Etam untuk jangka panjang. Potensinya ada untuk menarik investor dari luar. Tapi, harus ada pesona yang ditawarkan, rasa aman juga perlu.

“Bagaimana investor merasa aman melakukan investasi, mulai dari perizinan hingga investasi yang mereka tanamkan di Kaltim itu menuaikan hasil. Investor harus merasa aman, dan ini yang harus kita jaga,” tuturnya.

Zulkifli mengatakan, konektivitas tiap daerah juga penting. Jangan setiap kota dan kabupaten malah berdiri masing-masing. Contohnya, wisatawan hendak melakukan perjalanan dari Balikpapan menuju Berau melewati jalur darat. Setiap daerah yang dilewati harus sudah bagus infrastrukturnya, akhirnya ada konektivitas tiap daerah. “Konektivitas setiap daerah juga harus punya sesuatu yang bisa ditawarkan jika daerahnya menjadi jalur pariwisata. Walaupun hanya dilewati jika ada pesona yang ditawarkan, akan membuat wisatawan tertarik untuk mengunjungi kembali,” katanya.

Jika tambahnya, infrastruktur menuju tempat wisata itu tidak memadai, maka belum berhasil kita mengelola pariwisata. Konektivitas untuk menyatukan daerah satu dengan lainnya, sehingga wisatawan datang bukan hanya berkunjung ke satu daerah. “Kalau mau seperti itu, perbaiki dulu infrastrukturnya. Potensinya ada, investor pasti mau menanamkan sahamnya di sektor pariwisata, selama infrastrukturnya mendukung,” tutupnya. (*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .