MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 07 September 2017 07:17
Sawit Indonesia Sesuai Standar PBB
DELEGASI RI: Dari kiri, Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan, dan Juru Bicara Gapki Tofan Mahdi, Ketua Dewan Pengawas BPDP Sawit Rusman Heriawan, dan Ketua Umum Gapki Joko Supriyono di New York, dalam lawatan advokasi ke PBB, kemarin (6/9).(ist)

PROKAL.CO, NEW YORK - Kunjungan advokasi oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) ke Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat, membuahkan hasil. United Nations Development Programme (UNDP), disebut telah mengakui bahwa industri sawit di Indonesia sudah sesuai standar internasional.

“Saya bisa memastikan, tata kelola sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan dunia internasional, termasuk PBB,” kata Joko dalam Informal High Level Discussion di Kantor Pusat Badan PBB untuk Program Pembangunan itu, kemarin (6/9).

Joko menjadi pembicara dalam diskusi ini bersama Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pangan dan Pertanian, Musdalifah Mahmud. Di depan para pimpinan UNDP dan sejumlah lembaga internasional, Joko memaparkan arti penting sektor perkebunan kelapa sawit bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. “Dan kalau kita lihat, tren dalam satu dekade terakhir, kebun rakyat lebih pesat berkembang dibandingkan perusahaan swasta,” kata dia.

Terkait isu keberlanjutan, Joko menegaskan hingga saat ini sudah ada 340 perusahaan kelapa sawit yang mendapatkan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). ISPO adalah sertifikasi wajib bagi perkebunan kelapa sawit Indonesia. “Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dan dunia usaha untuk menjawab isu-isu sustainability,” imbuhnya.

Sementara itu, Musdalifah Mahmud mengatakan, rakyat Indonesia juga ingin sejahtera seperti halnya rakyat di negara maju. Dan perkebunan kelapa sawit sudah terbukti memberi kontribusi untuk itu.

Dia mengatakan, 42 persen dari total perkebunan sawit di Indonesia dimiliki oleh rakyat (smallholders). Dan banyak di antara mereka telah bertanam kelapa sawit sejak lebih seratus tahun lalu. “Dan tingkat pendapatan petani sawit bisa tujuh kali lebih besar daripada rata-rata pendapatan mereka yang bekerja di sektor pertanian,” katanya.

Musdalifah melanjutkan, sektor perkebunan kelapa sawit menyerap 4 juta tenaga kerja dan akan menciptakan 1,3 juta tenaga kerja langsung pada 2020. “Terkait tuntutan keberlanjutan, pemerintah saat ini sedang melakukan penguatan ISPO, melanjutkan pemberian izin baru, skema pencegahan kebakaran, dan perlindungan ekosistem gambut,” pungkasnya. (man/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:23

Kondisi Baik bagi Konsumen Properti

MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya,…

Sabtu, 18 November 2017 06:22

BI Rate Bikin Minat Deposito Turun

PENURUNAN  bunga bank terus berlanjut menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas kembali…

Sabtu, 18 November 2017 06:21

ISPO di Kaltim Terkendala PUP

SAMARINDA  –   Saat ini di Kaltim ada 373 perusahaan kelapa sawit. Sayangnya, hanya…

Sabtu, 18 November 2017 06:19

SMA Selalu Dominasi Pengangguran

SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak…

Sabtu, 18 November 2017 06:18

Pesimistis Capai Target

JAKARTA  —  Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen…

Sabtu, 18 November 2017 06:17

Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku IKM

JAKARTA  —  Dengan jumlah yang banyak, pondok pesantren (ponpes) berpotensi besar menciptakan…

Sabtu, 18 November 2017 06:15

Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

BANK  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada besaran 4,25 persen. Ini sebagai bagian…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .