MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 04 September 2017 18:15
Terbukti Korupsi, 8 Tahun untuk Patrialis

PROKAL.CO, PROKAL.CO, JAKARTA- Pengadilan Tikpikor Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara bagi mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Patrialis di persidangan terbukti korupsi. Tapi yang bersangkutan merasa tak bersalah dan menganggap putusan tersebut tak adil untuk dirinya.

Meski begitu ia pasrah dengan putusan hukuman delapan tahun penjara . Sebab, terdakwa perkara suap itu merasa sudah berupaya maksimal untuk lolos dari dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Di persidangan, saya sudah memberikan pembelaan sesuai dengan fakta persidangan. Saya juga mengatakan bahwa saya tidak bersalah," kata Patrialis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (4/9).

Mantan legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga enggan menilai vonis majelis. Sebab, dia memilih pasrah.

"Saya tidak akan memberikan penilaian karena ini otoritas hakim. Saya menyerahkan kepada Allah mana yang benar dan mana yang tidak," kata dia.

Patrialis mengakui, dirinya sebagai manusia tentu tak lepas dari kesalahan. Karena itu, dia justru menganggap hukuman itu sebagai bagian dari takdir yang harus dilaluinya.

“Saya yakini, ini adalah takdir dalam perjalanan hidup saya," kata Patrialis.

Namun, dia tetap merasa tak pernah menilap uang negara dalam perkara yang menjeratnya. Mantan pengacara itu justru menyayangkan terdakwa korupsi yang menilap uang negara dalam jumlah besar tapi hukumannya tak seberat vonis untuknya.

"Anda bayangkan, orang-orang yang makan uang negara, telah mengembalikan uang negara puluhan miliar, bahkan ada ratusan miliar, berapa hukumannya?" ucapnya. 

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang dipimpin Nawawi Pomolango menyatakan Patrialis terbukti secara sah dan bersalah menerima suap dari pengusaha importir daging sapi Basuki Hariman dan Ng Fenny. Suap itu terkait uji materi Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Majelis menyatakan Patrialis terbukti secara sah menerima suap USD 10.000 dan Rp 4.043.195. Rasuah USD 10.000 untuk biaya umrah, sedangkan Rp 4,04 juta untuk bermain golf.

Karena itu, majelis menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara kepada Patrialis. Majelis juga menjatuhkan hukuman denda Rp 300 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama tiga bulan.(elf/jpg)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 09:46

AKHIRNYA..!! Polisi Ngaku Hentikan Kasus Chat Rizieq dan Firza

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) akhirnya bersuara mengenai kabar yang beredar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:45
Uni Eropa Cabut Larangan Terbang

ALHAMDULILLAH..!! Kini Semua Maskapai Indonesia Bisa Terbang ke Eropa

JAKARTA – Kini semua maskapai berbendera Indonesia sudah bisa mendarat di Eropa. Badan Eksekutif…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:39
Kemenag Intensif Bahas Penyatuan Kalender Islam

2022 Mulai Tidak Kompak, Diawali Perbedaan Idul Adha

JAKARTA – Pemerintah boleh bersyukur penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini bersamaan. Tetapi…

Jumat, 15 Juni 2018 20:00

SANGAT SERIUS..!! Usut Kematian Wartawan M Yusuf, Ini Susunan TPF PWI Pusat

JAKARTA- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merespon  cepat kematian almarhum Muhammad Yusuf (42).…

Jumat, 15 Juni 2018 14:14

UTANG LAGI..!! Indonesia Dapat Pinjaman Lagi dari Bank Dunia

JAKARTA - Bank Dunia menyetujui pinjaman baru sebesar USD 150 juta untuk program Indonesia Supporting…

Jumat, 15 Juni 2018 13:06

NGERI..!! Hilang Belasan Jam, Ternyata Wanita Ini Ada di Perut Ular

Duka mendalam menyelimuti keluarga Wa Tiba (54), warga Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten…

Jumat, 15 Juni 2018 12:54

WADUH..!! Cuma Ditanya Kapan Nikah, Pria Ini Bunuh Tetangga Sendiri

Seorang pemuda berinisial FN, 28, tega membunuh tetangganya sendiri Iis Aisyah, 32, karena tersinggung…

Kamis, 14 Juni 2018 19:56

Hindari Motor, Bus "Bajak" Sawah

GIRI MENANG-Satu unit bus pariwisata Maruta Transport terjun bebas ke sawah setelah menabrak tiang listrik…

Kamis, 14 Juni 2018 19:36

PWI Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Kematian Muhammad Yusuf

JAKARTA- Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Pusat  akan membentuk Tim Pencari Fakta ( TPF ) untuk…

Rabu, 13 Juni 2018 23:18

Baru Berlayar 30 Menit, Kapal Ini Oleng, Lalu Karam, Begini Nasib Penumpangnya...

MAKASSAR- Tenggelamnya kapal motor (KM) Arsita yang memuat puluhan penumpang di perairan Makassar, Rabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .