MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Senin, 04 September 2017 06:58
Siasat Akustik Ruang

PROKAL.CO, CATATAN: SUNARTO SASTROWARDOYO *)

PADA zaman yang serbamaju ini, tambahan sumber-sumber kebisingan semakin beragam. Intensitasnya pun kian tinggi, baik di dalam maupun di luar ruang. Ironisnya, pengaruh yang diberikan justru mengkhawatirkan, bahkan cenderung merusak. Sebagian besar masyarakat tak cukup pengetahuan untuk memahami pengaruh bising terhadap lingkungan makhluk hidup.

Pada frekuensi statis, misalnya. Kebisingan dengan intensitas tertentu dapat merusak banyak hal. Kestabilan gema pada alat kedokteran seperti stetoskop sangat dipengaruhi rancangan akustik yang memiliki presisi tinggi dengan ketepatan yang nyaris sempurna.

Kalangan awam juga banyak yang tak menyadari bahwa akustik meliputi jangkauan yang sangat luas, atas nyaris pada semua segi kehidupan. Mulai dari dokter, psikolog, audiolog dan biolog, pemusik, pencipta lagu, pabrik, ilmuwan komunikasi, ruang angkasa, pesawat terbang, kapal selam, radio, televisi dan rekaman, arsitek, ahli tata kota, insinyur bangunan, mesin, listrik, hingga ahli kimia dan komputer, punya pengertian sendiri tentang istilah tersebut.

Arsitek, dalam kaitannya membangun rumah yang nyaman dan menjamin intensitas kebisingan serendah mungkin, sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu akustik. Tak banyak memang gedung-gedung yang memberikan kenyamanan mendengar, karena abai atas hal penting seperti intensitas suara yang tak sesuai dengan kapasitas telinga. Sayangnya memang, sejauh ini, pengunjung bangunan tak mempersoalkan.

Sebagai contoh, tak jarang ceramah penting di sebuah gedung pertemuan besar justru tidak menghasilkan apa-apa, meskipun “nyaring terdengar”. Pesannya tak sampai akibat tingkat kebisingan dan gema ruang berlebihan.

Ilmu arsitek saat ini telah sampai pada tahapan yang bukan sekadar menyediakan dan membangun ruang persembunyian dari gangguan termal, atmosfer, cahaya, dan bunyi dari lingkungan yang liar. Disiplin arsitektur dan pengendalian bunyi telah sampai pada level menciptakan lingkungan buatan yang rumit, karena telah mencapai standar fisik, fisiologis, dan psikologis penghuninya. Lingkungan buatan ini, dalam banyak hal dapat lebih sempurna dari kondisi alamiah.

Proses akustikasi ruang ini pula, dalam banyak hal yang menyita  perhatian. Namun tidak terjawab, lantaran pemahaman keilmuan tentang yang belum terlampau dikenal.

Tak ada satu pun kondisi luar yang dapat dibandingkan dengan ruangan yang dikondisikan udaranya, dan dikendalikan kelembapannya. Pencahayaan buatan pun saat ini lebih unggul jika dibanding efek dengan cahaya alamiah, karena dapat dikondisikan tanpa bayangan, yang diperlukan untuk tujuan tertentu. Ruang bedah di rumah sakit, misalnya. Lebih lanjut, griya musik yang ditata dengan prinsip-prinsip dasar akustik akan menghasilkan komposisi suara dan tingkat kebisingan dan harmoni yang tak ditemui di alam terbuka.

Tak banyak bangunan arsitektural, bahkan monumental di Indonesia yang memerhatikan secara seksama dua hal ini. Yakni, akustik dan pencahayaan. Yang terjadi adalah suara liar dan luminasi yang boros, berlebihan dalam penggunaan energi listrik.

Diperlukan cara luar biasa agar publik benar benar menghargai derajat kesehatan alat pendengaran. Apalagi jika kelak ada penelitian empiris yang membuktikan, kebisingan dapat memengaruhi organ reproduksi manusia. (**/man/k15)

*Penulis adalah pengajar mata kuliah ruang dalam di Universitas 17 Agustus 1945, Samarinda


BACA JUGA

Sabtu, 09 Juni 2018 01:37

Soekarno dan Pancasila

Sebagai  negara kesatuan, Indonesia harus memiliki landasan negara. Dari landasan itulah maka akan…

Minggu, 03 Juni 2018 07:18

Pancasila, Indonesia, dan Budaya Hoax

OLEH: ARIS SETIAWAN(Pendidik dan Pegiat Literasi, Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Unmul) SAYA yakin,…

Minggu, 03 Juni 2018 07:15

Green Economy, Solusi Pariwisata Kaltim

OLEH: SUKARDI (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul) BENTANG lahan Indonesia yang sangat luas,…

Senin, 28 Mei 2018 08:41

Ngabuburit dan Budaya Konsumtif di Ramadan

Oleh: Rendy Putra Revolusi(Ketua Umum PC IMM Kota Balikpapan 2017-2018)TELAH lama muncul istilah yang…

Minggu, 27 Mei 2018 07:18

Ramadan, Pendidikan Karakter, dan Manajemen Konflik

OLEH: ARIS SETIAWAN (Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Unmul) RAMADAN sebagaimana kita pahami merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .