MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Senin, 04 September 2017 06:58
Siasat Akustik Ruang

PROKAL.CO, CATATAN: SUNARTO SASTROWARDOYO *)

PADA zaman yang serbamaju ini, tambahan sumber-sumber kebisingan semakin beragam. Intensitasnya pun kian tinggi, baik di dalam maupun di luar ruang. Ironisnya, pengaruh yang diberikan justru mengkhawatirkan, bahkan cenderung merusak. Sebagian besar masyarakat tak cukup pengetahuan untuk memahami pengaruh bising terhadap lingkungan makhluk hidup.

Pada frekuensi statis, misalnya. Kebisingan dengan intensitas tertentu dapat merusak banyak hal. Kestabilan gema pada alat kedokteran seperti stetoskop sangat dipengaruhi rancangan akustik yang memiliki presisi tinggi dengan ketepatan yang nyaris sempurna.

Kalangan awam juga banyak yang tak menyadari bahwa akustik meliputi jangkauan yang sangat luas, atas nyaris pada semua segi kehidupan. Mulai dari dokter, psikolog, audiolog dan biolog, pemusik, pencipta lagu, pabrik, ilmuwan komunikasi, ruang angkasa, pesawat terbang, kapal selam, radio, televisi dan rekaman, arsitek, ahli tata kota, insinyur bangunan, mesin, listrik, hingga ahli kimia dan komputer, punya pengertian sendiri tentang istilah tersebut.

Arsitek, dalam kaitannya membangun rumah yang nyaman dan menjamin intensitas kebisingan serendah mungkin, sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu akustik. Tak banyak memang gedung-gedung yang memberikan kenyamanan mendengar, karena abai atas hal penting seperti intensitas suara yang tak sesuai dengan kapasitas telinga. Sayangnya memang, sejauh ini, pengunjung bangunan tak mempersoalkan.

Sebagai contoh, tak jarang ceramah penting di sebuah gedung pertemuan besar justru tidak menghasilkan apa-apa, meskipun “nyaring terdengar”. Pesannya tak sampai akibat tingkat kebisingan dan gema ruang berlebihan.

Ilmu arsitek saat ini telah sampai pada tahapan yang bukan sekadar menyediakan dan membangun ruang persembunyian dari gangguan termal, atmosfer, cahaya, dan bunyi dari lingkungan yang liar. Disiplin arsitektur dan pengendalian bunyi telah sampai pada level menciptakan lingkungan buatan yang rumit, karena telah mencapai standar fisik, fisiologis, dan psikologis penghuninya. Lingkungan buatan ini, dalam banyak hal dapat lebih sempurna dari kondisi alamiah.

Proses akustikasi ruang ini pula, dalam banyak hal yang menyita  perhatian. Namun tidak terjawab, lantaran pemahaman keilmuan tentang yang belum terlampau dikenal.

Tak ada satu pun kondisi luar yang dapat dibandingkan dengan ruangan yang dikondisikan udaranya, dan dikendalikan kelembapannya. Pencahayaan buatan pun saat ini lebih unggul jika dibanding efek dengan cahaya alamiah, karena dapat dikondisikan tanpa bayangan, yang diperlukan untuk tujuan tertentu. Ruang bedah di rumah sakit, misalnya. Lebih lanjut, griya musik yang ditata dengan prinsip-prinsip dasar akustik akan menghasilkan komposisi suara dan tingkat kebisingan dan harmoni yang tak ditemui di alam terbuka.

Tak banyak bangunan arsitektural, bahkan monumental di Indonesia yang memerhatikan secara seksama dua hal ini. Yakni, akustik dan pencahayaan. Yang terjadi adalah suara liar dan luminasi yang boros, berlebihan dalam penggunaan energi listrik.

Diperlukan cara luar biasa agar publik benar benar menghargai derajat kesehatan alat pendengaran. Apalagi jika kelak ada penelitian empiris yang membuktikan, kebisingan dapat memengaruhi organ reproduksi manusia. (**/man/k15)

*Penulis adalah pengajar mata kuliah ruang dalam di Universitas 17 Agustus 1945, Samarinda


BACA JUGA

Minggu, 04 Februari 2018 09:02

Zulhasan, Thariq bin Ziyad, dan Point of No Return

CATATAN: DHIMAM ABROR DJURAID*PERNYATAAN Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengenai fenomena lesbian, gay,…

Kamis, 01 Februari 2018 08:36

Strategi Pertanian Kaltim

OLEH: BERNATAL SARAGIH (Guru Besar Bidang Pangan dan Gizi Universitas Mulawarman, Ketua Perhimpunan…

Rabu, 31 Januari 2018 08:47

Kedok Pemberdayaan Masyarakat

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan,Mahasiswa S-3 Program…

Rabu, 31 Januari 2018 07:21

Gubernur Jadi Menteri Keuangan

CATATAN: AJI SOFYAN EFFENDI SAMPAI beberapa waktu ke depan, DPR dan Kementerian Keuangan akan menggodok…

Selasa, 30 Januari 2018 09:07

Dunia Lain Adalah Mungkin

CATATAN: INDA FITRYARINI(Pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman) "ANOTHER Possible World" adalah…

Selasa, 30 Januari 2018 07:45

Jaga Momentum Perbankan Syariah

CATATAN: BAMBANG SAPUTRAKomisi Ekonomi MUI Kota Balikpapan BEBERAPA tahun belakangan, perbankan syariah…

Senin, 29 Januari 2018 07:34

Keniscayaan Menjadi Entrepreneur

CATATAN : ARIFUL AMIN INDONESIA punya satu keunggulan yang disebut jarang dimiliki negara lain. Yakni…

Jumat, 26 Januari 2018 08:46

Fintech, Peluang atau Bumerang?

OLEH: MUHAMMAD HENDRA WIJAYA NUGRAHA(Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Anggota…

Kamis, 25 Januari 2018 08:40

Ketahanan Pangan dan Potensi Pertanian (2-Habis)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan,Mahasiswa S-3 Program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .