MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 02 September 2017 18:23
Internal Golkar Desak KPK Tahan Setnov
Setya Novanto. Foto: dok/JPNN.com

PROKAL.CO, PROKAL.CO, JAKRTA Bukan orang luar, tapi justru internal Golkar yang menyoal tak kunjung ditahannya Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) setelah jadi tersangka korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Desakan penahanan ini disuarakan Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) kepada Komisi Penberantasan Korupsi (KPK).

Sejak diumumkan sebagai tersangka pada 17 Juli 2017 lalu, belum terlihat tanda-tanda Novanto akan dijebloskan KPK ke sel tahanan. Aktivis GMPG Almanzo Bonara memandang dukungan moril kepada Ketua KPK Agus Rahardjo untuk berani menahan Setya Novanto secepatnya perlu diberikan.

“Saya menduga ada siasat jahat yang tengah dijalankan Novanto untuk menggagalkan proses hukum kasus e-KTP. Salah satu tandanya adalah hasil investigasi sebuah majalah nasional yang menunjukan adanya friksi internal di dalam KPK untuk menggagalkan penetapan tersangka Novanto," ujar Almanzo, Sabtu (2/9).

Sebelumnya GMPG telah melapor ke Komisi Yudisial (KY) atas dugaan adanya lobi-lobi guna memengaruhi proses peradilan yang dilakukan Novanto kepada Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Sekarang mereka merasa khawatir akan adanya friksi di internal KPK yang mulai muncul ke permukaan karena kasus e-KTP.

"Saya cemas KPK, lembaga yang semestinya independen dan kuat, telah disusupi sekelompok orang yang berusaha menggagalkan penyidikan terutama dalam kasus e-KTP," ujar Almanzo.

Dia melihat salah satu sosok yang dapat dipercaya untuk dapat menuntaskan masalah e-KTP adalah Agus Rahardjo. Karena itu, dia melihat perlunya dukungan moral untuk ketua KPK itu, agar secepatnya bisa menahan Novanto.

Hal itu penting karena dikhawatirkan berbagai manuver yang dilakukan oleh ketua DPR tersebut, termasuk melalui Pansus Angket KPK, bisa mengganggu bahkan bisa menggagalkan proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Menurut dia, hal itu niscaya akan menambah rusak citra Partai Golkar, karena terang-terangan melindungi tersangka rasuah.

"Bilamana seseorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, terlihat nyata melakukan berbagai upaya yang dikhawatirkan dapat menghilangkan barang bukti dan melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses penyidikan, maka tersangka tersebut harus segera ditahan," papar Almanzo.

Dia mengatakan, dukungan moril kepada Agus Rahardjo ini merupakan salah satu bagian kampanye dalam Gerakan #golkarbersih agar KPK tegas dalam menindak para koruptor yang menggerogoti uang negara.

Lagi pula sudah semua tersangka kasus yang sama itu sudah ditahan. Dulu Irman dan Sugiharto langsung ditahan. Mantan anggota DPR Miryam S Haryani yang terjerat kasus memberikan keterangan palsu di persidangan e-KTP, anggota DPR Markus Nari, dan pengusaha Andi Narogong juga langsung ditahan. "Kenapa Novanto belum? Ini kan aneh juga," ujar Almanzo.

Disinggung soal pemecatan Tokoh GMPG Ahmad Doli Kurnia oleh DPP Partai Golkar, Almanzo melihat sebagai momentum yang bagus untuk memperkuat gerakan #golkarbersih di dalam tubuh partai. Ini selaras dengan kerja-kerja KPK dalam menindak megaskandal korupsi e-KTP.

"Bagi kami sebenarnya respons terbaik untuk sebuah lelucon adalah tertawa, GMPG tidak terpengaruh dengan keputusan yang blunder itu," tegasnya. Sebaliknya GMPG semakin bergairah untuk mengkampanyekan gerakan ini.

"Agar partai yang kami cintai ini dapat kembali kepada muruahnya dan menjadi representasi suara rakyat yang sesungguhnya," katanya. (boy/jpnn)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 09:48

WASPADA YANG DI BALI..!! Gunung Agung Sebentar Lagi Meletus

DENPASAR- Gunung Agung memasuki level paling berbahaya. Ini setelah statusnya dinaikkan dari level III…

Jumat, 22 September 2017 18:32

KPK Harus Segera Tahan Setnov

Desakan agar KPK bertindak tegas terhadap tersangka kasus e-KTP Setya Novanto terus bergulir. Teranyar,…

Jumat, 22 September 2017 18:25

Isu PKI, Ini Kata Anggota MPR...

Pemberontakan Gerakan 30 September PKI (G 30 S/PKI) menurut istilah Jenderal Soeharto, atau Gerakan…

Jumat, 22 September 2017 18:20

Hoaks, Golkar Bantah Dukung Ridwal Kamil

Hoaks bikin pengurus Partai Golkar pusing. Ini terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub…

Jumat, 22 September 2017 18:16

Ada Apa Ini? Ketua DPD Getel Kejaksaan Agung

Bukan cuma posisi KPK yang kini tengah "diobok-obok" DPR lewat Pansus Angket KPK, posisi Kejaksaan  Agung…

Jumat, 22 September 2017 18:13

Ditunggu, Eh... Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini

Digembor-gemborkan bakalan balik ke Indonesia Jumat (22/9) hari ini, Imam Besar Front Pembela Islam…

Jumat, 22 September 2017 09:11

Saham PGN Anjlok

JAKARTA - Turunnya harga saham PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di lantai bursa berdampak pada lenyapnya…

Jumat, 22 September 2017 09:10

Harta Tak Dilaporkan Dikenakan PPh

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak. Setelah…

Kamis, 21 September 2017 17:03

Nelayan Malaysia Seludupkan Sabu dan Ekstasi lewat Aceh

Sabu asal Malaysia berhasil digagalkan Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal…

Kamis, 21 September 2017 16:56

AWAS! Gerindra Yakin Eks PKI Punya Agenda Besar

Jelang 30 September, isu terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali menyita perhatian publik. Nah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .