MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 04 September 2017 18:15
Terbukti Korupsi, 8 Tahun untuk Patrialis

PROKAL.CO, PROKAL.CO, JAKARTA- Pengadilan Tikpikor Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara bagi mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Patrialis di persidangan terbukti korupsi. Tapi yang bersangkutan merasa tak bersalah dan menganggap putusan tersebut tak adil untuk dirinya.

Meski begitu ia pasrah dengan putusan hukuman delapan tahun penjara . Sebab, terdakwa perkara suap itu merasa sudah berupaya maksimal untuk lolos dari dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Di persidangan, saya sudah memberikan pembelaan sesuai dengan fakta persidangan. Saya juga mengatakan bahwa saya tidak bersalah," kata Patrialis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (4/9).

Mantan legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga enggan menilai vonis majelis. Sebab, dia memilih pasrah.

"Saya tidak akan memberikan penilaian karena ini otoritas hakim. Saya menyerahkan kepada Allah mana yang benar dan mana yang tidak," kata dia.

Patrialis mengakui, dirinya sebagai manusia tentu tak lepas dari kesalahan. Karena itu, dia justru menganggap hukuman itu sebagai bagian dari takdir yang harus dilaluinya.

“Saya yakini, ini adalah takdir dalam perjalanan hidup saya," kata Patrialis.

Namun, dia tetap merasa tak pernah menilap uang negara dalam perkara yang menjeratnya. Mantan pengacara itu justru menyayangkan terdakwa korupsi yang menilap uang negara dalam jumlah besar tapi hukumannya tak seberat vonis untuknya.

"Anda bayangkan, orang-orang yang makan uang negara, telah mengembalikan uang negara puluhan miliar, bahkan ada ratusan miliar, berapa hukumannya?" ucapnya. 

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang dipimpin Nawawi Pomolango menyatakan Patrialis terbukti secara sah dan bersalah menerima suap dari pengusaha importir daging sapi Basuki Hariman dan Ng Fenny. Suap itu terkait uji materi Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Majelis menyatakan Patrialis terbukti secara sah menerima suap USD 10.000 dan Rp 4.043.195. Rasuah USD 10.000 untuk biaya umrah, sedangkan Rp 4,04 juta untuk bermain golf.

Karena itu, majelis menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara kepada Patrialis. Majelis juga menjatuhkan hukuman denda Rp 300 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama tiga bulan.(elf/jpg)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 15:23

17 Dokter Spesialis Mundur, RS Mulai Tolak Pasien

17 dokter spesialis yang bertugas di RS Regional Sumbar mundur sejak akhir pekan lalu. Dampaknya pun…

Senin, 11 Desember 2017 15:15

Bangsawan Bali Bela Ustaz Somad

Meski sebagian orang sempat mendemo Ustad Abdul Somad, tapi sebagaian warga di Bali justru membela ustad…

Senin, 11 Desember 2017 15:09

Tuduh Ustaz Samad Anti Pancasila, Anggota DPD dari Bali Diperkarakan

Saat bersafari di Bali, Sabtu (9/12), Ustaz Abdul Somad yang hendak berceramah sempat mendapat…

Senin, 11 Desember 2017 15:02

Ditunjuk Gantikan Setnov, Aziz Bilang Siap

Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) membuat surat sakti yang isinya menunjuk Aziz Syamsudin sebagai…

Senin, 11 Desember 2017 14:58

Separuh Lebih Anggota Fraksi Golkar di DPR Tolak Aziz Syamsuddin

Bukannya mendapat dukungan, keputusan Ketua Umum Golkar Setya Novanto menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai…

Senin, 11 Desember 2017 10:34

Jokowi Abaikan Penegakan HAM

JAKARTA - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah mengabaikan penegakan di bidang Hak…

Senin, 11 Desember 2017 09:24

Novanto Mundur, Tunjuk Azis Ketua DPR

JAKARTA - Jalan Aziz Syamsudin menduduki kursi Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI tak berjalan mulus.…

Minggu, 10 Desember 2017 08:12

Gatot Serahkan Bendera Kepemimpinan TNI

JAKARTA - Jenderal TNI Gatot Nurmantyo resmi menyerahkan tongkat komandonya kepada Marsekal TNI Hadi…

Minggu, 10 Desember 2017 08:09

Tangkapan Berantai Tiga Terduga Teroris

JAKARTA — Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan berantai terhadap tiga terduga teroris di…

Sabtu, 09 Desember 2017 20:16
Klaim Presiden AS Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Partai Demokrat Menentang dan Kecam Donald Trump

 JAKARTA- Menyikapi situasi yang terus berkembang pasca pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .