MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 28 Agustus 2017 08:57
Bandara Samarinda Baru Bikin Spekulan Tanah Merajalela

Harga Naik 100 Persen, Warga Pilih Tak Urus Surat Keterangan

EFEK DOMINO: Seiring bakal beroperasinya Bandara Samarinda Baru di Sungai Siring, Samarinda, harga tanah di kawasan tersebut ikut melambung. (alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, Hadirnya Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda Utara, membuat harga tanah di kawasan tersebut meroket. Per meter persegi, tanah dibanderol Rp 2 juta.

IBRAHIM

KETUA RT 10, Sungai Siring, Junaidi menyeka keringat. Jumat (24/8). Beroperasinya BSB awal tahun depan disambut gembira warga. Namun dibalik kabar bahagia itu, terselip kekhawatiran. Apalagi kalau bukan ulah spekulan tanah yang menghambat berkembangnya kawasan Samarinda Utara.

Harga tanah radius 1 kilometer dari BSB per meter persegi saat ini dihargai minimal Rp 2 juta. Padahal, pada 2016 dengan posisi sama, di pinggir jalan, hanya Rp 1 juta per meter persegi. Ada kenaikan 100 persen jelang BSB beroperasi.  “Sekarang di bawah Rp 2 juta per meter persegi enggak ada yang mau. Beberapa kali ada yang tawar Rp 1,5 juta enggak dijual,” ujar Junaidi kepada Kaltim Post.

Tingginya harga tanah di sekitar BSB, sebut dia, membuat pembeli tanpa kantong tebal berpikir panjang. Sehingga saat ini sangat jarang bahkan tidak ada warga yang mengurus surat keterangan jual beli tanah di tempatnya.

”Sejak awal tahun belum ada yang urus. Tanah di sini sudah banyak dibeli. Beberapa mau bangun rumah atau tempat usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 28, Tanah Merah, Agus menyebut, harga tanah di daerahnya yang berjarak 8 kilometer dari BSB dihargai rata-rata Rp 200 ribu. Jika posisinya di pinggir jalan bisa mencapai Rp 2 juta per meter persegi. “Di sini harga satu kaveling mulai Rp 10-40 juta. Ukuran 10 x 20 per meter persegi. Tergantung posisi tanah. Kalau rawa dan posisinya jauh dari jalan utama cuma sekira Rp 10 juta per kaveling,” sebut dia.

Kenaikan harga tanah di sekitar BSB juga diungkapkan Mukhlis. Seorang pemilik lahan di sekitar BSB. Dia menyebut harga per kaveling saat ini berada di kisaran Rp 20-30 juta. Kaveling-an yang dijual khusus untuk perumahan. Posisi tanahnya masuk ke dalam gang dan sedikit rawa. Sementara itu, harga di pinggir jalan jauh lebih tinggi. Dalam radius 5 kilometer sebelum dan sesudah BSB di sepanjang jalan poros Samarinda-Bontang dihargai sekira Rp 1,5-2 juta per meter persegi.

Tapi nominal itu bervariasi tergantung kontur dan posisi tanah dari jalan utama. Jika posisinya di dalam gang dan jauh dari jalan utama, harganya hanya sekira Rp 250-300 ribu per meter persegi. ”Sejak BSB mulai dibangun dan bakal beroperasi tahun depan kenaikan harga tanah naik sangat drastis. 2010 masih bisa beli tanah radius 5 kilometer dari BSB Rp 50-80 ribu per meter persegi. Sekarang sudah tidak ada,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, kenaikan drastis harga tanah dipicu bandara. Di kawasan sekitar BSB, saat ini, sudah beberapa dibangun perumahan. Bahkan, sebut dia, sudah ada rencana bakal dibangun rumah sakit berkelas internasional. Hasil kerja sama pemkot dan pihak swasta. Posisinya tidak jauh dari kantor Kelurahan Sungai Siring. “Pembeli tanah di daerah sini (Sungai Siring) banyak dari pengusaha Tionghoa. Beberapa lainnya PNS. Ada juga kepala-kepala dinas dari pemkot dan pemprov,” tuturnya.

Bisnis tanah di kawasan Samarinda Utara memang menggiurkan. Infrastruktur terus dikembangkan pemerintah. Sehingga tidak sulit menjumpai penawaran jual beli tanah di wilayah ini. Mengingat potensi investasinya oke. Itu berdasarkan banyak faktor. Baik dari akses yang berkembang, perdagangan yang tumbuh, hingga perluasan wilayah.

Kehadiran BSB pun bakal didukung dengan program pembangunan transportasi massal di Samarinda. Programnya  sudah masuk rencana program jangka menengah panjang (RPJMP) Samarinda 2005-2025. Dalam dokumen tersebut, Samarinda dirancang memiliki moda transportasi massal. Untuk menghubungkan pusat kota dengan simpul transportasi udara di Sungai Siring, pemkot merencanakan adanya pembangunan kereta api khusus. 

Layaknya kereta api yang menghubungkan pusat kota ke bandara. Seperti di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang dan Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Khusus Samarinda, kereta itu bakal dihubungkan dengan pusat-pusat aktivitas masyarakat. Seperti mal, lapangan, dan tempat parkir. “Sampai saat ini baru sebatas perencanaan makro dalam RPJMP dan RTRW. Sementara detail dan pelaksanaannya bergantung kesigapan SKPD terkait. Tujuan ke sana sudah ada,”  ucap Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin. (*/him/riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 09:07
Nasib Jalan Tol ketika Bandara Samarinda Beroperasi

Sepi Sesaat, Kendaraan Tumbuh Pesat

KEKHAWATIRAN terhadap fungsi jalan tol ketika Bandara APT Pranoto di Samarinda beroperasi sempat mencuat.…

Senin, 15 Januari 2018 08:43

"Jangan Sampai Ahli Budaya Merasa Miskin"

MEMASUKI tahun keenam, ISBI Kaltim masih jauh dari sebutan perguruan tinggi. Padahal, saat didirikan…

Rabu, 10 Januari 2018 09:28

Begini Sikap Yusran setelah Didepak Isran

PARTAI Gerindra telah mengusung Isran Noor-Hadi Mulyadi dalam Pemilihan Gubernur Kaltim 2018. Keduanya…

Selasa, 09 Januari 2018 08:49

Peduli Lingkungan dan Antikorupsi

Komposisi empat pasang calon gubernur dan wakil hampir bisa dipastikan. Publik punya harapan dengan…

Senin, 08 Januari 2018 09:05
Pilgub Kaltim, Menjemput Generasi Gunung Kelua

Unmul Juga Bisa

Pemilihan Gubernur Kaltim 2018 menjadi pembuktian bagi Universitas Mulawarman. Lima alumni berpeluang…

Senin, 08 Januari 2018 09:04

Dipilih Akademisi, Jari Malah Pisah

DUET alumnus Universitas Mulawarman, Syaharie Jaang-Rizal Effendi, masih menjadi pasangan yang paling…

Senin, 08 Januari 2018 08:56

PDIP Usung Safaruddin, Kejutan Jaang-Ferdian

PENDAFTARAN calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Kaltim ke Komisi Pemilihan Umum…

Senin, 08 Januari 2018 08:47

APT Pranoto dan Dua Abdoel Moeis

DUA belas tokoh tercatat sebagai pemimpin setingkat gubernur sejak Provinsi Kaltim berdiri pada 1957.…

Senin, 08 Januari 2018 08:42

Lain Rezim, Lain Latar Belakang

BERAKHIRNYA pemerintahan Abdoel Moeis Hassan pada 1966, menjadi era baru gubernur selanjutnya. Memasuki…

Selasa, 26 Desember 2017 08:56
Anak-Anak Korban Bom Gereja dan Luka yang Mereka Derita

Selamat Natal, Selamat Berjuang

Ledakan bom di Gereja Oikumene Samarinda menorehkan lukayang menganga. Dari antara perih yang tertinggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .