MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 06 September 2017 10:02
Tembak di Tempat
-

PROKAL.CO, POLDA Kaltim mengklaim tindakan tegas terhadap pelaku sudah dijalankan. Bahkan, kasus narkotika disebut sebagai kejahatan luar biasa. Tembak di tempat jadi opsi pertama. Namun, bisa dilakukan bila pelaku melawan hingga membahayakan nyawa warga dan anggota kepolisian.

“Polda Kaltim tidak akan kendur (mengungkap peredaran narkoba). Ini dibuktikan dengan banyaknya pengungkapan kasus. Bahkan, ada anggota (polisi) di Samarinda itu kan ditembak,” terang Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, kemarin (3/9).

Diketahui, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim telah menangkap 130 tersangka dalam rentang Januari hingga Juni 2017. Adapun narkoba yang disita adalah sabu-sabu seberat 4,1 kilogram, ganja 3,3 kilogram, dan ekstasi 2 butir.

Sementara itu, oknum polisi berinisial KA yang ditembak di Samarinda itu terjadi pada Rabu (12/4). Dia diduga sebagai pengedar narkoba. Saat itu, anggota tim gabungan Subbid Paminal Bidang Profesi Pengamanan Polda Kaltim dan Polresta Samarinda menyita 46,86 gram sabu-sabu siap edar dari mobil KA.

KA diketahui terakhir bertugas di Satresnarkoba Polresta Samarinda. Tembakan dikeluarkan karena KA melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Timah panas pun menembus kaki kiri ke kanan.

Ade menyebut, upaya Polda Kaltim tidak berhenti pada pengungkapan kasus saja. Tapi juga upaya mempersempit ruang gerak pelaku narkoba. Salah satunya, pemberian target kepada polres. Tiap polres diberi tugas mampu mengungkap lima kasus narkoba dalam sepekan. “Baik itu bandar, pengedar, kurir, maupun pengguna. Ini menjadi cara untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba,” jelasnya.

Dia memastikan, Polda Kaltim tak akan tebang pilih dalam mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Namun, dia mengakui, pelaku kerap melakukan upaya negosiasi. Walau demikian, dia menjamin tak akan dihiraukan petugas.

“Negosiasi itu bisa menjadi bentuk pelemahan bagi petugas. Tapi yang harus dicatat. Seorang oknum polisi di Samarinda, secara tegas kami tindak. Itu gambaran. Kami tidak tebang pilih. Semua yang terlibat narkoba akan berhadapan dengan hukum,” terangnya.

BISA BERHENTI

Siapa bilang pengguna narkoba tak bisa berhenti. Zat yang memiliki ketergantungan itu tentu bisa dilawan dengan melakukan kegiatan yang positif. Melya Sari, satu dari sekian banyak yang berhasil lolos dari jerat narkoba.

Perempuan asal Bandung yang sudah menetap lama di Samarinda. Kulit putih dengan hidung mancung tanpa flek di wajah seolah menandakan dirinya bersih dari narkoba. Namun, pengguna narkoba tak bisa dilihat dari wajah.

Perempuan 22 tahun dengan tinggi 165 sentimeter itu bercerita dengan Kaltim Post saat dirinya terjebak dalam lembah hitam bisnis haram narkotika. “Bukan di Samarinda, kenal sabu-sabu sejak masih di Jakarta. Hampir seluruh narkotika pernah dirasakan,” ujarnya.

Diterpa badai masalah keluarga, membuatnya seperti tak bisa membendung untuk menyelesaikan masalah dengan cara negatif. Narkoba dikenalnya melalui teman sebaya ketika masih duduk di bangku sekolah. Ketika ekonominya masih berkecukupan, perempuan bertubuh langsing itu tak canggung mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk pesta narkoba bersama rekan. “Ya seperti menenangkan, tapi hanya sesaat,” ucap Lya.

Dia menyebut, sebagai pecandu, sepekan hampir empat hingga lima kali mengonsumsi narkoba. Ketika ekonominya masih sangat berada, uang untuk pesta narkoba dalam sebulan bisa habis hingga belasan juta. Begitu pun ketika dia baru menginjakkan kaki di Kota Tepian. “Ada teman di sini tahu belinya di mana. Kalau saya kurang paham,” cerita Lya.

Bisa lepas dari jerat narkoba ketika anak bungsu dari tiga bersaudara itu mendapat kabar belum lama ini dari rekannya. Seorang rekannya tewas karena penggunaan melebihi dosis. Dari situ, dia mulai tersadar. Tak semua masalah bisa selesai dengan narkoba. Ditambah, kabar orangtuanya yang sakit-sakitan. Kini dia hanya fokus bekerja di salah satu gerai ponsel di ibu kota Kaltim.

Meski belum lama berhenti dan masih sempat berpikiran untuk mengonsumsi, Lya menuturkan, bisa dihindari dengan kegiatan yang positif. Soal bisa menahan tidur, menghilangkan rasa sakit, dan lain-lain adalah halusinasi dari upaya para bandar menggerus generasi muda untuk terus mengonsumsi narkoba.

Beberapa bulan lalu, publik Kota Tepian sempat dikejutkan dengan seorang bocah putus sekolah berumur 8 tahun yang mengonsumsi narkoba. Itu tak terlepas dari keseharian sebagai anak jalanan yang notabene tak memiliki lingkungan baik dan pergaulan yang bebas.

Bocah berinisial DV itu setiap hari tinggal di bawah jembatan yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto dengan Jalan Agus Salim. Keberadaan mereka dianggap merusak estetika kota dan ditindak Satpol PP Samarinda. Dari itu semuanya terkuak, jika lokasi yang dijadikan tempat tinggal juga kerap digunakan DV untuk pesta narkoba.

DV adalah bocah putus sekolah asal Balikpapan. Dia dan rekannya selalu berkeliling untuk mengamen. Nah, dari hasil itu, bocah putus sekolah itu membeli narkoba. Hasil dari sehari mengamen bisa mencapai Rp 100–150 ribu. Bak mengonsumsi makanan, sehari DV dan rekannya bisa pesta narkoba dua hingga tiga kali. “Belinya sama teman juga,” ujar DV kepada media ini.

Bocah itu juga mengaku memiliki masa lalu yang kelam di Balikpapan. Orangtuanya sudah acuh kepadanya. Terlebih selama di Samarinda, tidak sekalipun dijenguk, apalagi dijemput. Alasan itu yang membuat DV betah tinggal di Kota Tepian. Namun bukannya baik, justru dia terjebak di lembah hitam penggunaan narkoba. (*/dra */rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

Jangan Lupa Simpan Setruk Anda

BAGI Anda yang sudah mengikuti program Strukvaganza, setelah mengirim foto setruk via WhatsApp (WA),…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

17 Dokter Batal Mundur, Pasien Terlayani Kembali

Kisruh dokter spesialis dengan manajemen RS Regional Sulbar berakhir. Rumah sakit kembali hidup. Pasien…

Selasa, 12 Desember 2017 09:45

244 Perusahaan Tambang Dibekukan

SAMARINDA – Pengusaha di Kaltim bakal dihantui rasa cemas. Sebab, pemerintah pusat mengeluarkan…

Selasa, 12 Desember 2017 09:42

Pengusung Jaang Setia

SAMARINDA – Syaharie Jaang terbuka dengan kandidat bakal calon wakilnya dalam Pemilihan Gubernur…

Selasa, 12 Desember 2017 09:39

Kubu Pendukung: Tak Ada Alasan Menolak Al Faruq

SAMARINDA – Di tengah gelombang penolakan pembangunan Masjid Al Faruq di Lapangan Kinibalu, sejumlah…

Selasa, 12 Desember 2017 09:35

Membakar Emosi dengan Cuplikan Film

KEMARAHAN dunia atas pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Amerika seolah tak terbendung.…

Selasa, 12 Desember 2017 09:34

Bisa Menakar Daya Beli Masyarakat

AKTIVITAS mengumpulkan setruk dalam program Strukvaganza dinilai bisa menakar daya beli masyarakat Balikpapan…

Selasa, 12 Desember 2017 09:32

Emban Misi Sosial, Mengaku Tidak Menerima Gaji

Sudah sepuluh tahun hidup Andre So dihabiskan untuk menjelajahi daerah pinggiran Indonesia termasuk…

Senin, 11 Desember 2017 10:14

Pemprov Disebut Cuci Tangan

SAMARINDA – Main lempar bola dalam persetujuan anggaran pembangunan Masjid Al Faruq dengan nilai…

Senin, 11 Desember 2017 10:09

Lampu Teknologi Baru, Lebih Canggih dari Suramadu

LAMPU art thematic Jembatan Mahkota II, Samarinda, mulai beroperasi tadi malam. Wali Kota Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .