MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 04 September 2017 18:15
Terbukti Korupsi, 8 Tahun untuk Patrialis

PROKAL.CO, PROKAL.CO, JAKARTA- Pengadilan Tikpikor Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara bagi mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Patrialis di persidangan terbukti korupsi. Tapi yang bersangkutan merasa tak bersalah dan menganggap putusan tersebut tak adil untuk dirinya.

Meski begitu ia pasrah dengan putusan hukuman delapan tahun penjara . Sebab, terdakwa perkara suap itu merasa sudah berupaya maksimal untuk lolos dari dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Di persidangan, saya sudah memberikan pembelaan sesuai dengan fakta persidangan. Saya juga mengatakan bahwa saya tidak bersalah," kata Patrialis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (4/9).

Mantan legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga enggan menilai vonis majelis. Sebab, dia memilih pasrah.

"Saya tidak akan memberikan penilaian karena ini otoritas hakim. Saya menyerahkan kepada Allah mana yang benar dan mana yang tidak," kata dia.

Patrialis mengakui, dirinya sebagai manusia tentu tak lepas dari kesalahan. Karena itu, dia justru menganggap hukuman itu sebagai bagian dari takdir yang harus dilaluinya.

“Saya yakini, ini adalah takdir dalam perjalanan hidup saya," kata Patrialis.

Namun, dia tetap merasa tak pernah menilap uang negara dalam perkara yang menjeratnya. Mantan pengacara itu justru menyayangkan terdakwa korupsi yang menilap uang negara dalam jumlah besar tapi hukumannya tak seberat vonis untuknya.

"Anda bayangkan, orang-orang yang makan uang negara, telah mengembalikan uang negara puluhan miliar, bahkan ada ratusan miliar, berapa hukumannya?" ucapnya. 

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang dipimpin Nawawi Pomolango menyatakan Patrialis terbukti secara sah dan bersalah menerima suap dari pengusaha importir daging sapi Basuki Hariman dan Ng Fenny. Suap itu terkait uji materi Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Majelis menyatakan Patrialis terbukti secara sah menerima suap USD 10.000 dan Rp 4.043.195. Rasuah USD 10.000 untuk biaya umrah, sedangkan Rp 4,04 juta untuk bermain golf.

Karena itu, majelis menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara kepada Patrialis. Majelis juga menjatuhkan hukuman denda Rp 300 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama tiga bulan.(elf/jpg)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 09:48

WASPADA YANG DI BALI..!! Gunung Agung Sebentar Lagi Meletus

DENPASAR- Gunung Agung memasuki level paling berbahaya. Ini setelah statusnya dinaikkan dari level III…

Jumat, 22 September 2017 18:32

KPK Harus Segera Tahan Setnov

Desakan agar KPK bertindak tegas terhadap tersangka kasus e-KTP Setya Novanto terus bergulir. Teranyar,…

Jumat, 22 September 2017 18:25

Isu PKI, Ini Kata Anggota MPR...

Pemberontakan Gerakan 30 September PKI (G 30 S/PKI) menurut istilah Jenderal Soeharto, atau Gerakan…

Jumat, 22 September 2017 18:20

Hoaks, Golkar Bantah Dukung Ridwal Kamil

Hoaks bikin pengurus Partai Golkar pusing. Ini terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub…

Jumat, 22 September 2017 18:16

Ada Apa Ini? Ketua DPD Getel Kejaksaan Agung

Bukan cuma posisi KPK yang kini tengah "diobok-obok" DPR lewat Pansus Angket KPK, posisi Kejaksaan  Agung…

Jumat, 22 September 2017 18:13

Ditunggu, Eh... Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini

Digembor-gemborkan bakalan balik ke Indonesia Jumat (22/9) hari ini, Imam Besar Front Pembela Islam…

Jumat, 22 September 2017 09:11

Saham PGN Anjlok

JAKARTA - Turunnya harga saham PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di lantai bursa berdampak pada lenyapnya…

Jumat, 22 September 2017 09:10

Harta Tak Dilaporkan Dikenakan PPh

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak. Setelah…

Kamis, 21 September 2017 17:03

Nelayan Malaysia Seludupkan Sabu dan Ekstasi lewat Aceh

Sabu asal Malaysia berhasil digagalkan Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal…

Kamis, 21 September 2017 16:56

AWAS! Gerindra Yakin Eks PKI Punya Agenda Besar

Jelang 30 September, isu terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali menyita perhatian publik. Nah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .